APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Noda Asmara

Noda Asmara

Impian pernikahan Abell hancur berkeping-keping setelah menyaksikan Dariel, pria yang dicintainya, berselingkuh dengan perempuan lain. Pengkhianatan menyakitkan ini terungkap menjelang hari pernikahan mereka, menggoreskan luka emosional yang sangat hebat bagi Abell. Walau rencana masa depan mereka telah runtuh, Dariel keras kepala dan enggan melepas Abell. Kini, Abell terperangkap dalam dilema besar karena harus menghadapi obsesi mantan kekasihnya yang menolak mengakhiri hubungan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Abelle akhirnya kembali terbangun dari koma, pasca kecelakaan yang menimpanya. Namun kini, Abelle sudah tidak dapat lagi mengingat semua kisah masa lalunya. Terlebih lagi kisah lamanya bersama Dariel, kenangan yang sangat menyakitkan seakan tidak dapat lagi Abelle ingat.

~ ~ ~

Dariel segera membawa Abelle menuju sebuah apartemen yang telah ia siapkan. Sebuah apartemen baru, khusus bagi Abelle. Semua kisah baru sudah Dariel rancang bagi Abelle.

Apakah yang akan Dariel perbuat pada kisah hidup terbaru Abelle?

Gedung Apartemen Pusat Kota

Dariel membelikan semua pakaian terbaru bagi Abelle, dan juga membuang semua barang-barang lama milik Abelle.

"Apakah semua barang-barang milik Nona Abelle sudah kalian tata rapi?" Tanya Dariel kapada beberapa pelayan mansion yang ia tugaskan untuk menata seluruh barang yang terdapat di gedung apartemen baru milik Abelle.

"Sudah, Tuan. Kami sudah menata semua barang-barang milik kepunyaan Nona Abelle." Jawab beberapa pelayan kepercayaan Dariel.

"Nona Abelle, ini adalah apartemen terbarumu." Ucap Dariel, sembari mengajak Abelle menuju kamar milik Abelle.

Abelle menatap sekeliling, lalu duduk di atas sofa empuk yang tersedia di ruangan tengah.

"Kau menyukainya, Nona Abelle?" Tanya Dariel ramah.

"Yah, aku sangat menyukainya. Terima kasih atas keramahan dan perhatian anda Tuan." Ucap Abelle dengan wajah tersenyum.

"Itu adalah tanggung jawabku atas hidupmu. Maaf, karena hanya ini yang dapat kuberikan padamu."

"Ah, ini sudah sangat luar biasa, tuan." Balas Abelle yang terlihat sedikit tidak nyaman atas situasi mereka.

Sementara itu, para pelayan Dariel hanya berdiri sembari menunduk patuh. Begitu pula halnya dengan Skretaris Jansen, ia hanya menunduk diam.

"Sungguh malang nasib Nona Abelle. Kehilangan memori, dan harus hidup dalam kisah bohong dari Tuan muda..." para pelayan merasa begitu kasihan atas apa yang kini terjadi pada Abelle.

"Abelle, besok kau sudah harus berada di kantor sebelum aku tiba. Kau akan kutempatkan di perusahaan keduaku."

"Baik, Tuan Dariel."

"Oke. Aku harus segera kembali. Tetaplah untuk mengkonsumsi semua obat-obatan secara rutin."

Setelah mengatakan hal itu, Dariel pun melangkah pergi dari hadapan Abelle.

-----------------

Abelle merebahkan diri di atas tempat tidur miliknya, sembari memainkan ponsel baru miliknya.

"Tuan Dariel sangat baik padaku.. sebagai seorang asisten kepercayaannya, aku harus memberikan pelayanan yang terbaik.." ucap Abelle, lalu memiringkan posisi tidurnya.

Drrttt...

"Besok supir akan menjemputmu, dan siang harinya kita akan pergi ke sorum mobil." Mr. Dariel.

Usai membaca isi pesan dari Dariel, Abelle pun segera beristirahat. Sehingga keesokan harinya ia dapat bangun lebih awal dan memulai pekerjaan barunya.

Keesokan harinya...

Abelle bangun lebih pagi, membersihkan diri dan mempersiapkan segala kebutuhan yang akan ia bawa di tas kerja miliknya. Tak lupa, sebelum pergi bekerja, Abelle selalu duduk manis di depan meja rias dan mulai merias wajahnya dengan make-up tipis nan elegant.

Keterampilannya dalam merias wajah tidak diragukan, karena memang itulah keahliannya, sebelum mengalami kecelakaan tragis.

***

Perusahaan 2nd H Group

Abelle sudah berada di sebuah ruangan khusus yang Dariel persiapkan baginya.

"Apakah Abelle sudah berada di dalam ruangannya?" Tanya Dariel setiba di perusahaan kedua miliknya.

"Sudah Tuan. Nona Abelle sudah tiba lebih pagi dan sedang mempelajari beberapa berkas perusahaan." Jawab salah seorang pimpinan kedua perusahaan tersebut.

"Mizou, kuharap kau tidak banyak bicara tentang banyak hal padanya. Bersikaplah sebagai seorang pimpinan, dan hubungan semua anggota perusahaan adalah pekerja." Ucap Dariel memperingati Direktur Mizou.

"Baiklah, aku akan mengingat apa yang kau ucapkan." Balas Direktur Mizou.

Direktur Mizou adalah orang kepercayaan Dariel, ia juga pimpinan kedua di perusaan tersebut. Memiliki paras yang tampan, tubuh proporsional, cerdas dan suka berolahraga sehat.





"Hari ini bawa Abelle ke sorum dan biarkan dia memilih mobil yang ia sukai." Ucap Dariel, lalu memberikan sebuah black card pada Direktur Mizou.

"Baik, aku akan lakukan sesuai yang kau minta." Balas Direk. Mizou si tampan yang cukup dingin.

~ ~ ~

"Tentu saja sayang, kau ingin aku melakukan gaya apa lagi?" ucap Dariel yang sedang melakukan panggilan apda seseorang, tentunya seorang wanita taman ranjangnya.

Saat sedang berbicara, Dariel berada di sebuah anak tangga sembari duduk seorang diri.

"Jika aku tidak menghentikannya, mungkin kau akan tidak dapat terbangun lagi, bukan?" ucap Dariel sembari tertawa.

Di hadapannya sudah berdiri seorang pria yang ialah Direk. Mizou. Menunggu Dariel menyelesaikan pembicaraan asyiknya.

Dariel pun mangakhiri panggilan, lalu memasukan ponsel miliknya ke dalam saku celana. "Apakah jumlah uang itu kurang baginya?" Tanya Dariel penuh keangkuhan.

Direk. Mizou menghela napas pelan, "apakah tidak masalah, jika kami hanya pergi berdua?" Tanya Direk. Mizou.

"Tentu saja tidak masalah. Apapun yang kulakukan, hanyalah untuk menebus kejadian itu." Ketus Dariel lalu melangkah pergi.

"Pria bajingan kecil ini sungguh preman kejam.." gumam Direk. Mizou lalu melangkah pergi.

Direk. Mizou pergi menemui Abelle yang sudah menunggu kehadirannya.

"Tuan Mizou," sapa Abelle ramah dengan senyuman lembut di bibirnya.

"Nona Abelle akan pergi bersamaku, Tuan Dariel menyerahkan segalanya padaku." Ucap Mizou tersenyum tipis.

Keduanya pun pergi bersama menuju sorum mobil, seperti yang telah Dariel perintahkan pada Mizou.

***

Sorum Mobil xx

"Pilihlah mobil yang ingin kau gunakan," ucap Mizou.

"Apakah ini tidak terlalu mahal, Tuan?" ucap Abelle ragu.

"Ini adalah perintah dari Tuan Dariel, jadi bukan semata-mata uang dariku. Posisi kita hanyalah rekan kerja, dan hal ini pun untuk kelancaran urusan pekerjaan." Ketus Mizou.

"Baik Tuan." Balas Abelle dengan tersenyum tegar, seolah perlakuan dingin dari pria-pria sekelilingnya, tidak mengusik kenyamanannya.

Abelle mulai berkeliling untuk memilih jenis mobil sesuai keinginannya. Sorum tersebut tergolong luas dan juga dengan harga yang sangat fantastic. Tanpa ragu, Abelle pun memilih jenis mobil mini yang sesuai dengan dirinya sebagai seorang wanita karir.

Mereka pun bergegas kembali ke kantor dan mulai bekerja seperti biasanya.

***

Perusahaan 2nd H Group

"Dasar bajingan kecil yang kejam!" Mizou mengumpat kesal, atas apa yang Dariel putuskan diluar pengetahuanya.

Dariel menjadikan Abelle sebagai asisten pribadi bagi Mizou, dan tidak seperti yang ia katakan di awal.

Knock knock knock...

"Permisi Tuan Mizou, ini adalah dokumen yang telah kupelajari." Ucap Abelle lalu mengembalikan dokumen perusahaan pada Mizou.

Mizou menatap lekat ke arah Abelle. "Kau sudah mengetahui semua ini, mengapa kau bersikap seakan ini bukan hal penting?" ucap Mizou yang tiba-tiba melampiaskan rasa kesalnya pada Abelle.

"Aku hanya melakukan apa yang Tuan Dariel perintahkan." Balas Abelle singkat.

"Termasuk keputusan mendadak seperti ini, bahkan aku saja tidak tahu!"

"Aku hanya melakukan sesuai prosedur perusahaan, jika Tuan tidak berkenan. Silakan Tuan mengatakan hal ini pada Tuan Dariel secara langsung." balas Abelle ketus.



Mizou terbungkam dengan ucapan sedikit ketus dari Abelle.

"Kau kembalilah ke ruanganmu." Ucap Mizou dingin. Abelle pun melakukan sesuai perintah, dan ia kembali fokus bekerja.

"Kau sangat bajingan Dariel! Apa yang kau rencanakan sebenarnya? Kau menyeret kekasihmu yang saat ini tidak dapat mengingat segalanya!"

Bhuak! Mizou mengeberak meja kerja miliknya, ia sangat kesal atas tindakan sesuka hati dari Dariel.

Abelle dijadikan asisten pribadi bagi Mizou, walau kenyataannya Abelle adalah wanita yang selalu Dariel inginkan. Dariel bertindak sesuka hati dan tidak dapat ditebak apa yang ia sedang rencanakan.

****

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Pekerjaan Rahasiaku Dan Cintanya
8.8
Sulitnya mencari kerja memaksa Meri menjadi pembunuh bayaran demi uang. Rahasia gelap ini hanya diketahui oleh Mike, sahabat yang diam-diam ia cintai. Meri memilih memendam perasaannya demi menjaga persahabatan mereka, terlebih Mike sudah memacari seorang model menawan. Namun, keyakinan hati Meri mulai goyah saat ia tidak sengaja bertemu seorang dokter tampan di rumah sakit. Siapakah sosok yang sebenarnya ditakdirkan menjadi belahan jiwa bagi Meri?
Sampul Novel Gairah
8.4
Cinta sering kali dianggap indah, tetapi bagaimana jika perasaan itu tumbuh untuk seseorang yang telah berkomitmen dengan sosok yang sangat kita sayangi? Kisah romansa dewasa ini menyoroti pergolakan batin yang menyiksa serta hasrat terlarang yang membara. Di tengah situasi yang begitu rumit, kesetiaan dan hati nurani para tokohnya benar-benar diuji dalam menghadapi dilema asmara yang penuh rintangan ini.
Sampul Novel Perangkap Dendam Tuan Miliarder
7.9
Skandal besar menghancurkan karir Angela Jones hingga ia terpaksa melarikan diri ke Santa Barbara. Tak disangka, di sana ia bertemu kembali dengan Aaron Carter, pria yang dulu pernah difitnahnya. Aaron kini telah menjelma menjadi miliarder dingin yang berambisi menuntut balas. Terjerat dalam permainan kekuasaan Aaron untuk menebus dosa masa lalu, Angela pun dihadapkan pada dilema rumit: terus melawan kekejaman dunia atau pasrah pada pria yang ingin menyelamatkannya.
Sampul Novel Perawatan
8.2
Saat memulihkan diri di rumah perawatan pasca melahirkan, seorang istri mengalami ketegangan tak terduga. Di ranjang pemulihan, perawat pria yang bertugas memberikan pijatan mendalam yang terasa terlalu intens hingga menyentuh area sensitifnya. Meski sang istri mencoba menolak dan mengingatkan bahwa suaminya sedang berada di kamar sebelah, sang perawat justru terus menekan lebih dalam dengan dalih medis untuk meredakan gejalanya. Konflik batin pun memuncak dalam keheningan yang mencekam.
Sampul Novel Perjalanan Menuju Cinta Sejati
9.7
Tujuh tahun mendampingi Handi Wenas tanpa kejelasan status, harapan pernikahan sirna saat miliarder itu memilih menikahi putri konglomerat Barata. Demi pernikahan ini, Handi membuang gelang manik-manik cendananya ke loteng sebelah yang kemudian terbakar. Sang wanita nekat menerobos api demi menyelamatkan gelang tersebut. Publik pun terenyuh saat netizen mengungkap bahwa gelang itu didapatkannya dengan penuh perjuangan, berlutut di bawah guyuran hujan deras di Candi Dharma.
Sampul Novel Rahasia Pernikahan Kedua
8.2
Demi Zumar Wiyaksa, kekasih yang dinantinya, Viskha Katherin berani melepas pernikahannya. Namun saat Zumar kembali, sebuah kenyataan pahit justru harus dihadapi Viskha. Ia kini terjerat dalam pernikahan rahasia dengan pria yang sudah berkeluarga. Di tengah takdir rumit dan dilema ini, Viskha harus berjuang. Akankah ia mampu mewujudkan impiannya yang tertunda, atau justru terus terjebak dalam kerinduan yang menyiksa?