APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Nelangsa TAKDIR

Nelangsa TAKDIR

Pertemuan usai belasan tahun memicu obsesi kelam dalam diri Caleb. Ketika Eddith tak lagi mengingat masa lalu mereka, sukacita Caleb berubah menjadi kekejaman tanpa ampun. Kini, pria kejam itu mengendalikan seluruh hidup Eddith. Walau Eddith terus meronta dan menolak, gairah Caleb justru kian tersulut. Dibayangi ancaman penderitaan yang jauh lebih besar, Eddith kini terperangkap dalam cengkeraman takdir sosok pria yang ia cap sebagai bajingan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tanpa mengetahui apapun mengenai Caleb, Eddith menyambut kedatangan mereka dengan penuh kehangatan.

"Nona Eddith sudah semakin dewasa saja." Ucap Caleb dengan tersenyum tipis.

"Ah, ia Tuan. Maafkan aku, aku tidak mengenal tuan sebelumnya." Balas Eddith dengan perasaan canggung.

"Tidak masalah, namun sebagai pria yang telah dipercaya oleh paman Dave, aku merasa sangat bertanggung jawab." Ucap Caleb berbohong, dan Eddith pun percaya begitu saja.

"Ayah merepotkan tuan, maafkan ayahku, tuan Caleb."

"Tidak masalah, selama berada di negera ini kau sepenuhnya menjadi tanggung jawabku. Jadi, tak perlu merasa sungkan dan tak perlu juga berkata apapun pada paman. Karena, paman akan merasa sangat terbebani tentunya."

"Baik, Tuan Caleb. Terimakasih atas kepedulian tuan."

Sejak pertemuan pertama kali itu, Eddith menjadi lebih sering menghabiskan waktu bersama Caleb. Eddith bahkan bekerja di sebuah perusahaan milik Caleb tanpa sepengetahuannya. Caleb berlagak seperti pria biasa yang banyak membantu, hingga tiba saatnya sifat posesif Caleb mulai muncul.

***

Apartemen Kediaman Caleb Linch •

"Tuan muda, sampai kapan tuan akan berada di kota ini?" Tanya asisten Joviz.

"Sampai aku dapat menguasai perasaan Eddith."

"Bukankah itu membutuhkan waktu, tuan? Karena sepertinya, Nona Eddith bukan tipe wanita yang gampang dirayu."

"Tentu saja, jika dia wanita gampangan, untuk apa aku sampai bertindak sejauh ini. Pastikan dia tidak berpikir untuk berkomunikasi dengan Dave."

"Baik, Tuan muda."

Caleb pun duduk menghadap ke arah jendela dengan pemandangan malam dipenuhi bintang di langit.

Ugh.. "sial! Eddith, aku sudah tidak sabar ingin menguasai mu sepenuhnya, dari ujung kaki hingga ujung rambutmu.." ucap Caleb sembari bermain solo dengan batang berurat miliknya. Menaik-turunkan jemarinya, sembari membayangkan hal-hal mesum bersama Eddith.

Aghh... Caleb pun mencapai titik klimaks dengan napas terengah-engah. "Brengsek! Ini berbeda, aku ingin Eddith sungguhan, berbaring melebarkan kedua kakinya hanya untukku.." ucap Caleb penuh hasrat.

Caleb pun mengambil iPad miliknya, memantau keberadaan dan semua pergerakan dari Eddith, tanpa sepengetahuan dari Eddith sendiri.

"Wanitaku cepat sekali beradaptasi dengan situasi apapun.. jika begini, akan ada banyak lalat busuk mulai menggodanya.." ucap Caleb, dengan segala sikap posesif dan obsesi yang mulai mencuat.

"Segera pindahkan Eddith ke divisi bagian pemberkasan, agar tidak banyak lalat yang mencoba menempel." Titah Caleb pada asistennya, yang khusus di tempatkan pada perusahaan tersebut.

***

•Perusahaan Penyedia Jasa Kota A•

Eddith terlihat cukup sibuk dengan tanggungjawab barunya dibagian divisi pemberkasan perusahaan. Sehingga, tak banyak waktu bagi Eddith untuk saling berinteraksi dengan rekan kerja lainnya. Karena itulah yang Caleb inginkan, tak sulit untuk mengatur segalanya sesuai keinginan harapan Caleb.

Bzztt...

"Ayah?" Ucap Eddith lalu menerima panggilan dari ayahnya, Mr. Dave.

Mr. Dave: "Eddith, putri ayah, bagimana keadaanmu di sana?" Tanya Mr. Dave dengan suara penuh kecemasan.

Eddith: "Aku baik-baik saja ayah, aku bahkan sudah bekerja dengan baik. Bagaimana kabar ayah di sana?"

Mr. Dave: "Ah, sungguh? Ayah sangat lega mendengarnya, ayah harap semua baik-baik saja."

Eddith: "Baik Ayah. Kuharap, ayah tidak terlalu memaksakan diri. Jika lelah, beristirahatlah ayah.."

Mr. Dave: "Baiklah, sayang. Mendengar kau dalam kondisi baik, ayah sangat lega dan bahagia.." ucap Mr. Dave dengan suara melemah.

Eddith: "Ayah, jaga kesehatan ayah, karena aku hanya memiliki ayah saja.." ucap Eddith dengan menahan air matanya.

Karena sebenarnya Eddith sudah mengetahui permasalahan besar yang saat ini ayahnya sedang alami. Hanya saja, keduanya saling tak ingin membahas perihal masalah itu, demi menjaga perasaan masing-masing agar semua baik.

"Ayah masih sama, tidak berubah.. selalu menyimpan semuanya seorang diri.." ucap Eddith, kemudian terduduk lemas di atas kursi kerja miliknya. Menarik napas sejenak, dan berusaha agar tetap tenang ditengah situasi yang amat sulit ini.

Knock...knock...

"Permisi Nona Eddith, tuan CEO ingin bertemu dengan Nona sekarang di ruangan pimpinan." Ucap salah seorang rekan kerjanya.

"Baik, saya akan segera ke ruang pimpinan."

Eddith menatap wajah sendunya dicermin dan mulai menata ekspresi agar terlihat tetap profesional.

•••

•Ruangan Chief Executive Officer Caleb Linch•

"Selamat siang, Tuan Caleb, Nona Eddith disini." Ucap salah seorang bawahan, menghantarkan Eddith ke ruangan CEO untuk pertama kalinya.

Eddith sangat terkejut, tatkala mengetahui bahwa Caleb adalah pimpinannya sekaligus pemilik perusahaan tersebut.

"Selamat siang, Tuan." Ucap Eddith menyapa, sementara karyawan lainnya pun keluar stau persatu, tersisa Caleb dan dirinya.

"Kemarilah, Nona Eddith." Ucap Caleb menatap Eddith dengan begitu lekat.

"Apa kau tidak ingin bertanya, mengapa aku memanggilmu kemari?" Tanya Caleb, sembari berdiri dan bersandar di meja kerjanya, telat di hadapan Eddith.

Eddith cukup bingung harus bertindak seperti apa.

"Maaf, tuan, saya hanya menjalankan perintah tanpa banyak bertanya, jika itu ialah perintah dari atasan saya." Ucap Eddith dengan wajah tegap namun matanya menatap ke bawah, terasa segan untuk menatap Caleb secara langsung.

"Eddith, aku tahu, ayahmu sedang mengalami masalah besar dengan sisa dari gudang terbesarnya, bukan?"

"Maaf tuan, saya belum memahami maksud dari ucapan tuan.." balas Eddith, lalu mulai berani menaikan tatapannya.

"Aku tidak ingin aku sungkan padaku, terlebih ketika kita hanya berdua saja. Katakan saja, hal apa yang dapat kubantu untukmu, akan kulakukan apapun itu." Caleb dengan berani menyentuh wajah Eddith, spontan Eddith menghindar.

"Ah, maaf tuan, saya tidak bermaksud menyinggung anda." Eddith merasa bersalah atas sikapnya, namun itu merupakan tindakan reflek darinya sebagai wanita muda yang tak pernah memiliki hubungan dengan pria manapun.

"Eddith, jangan bebani dirimu dengan menyimpannya sendiri, katakan padaku, apa yang dapat kulakukan untukmu? Karena, kau sudah menjadi tanggungjawabku." Ucap Caleb dengan segala akal liciknya untuk perlahan membuat Eddith bergantung padanya dirinya.

"Saya hanya ingin membantu pekerjaan ayah bangkit kembali, namun sepertinya tidak semudah itu bagi pekerja baru seperti saya."

"Mengapa kau berpikir demikian, aku dapat memberikan segalanya untukmu, apa kau masih meragukan Caleb Linch? Aku tidak membawa nama keluargaku, namun namaku sendiri dengan kekuatan yang telah dibangun selama ini." Caleb meyakinkan Eddith untuk mulai mempercayainya.

"Biarkan saya untuk berpikir tuan, saya.."

"Aku akan memulihkan usaha ayahmu saat ini juga, jadi tak perlu banyak menunda." Caleb pun memerintahkan orang kepercayaannya untuk mengadakan pasokan barang yang telah hangus terbakar bahkan berkali lipat banyaknya, hanya melalui telepon seluler saja.

Eddith benar-benar terperangah akan kekuatan dari seorang konglomerat di hadapannya.

"Tuan, terimakasih, tapi tidakkah ini terlalu berlebih-lebihan.. bagaimana kami harus mengganti segalanya, bisakah anda memberikan kami waktu lebih banyak, sampai semua asuransi kami.."

Shhtt... Caleb menghentikan ucapan Eddith, dengan menutup mulut Eddith menggunakan jari telunjuknya.

"Sekarang, cukup fokus saja dengan pekerjaanmu, urusan mengganti itu kita masih memiliki banyak waktu."

"Baik Tuan, terimakasih banyak."

Caleb menyeringai puas, akan segala rencananya yang berjalan cukup mudah.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir dari Penantianku
9.8
Bertahun-tahun menjalin kasih sering kali menumbuhkan keyakinan bahwa pasangan kita adalah sosok yang paling tepat. Namun, kenyataan hidup berumah tangga terbukti sangat kompleks ketika dua karakter berbeda dipaksa tinggal bersama. Berbagai rintangan terus menguji ketahanan pernikahan mereka hingga badai perselisihan memuncak. Walau telah lama saling mengenal, benturan prinsip yang hebat memicu keretakan fatal yang memaksa perceraian menjadi jalan akhir yang tak bisa dihindari.
Sampul Novel Di Bawah Langit London
9.7
Karina, manajer hotel asal Indonesia, terbang ke London untuk memimpin proyek renovasi aset keluarganya. Di sana, ia harus bekerja sama dengan Henry, arsitek lokal yang sangat keras kepala. Ketegangan profesional mereka berubah rumit saat identitas Henry terungkap sebagai pria yang dijodohkan dengannya. Walau awalnya dingin, perlahan tumbuh perasaan cinta di antara keduanya. Kini, mereka terjebak dilema antara mengikuti kata hati atau tunduk pada ekspektasi besar keluarga.
Sampul Novel Kakakku Mencuri Tunanganku, Kini Aku Menggoda Bosnya
9.8
Dikhianati Devan dan Siska, aku berniat balas dendam melalui Raditya, bos kaya mantan tunanganku. Menyamar sebagai pengasuh bernama Anya, aku mendekati putri kecilnya, Kirana. Namun, ketulusan Raditya dan keceriaan Kirana perlahan meluluhkan hatiku. Di tengah kemewahan itu, dendamku terkikis oleh kehangatan keluarga mereka, mengubah rencana jahat ini menjadi cinta yang tak terduga.
Sampul Novel KUMPULAN KISAH ROMANTIS
9.1
Antologi ini menyajikan lika-liku cinta masa muda yang penuh emosi. Pembaca akan diajak menyelami kisah pilu batalnya pertunangan akibat pengkhianatan, hingga manisnya romansa siswi SMA dengan ketua OSIS. Konflik makin menarik lewat kisah gadis desa yang memendam rasa pada idola sekolah di kota, serta rumitnya persahabatan beracun dalam geng. Setiap karakter dituntut bersikap dewasa dalam menghadapi badai perasaan demi menemukan solusi terbaik atas masalah asmara mereka.
Sampul Novel Terjebak Pesona Nathan
9.7
Davina memendam cinta pada Nathan Evano sejak lama, namun terpaksa bungkam karena merasa tak sepadan. Setelah satu dekade berpisah, takdir mempertemukan mereka lagi dalam misteri besar. Nathan telah berubah dan kini berkecimpung di dunia intelijen yang penuh rahasia. Perubahan ini membuat Davina bimbang dan curiga. Apakah pria asing ini adalah sahabat masa kecilnya, ataukah orang lain yang menyamar? Kisah cinta penuh teka-teki dan ketegangan pun dimulai.
Sampul Novel Those Smiling Eyes
7.9
Fara, mahasiswi manja dengan ayah yang sangat protektif, tak pernah memikirkan pernikahan hingga Dominic datang melamarnya. Namun, sebuah kesalahan fatal membuat Dominic pergi sebulan sebelum hari H. Di tengah kesedihannya, muncul pria misterius yang mengajukan lamaran dengan syarat unik: dilarang bertemu hingga akad nikah. Demi kesempatan terakhir, Fara pun setuju. Sanggupkah ia menjalani peran baru sebagai istri sembari tetap fokus kuliah?