APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Noda Penyesalan

Noda Penyesalan

Malam pertama yang seharusnya indah bagi Zahra justru berujung petaka. Beberapa jam setelah ijab kabul, Raja, suaminya yang berprofesi sebagai perwira polisi, langsung menjatuhkan talak. Padahal, seluruh proses pernikahan mereka berjalan tanpa hambatan. Zahra dituduh tidak perawan lagi hanya karena tidak berdarah saat berhubungan intim. Fitnah kejam ini seketika menghancurkan hati dan hidup Zahra dalam sekejap akibat penolakan sang suami.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Zahra Amelia binti Basri Ahlan, aku ceraikan kamu sebagai istriku. Hari ini dan detik ini kamu, aku bebaskan dari kewajiban," ucap Mas Raja saat setelah kami melakukan malam pertama. Bagai ribuan belati menusuk jantungku tepat pada detaknya aku terkulai lemas.

Bagaimana bisa setelah proses akad pernikahan yang dilakukan beberapa jam yang lalu Mas Raja menjatuhkan talak setelah kami melakukan hubungan. Tanpa alasan yang jelas, dan tanpa aku tahu apa salah dan dosa ini, dia melakukan itu di malam pertama hari pengantin.

Bunga-bunga mawar masih terhampar di ranjang dengan semerbaknya yang harum. Bahkan hiasan kamar pengantin masih tertata apik dalam kamar, tapi … dia menjatuhkan harga diri setelah melakukan sentuhan malam pertama.

Aku menangis menutup mata sembari terisak merasakan sakit. Baru saja aku serahkan mahkota yang paling berharga pada Mas Raja. Bertahun-tahun aku menjaga kehormatan ini, dan kupersembahkan pada suami tercinta pada hari dimana kami sudah resmi menikah.

"Mas ….!" suaraku tercekat di tenggorokan. Kupandang tubuh lelaki yang baru beberapa jam lalu resmi menjadi suami. Tubuhnya yang tinggi kekar sangat tampan. "Apa salahku?"

Mas Raja menarik nafas panjang saat ingin melanjutkan kalimatnya.

"Kamu tidak perawan."

Ser....

Jantungku terasa diremas-remas mendengar ucapan Mas Raja. Baru saja kami melakukannya satu jam yang lalu. Dia berhasil mengoyak keperawananku dengan susah payah. Sialnya! Mas Raja mengatakan kalau aku tidak suci.

"Apa … maksudmu, Mas?" tanyaku heran. "Bukankah kamu yang tadi melakukannya hingga membuatku terasa sakit dan perih?"

Lagi-lagi Mas Raja kembali menarik nafas panjang.

"Kamu tidak suci, Zahra. Saat aku melakukannya tidak ada bercak darah yang tumpah di atas sprei putih ini," tunjuk Mas Raja pada sprei bermotif putih polos yang dihiasi kelopak mawar merah. Mulutku ternganga mendengarkan kalimatnya.

"Robeknya selaput dara tidak mengeluarkan darah bukan berarti tidak suci, Mas."

Mas Raja terdiam.

Entah apa yang dipikirkannya saat ini. Penyesalan karena sudah menjatuhkan talak atau dia masih memikirkan ucapanku barusan.

"Maaf, Zahra. Aku menikahimu karena menganggapmu bisa menjaga kehormatan dan akan menyerahkan mahkota yang paling berharga padaku. Nyatanya aku salah, kamu sama saja dengan gadis murahan menjual diri!" dengkusnya.

"Mas aku mohon! Percayalah! Aku benar-benar masih suci. Belum pernah sekalipun disentuh laki-laki," ucapku memelas. Kupeluk lutut Mas Raja sambil terisak di sana, memohon belas kasihan.

Mas Raja melonggarkan pelukanku dan membantu berdiri. Netra kami saling bertemu dan bertatapan pada manik yang hitam. Nyaris tidak ada jarak diantara kami berdua yang sedang berdiri berhadapan.

"Aku bisa membedakan perempuan suci atau perempuan yang pura-pura suci, Zahra. Kamu sudah membohongiku. Untuk itu aku menceraikanmu malam ini. Besok akan aku urus surat perceraian kita di pengadilan."

Tubuhku ambruk dan lunglai seketika terjerembab ke lantai granit yang mengkilap berwarna krem. Ada yang terasa perih di sini, kini wajahku terlihat sayu. Mata ini juga sembab karena banyak menangis. Di luar sana para tamu undangan baru saja pulang memberikan kado dan amplop pernikahan, bahkan janur kuning pun masih berkibar tertiup angin.

Namaku dan namanya berdiri tertulis di sebuah kertas berbentuk hati melambai di antara janur kuning. Menuliskan selamat berbahagia Raja, dan Zahra. Tenda pernikahan berikut pelaminan masih terpampang di pelataran rumah dengan dihiasi bunga-bunga nan indah. Sementara aku disini setelah menghabiskan malam pertama suami mencampakkanku begitu saja.

"Kamu boleh pergi setelah besok fajar menyingsing sebelum Papa dan Mama terbangun. Aku tidak ingin mereka bertanya lebih lanjut tentang masalah kita," ucapnya kemudian. Aku beringsut dari tempat duduk hendak melangkah pergi.

"Tidak usah menunggu besok Mas, sekarang juga aku akan pergi dari sini. Terima kasih kamu sudah memberikan kebahagian sesaat. Terima kasih juga sudah menghadiahi talak. Asal kamu tahu, Mas kalau cintaku ini suci padamu. Begitu juga dengan kehormatanku. Hanya karena tidak ada darah yang keluar kamu katakan aku tidak suci. Kegadisan wanita tidak dilihat dari keluarnya selaput dara, Mas. Kamu bisa bertanya pada dokter medis tentang masalah ini."

Setelah berkata demikian ku kemasi pakaian yang tadi sudah disusun dalam lemari jati milik Mas Raja. Aku masukkan beberapa gamis ke dalam koper yang biasa dipakai untuk membawa pakaian.

"Ini sudah lewat tengah malam, Zahra. Kamu mau pergi kemana? Panti asuhan tempat kamu tinggal jaraknya dua jam dari sini. Itu pun memakai kendaraan pribadi ditempuh. Sebaiknya besok saja kamu pergi setelah fajar. Aku masih mengizinkan kamu tinggal beberapa jam di kamar ini sampai besok pagi," ujarnya.

"Jangan takut, Mas. Aku masih punya Allah yang akan melindungiku ke mana pun aku pergi. Berada di sini semakin membuatku sesak karena kamu sudah menolakku," ucapku datar. Tanpa menoleh kearah Mas Raja aku terus saja menyusun pakaian dan hijab yang tadi digantung.

Tidak banyak barang yang aku bawa dari panti asuhan karena Mas Raja melarangnya. Saat menjadi istrinya ia berjanji akan memenuhi semua kebutuhanku baik nafkah lahir maupun batin. Mas Raja adalah anak seorang pengusaha kaya raya. Ayahnya pemilik perusahaan nomor satu dalam negri, hartanya tidak habis dalam tujuh turunan meski dinikmati anak dan cucunya.

Mas Raja hanya dua bersaudara yang tinggal berdua bersama kedua orang tuanya, tapi mereka berdua tidak ada yang memiliki keturunan pebisnis seperti kedua ayah dan ibunya. Mas Raja memilih profesi sebagai seorang polis sedangkan adiknya yang bernama Regan seorang dokter. Dilahirkan dari keluarga kaya tidak membuat mereka berdua hidup dalam kemewahan bergelimang harta, mereka mengikuti gaya hidup sederhana.

Lain denganku yang hanya seorang gadis yatim piatu yang tinggal di panti asuhan karena tidak mempunyai orang tua. Sejak aku lahir sudah ditemukan di depan panti asuhan dengan terbungkus kardus dan di selimuti kain bedung tipis. Hanya ada keterangan dalam secarik kertas yang dititipkan mereka saat itu, kalau namaku Zahra Amelia binti Basri Ahlan.

Nama ibuku adalah Adiba binti Bahrum. Hanya dua keterangan itu yang menyatakan identitasku sampai sekarang karena pihak panti tidak mengetahui siapa ayah dan bunda yang sudah melahirkanku ke dunia. Aku dibuang di panti asuhan milik Umi Ayesha yang sekarang menampung banyak anak terlantar.

Umi Ayesha wanita yang baik hat, panti asuhan Al-Jannah yang didirikan bersama suaminya di atas bangunan rumah seluas seribu meter persegi. Mereka tidak mempunyai anak hanya tinggal berdua menikmati masa pensiunnya. Untuk itulah kedua manusia berhati malaikat, sepakat membangun panti asuhan guna menampung anak terlantar dari hasil uang yang mereka tabung selama puluhan tahun.

"Ini, cincin pernikahan kita, Mas. Aku kembalikan padamu. Sudah tidak ada gunanya lagi aku menyimpannya di jari manisku. Toh, status kita tidak lagi menjadi suami istri sekarang," ucapku sembari menyerahkan cincin pernikahan belah rotan seberat sepuluh gram ke tangan Mas Raja.

Setelah menyerahkan cincin pernikahan dan mengembalikan mahar pinangan, aku pun pergi meninggalkan kamar pengantin dengan menyeret koper. Bumi tempatku berpijak seakan ringan tidak menampung tubuh ini. Kutelusuri ruang tamu yang masih berhiaskan lampu tumblr warna-warni dengan berjalan pelan. Aku tidak ingin menimbulkan suara kegaduhan di tengah malam buta saat mereka sedang terlelap dalam mimpinya.

"Kakak Ipar, kau mau kemana?" tanya Regan menghentikan langkahku.

Aku berbalik dan menoleh ke arahnya. Dia sudah berdiri di depan ruang tamu masih memakai pakain jas dokter, mulutnya menganga lebar ketika memperhatikan tangan kanan ini menyeret sebuah koper dan paper bag.

"Aku akan pergi meninggalkan rumah ini, Regan," jawabku menunduk. Rumah besar dan mewah ini tidak cocok untuk seorang gadis yatim piatu dan sebatang kara sepertiku.

"Tapi, kenapa? Apa Abang Raja memarahimu?" tanyanya lagi.

Aku menggeleng pelan. "Tidak."

"Lalu?"

"Abangmu Raja sudah menjatuhkan talak malam ini juga. Untuk itu aku harus pergi meninggalkan rumah ini, tidak mungkin bertahan dengan rasa sakit ini."

"Apa? Talak?" Regan shock mendengar kalau abangnya Raja sudah menjatuhkan talak di malam pertama.

Aku mengangguk. "Iya, Regan. Kami sudah resmi berpisah hari ini."

"Apa dia sudah gila hah? Istri baru dinikahi sudah dijatuhkan talak?" Regan terlihat sangat marah. Tangannya terlihat mengepalkan tinju, giginya terdengar gemeretak menahan emosi.

Sedetik kemudian Regan menarik tanganku dan membawa menemui Mas Raja di dalam kamar, entah apa yang akan dilakukan dia.

"Ayo kakak ipar ikut aku! Masalah ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Aku akan memberi Abang Raja pelajaran. Seorang polisi boleh saja keras mentaati hukum negaranya. Tetapi bukan berarti dia bisa bebas menjatuhkan talak kepada istrinya," ucap Regan marah. Dia masih saja menyeretku dan membawa masuk kedalam kamar pengantin kami.

"Hentikan, Regan! Aku tidak mau ada keributan di sini. Biarkan aku pergi dengan damai. Mas Raja sudah bukan suamiku lagi," sergahku.

Regan masih memaksa untuk menemui Mas Raja, tapi aku bersikeras menolak ajakannya. Hingga tiba-tiba dia berteriak dengan lantang di depan pintu kamar pengantin memanggil-manggil nama Mas Raja.

"Raja, keluar kau sekarang juga dari kamar! Jangan jadi orang pengecut bersembunyi di balik selimut," ucap Regan keras.

Teriakkan Regan sudah membangunkan penghuni rumah yang terlelap dari mimpi indah mereka. Terlebih lagi papa dan mamanya, mantan mertuaku spontan keluar mendengar suara kegaduhan.

Mas Raja keluar sembari bertelanjang dada sembari menenteng botol air mineral. Tak dapat dihindari Regan langsung memukulkan tinjunya ke arah wajah pria itu. Mas Raja terjatuh terjerembab di atas lantai granit. Sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.

Mama dan papanya yang melihat kedua anaknya bertengkar di tengah malam buta segera datang dan bertindak berniat memisahkan kedua kakak beradik utu. Namun, sayang Regan masih saja terus menghadiahi wajah mantan suamiku dengan bertubi-tubi pukulan hingga wajah Mas Raja babak belur.

"Regan hentikan," teriak papanya.

***

Bersambung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istrimu, Bukan Bonekamu
8.3
Demi wasiat sang ayah yang terbaring sakit, Ariana terpaksa menikahi Daniel Aldrigham tanpa dasar cinta. Kehidupan pernikahannya kian rumit karena Daniel memiliki kekasih gelap, sementara ayah mertuanya justru memanfaatkan Ariana demi memisahkan hubungan terlarang tersebut. Terjebak dalam intrik dan manipulasi keluarga konglomerat ini, Ariana dihadapkan pada pilihan sulit: tunduk bagai boneka atau melawan demi harga diri. Mampukah ia melunakkan hati Daniel yang dingin, atau justru hancur?
Sampul Novel Benci dan Cinta Tak Bisa Dipisahkan
9.3
Demi misi rahasia, Komandan Rayan Elvard yang dingin memilih menikahi Liora Avanira, anak angkat yang menggantikan posisi kakaknya dalam perjodohan. Meski pernikahan ini berawal dari perintah atasan tanpa rasa cinta, sikap dingin Liora justru memicu obsesi berbahaya dalam diri Rayan. Di tengah ancaman musuh masa lalu yang mengincar nyawanya, Liora kini terjebak dalam dilema karena harus bergantung pada sosok suami yang menjadi sumber penderitaannya.
Sampul Novel Budak Nafsu
7.9
Lepas dari jerat nafsu bejat sang mertua, Ayu kini merajut asa baru bersama Alfons, kekasih sejatinya. Namun, jalan mereka terjal akibat dendam membara dari Maharani. Di tengah kejamnya dunia mafia berseragam yang sarat intrik, kekuatan cinta mereka diuji. Demi melindungi ketulusan rasa yang dimiliki, keduanya harus bertualang ke berbagai penjuru dunia, bertahan hidup dari kejaran musuh yang tak kenal ampun.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Namun, takdir membawanya bertemu Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket tanpa sengaja. Kini, Daiva berada di persimpangan asmara saat kedua pria itu mulai memperebutkan cintanya. Siapakah yang akan Daiva pilih sebagai pendamping hidupnya di tengah bayang-bayang masa lalu yang kelam?
Sampul Novel Godaan kakak iparku
9.5
Aku terjebak dalam situasi rumit akibat sikap posesif kakak iparku yang bersikap layaknya kekasih. Perhatiannya kepadaku bahkan melampaui kepedulian terhadap istrinya sendiri. Di balik perlakuan tidak wajar dan melampaui batas ini, ada sebuah rahasia gelap yang menyelimuti hubungan kami. Kini, aku berada di tengah misteri besar yang memicu keraguan mendalam untuk memercayai kenyataan yang ada.
Sampul Novel GREET'S WILDEST DREAM
9.3
Greet yang minder dengan fisiknya tak menyangka akan bersua lagi dengan cinta lamanya, Tristian Delmar. Sempat terpisah akibat salah paham saat kuliah, kini takdir menempatkan mereka sebagai bos dan karyawan. Hubungan ini makin pelik karena Luna, sahabat Greet, rupanya merupakan calon tunangan Tristian. Terjebak dilema batin dan rasa yang belum padam, akankah Greet berani mengakui perasaannya, atau justru merelakan Tristian demi sang sahabat?