APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel MyEnemy MyHusband

MyEnemy MyHusband

Permusuhan sengit antara Anna dan Rasya yang bermula sejak SMA ternyata belum berakhir. Takdir justru mempertemukan mereka kembali di perguruan tinggi. Situasi semakin rumit ketika kedua orang tua mereka tiba-tiba memutuskan untuk menjodohkan keduanya. Kini, dua rival abadi yang saling membenci ini dipaksa menghadapi kenyataan pahit. Mereka harus berbagi hidup dalam ikatan pernikahan dan belajar menerima musuh terbesar sebagai pasangan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 2: Rahasia Mulai Retak

Matahari pagi menyembul malu-malu di antara celah dedaunan. Di lapangan sekolah, suasana mulai ramai oleh siswa-siswi yang berkerumun, berbincang, atau hanya menikmati waktu istirahat sebelum pelajaran pertama dimulai. Namun, di sudut lapangan, Rasya duduk di bangku kayu dengan wajah yang penuh pikiran. Ia tidak seperti biasanya-tidak ada tawa sombong atau ocehan mengintimidasi. Kali ini, matanya tajam, menatap kosong ke depan. Kepalanya penuh dengan pertanyaan yang belum terjawab.

Sejak insiden di lapangan kemarin, Rasya tidak bisa berhenti memikirkan Anna. Gadis itu bukan seperti siswa biasa. Gerakannya, keberaniannya, dan cara dia mengalahkan Rasya di depan umum-semua itu terlalu sempurna. Tidak mungkin seorang gadis biasa, apalagi dari keluarga sederhana seperti yang dia dengar, bisa melakukan hal itu.

"Ras, lo kenapa sih diem aja dari tadi?" suara Raka, salah satu teman dekatnya, memecah lamunan.

Rasya melirik sekilas, lalu mendengus. "Gue lagi mikir. Jangan ganggu."

Raka menaikkan alisnya. "Mikir apa? Gara-gara si Anna? Serius lo, Ras? Lo kalah sekali langsung segitunya?"

"Bukan cuma soal kalah," jawab Rasya cepat. "Lo liat sendiri kan kemarin? Cewek itu aneh. Dia gak biasa. Dan gue yakin dia nyembunyiin sesuatu."

Raka mengerutkan dahi, tapi ia tahu lebih baik tidak membantah ketika Rasya dalam mode seperti ini. "Ya udah, terus mau lo apain?"

Rasya mengusap dagunya, seolah memikirkan rencana. "Gue mau tau siapa dia sebenarnya. Gue gak percaya dia cuma anak biasa. Gak mungkin."

Raka tertawa kecil. "Lo serius mau cari tahu? Apa gunanya, Ras? Udahlah, lupain aja."

Tapi Rasya tidak menjawab. Dalam hatinya, ia tahu ini bukan sekedar soal ego. Ada sesuatu tentang Anna yang membuatnya terusik, dan ia tidak akan berhenti sampai mendapatkan jawaban.

---

Hari itu berlalu dengan lambat. Rasya menghabiskan sebagian besar waktunya memperhatikan Anna dari jauh. Gadis itu terlihat seperti biasanya-bercanda dengan teman-temannya, sesekali tertawa kecil, dan tampak tidak terpengaruh oleh apa yang terjadi kemarin. Tapi bagi Rasya, semua itu terasa seperti topeng.

Ketika jam istirahat kedua tiba, Rasya memutuskan untuk bertindak. Ia menunggu di sudut koridor dekat ruang guru, tempat ia tahu Anna sering melewati saat menuju kantin. Saat langkah-langkah ringan terdengar, ia tahu itu Anna.

"Anna," panggil Rasya tiba-tiba, muncul dari balik tembok.

Anna berhenti, menatapnya dengan alis terangkat. "Ada apa?" tanyanya singkat. Suaranya tenang, tapi ada ketegangan yang jelas di baliknya.

Rasya menyeringai, melipat tangannya di dada. "Kamu hebat juga kemarin. Aku jadi penasaran, belajar dari mana bisa jago berkelahi kayak gitu?"

Anna menghela napas pendek. "Itu cuma refleks. Lagipula, aku cuma mau melindungi teman."

"Refleks?" Rasya mendekat, matanya menajam. "Refleks kamu itu kayak orang yang sudah latihan bertahun-tahun. Kamu gak perlu bohong."

Anna tidak menjawab. Ia hanya menatap Rasya dengan ekspresi datar, tapi di dalam hatinya, ia tahu Rasya tidak akan mudah percaya.

"Dengar, Rasya," katanya akhirnya, suaranya rendah. "Aku gak punya waktu buat drama ini. Kalau kamu cuma mau cari masalah, aku gak akan layanin."

Namun, Rasya tidak menyerah. "Aku cuma mau tau, Anna. Kamu siapa sebenarnya? Soalnya, kamu gak kelihatan seperti gadis biasa."

Anna mendekat, hampir menyentuh jarak pribadi Rasya. "Aku gak punya urusan sama kamu, Rasya. Jadi berhenti usik hidupku."

Kali ini, Rasya terdiam. Anna melangkah pergi, meninggalkannya dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

---

Malam itu, di kamarnya yang mewah, Rasya membuka laptopnya. Ia memutuskan untuk menyelidiki sendiri. Nama "Anna" mungkin terlalu umum untuk dicari begitu saja, jadi ia mencoba pendekatan lain.

Ia membuka data siswa di situs sekolah-hal yang tidak sulit dilakukan karena ayahnya punya hubungan dekat dengan administrasi sekolah. Dengan sedikit usaha, ia menemukan informasi dasar tentang Anna: nama lengkap, tanggal lahir, dan alamat. Tapi tidak ada yang mencurigakan di sana.

"Cuma anak biasa?" gumamnya pelan, mengetuk-ngetuk meja. "Gak mungkin."

Namun, saat ia terus menggali lebih dalam, sebuah fakta menarik muncul. Di salah satu dokumen sekolah yang tersimpan di komputer ayahnya, ia menemukan sesuatu yang tidak terduga. Ada nama sebuah perusahaan besar yang terhubung dengan donasi untuk pembangunan sekolah ini. Perusahaan itu adalah milik keluarga besar Anna.

Mata Rasya membelalak. "Jadi... dia punya hubungan sama pemilik sekolah ini?"

Ia terus membaca, semakin terkejut dengan apa yang ia temukan. Anna ternyata adalah salah satu pewaris perusahaan tersebut, meskipun namanya jarang disebut di publik. Semua ini mulai masuk akal. Cara dia membawa dirinya, kepercayaan dirinya, bahkan keberaniannya melawan Rasya-itu semua bukan hal yang dimiliki anak biasa.

Rasya menyeringai. "Jadi, kamu nyembunyiin sesuatu, Anna? Gak sabar lihat muka kamu saat rahasia ini aku bongkar."

---

Hari berikutnya, Rasya kembali ke sekolah dengan rencana matang. Ia sengaja tidak menghampiri Anna. Sebaliknya, ia membiarkan informasi yang ia miliki menjadi senjata rahasia. Ia tahu bahwa waktu yang tepat akan datang.

Di kantin, ia duduk bersama teman-temannya, pura-pura santai. Tapi matanya terus mencari Anna. Gadis itu duduk di pojok bersama Indah dan Fira, terlihat seperti biasa. Mereka tertawa kecil, tampak tidak peduli dengan dunia sekitar.

"Ras," bisik Raka yang duduk di sebelahnya. "Lo liatin dia terus dari tadi. Lo serius mau ngelakuin sesuatu?"

Rasya mengangguk perlahan. "Tentu. Gue udah tau sesuatu yang bakal bikin dia gak bisa sembunyi lagi."

"Dan lo pikir dia bakal peduli?" tanya Raka, nada skeptis. "Anna itu bukan tipe yang takut sama omongan orang."

Rasya tersenyum tipis. "Kita lihat aja nanti."

Ia menunggu hingga bel berbunyi, tanda waktu istirahat habis. Ketika Anna dan teman-temannya mulai beranjak, Rasya berdiri, mengikuti mereka dari kejauhan. Ia tidak akan bergerak sekarang-belum. Tapi langkah kecil ini adalah awal dari rencananya untuk mengekspos siapa sebenarnya Anna di depan semua orang.

Saat malam tiba, Rasya kembali ke kamarnya. Kali ini, ia menyusun strategi lebih rinci. Ia berpikir tentang cara terbaik untuk mengungkap rahasia ini, tanpa membuatnya terlihat seperti serangan pribadi. Ia ingin semua orang tahu siapa Anna sebenarnya, dan ia tahu bahwa momen itu akan segera datang.

---

Keesokan harinya, di sekolah, suasana terasa lebih tegang. Rasya tahu, ini adalah waktu yang tepat untuk mulai melempar umpan. Ia berjalan menuju Anna, yang sedang duduk di bangku taman bersama Fira dan Indah.

"Anna," panggilnya dengan suara santai.

Anna menoleh, jelas tidak menyukai kehadirannya. "Apa lagi, Rasya?"

Rasya menyeringai. "Aku cuma mau bilang, aku tahu sesuatu tentang kamu. Sesuatu yang mungkin kamu gak mau orang lain tahu."

Wajah Anna langsung berubah, meskipun ia berusaha tetap tenang. "Aku gak ngerti maksud kamu."

"Oh, kamu ngerti kok," jawab Rasya sambil melangkah mendekat. "Kamu pasti ngerti."

Anna berdiri, menatapnya dengan tajam. "Kalau kamu mau ngomong sesuatu, ngomong aja. Jangan muter-muter."

Namun, Rasya hanya tersenyum, lalu berbalik pergi. "Belum sekarang, Anna. Tapi tunggu aja. Waktunya akan datang."

Anna tetap berdiri di tempatnya, mencoba menenangkan detak jantungnya yang tiba-tiba berdetak lebih cepat. Ia tahu Rasya bukan orang yang berbicara tanpa alasan. Dan jika benar ia tahu sesuatu, maka rahasianya yang selama ini ia lindungi bisa terancam.

Di kejauhan, Rasya melangkah pergi dengan senyuman puas di wajahnya. Ia tahu bahwa ia sudah mengguncang Anna, dan itu baru permulaan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aktor Idola Dan Author Barbar
8.4
Erick Adrian, aktor terkenal bergelimang harta dengan pacar seorang model, selalu resah akibat citranya di film dewasa. Nasibnya berubah total setelah berseteru dengan penulis bernama Kaemila. Akibat kecelakaan tragis yang membuat Kaemila lumpuh serta amnesia, Erick terpaksa menikahinya sebagai bentuk tanggung jawab. Akankah ingatan Kaemila kembali dan ia sanggup menerima sang aktor menjadi suaminya?
Sampul Novel Bos Mafia yang Kejam Ingin Aku Kembali
9.8
Eleanor, mantan pewaris angkuh, dulu kerap meremehkan Andreas yang hidup menumpang di rumahnya. Delapan tahun berselang, situasi berbalik sepenuhnya. Andreas kini menjelma sebagai bos besar yang berkuasa, sedangkan Eleanor jatuh miskin dan menderita. Pertemuan kembali membawa ketegangan karena Andreas masih menyimpan dendam lama. Ia menekankan bahwa rasa benci atas penghinaan Eleanor di masa lalu menjadi bahan bakar utamanya untuk meraih kejayaan saat ini.
Sampul Novel Cantika : DESTINY OF LOVE
9.5
Hidup Cantika berubah drastis setelah bertemu Jaden secara tidak sengaja. Lewat ancaman posesif yang menegaskan kepemilikannya, Jaden mengunci Cantika dalam pusaran obsesi yang begitu mengekang. Di tengah situasi menegangkan ini, Cantika harus memilih: kabur dari kendali pria tersebut atau malah jatuh hati saat jati diri Jaden yang sebenarnya mulai terbongkar. Sebuah drama romansa berbalut aksi yang sarat akan rahasia dan ambisi besar.
Sampul Novel DILEMA CINTA
8.2
Dalam kisah romansa modern Dilema Cinta, kita menyaksikan pergulatan batin Alex yang mencintai Maya dengan tulus. Sayangnya, perjalanan asmara ini tidak berjalan mudah bagi Alex. Ia terjebak dalam konflik internal yang rumit karena belum mampu membebaskan diri dari bayang-bayang masa lalunya. Novel ini menggambarkan perjuangan emosional seorang pria yang berupaya membuka lembaran baru dan melangkah maju, meski kenangan lama masih terus mengikat erat hatinya.
Sampul Novel Mantan Jadi Bos
9.4
Nasib buruk menimpa Alula yang dipecat tanpa pesangon akibat menolak dimadu oleh atasannya. Sebagai penopang hidup ibu dan adiknya, ia harus segera mendapat pekerjaan baru. Beruntung seorang kawan membantunya diterima di sebuah perusahaan. Namun, Alula terkejut karena CEO barunya adalah mantan pacar yang dulu ia campakkan begitu saja. Sang bos kini berniat membalas dendam padanya. Di tengah perlakuan buruk itu, cinta lama Alula justru bersemi kembali. Mampukah ia bertahan?
Sampul Novel Missing You Like Crazy
8.0
Kehidupan indah Rania hancur setelah Adipati, sang suami, hilang dalam kecelakaan pesawat tragis. Di tengah kesedihan mendalam dan kondisi mengandung, secercah harapan muncul beberapa bulan kemudian. Rania tak sengaja melihat pria yang sangat menyerupai Adi sedang bersama perempuan lain. Kini, ia dilingkupi tanda tanya besar: apakah sosok misterius itu benar suaminya yang berhasil bertahan hidup, atau sekadar orang asing berwajah sama?