APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Obsesi Liar Mantan Bosku

Obsesi Liar Mantan Bosku

Dunia Cindy Andriana Halim runtuh ketika sang suami kalah judi dan menjadikannya jaminan utang. Ia kini terjebak dalam cengkeraman Sebastian Arson, mantan atasan yang menuntut tubuhnya demi melunasi semua utang tersebut. Sebastian pulang ke Indonesia dengan ambisi gelap untuk menguasai Cindy sepenuhnya. Di hadapan pilihan melunasi utang besar atau mempertahankan harga dirinya, sanggupkah Cindy lolos dari jeratan pria penuh kuasa itu?
Bab
Bagikan

Bab 3

Cindy tidak bergerak dan meringkuk di balik selimut yang membalut tubuhnya. Ia membelakangi Melvin yang duduk di ujung ranjang. Melvin masih cukup sadar dari mabuknya untuk melihat keadaan Cindy.

“Cindy?” sebutnya pelan.

“Pergi,” jawab Cindy dengan suara pelan nyaris tak terdengar. Melvin menundukkan kepalanya lalu berdiri dan keluar lagi dari kamar. Dari pada harus menghadapi kesedihan Cindy, Melvin pun kembali keluar dari kamar. Sedangkan Cindy tidak sanggup bangun untuk menghadapi kenyataan yang terjadi. Ia merasa kotor dan sangat tidak berharga. Air mata Cindy terus menetes dan akhirnya ia hanya terisak.

“Mengapa ini terjadi padaku?” isak Cindy pelan memeluk bantal serta terus menangis. Sementara Melvin pergi menghabiskan waktu di kamar lain. Ia tahu apa yang terjadi pada Cindy dan yang bisa ia lakukan adalah berpura-pura tidak tahu.

Keesokan harinya, Melvin kembali ke kamar Cindy untuk menemui istrinya. Di depan pintu, ia sempat berdiri untuk berpikir. Setelah beberapa saat, Melvin mengurungkan niatnya. Ia pergi dari depan kamar.

Di dalam kamar, Cindy sudah membersihkan diri sedari subuh. Ia bahkan tidak bisa tidur semalaman sekalipun tubuhnya perih dan sakit. Saat Cindy menatap dirinya di depan cermin, Cindy kembali menangis. Terdapat bekas membiru akibat perbuatan pria yang tidak dikenal oleh Cindy. Tak lama pintu kamar diketuk. Cindy buru-buru menyeka air matanya. Ia berbalik lalu berjalan ke arah pintu untuk membukanya. Kening Cindy mengernyit kemudian.

“Selamat pagi, Nyonya. Kami mengantarkan pesanan sarapan untuk Nyonya,” ujar pelayan berseragam restoran hotel dengan senyuman ramah. Di belakangnya, ada sebuah kereta dorong berisi makanan. Cindy tidak menanggapi apa-apa, ia mundur memberikan jalan pada pelayan tersebut mengatur hidangan di meja makan di dalam.

Cindy tersenyum pelan setelah pelayan itu selesai menghidangkan sarapan pagi. Di atas meja terdapat setangkai bunga mawar merah dengan secarik kartu. Pelayan itu pun keluar setelah membungkuk memberikan salam. Cindy kemudian mendekat dan duduk di salah satu kursi, ia mengambil bunga mawar dan kartu tersebut. Di dalamnya terdapat tulisan tangan milik suaminya─Melvin.

“Selamat menikmati sarapan kamu, Sayang. Suamimu, Melvin.”

Tanpa meminta maaf, Melvin hanya mengirimkan sarapan dengan setangkai bunga seolah tidak ada yang terjadi semalam. Kedua bahu Cindy turun karena kecewa serta tangannya jatuh begitu saja di atas pangkuan masih memegang kartu tersebut.

Cindy meletakkan kartu itu lalu memulai makan. Meski ia tidak berselera tapi entah mengapa, Cindy mau memakannya. Saat sedang menyuapi makanan dengan pelan tanpa selera, Melvin masuk. Cindy masih meneruskan makan sampai Melvin memeluknya dari belakang.

“Maafkan aku,” ucap Melvin pelan memeluk Cindy lalu mengecup sisi keningnya. Cindy menghentikan makan tapi ia diam saja. Melvin lalu pindah ke sisi kanan dan duduk di samping Cindy. Kedua tangannya memegang sebelah tangan Cindy sambil menatapnya. Sedangkan Cindy tidak mau sama sekali menatap suaminya. Ia hanya memandang kosong ke depan.

“Soal semalam, kita lupakan saja ya. Aku gak mau kamu tertekan.” Cindy dengan cepat berbalik menoleh pada Melvin dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak percaya jika suaminya bisa bicara seperti itu.

“Apa yang sebenarnya kamu lakukan?” tanya Cindy dengan suara bergetar. Melvin sedikit tertunduk malu bahkan sempat membuang pandangannya ke samping.

“Aku ... aku punya utang, tapi aku akan membayarnya.” Melvin menjawab dengan sikap salah tingkah.

“Bagaimana kamu bisa menjual aku sebagai ganti dari utangmu? Kamu seharusnya jadi suami dan pelindungku, Mas!” Cindy kembali terisak sampai menutup mulut dengan sebelah tangannya. Melvin menunduk semakin menggenggam tangan Cindy yang sudah membuang muka.

“Maafkan aku. Aku janji kejadian semalam hanya sekali saja. Itu gak akan terjadi lagi, aku janji. Kita lupakan saja, anggap saja itu tidak pernah terjadi. Oke?” Melvin membujuk Cindy agar melupakan kejadian mengerikan semalam. Cindy makin menangis tapi ia tidak sanggup melawan. Saat Melvin menariknya ke dalam pelukan, Cindy pun menangis saja membiarkan.

Setelah Cindy tenang dan tidak lagi menangis, Melvin mengajak istrinya untuk check out dari hotel. Sebelum keluar kamar, ia kembali meminta Cindy agar tidak bercerita pada siapa pun termasuk pada keluarga.

“Jangan kasih tahu siapa pun apa yang sudah terjadi. Aku gak mau kakak kamu atau saudara kamu menyalahkan aku dan mungkin melaporkan aku ke polisi. Kamu gak mau aku dipenjara, kan?” tanya Melvin mengungkit rasa cinta Cindy untuknya. Cindy menelan ludahnya menatap Melvin.

Pernikahannya dan Melvin bisa hancur jika dirinya menceritakan yang terjadi. Mungkin benar jika ia harus berpura-pura jika hal semalam tidak pernah terjadi. Cindy pun mengangguk tanpa menjawab. Melvin tersenyum melihat sifat penurut Cindy. Ia merangkul istrinya keluar dari kamar menuju lift yang membawa mereka ke bawah. Koper mereka sudah dibawa oleh seorang bellboy yang membantu.

Satu minggu setelah kejadian itu, kehidupan Cindy dimulai seperti sedia kala. Ia menjadi ibu rumah tangga melayani suami yang hampir bangkrut. Melvin adalah seorang CEO dari perusahaan makanan serta minuman terkenal dulunya. Kini dengan banyaknya persaingan dan manajemen yang buruk, membuat perusahaan warisan keluarga itu diambang kebangkrutan.

“Sialan. Minus terus, ahk!” umpat Melvin melempar kertas-kertas berisi laporan cashflow perusahaan. Lemparan kertas itu mendarat di depan kaki Cindy yang masuk ke ruang kerja suaminya untuk mengantarkan kopi. Cindy sempat memandangi kertas tersebut lalu berjalan mendekat pada Melvin meletakkan kopinya. Ia memunguti kertas-kertas tersebut lalu membacanya.

“Mas, ini ....”

“Kalau seperti ini terus aku bisa bangkrut!” seru Melvin mulai marah. Ia membentak Cindy tanpa alasan.

“Diminum dulu, Mas,” jawab Cindy menyodorkan cangkir kopi untuk Melvin agar dia lebih tenang. Melvin malah menungkupkan kepala dengan kedua tangannya meremas rambut. Cindy meletakkan kembali kertas-kertas yang dilemparkan oleh Melvin di atas meja. Cindy mulai cemas jika Melvin akan marah-marah lagi seperti beberapa hari ini. Melvin malah menepis kembali kertas-kertas tersebut sampai berserakan di lantai.

“Ah, jangan taruh kertas itu lagi di mejaku. Aku gak mau liat!” bentak Melvin pada Cindy. Cindy menghela napas panjang lalu melirik pada kertas laporan tersebut.

“Apa kamu gak ingin cari kerja? Kamu gak bosan nganggur terus!” Melvin kini mengalihkan rasa kesalnya pada Cindy. Cindy menggelengkan kepalanya pelan.

“Aku kan bisa mengurus rumah, Mas.”

“Ah, kamu harus pintar dong mencari uang. Kamu gak bisa terus-terusan bergantung sama aku untuk kebutuhan hidup. Banyak wanita di luar sana yang bisa mencari uang sendiri dan menjadi wanita karier,” protes Melvin lagi. Cindy hanya mengulum bibirnya dengan pandangan sedikit menunduk.

“Kamu ini gimana sih? Istri pengusaha, lulusan Amerika tapi nganggur jadi Ibu rumah tangga. Kalau kamu punya penghasilan, kamu kan bisa bantu-bantu aku sedikit. Setidaknya aku gak perlu mencari untuk biaya rumah dan lain-lain sehingga uangnya bisa buat modal perusahaan. Nanti kalau semuanya normal, terserah kalau kamu masih mau kerja,” ujar Melvin seenaknya. Cindy sampai terperangah mendengar kalimat yang dilontarkan oleh Melvin.

“Besok kamu lamar di perusahaan deh. Dalam seminggu ini harus dapat! Aku mau keluar, gak usah nungguin aku!” Melvin berdiri dan langsung pergi meninggalkan Cindy yang tidak bisa bicara apa-apa.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Sahabat dan Cinta
9.5
Lima tahun bersahabat sejak SMP, hubungan erat Rania, Ray, dan Gia kini menghadapi ujian berat di kelas tiga SMK. Di tengah kepungan tawa dan air mata khas remaja, perasaan cinta yang lama terpendam mulai mengusik kebersamaan mereka. Mitos bahwa persahabatan lawan jenis tak pernah murni tanpa rasa asmara seolah menjadi nyata. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: menyatakan cinta dengan risiko merusak geng, atau tetap diam selamanya.
Sampul Novel Cinta Setelah Perceraian: Mantan Suami Ingin Aku Kembali
8.6
Tiga tahun Kirana bertahan dalam pernikahan penuh hinaan bersama Reza. Begitu cinta lama sang suami datang lagi, ia memilih mundur demi mencari kebahagiaan baru. Reza yang angkuh yakin mantan istrinya akan berlutut memohon rujuk. Dugaan itu meleset saat ia melihat Kirana justru asyik merayakan kebebasan dan dikelilingi banyak pria di bar. Sadar Kirana telah berpaling, kepanikan mulai melanda Reza. Kini giliran dirinya yang harus berjuang keras merebut kembali hati Kirana.
Sampul Novel December to January
7.9
Kepergian seseorang di bulan Desember menyisakan luka mendalam yang tak kunjung sembuh. Begitu lembaran kalender berganti ke Januari, memori masa lalu tersebut tetap membayangi dan menjungkirbalikkan seluruh kehidupan yang dijalani. Cerita ini mengikuti perjalanan emosional yang penuh dilema, memperlihatkan bagaimana kepedihan di akhir tahun terus mengikuti langkah demi langkah di lembaran baru, hingga sangat sulit untuk dilepaskan.
Sampul Novel Dosa yang Tak Termaafkan
8.9
Bukti perselingkuhan berupa tiket bioskop dan bon belanja barang wanita akhirnya ditemukan oleh Dewi. Dengan nada lirih namun sarat kemarahan, ia langsung melabrak suaminya atas pengkhianatan yang kembali berulang. Peringatan masa lalu yang diabaikan membuat kesabaran Dewi kini benar-benar habis. Ia menegaskan tidak ada lagi kesempatan kedua bagi sang suami. Pernikahan yang mereka bangun kini berada di ujung tanduk dan bersiap menghadapi kehancuran total.
Sampul Novel Pria yang Menguntitku
8.8
Di balik mata boneka di atas ranjangnya, ada seorang pria yang diam-diam mengintai. Sang penguntit kerap menyusup ke rumah, berbaring di kasurnya, hingga meninggalkan jejak di pakaiannya. Saat rahasia ini terungkap, pria itu mengira sang wanita gemetar ketakutan di sudut ruangan. Namun, ia tidak menyadari bahwa semua ini adalah jebakan. Wanita itu justru sengaja memancingnya dan telah lama menanti kehadirannya dalam permainan obsesi yang gelap ini.
Sampul Novel Terapis Pijat Laktasi
9.0
Diawali dengan ajakan sang sahabat untuk mengunjungi sebuah pusat terapi laktasi, perjalanan ini membawa sang protagonis pada situasi yang sama sekali tidak terduga. Di sana, ia mendapati bahwa terapis yang bertugas adalah seorang pria. Metode perawatan yang diberikan pun sangat tidak biasa, tidak hanya mengandalkan pijatan tangan tetapi juga sentuhan mulut. Alih-alih merasa terganggu, ia justru terjerat dalam sensasi intim tersebut dan mulai jatuh cinta pada kehangatan luar biasa yang ia rasakan.