APKDock Logo
Sampul Novel Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya

Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya

7.8 / 10.0
Nenekku yang berusia 70 tahun rela berjualan bacang di jalanan demi membelikan aku sebuah tas sekolah baru. Namun, niat baiknya berubah menjadi petaka saat seorang jurnalis wanita menghentikannya. Berniat membagikan makanan tersebut dengan tulus, sang nenek justru dituduh melakukan tindakan kriminal. Keesokan harinya, jagat maya digemparkan oleh berita viral yang memfitnahnya telah menjajakan bacang beracun dan mencoba menyuap wartawan yang diklaim sedang menegakkan keadilan.

Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya Bab 1

Nenekku yang berusia 70 tahun menjual bacang untuk mengumpulkan uang agar bisa membelikan aku tas sekolah.

Tetapi, dia dihentikan oleh seorang wartawan cantik di pinggir jalan.

Nenek yang baik hati itu berniat memberikan bacang kepadanya, tetapi keesokan harinya nenek itu menjadi viral di media sosial:

"Seorang nenek berusia tujuh puluhan menjual bacang beracun di jalanan dan mencoba menyuap wartawan yang membela keadilan."

Nenekku yang berusia 70 tahun menjual bacang untuk mengumpulkan uang agar bisa membelikan aku tas sekolah.

Tetapi, dia dihentikan oleh seorang wartawan cantik di pinggir jalan.

Nenek yang baik hati itu berniat memberikan bacang kepadanya, tetapi keesokan harinya nenek itu menjadi viral di media sosial:

"Seorang nenek berusia tujuh puluhan menjual bacang beracun di jalanan dan mencoba menyuap wartawan yang membela keadilan."

....

Saat aku tiba di pasar, Nenek sedang duduk di tanah, mencoba mengambil beras ketan yang tercampur dengan tanah.

Punggungnya bungkuk seperti udang rebus.

"Sekelompok orang tiba-tiba datang, bilang kalau bacang yang dia jual isinya dibuat dari soda api dan plastik."

"Mereka langsung membalikkan meja, nggak bisa dihentikan, barang-barangnya berantakan, dan bacangnya juga diinjak-injak."

"Syukurlah, karena melihat usia Nenek yang sudah tua, mereka nggak berani memukul …."

"Mereka sambil merekam video, ngomong apa … membela kebenaran?"

Tante yang menjual buah di sebelahku berkata dengan suara pelan.

Di samping Nenek, ada dua baskom stainless yang sudah hancur.

Di sana seharusnya ada tumpukan bacang yang harum.

Namun, sekarang semuanya hancur, seperti harapan-harapannya.

Apa memukul dan merusak itu membela kebenaran?

Aku menyeka wajahku, cepat-cepat mendekati Nenek. Sambil membantunya berdirinya, aku berkata, "Nek, jangan dipungut lagi. Ayo kita pulang."

Ketan yang sudah dimasak diinjak hingga hancur, tercampur dengan kurma dan kacang merah menjadi bubur.

Tidak peduli seberapa keras berusaha, kue-kue itu tidak bisa diambil lagi.

Nenek perlahan-lahan mengangkat wajahnya, mata keruhnya penuh dengan air mata kecewa dan rasa bersalah.

Bibirnya bergerak-gerak, dan setelah beberapa saat, dia gemetar dan berkata,

"Bella, Nenek nggak berguna. Nenek nggak bisa beli tas sekolah baru buat kamu …."

Aku membawa Nenek pulang, memberinya obat penurun darah tinggi, dan menenangkannya hingga akhirnya dia tertidur.

Dalam tidurnya, dia masih mengerutkan kening, menggumamkan kata "tas sekolah," "tas sekolah" ....

Beberapa hari yang lalu, saat aku pulang, tali tasku tiba-tiba putus, buku-bukuku bertebaran, dan beberapa halaman kertas jadi kotor.

Sambil menjahit tali tasku yang putus, Nenek berulang-kali berkata, "Tahun ini jual lebih banyak bacang, supaya bisa beli tas sekolah baru buat Bella."

Dia melihatku saat berbicara, tetapi lebih seperti berbicara pada dirinya sendiri.

Aku merapikan selimut Nenek, lalu mengambil satu-satunya ponsel tua di rumah, menggunakan Wi-Fi tetangga untuk mengunduh aplikasi video pendek.

Ponselnya bekerja sangat lambat, butuh waktu sekitar sepuluh menit untuk membuka aplikasi.

Aku mencari "bacang", dan video pertama yang muncul adalah "bacang dengan isian telur palsu dari soda api dan plastik, pedagang nakal menipu konsumen!"

Wanita yang ada di sampul video itu cantik, latar belakangnya adalah pasar tempat nenek berjualan.

Jariku gemetar saat membuka video itu.

"Perayaan Hari Bacang sudah dekat. Apakah kalian memilih untuk membeli bacang atau membuatnya sendiri? Pasti masing-masing punya alasan sendiri, tapi Meita ingin mengingatkan kalian untuk hati-hati saat membeli bacang!"

"Menurut informasi dari orang dalam, kini ada bacang yang menggunakan soda api dan plastik untuk membuat isian telur bebek palsu, setelah Meita selidiki, pedagang jahat itu ada di pasar di belakangku!"

"Tanpa panjang lebar, mari kita bongkar pedagang ini!"

Setelah kata pembuka singkat, wajah nenek muncul di kamera tanpa ada sensor.

"Nenek ini, boleh tanya kenapa pakai soda api dan plastik untuk isian? Apa Nenek nggak tahu kalau kedua bahan itu nggak bisa dimakan?"

Di video, Nenek terlihat bingung, tetapi tetap tersenyum ramah. Dia melambaikan tangannya dan berkata, "Nona, aku susah dengar, bicara lebih keras sedikit, kamu mau beli apa?"

"Aku bilang, apa Nenek tahu soda api dan plastik nggak bisa dimakan?"

Dia mengulang kata-katanya, tetapi volume suaranya tetap tidak lebih keras.

Nenek masih tidak bisa mendengar dengan jelas. Dia melihat wanita yang agresif itu, mengambil dua bacang dari masing-masing baskom, memasukkannya ke dalam kantong dan memberikannya kepada wanita itu.

"Ini yang kacang merah, ini yang kurma manis, Nenek mau traktir kamu …."

Tiba-tiba aku teringat, beberapa hari yang lalu, setelah Nenek pulang, dia bilang ada gadis cantik yang tampak panik, mungkin dompetnya hilang. Nenek ingin memberi dua bacang kepadanya, tetapi gadis itu tidak mau dan pergi begitu saja.

Nenek tidak tahu, wanita itu bukan datang untuk meminta makanan, dia datang untuk mencari masalah.

Di video, Meita sepertinya menemukan celah untuk menjebak Nenek. Matanya berbinar penuh semangat.

"Apa Nenek mau menyuapku?"

"Tahu nggak kalau menyuap wartawan itu ilegal?"

"Di usia senja, masih pakai soda api untuk isian, nggak takut karma datang?"

Di tengah serangkaian pertanyaan tajam ini, Nenek tetap dengan ramah menyerahkan bacang kepadanya, sambil terus berkata, "Ambil saja, ambil dan makanlah …."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Budak ranjang tuan muda
8.2
Renata, seorang mahasiswi pertanian, dikhianati oleh kekasihnya sendiri, Rian, yang tega menjualnya kepada pemuda kaya raya bernama Albert demi kepentingan bisnis. Setiap hari, Renata terpaksa menuruti nafsu Albert, bahkan di saat pria itu sedang diselimuti kemarahan. Namun, seiring berjalannya waktu, kebencian di antara mereka perlahan berubah menjadi cinta. Albert pun bertekad menjadikan Renata sebagai istri, meski harus menentang restu orang tua dan membatalkan pertunangannya.
Sampul Novel Kehormatan Yang ternoda
9.0
Nasib malang menimpa Salmah, gadis desa miskin yang harus merawat Ayuna sendirian akibat diperkosa. Tiga tahun kemudian, Jhondra Mahardika sang pelaku datang lagi demi merebut anak itu. Langkah ini ia ambil lantaran istrinya, Dinda Kirana, mandul setelah rahimnya diangkat. Agar hak asuh sang putri tidak hilang, Salmah terpaksa menerima tawaran menjadi istri kedua Jhondra. Sayangnya, keputusan tersebut justru menyeretnya ke dalam kehidupan pernikahan yang penuh siksaan batin.
Sampul Novel Melarikan Diri dari Pernikahan
9.7
Cathy sangat bahagia saat Andika Senjaya tiba-tiba melamarnya setelah kehamilan yang tak diduga, meski pria itu dikenal selalu menghindari pernikahan. Namun, kebahagiaan itu hancur di hari pernikahan mereka. Cathy tidak sengaja mendengar Andika mengaku kepada temannya bahwa pernikahan ini hanyalah siasat. Demi menuruti ibunya yang menolak latar belakang Nancy, Andika memanfaatkan Cathy agar anaknya bersama Nancy bisa hidup di keluarga baik-baik. Andika bahkan menghina Cathy sangat membosankan.
Sampul Novel Modal Dusta
9.4
Kecewa karena diabaikan dan diperlakukan kasar oleh suaminya yang tidak memberi nafkah, seorang istri merasa hampa. Di tengah kesedihan, ia dikenalkan pada pria tampan oleh temannya. Hubungan biasa itu berubah menjadi pelarian emosional saat sang pria tulus mendengar keluh kesahnya. Lewat pesan yang intens, benih cinta tumbuh. Kini ia terjebak romansa terlarang dengan pria yang jauh lebih muda. Akankah hubungan penuh kebohongan ini bertahan?
Sampul Novel Tak Ada Obat Penyesalan
8.0
Setelah tewas akibat diracun oleh mantan suaminya, Axel Anderson, dan dikhianati oleh adiknya sendiri, sang protagonis mendapat kesempatan kedua untuk mengulang hidup. Di masa lalu, obsesinya pada Axel membawa penderitaan batin yang fatal. Kini, saat diminta memilih calon suami dari jajaran cucu Keluarga Anderson, ia menolak Axel dan justru memilih Jeremy Anderson. Keputusan ini mengguncang semua orang, namun saat ia mencoba menjauh, Axel justru menjadi gila setelah mendengar kabar pertunangannya.
Sampul Novel Terjebak Cinta Ketua Preman
8.9
Malam kelulusan Amelia berakhir tak terduga setelah ia tidak sengaja tidur bersama Handoko, pria misterius yang selalu melajang. Tak disangka, Amelia hamil dan memilih menyembunyikan kandungannya. Ia sama sekali tidak tahu bahwa sosok Handoko adalah ketua organisasi preman yang paling ditakuti. Apakah rahasia besar ini akan menyeret Amelia ke dalam penderitaan, atau justru berujung pada takdir manis yang membuat semua orang iri?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan