APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Obsesi CEO Kejam

Obsesi CEO Kejam

Dikhianati oleh tunangan serta sahabatnya, Amelia Riversun kini terperangkap dalam obsesi Damian Earl Lucas. Penguasa manipulatif ini memakai segala cara agar Amelia tunduk dan bekerja di bawah pengaruhnya. Sadar akan tabiat buruk Damian yang mengerikan, Amelia mencoba kabur, tetapi ia sudah terlambat. Hubungan mereka pun terikat dalam jaring dusta dan jurang perbedaan yang mengancam keselamatan nyawa Amelia.
Bab
Bagikan

Bab 3

Rasanya dia baru saja dipecat, lalu dia mendapatkan tawaran dengan begitu cepat. Itu mengejutkan Amelia lagi, dia hidup bagaikan di roller coaster, di mana perubahan begitu cepat terjadi yang membuatnya bingung dengan sebenarnya terjadi pada dirinya.

Apa dia sedang bermimpi?

Aneh sekali hingga dia tidak tahu apa yang dia lakukan.

“Amelia? Di mana rumahmu?” Damian bertanya pada Amelia yang duduk di sampingnya.

Dia sungguh pintar dalam berakting berpura-pura tidak tahu keberadaan rumah Amelia, padahal selama ini dia sering mengawasi Amelia.

Dia bertindak sesuai kondisi yang terjadi sekarang, Amelia hanya memberitahu jalan rumahnya, tapi dia belum mengatakan blok dan nomor rumahnya.

“Amelia?”

Suara lembut dan sentuhan Damian di pundak Amelia mengejutkan Amelia, dia menatap Damian dengan sangat terkejut. Dia terlalu la bengong yang memperlihatkannya sebagai wanita aneh.

“Lagi-lagi kau bengong, Amelia.” Damian mengeluh di dalam hatinya, tapi tatapan matanya masih sangat ramah untuk Amelia.

“Di mana rumahmu? Kita sudah sampai di jalan yang kau katakan tadi.”

Amelia menatap Damian dan dia merasa malu sendiri dengan pria tampan ini, selain dia tampan, Damian juga sangat baik padanya.

Lalu dia telah menunjukkan sikap yang buruk.

“Maju sedikit lagi, rumah kecil yang diapit oleh gedung tinggi lainnya itulah rumahku, Damian.”

Damian mengangguk, dan dia berhenti dengan tepat apa yang dikatakan oleh Amelia. Amelia memegang tasnya kemudian berpikir mengenai Damian, dia merasa tidak enak dengan Damian yang baik hatinya. Dia telah menolong dirinya, dan bahkan menawarkan pekerjaan untuknya.

“Damian, mau masuk ke rumahku sebentar untuk minum teh? Aku belum berterima kasih padamu dengan benar.”

Amelia menatap Damian, dia merasa gelisah sendiri dengan apa yang baru saja dia katakan, mungkin. Apa yang baru saja dia katakan akan membuat Damian berpikir dia adalah wanita yang aneh. Tapi Amelia memang murni hanya ingin mengucapkan terima kasih pada Damian.

“Maaf kalau itu membebani.” Ucapan Amelia belum selesai, dan Damian telah memotongnya dengan sangat cepat.

“Baiklah aku akan menerima ajakan minum tehmu itu.” Damian telah selesai membuka safety belt ya, dia melihat ke arah Amlia yang membuat Amelia berpikir bagaimana bisa dia seberani ini mengundang orang asing ke rumahnya?

Tapi Amelia yang telah mengajak Damian itu tidak bisa mundur, dia turun dari mobil dan berjalan masuk ke rumahnya, Damian mengikutinya dari belakang.

Damian menyembunyikan senyumannya, dia begitu berdebar untuk masuk ke rumah Amelia. Ini baru kali pertamanya dan akan menjadi pengalaman luar biasa untuknya. Dia bisa melihat banyak hak yang tidak diperlihatkan Amelia di luar.

Saat pintu terbuka, Damian masuk dan dia benar-benar senang. Dia memperhatikan semuanya dengan sangat detail dan seringai muncul di wajahnya.

Amelia berbalik dan wajah Damian telah datar kembali, ekspresinya berubah dengan sangat cepat.

“Duduklah di sana, Damian. Aku akan membiarkanmu teh.” Amelia menunjuk sofa tua peninggalan orang tuanya.

Sofa itu berwarna coklat, terlihat sudah tua tapi layak untuk dipakai, Damian duduk di sana dan di sampingnya ada meja kecil yang menunjukkan potret kecil Amelia. Dia mengambil potret itu saat Amelia ke dapurnya untuk membuatkannya teh.

Damian memperhatikan wajah Amelia kecil yang menurutnya telah manis sejak dulu.

“Seperti malaikat sejak dulu.” Damian tersenyum lalu dia mengusap potret Amelia itu.

Damian mendengar suara dering sendok, dan dia dengan cepat meletakan kembali potret a.elia itu dan bersikap seperti pria yang sangat sopan sekali.

Dia melihat ke depan dan benar saja Amelia telah selesai membuatkannya teh, dan sekarang teh diletakan dengan hati-hati di depan Damian.

“Kau adalah penyelamatku, tapi aku hanya bisa membuatkanmu teh ini.”

Amelia merasa malu, tapi tidak ingin memaksakan dirinya sendiri, dia kemudian mempersilahkan Damian untuk meminum tehnya.

“Jangan memikirkan itu, Amelia. Sebagai manusia kita harus ing membantu.”

Hari ini dia mengalami pemecatan yang membuatnya begitu syok, tapi dia bertemu dengan seorang pria yang sangat baik juga. Mungkin inilah jalannya untuk memulai hidup barunya. Amelia mulai berpikiran positif walaupun dia masih kacau.

“Kau pria yang baik, Damian. Terima kasih, Damian."

Damian menganggukan kepalanya, matanya masih berkilat memandang Amelia. Yang dia inginkan sebenarnya, Amelia langsung masuk ke dalam perangkapnya, dan dia bisa memiliki Amelia. Menyentuhnya dan tidak akan ada yang bisa memisahkannya.

Mereka mengakhiri hari itu, di malam hari dengan suasana perasaan yang berbeda. Di mana seseorang yang licik bertemu dengan seseorang yang polos, sesuatu yang sedang dipersiapkannya sedang membuka jalan kehidupan baru yang membuat cerita bagi mereka berdua.

Dua bulan kemudian, Amelia telah berubah menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dia menerima ajakan Damian untuk bekerja di tempatnya, dan dia melakukan pekerjaan dengan baik.

Hingga sampai sekarang, dia selalu berhubungan dengan baik dengan Damian.

Menurut Amelia, Damian adalah temannya.

Makan siang baru saja dimulai dan orang-orang ingin cepat keluar dari ruangan mereka agar mereka bisa makan dengan segera, dan melepaskan penat mereka sebentar.

Amelia juga mengalami hal yang sama, biasanya dia akan makan bersama dengan rekan kerjanya, tapi hari ini berbeda, Damian mengirimkan pesan pada Amelia untuk bertemu dan makan siang bersama.

Amelia dengan senang menyetujui itu.

“Tunggu aku di tempat biasa.”

Amelia menjawab ucapan Damian dengan cepat. Dia mengambil coatnya dan memakainya, mereka jarang sekali bertemu di kantor, dan sebagai gantinya, mereka bertemu di cafe tersembunyi yang ada tidak jauh dari perusahaan tempat mereka bekerja,.

Cafe itu memiliki ukuran yang kecil, masuk ke dalam lorong dan tersembunyi. Damian dan Amelia sering sekali bertemu di sana hingga pemilik cafe itu mengenal mereka berdua.

Rambut panjang amelia terurai, dan itu bergerak dengan sangat indah. Sinar matahari yang mengenai rambutnya menyinari rambut itu sehingga membuatnya terlihat sangat bercahaya.

Amelia melihat cafe yang telah terlihat, dan dia melangkahkan kakinya dengan lebar, setelah tiba tiba di depan pintu cafe dia masuk dan melihat Damian berada di tempat biasa, di sudut ruangan dengan wajah tanpa ekspresinya yang terlihat tampan.

“Damian, kau menunggu lama?” tanya Amelia sambil duduk di depan Damian.

Wajah datar Damian tadi dengan cepat berubah menjadi ekspresif dan hangat, matanya yang berbentuk bulan sabit terbalik menatap Amelia.

“Aku sama sekali tidak lama menunggu, Amelia. Aku baru saja sampai.”

Amelia, wanita yang dia sukai ini, sekarang menjadi lebih dekat dengannya dan Amelia sampai sekarang tidak mengetahui identitas asli Damian. Dia tidak membiarkan Amelia tahu mengenai dirinya, dia sedang menunggu waktu yang pas.

Dan sekarang adalah waktu yang pas, dia akan memberitahu Amelia tentangnya, dan membuat Amelia tidak bisa kabur darinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Aliansi, Cinta Transaksional
9.1
Pernikahan aliansi kaum elite mengizinkan perselingkuhan asal istri sah mendapat kompensasi setara. Dean Ramosh memegang erat aturan ini. Meski keluarga Calista Syahrina bangkrut, Dean tetap memanjakannya dengan kemewahan berlipat ganda dibanding selingkuhannya. Saat orang lain memintanya bersyukur, Calista memang sangat bersyukur. Namun, tepat ketika Dean memberinya Vila Northcoast No. 1 demi mengimbangi hadiah rumah untuk selingkuhannya, Calista justru meminta cerai karena merasa bosan.
Sampul Novel Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku)
9.1
Pertemuan kembali dengan Uma setelah lima tahun berpisah memicu penyesalan besar dalam diriku. Mantan istriku kini telah sukses sebagai dokter kandungan sekaligus direktur di sebuah rumah sakit swasta. Menyaksikan keberhasilan dirinya dan melihat anak kami tumbuh membuatku didera rasa bersalah yang teramat dalam. Kini, aku dirundung kebimbangan besar, mempertanyakan apakah masih ada kesempatan untuk memperbaiki segalanya dan menyatukan kembali keluarga kami.
Sampul Novel Gairah yang Tertahan
8.9
Tiga tahun membina rumah tangga, desakan ibu mertua untuk menimang cucu kian menyiksaku. Padahal fisikku sehat, namun sikap pasif suami membuat kebutuhan batinku tak terpenuhi. Demi mengatasi kejenuhan dan kesulitan finansial, aku memutuskan kembali bekerja menjadi sekretaris. Siapa sangka langkah ini justru membawaku pada skandal besar. Di tempat kerja, aku mulai mencari kepuasan yang hilang di rumah, mengkhianati suami demi memuaskan gairah yang telah lama terpendam.
Sampul Novel Godaan Sang Mantan
8.2
Tujuh tahun setelah ditinggalkan Willem Roberto, Marina masih dirundung luka mendalam. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali hingga ia kembali terjerat pesona sang mantan. Meski dibayangi trauma masa lalu, kenangan indah menyeret keduanya dalam momen intim yang tak terhindarkan di hotel. Kini Marina didera kebimbangan besar: haruskah ia menyerah pada kerinduan hatinya, atau bangkit demi kebahagiaan mandiri di tengah ketidakpastian hubungan mereka?
Sampul Novel Memilih Untuk Mencintai Diriku
9.5
Sepuluh tahun berpacaran, Kennedy akhirnya setuju menikah. Namun, ia menolak berciuman saat foto prewedding dengan alasan misofobia dan pergi begitu saja. Setibanya di rumah baru, sang wanita justru mendapati Kennedy bermesraan dengan cinta sejatinya, Winona, bahkan berjanji membatalkan pernikahan. Sadar pengabdiannya sia-sia, ia memilih kabur lebih dulu. Kini, putra bungsu Keluarga Harath itu justru keliling dunia demi memohon agar mantan tunangannya bersedia kembali.
Sampul Novel Sang Pencuri Kehormatan
8.7
Kebebasan Devan hancur total sejak menemukan bayi perempuan di depan rumahnya. Sebuah surat memastikan bahwa anak itu adalah darah dagingnya sendiri. Kini, masa mudanya yang bebas harus berakhir demi menjadi seorang ayah. Masalah baru muncul saat putri kecilnya mulai merindukan kehadiran ibu. Terdesak demi menenangkan sang anak, Devan akhirnya memutuskan menyewa ibu palsu. Ia pun memilih Kiara untuk terlibat dalam sandiwara keluarga ini.