APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Nirmala Cinta

Nirmala Cinta

Dua tahun menikah tanpa anak, Aulia memilih cerai ketika suaminya ingin berpoligami. Meski ditentang ibunya yang materialistis, ia sukses hidup mandiri. Ketenangan Aulia terusik saat Candra hadir menawarkan pekerjaan bergaji tinggi. Pesona pria kharismatik itu mulai meluluhkan hati Aulia yang beku. Kini, ia bimbang di antara lamaran pernikahan Candra atau ronggongan mantan suaminya yang terus memaksa untuk rujuk kembali.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Tidak, aku tidak mau pulang ke rumah!” tolak Aulia saat sahabatnya berkata akan mengantar dia pulang setelah mendapatkan laporan visum dari pihak puskesmas.

“Jika kau tidak mau pulang, lalu kau mau ke mana?” tanya Zahwa sambil melihat langit yang gelap.

“Terserah. Pokoknya aku tidak mau pulang ke rumahku, aku masih belum siap untuk konfrontasi dengan orang tuaku,” tukas Aulia.

Zahwa yang mengetahui perangai dan sikap orang tua Aulia tidak memaksa wanita itu untuk pulang. Dengan sikap ibunya yang sangat memedulikan omongan tetangga dan sang ayah yang tidak memiliki ketegasan, kepulangan Aulia dengan kedua pipi bengkak tidak akan membuat mereka memeluk putrinya melainkan akan menyudutkan dan menyalahkan sang putri tanpa bertanya yang terjadi.

“Kalau begitu, kita ke hotel saja!” kata Zahwa ke wanita muda yang mengemudikan mobil.

“Baik,” jawab Maria.

Aulia bernafas lega saat mendengar nama hotel disebutkan. Ia tahu harusnya ia tidak bersikap keras kepala dengan menolak untuk pulang ke rumahnya dengan ia yang tidak memiliki uang sepeser pun. Akan tetapi, ia masih belum siap bertemu orang tuanya yang ia yakini tidak akan menerima kepulangan dia dengan penuh kasih sayang. Dan ia juga tidak bisa berharap untuk dibawa pulang ke rumah Zahwa yang jauh lebih terasa seperti rumah sendiri dibandingkan rumahnya.

“Terima kasih,” ucap Aulia.

Zahwa memeluk tubuh kurus Aulia sambil menepuk lembut punggungnya.

“Semua akan baik-baik saja,” ucap Zahwa.

“Amin,” gumam Aulia.

Malam semakin larut saat mereka tiba di hotel. Zahwa menemani Aulia tidur di hotel dengan membiarkan Maria pulang untuk menjemput mereka dengan membawakan baju bersih untuk Zahwa.

“Apa orang tuamu tidak akan curiga?” tanya Aulia ke Zahwa.

“Tidak akan. Maria sudah sering mengambilkan pakaian bersih untukku di tengah-tengah jadwal seminar yang sibuk,” jawab Zahwa menenangkan hati Aulia.

“Jadi, ceritakan apa yang terjadi?” tanya Zahwa.

Aulia menceritakan perihal suaminya yang akan menikah lagi karena Aulia tidak segera hamil dan perlawanan dia menolak untuk di madu. Penolakan tersebut berujung pada ia mendapatkan tamparan keras dari sang suami dan sua kali dari ibu mertuanya.

“Jadi, kau sudah dengan keputusan bulat untuk bercerai?”

“Ya.”

“Bagaimana dengan buku nikahnya? Apa kau mengamankannya?”

“Ya, aku sudah memastikan membawa semua dokumen keluarga yang aku butuhkan,” jelas Aulia.

Tekad bulat terlihat di mata sayu dan sembab wanita itu membuat Zahwa tidak lagi bertanya tentang kebulatan untuk bercerai.

“Namun ….” Aulia terlihat malu dibandingkan ragu membuat Zahwa mengetahui masalah yang dapat menghambat sahabatnya itu.

“Kau tidak perlu khawatir untuk masalah uang, aku akan membantumu,” kata Zahwa.

“Terima kasih,” ucap Aulia dengan mata berlinang.

Memiliki Zahwa sebagai sahabatnya adalah hal yang paling Aulia syukuri dalam hidup. Dengan kebijaksanaan dan wawasan yang dimiliki oleh wanita berparas Jawa-Cina-Arab itu membuat Aulia mampu bertahan menjalani pernikahan yang sulit dan menguras emosi selama dua tahun.

Malam semakin larut semakin sunyi tidak membuat Aulia terlelap dalam tidur. Rasa panas yang masih terasa di kedua pipi membuat ia kesulitan untuk terlelap. Ia tidak ragu dengan perceraian namun ia tidak dapat membayangkan amarah yang akan ia terima dari orang tuanya esok hari saat mereka tahu, sang putri kabur dan ingin menggugat cerai.

Zahwa harus menghadiri seminar pagi hingga siang memberi Aulia ruang untuk sendiri di dalam kamar hotel yang cukup luas saat tinggal dia seorang. Aulia menatap jauh ke luar jendela kaca hotel menunggu dengan gugup kedatangan Zahwa yang akan mengantarkan dia untuk pulang.

Tepat pukul tiga, Zahwa dan Maria datang menjemput Aulia di hotel. Siap tidak siap, dia harus pulang menghadapi orang tuanya dan menerima semua konsekuensi yang akan diterima oleh dia, bahkan jika itu di usir oleh mereka.

“Aku akan menemanimu sampai semuanya jelas,” kata Zahwa.

“Tapi ….”

“Aku hanya akan duduk di teras dan Maria akan tetap di dalam mobil,” kata Zahwa.

“Terima kasih,” Untuk ke sekian kali, Aulia mengucap syukur dengan dikirimnya Aulia dalam hidup dia yang tidak adil baginya.

Rumah dengan pagar besi berwarna merah tampak sunyi tidak membuat jantung Aulia berhenti berdegup kencang tidak karuan. Semakin ia mendekati pintu depan rumah, semakin kencang jantungnya berdegan dan keringat dingin menyerang kedua tangan Aulia yang kurus.

“Assalamu’alaikum,” ucap Aulia dengan ragu.

Zahwa mengangguk memberi dukungan padanya dan menyembunyikan diri di balik tembok rumah.

“Wa'alaikum salam,” balas suara wanita muda yang tidak lain adalah adik Aulia.

“Mbak Aulia,” ujar sang adik dengan kaget.

Aulia masuk dengan ragu menyeret tas bepergian dia yang besar. Vina hanya berdiri bengong melihat sang kakak membawa tas besar dengan tas ransel juga tas selempang. Tanpa kehadiran orang tuanya, Aulia melangkah semakin ke dalam rumah menuju kamarnya.

“Aulia,” Wajah terkejut sang ayah sama dengan sang adik saat melihat kehadiran dia dengan tas yang ia bawa.

“Ayah,” sapa Aulia.

“Apa itu? Mengapa kau …?” tanya sang ayah.

“Aku keluar dari rumah suamiku,” jawab Aulia.

“Apa maksudmu? Kenapa?”

Belum sempat Aulia menjawab pertanyaan sang ayah, ibu Aulia bergabung dengan mereka di ruang tamu dengan mata terbelalak kaget.

“Apa itu?” tanya sang ibu.

“Mbak, keluar dari rumah Mas Angga,” jawab Vina.

“Apa maksudnya?” tanya si ibu.

“Aku akan mengajukan cerai ke Mas Angga karena ….”

“Apa kau gila?!” Belum Sempat Aulia menyelesaikan perkataannya, si ibu sudah memotong dengan nada tinggi.

“Aku tidak mau ….”

Lagi-lagi Tina memotong perkataan putrinya tanpa memberi ruang ke sang putri untuk menyelesaikan perkataan.

“Rumah tangga itu kau kira mudah? Tidak, semua rumah tangga pasti ada ujiannya. Hanya karena kau tidak diberi uang belanja dan lelah dengan sikap cerewet mertuamu tidak lantas kau bisa mengajukan cerai begitu saja.”

“Mas Angga akan menikah lagi,” teriak Aulia.

“Apa?”

“Aku tidak mau di madu dan memilih untuk meninggalkan rumah,” ujar Aulia.

“Mengapa?” tanya Tina tidak jelas.

“Apa ibu ingin aku di madu? Apa tidak masalah jika aku memiliki madu?” tanya Aulia.

“Bukan … bukan itu … mengapa dia akan menikah lagi?” tanya Tina. “Apa yang sudah kau lakukan sampai membuat suamimu memilih untuk menikah lagi? Apa kau menjadi istri yang culas dan menolak untuk melayani hasrat suamimu karena tidak diberi uang belanja?”

Aulia harusnya tidak terkejut dengan tuduhan demi tuduhan yang katakan oleh sang ibu. Meski begitu, rasanya tetap sakit saat ibu yang melahirkanmu tidak membelamu dan lebih memilih menyudutkan putrinya dibanding memeluk dan bertanya.

“Tepatnya, apa yang belum aku lakukan sampai membuat Mas Angga akan menikah lagi,” ujar Aulia.

“Apa yang memangnya yang belum kau lakukan? Sudah aku bilang meski dia tidak memberi uang belanja kau tetap harus melakukan apa yang diminta oleh suamimu,” Lagi-lagi Tina menuduh sang putri alih-alih membelanya.

“Kehamilan di luar kuasaku, Bu!” ujar Aulia dengan perasaan tersayat.

“Apa? Kehamilan apa?” tanya Tina dengan wajah bengong.

“Aku dimadu karena aku tidak kunjung hamil,” jelas Aulia.

Sekali lagi, Tina yang tidak pernah benar-benar peduli dengan perasaan sang putri menyudutkan Aulia.

“Makanya, kau seharusnya pergi periksa ke dokter agar mendapatkan vitamin untuk membuat kau cepat hamil,” kata Tina tanpa rasa bersalah sama sekali.

“Ibu … bagaimana kau … aku sungguh tidak percaya, kalau kau lebih membela orang lain dibandingkan putrimu sendiri,” ucap Aulia dengan air mata yang berlinang.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Mendanai Wanita Lain Menggunakan Uangku
8.9
Demi menguji kesetiaan sang kekasih, Julissa Palmer memilih menyamar sebagai staf biasa di perusahaannya sendiri. Siasat ini justru membuat Ethan Wilson salah paham. Ia mengira Noreen adalah ahli waris Grup Palmer yang sesungguhnya. Sambil terus merendahkan Julissa, Ethan diam-diam mendekati Noreen demi mengincar harta. Di sebuah pesta mewah, Ethan bahkan nekat melamar Noreen di hadapan media. Ia tidak sadar bahwa Julissa adalah pemilik asli Grup Palmer yang sebenarnya.
Sampul Novel Hot Billionaire
8.6
Sebagai anak di luar nikah, Ariel harus menanggung cemoohan publik yang merusak nama besar ayahnya. Di tengah perlakuan kejam tersebut, takdir mempertemukannya dengan Shawn Geovan. Kehadiran miliarder sempurna ini membawa harapan baru bagi Ariel. Namun, perbedaan kasta yang jurang pemisah menjadi ujian berat bagi hubungan mereka. Mampukah Shawn melindungi Ariel dari kejamnya dunia? Temukan kisah perjuangan cinta mereka yang penuh rintangan.
Sampul Novel Istri Dari Desa
8.5
Sering dicap udik dan bertubuh gemuk, Asmi terus menerima hinaan dari keluarga suaminya. Ibu mertuanya bahkan terang-terangan menolaknya karena statusnya yang dianggap miskin dan yatim. Namun, sebuah fakta besar akhirnya terkuak. Sang suami tidak pernah menyangka bahwa wanita yang direndahkan itu sebenarnya adalah miliarder dengan aset melimpah di berbagai tempat. Akankah perlakuan buruk keluarga tersebut berubah setelah mengetahui jati diri Asmi yang sesungguhnya?
Sampul Novel Jodoh Wasiat Nenek
9.4
Wasiat sang nenek memaksa dua sahabat kecil, Jingga dan Davin, terikat dalam pernikahan tanpa cinta. Davin memilih pergi ke luar negeri demi karier, lalu pulang membawa wanita lain serta tuntutan cerai. Dengan hati hancur, Jingga merelakan perpisahan mereka. Bertahun-tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan keduanya. Namun kini, Jingga tidak lagi sendiri; ia bersama seorang anak kecil yang sangat mirip dengan Davin. Siapakah sebenarnya bocah misterius itu?
Sampul Novel Kau Akan Mencariku, Saat Dia Menghilang
8.4
Kehidupan rumah tangga Cantika Putri dan Ardi Permana berjalan sangat harmonis. Pernikahan mereka dipenuhi kasih sayang tulus, dengan Ardi yang begitu memuja kecantikan serta kesempurnaan fisik istrinya. Di sisi lain, kisah ini juga menyoroti kehidupan seorang miliarder sukses bernama Reza Dirgantara. Sang pengusaha kaya raya tersebut diketahui sedang menjalin kasih dengan Luna Amara, sosok gadis desa yang berparas menawan namun tetap hidup dalam kesederhanaan.
Sampul Novel Menikahi Mayat Palsu CEO
7.8
Demi melunasi utang budi dan mendapatkan imbalan dua miliar rupiah untuk keluarganya, Angel terpaksa menyetujui pernikahan tidak lazim dengan jasad CEO muda yang tampan. Namun, situasi mengerikan itu berubah menjadi kejutan besar saat ia mendapati bahwa pria di dalam peti mati tersebut ternyata masih hidup. Bagaimana kelanjutan takdir Angel setelah rahasia besar ini terungkap? Simak lika-liku kisah romansa penuh misteri dalam Menikahi Mayat Palsu CEO.