APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mysterious Love

Mysterious Love

Sebagai pewaris tunggal kerajaan bisnis internet dan bos CyberTech, hidup Chen Qianqian tampak sempurna. Namun, desakan keluarga memaksanya segera mencari pasangan di usia tiga puluh tahun. Pertemuan tak sengaja dengan Bai Chou Fei, putra pemilik jaringan rumah sakit ternama, menjadi titik balik. Chou Fei akhirnya menerima lamaran Qianqian demi sebuah pernikahan sandiwara. Kini, keduanya harus menghadapi badai emosional. Akankah pernikahan pura-pura ini berakhir dengan luka atau cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 3

Sesampainya di rumah sakit, wanita hamil besar itu pun langsung dibawa menuju ruang ICU membuat Qianqian menatap penuh kecemasan menyadari seorang wanita tengah berjuang di dalam ruangan antara hidup dan mati.

Tentu saja Qianqian tampak cemas sekaligus tegang menantikan seorang wanita yang berada di dalam sampai tiba-tiba seorang dokter kembali melenggang keluar membuat wanita itu langsung bangkit dari tempat duduknya.

“Nona, pasiennya sudah tidak merasa kesakitan lagi. Sekarang kehamilannya sudah mencapai batas waktu untuk segera melahirkan,” ucap dokter paruh baya tersebut dengan mengangguk singkat.

“Benarkah?” tanya Qianqian tidak percaya.

Dokter tersebut mulai memandangi Qianqian dengan kerutan di kening. “Nona Chen, kamu tidak melakukan sesuatu, ‘kan?”

“Bagaimana bisa!” balas Chen Qianqian cepat.

Sesaat kemudian, perhatian mereka berdua teralihkan dengan suara berlarian di lorong rumah sakit membuat Qianqian dengan seorang dokter tengah berbincang itu pun menoleh menatap kedatangan seorang lelaki bertubuh kekar mengenakan kasus lengan pendek dengan padanan celanan panjang berwarna hitam.

“Dimana istriku?” tanya lelaki itu terdengar cemas.

“Tenang, Tuan. Istrimu sedang berada di dalam,” jawab dokter tersebut mengangguk singkat.

“Terima kasih, Dokter Ling,” ucap lelaki itu dengan tersenyum penuh lega, lalu menoleh ke arah Qianqian. “Kamu ... yang tadi menghubungiku, ‘kan?”

“Iya, benar. Aku Qianqian yang bertemu dengan jiejie tadi,” jawab Qianqian mengangguk singkat. “Jiejie ada di dalam. Tolong jaga dia dengan baik, jangan ditinggalkan seperti tadi. Sangat berbahaya dengan usia kehamilannya.”

“Maafkan aku,” sesal lelaki itu mengembuskan napas lega sekaligus masih tetap cemas. “Aku baru saja kembali dari pekerjaan.”

Setelah berbincang beberapa saat, akhirnya lelaki yang baru saja datang itu pun memutuskan untuk memasuki ruangan ICU. Ia hendak memastikan keadaan istrinya sekaligus menebus dengan rasa penyesalan telah meninggalkan tanpa alasan yang jelas. Padahal kala itu mereka berdua sudah berjanji untuk mengunjungi rumah sakit bersama-sama.

Sepeninggal lelaki itu, kini Qianqian tampak melangkah menyusuri lorong rumah sakit dengan tatapan kosong. Hatinya sedikit menghangat telah membantu seorang wanita hamil yang kesusahan sekaligus membantunya ke rumah sakit.

Kecerobodhan Qianqian yang tidak memperhatikan langkah kaki di depannya membuat wanita itu tanpa sengaja menabrak dari seorang perawat keluar dari ruangan. Sontak mereka berdua pun saling bertabrakan dengan tubuh Qianqian terlempar seiring kereta obat berserakan mengenai pergelangan tangannya.

Qianqian menatap tangan kirinya yang mengeluarkan darah membuat wanita itu berusaha menekan lukanya agar tidak terlalu infeksi. Namun, siapa sangka kalau tindakannya malah pendarahannya tidak kunjung berhenti.

Rasa perih mulai dirasakan oleh Qianqian membuat wanita itu tanpa sadar terinsak menahan sakit di tangannya. Sampai seorang dokter dan perawat berlarian menuju ke arahnya menyadari ada yang terluka.

“Nona, kamu terluka,” ucap dokter tersebut mengambil tangan kiri Qianqian yang mengeluarkan darah cukup banyak, kemudian mendongak memanggil perawat di belakangnya, “tolong ambilkan kain apa pun untuk menghambat pendarahan ini!”

“Baik, Dokter Bai!” balas perawat itu dengan cepat mengambilkan sebuah kain dari baskom stainless.

Sejenak lelaki itu menaruh tangan Qianqian di paha kanannya, kemudian dengan gerakan memutar lembut membaluti luka akibat pisau bedah itu. Agar meminimalisir pendarahan yang terjadi.

Namun, rasa perih kembali menyerang membuat Qianqian tanpa sadar mendesis kesakitan dengan mengepalkan tangannya kuat. Ia berusaha menahan diri untuk tidak terlihat lemah, walaupun kenyataannya begitu sakit.

“Tolong tahan sebentar lagi, luka ini memang sedikit sakit,” ucap dokter lelaki itu.

Hal tersebut membuat Qianqian menandangi wajah seriusnya yang terlihat tampan. Entah kenapa lelaki itu benar-benar tenang, meskipun seluruh pakaiannya bersimbah darah merah segar.

Setelah selesai membalut luka, akhirnya dokter itu pun membopong tubuh Qianqian membuat wanita itu spontan mengalungkan kedua tangannya pada leher milik lelaki tersebut.

Banyak tatapan kagum sekaligus tidak percaya melihat seorang dokter berlarian panik di sepanjang lorong sambil membopong seorang wanita cantik. Akan tetapi, perhatian mereka bukan ada pada dokter tersebut, melainkan wajah Qianqian yang mendadak pucat sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.

Sejenak dokter lelaki yang membopong Qianqian pun menatap wanita di pelukannya benar-benar tidak sadarkan diri. Membuat ia langsung mengerti bahwa wanita itu mengalami darah rendah ataupun tekanan pada syok ketika mengalami kejadian tadi.

“Xiao Bai, zhen me la?” tanya seorang dokter muda yang baru saja membuang masker medisnya ke dalam tong sampah, kemudian menoleh mendapati sahabatnya membawa seorang wanita yang tidak sadarkan diri.

“Wanita ini tidak sengaja menabrak Tingting tadi,” jawab Bai Chou Fei mengembuskan napas panjang.

Bai Chou Fei adalah seorang dokter jenius yang selama ini menjadi idaman banyak gadis. Latar belakang keluarganya dari tenaga medis yang nyaris mengusai seluruh Tiongkok Daratan itu benar-benar terpandang sangat terhormat. Memiliki sifat ramah, dan mudah bergaul membuat dirinya disukai banyak orang, terlabih dari para gadis.

Mendengar hal tersebut, Wang Qiling yang selama bersahabat sekaligus bersaudaraan itu tampak memandangi Chou Fei dengan penuh perhatian mulai membuka balutan kain tersebut. Ia bisa melihat wajah Qianqian yang semakin pucat membuat wanita itu terlihat kekurangan darah.

“Bagaimana keadaannya, Xiao Bai?” tanya Qiling mendadak cemas dan mendekati seorang wanita terbujur lemah seiring wajahnya semakin pucat.

“Darahnya tidak bisa berhenti,” jawab Chou Fei mengernyitkan kening berpikir keras.

Di tengah itu, seorang wanita paruh baya kepala dokter di sana pun melenggang masuk. ia melebarkan kedua matanya terkejut mendapati seorang wanita yang terlihat familier tengah ditangani oleh Chou Fei.

“Apa yang terjadi dengan Chen Qianqian!?” seru wanita itu mendadak panik melihat luka di pergelangan tangannya tidak berhenti pendarahan.

“Namanya Chen Qianqian, Kepala Dokter Zhou?” tanya Qiling menatap penuh.

“Iya, dia Chen Qianqian,” jawab kepala dokter itu mengangguk beberapa kali. “Dia sering datang ke sini untuk melakukan pengobatan. Sampai Direktur Bai mendiagnosis bahwa Chen Qianqian mengidap Hemofilia.”

“Aah? Bukankah yang kena hanya laki-laki?” tanya Qiling lagi sembari memberikan alkohol dan kapas untuk memudahkan sahabatnya menangani Qianqian.

“Memang bisa dibilang penyakit langkah,” jawab wanita tersebut mengembuskan napas panjang. “Dulu Qianqian sering kali datang ke sini akibat kebiasaannya menabrak sesuatu hingga terluka, bahkan pernah melakukan operasi lutut dan berakhir koma selama satu minggu penuh. Akibat pembengkakan sekaligus darah yang tidak kunjung berhenti.”

Mendengar seluruh perkataan kepala dokter di belakangnya, Chou Fei tampak menatap wajah pucat Qianqian yang nyaris seperti mayat hidup. Wanita yang selama ini selalu terlihat glamour dan bahagia di depan televisi, nyatanya kenyataan terberat dalam hidupnya.

“Apakah kasus hemofilia pada wanita sering terjadi, Kepala Dokter Zhou?” tanya Qiling semakin penasaran, sebab ini kali pertama dirinya menemukan pasien yang menderita hemofilia secara langsung.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Terkekang Oleh Majikan
8.3
Sejak remaja, Dian mendedikasikan hidupnya sebagai asisten keluarga Firdaus. Kehidupan tenangnya seketika berubah saat putra sulung keluarga itu, Niko, kembali untuk mengelola bisnis. Walau telah memiliki istri, Niko justru terobsesi pada Dian dan bertekad menjadikannya tawanan cinta rahasia. Tinggal di rumah yang sama membuat tekanan dari Niko kian gencar, membuat Dian terjebak tanpa celah untuk lari. Di tengah kepungan obsesi sang majikan, sanggupkah Dian lolos dari jeratannya?
Sampul Novel Cermin
8.7
Pasca-kecelakaan, Inestia Rossi bisa melihat hantu dan mendeteksi kematian. Baginya, cermin adalah satu-satunya media yang jujur mengungkap wujud asli mereka. Di tengah trauma cinta, ia bertemu Rangga, pria skeptis yang memberinya keberanian. Meski kerap terancam kasus mengerikan di apartemennya, Ines pantang menyerah. Walau konflik keluarga sempat memisahkan mereka, takdir mempertemukan keduanya kembali untuk berjuang dalam status hubungan yang baru.
Sampul Novel Cinta Setelah Perceraian: Kasih Sayangnya yang Terlambat
9.8
Tiga tahun Giselle bertahan dalam pernikahan dingin, hanya menerima kebencian dari Lucian. Begitu menyerah dan memilih cerai, ia bangkit sebagai CEO rival yang disegani. Satu demi satu identitas rahasianya terkuak, mulai dari peretas andal hingga desainer elite. Lucian yang dulu memandang sebelah mata kini berbalik mengejarnya dengan obsesi besar. Namun, meski sang mantan suami memohon kesempatan kedua, bagi Giselle semuanya sudah terlambat.
Sampul Novel Hancur Karena Janji Palsu Suamiku
9.2
Ananda tulus merawat Prabu yang lumpuh hingga sembuh, tetapi dibalas pengkhianatan lewat perselingkuhan suaminya dengan Safira. Penderitaan kian berat saat Asma, adik Ananda, dilecehkan kakak Safira. Prabu enggan menolong hingga Asma nekat mengakhiri hidup. Kekejaman Safira memuncak saat ia merusak makam Asma demi kucingnya. Meski Prabu akhirnya menyesal dan menghancurkan Safira, semua terlambat. Ananda dengan dingin menolak mentah-mentah permohonan maaf suaminya.
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menikah dan menjadi istri keempat Tuan Thakur, tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup, kecuali maut memisahkan atau suaminya sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?
Sampul Novel Terjerat Cinta Papa Bujang
9.1
Sera ditarik paksa oleh Sehan menuju balkon sesaat setelah mereka meninggalkan kamar Aydan. Meski Sera memohon agar dilepaskan dan bersedia gajinya dipotong untuk menyelesaikan persoalan, Sehan menolak keras solusi uang itu. Ia justru menuntut pelayanan pribadi dari Sera sebagai gantinya. Terkejut dengan tuntutan tersebut, Sera menolak dengan tegas dan menekankan bahwa ia bukanlah wanita simpanan. Ketegangan hebat pun kini menyelimuti keduanya.