APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Sweet Dangerous Logan

My Sweet Dangerous Logan

Annabella dan miliarder Logan Mason hidup di dua dunia yang berbeda. Namun, demi menyelamatkan keluarganya dari kebangkrutan, Annabella nekat menawarkan kesepakatan pernikahan kontrak kepada Logan. Hubungan yang semula murni demi bisnis dan keuntungan timbal balik ini perlahan berubah. Di tengah kepura-puraan yang mereka jalani, benih-benih cinta yang tulus mulai tumbuh, membuat keduanya kini terjebak dalam perasaan yang tak lagi bisa mereka pungkiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Meski kamu sama Will, tetap saja, dia kan anak cowok. Kamu sadar nggak, bella, kamu tuh anak perempuan. PE—RA—WAN. Mana boleh anak perempuan keluyuran sampai malam begini. Aaghh, bukan malam, ini udah pagi buta ya. Cepat pulang! Pokoknya pulang sekarang juga, bawa Willy sekalian. Awas saja kalo kamu berbohong!”

Ancam ibunya Anna tidak mau tahu, yang dia inginkan sekarang anak perawannya segera pulang. Ini karena Annabella ketahuan emaknya saat kabur dari kamar.

"Will nggak gitu kok, Ma, dia anak baik-baik dan penurut. Nggak akan macam-macam sama Anna, Ma," Anna mencoba menjelaskan dengan suara tak biasanya. Jika dihadapkan dengan sang mama, Anna akan bersikap seperti kucing penurut dan lemah agar dia tidak diamuk makin gede sama mamanya.

"Nggak usah bikin pembelaan ya. Kamu mau debat sama Mama? Hah? Cepat pulang, dalam 30 menit kamu nggak sampai rumah, jangan harap kamu bisa keluar lagi!" amuk sang ibu dengan nada oktaf yang tinggi.

"Iya, iya, Ma, aku pulang, ini lagi di jalan kok. Mama jangan marah lagi, ini udah ya mah, aku matiin dan tolong bukain pagarnya ya, Mah." Anna segera mematikan ponselnya. Telinganya sudah seperti terbakar oleh ocehan sang ibu.

"Yah … kebiasaan lo, nanti gue lagi yang kena marah mama lo," oceh sungut Will tidak terima kalau dia menjadi samsak tinju untuk Annabella.

"Ya ampun, segitu perhitungannya lo sama gue. Gue janji, pokoknya, asal kali ini selamat, uang menang taruhan tadi gue bagi 2 ama lo deh," bujuk Anna, dia sedang asik memasukkan kakinya dalam balutan celana jeans belel robek robek. Willy hanya bisa melirik kelakuan teman bar bar nya, dia bahkan sudah benar-benar tidak peduli kalau di sampingnya adalah laki-laki.

"Ann," ucap Willy penuh penekanan, tapi kepalanya tidak berani menoleh.

"Uhm, apaan?" Anna menjawab, tapi kini dia sambil memasukkan kedua tangan ke dalam kaos hingga terlihatlah dengan jelas dua benda kenyal Annabella tergencet di kedua tangannya.

"Ya ampun ANNABELLA, gila lo ya!" teriak Will kelabakan. Kepanasan. Otot-otot di bawahnya mulai geram dan tiba-tiba meronta tambah sesak. Bagaimanapun, dia tetap laki-laki normal dengan hawa nafsunya menggebu jika disuguhkan pertunjukan panas tanpa sengaja olehnya.

"Apaan sih? Bawel deh lo kayak mama gue. Berisik tauukk!!” dengus Annabella sudah benar-benar meloloskan kedua tangannya. Ciitt. Tiba-tiba mobil Willy berhenti dan dia menoleh pada gadis yang sudah berpakaian lengkap.

"Aww! Apaan sih, jangan berhenti mendadak dong!" oceh cicit Annabella ngomel, dia protes hampir saja kepalanya terbentur dashboard.

"Gila ya. Gue udah bilang berkali-kali, kalau lo ganti baju di belakang. Nggak usah di depan gue. Lo paham nggak sih, Ann? Lo benar-benar nggak ngerti bahasa manusia ya?" saking kesalnya Will sudah menekan emosi kepala atas dan bawahnya yang makin terasa nyut-nyutan.

"Ya ampun perkara ganti baju doang. Bawel. Ribut banget. Banyak omong Lo. Gitu aja lo sewot. Lagian bukannya lo nggak pernah nafsu ama gue. Lo bilang kan gue cowok juga kayak lo. Udah deh nggak usah debat sekarang. Cepet balik, mama gue nanti tambah ngoceh, nanti gue dan lo juga yang rugi kena Omelan dia."

Annabella malas berdebat panjang, bagi Anna dia tidak merasa ada sikap yang berbeda pada Will. Selama ini, Anna sudah menganggap Willy sebagai teman laki-laki yang bisa diandalkan.

Tapi itu dulu. Dulu memang Will biasa aja terhadap Anna. Namun, sejak peristiwa kehilangan kedua orangtuanya akibat kecelakaan pesawat tiga tahun lalu, yang menjadi teman curhat dan kemanapun adalah Anna. Perlahan, rasa pertemanan dalam hati Will pun terkikis.

Meski Anna cuek dan tomboy. Diam-diam dia selalu menjaga dan membelanya. Hanya saja, Anna memang tidak pernah peka dengan perasaan yang dia miliki.

Sekali lagi bagi Annabella anti mainstream pacar-pacaran. Buat dia, itu hanya bikin alergi gatal-gatal seluruh badan apa lagi menjalaninya. Karena dari itu, satu tahun belakang ini, perasaannya pada gadis itu berbeda.

"Bukan masalah ganti bajunya, Anna, Lo paham ga sih maksud gue? Gue ini cowok, lo cewek!" Willy menarik nafas dalam-dalam saat mencoba memberikan pengertian pada gadis itu. Rasanya kepala dia hampir meledak dengan sikap terlalu cuek Annabella.

"Udah deh, kalau lo mau ajak gue gelut ama ribut, jangan sekarang, besok aja, ok. Sekarang cepat pulang. Mama gue nanti tambah nyap nyap ini," meski slengean dan terkenal penguasa jalan saat balapan liar, Annabella akan ciut kalau dihadapkan dengan ibunya.

"Oke. Kita bahas ini besok. Sekarang pegangan yang kenceng!" sudah pasti Will menyerah dengan gadis itu, dia hanya bisa mengalah dan menarik nafasnya lagi.

Di lirik nya penampilan Anna sekarang sudah seperti anak kucing imut dan penurut. Anna menggerai rambut kuncir kudanya tadi dibiarkan terurai panjang, bergelombang dan tidak akan ada pernah mengira kalau penampilan gadis itu akan berubah 180 derajat kalau sudah nggak dihadapkan ibunya. Tidak akan ada yang tahu kelakuan anak perempuan semata wayang mereka kalau dia adalah si cewek tomboy dan doyan balapan liar.

Decitan suara mesin mobil langsung membuka gerbang rumah bercat putih dan bertembok tinggi itu. Mobil Willy masuk pekarangan rumah Anna. Dari dalam mobil, gadis itu sudah melihat ibunya mondar mandir di depan pintu sambil berkacak pinggang.

"Selamat malam, Tante," sapa Willy lebih dulu dan kebiasaan Ann kalau sedang disudutkan oleh masalah seperti itu, dia lebih memilih bersembunyi di belakang tubuhnya.

"Pagi, Will, ini sudah pagi. Bukan malam lagi tauk. Kalian kemana saja, hah? Kalau tadi mbok Roro nggak cek kamar kamu, Mama nggak tau ya kalau kamu keluar kamar tanpa izin," oceh dan delikan ibunya Anna saat tahu anak perawannya hilang dari kamar.

"I–iyyaaa, Tan, maaf, tadi mendesak. Hehehe, tadi aku ajak Bella melompat dari jendela," siap siap lah dia kena amuk ibunya Ann, padahal kalau di flashback ulang, Ann lah pelaku utama yang mengatur semua demi dapat taruhan jajan dari balapan 100 juta itu.

"Ya ampun, Will. Kamu bener bener deh. Bella ini kan anak perempuan, masa disuruh lompat sih? Hhuh!" spontan ibunya Ann menjewer telinganya Will.

"Aw, aw, ampun, Tan, ampuuuunn, maafin aku, Tan, aku janji nggak akan gitu lagi. Aku cuma ajak Bella keluar sebentar, lagian tadi kan malam minggu, Tan," ucap Will sekenanya mencari alasan. Padahal jelas tadi Ann bilang sedang belajar kelompok dengannya.

"Kamu juga ya, Bell, masih saja begitu. Mau aja diajak. Kalau mau keluar kan biasanya kamu bilang Mama, nggak usah kayak gitu. Mama ini khawatir dan cemas, Bell, Mama takut kamu kenapa napa," dari omelannya, tetap aja ibunya sangat mengkhawatirkan Ann.

"I–iya, maafin, Bella ya, Mah, Bell janji nggak akan kayak gini lagi. Sekarang Bell ngantuk banget Mah, boleh Bell istirahat?” ucapnya, lemah dan lembut. Ditambah pura-pura menguap. Ibunya hanya bisa mengusap dada. Mengkhawatirkan anak perawannya hilang takut di gondol maling.

"Ya sudah, Mama maafin sekarang. Pokoknya nggak ada ya kayak begini lagi. Mama akan kunci kamar, nggak ada uang jajan untuk kamu dan kamu nggak boleh keluar dalam 1 bulan. Itu hukuman kalau kamu ngulangin lagi," ucap ibunya penuh tekanan.

"Janji Mah, nggak akan ngulangin kok. Oya, Mah, Will nginep ya. Kasihan juga kalau pulang jam segini. Lagian kan ini hari minggu, Mah," Annabella sengaja menyelipkan izin saat sudah dimaafkan oleh ibunya.

"Ya sudah, nanti mau dibangunin jam berapa buat sarapan atau makan siang? Atau mau diantar ke kamar sama mbok Roro?" ucap ibunya melirik anaknya bergantian pada Will yang sudah lemas dan sedang mengucek-ngucek mata.

"Anterin aja deh, Mah, Bell lagi malas keluar kamar. Antar 2 porsi ke kamar ya, Mah. Aku mau tidur dulu," jawab Ann, kode keras saat gadis itu menggandeng lengan Will saat akan masuk ke dalam rumahnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berlian yang Tersamarkan
9.3
Evelyn, mantan pewaris manja, jatuh miskin akibat jebakan putri kandung keluarga angkatnya hingga ia diusir. Tak tinggal diam, ia bangkit dan menunjukkan jati dirinya sebagai dokter, peretas, serta desainer jenius. Ketika mantan orang tua angkat menuntut kekayaannya, Evelyn menolak keras. Ia juga mengabaikan mantan tunangan yang mengemis cinta. Di puncak keberhasilannya, seorang pria misterius yang sangat berpengaruh datang melamar, menjanjikan masa depan baru baginya.
Sampul Novel Desakan Perceraian dari Saudara Laki-Laki
8.5
Setelah diceraikan saat hamil dan diusir oleh ibu mertua serta putri angkat bernama Linda Santoso, hidup Sita Hartanto berubah total. Sita ternyata merupakan putri kandung Keluarga Syailendra yang hilang. Ia kini dilindungi oleh enam kakak laki-laki kandungnya yang luar biasa sukses—mulai dari pengusaha raksasa, ilmuwan AI, ahli bedah, pianis, pengacara, hingga aktor terkenal. Ketika mantan suaminya memohon untuk rujuk kembali, ia harus menghadapi rintangan berat dari para kakak Sita yang protektif.
Sampul Novel Luka Cinta Dari Suami Obsesif
8.6
Demi menyelamatkan kakeknya, seorang wanita terpaksa menikahi Simon Adijaya yang telah mengurungnya selama sepuluh tahun. Naas, dia justru disiksa Virginia hingga wajahnya hancur, lalu dibuang Simon ke sungai es dalam kondisi sekarat. Di ambang kematian, ia mengetahui sang kakek telah wafat. Simon telah merenggut orang tua, kebebasan, dan harapannya. Kini, dengan dendam yang membara, wanita itu bersumpah akan bangkit untuk menghancurkan hidup Simon sepenuhnya.
Sampul Novel Mantan Kekasihku CEO Psikopat
8.9
Demi mengejar mimpi, Alya Rahayu pindah ke Jakarta. Sialnya, ia justru kehilangan segalanya hingga terpuruk. Di masa sulit ini, ia kembali dipertemukan dengan sang mantan kekasih, Dira Pratama. Namun, Dira telah berubah menjadi CEO dingin yang penuh rahasia kelam. Setelah lima tahun berpisah, sosok lembutnya sirna, berganti menjadi pria obsesif yang menyimpan dendam. Kini, sebagai bawahan Dira, Alya terjebak dalam trauma dan kebenaran pahit masa lalu.
Sampul Novel MENJADI ISTRI DADAKAN CEO AROGAN
8.2
Lavendra hancur setelah tahu pernikahannya dengan Daza, CEO yang sangat angkuh, cuma kedok demi harta warisan kakeknya. Kepedihan itu kian perih karena sang suami masih mencintai Lora, kekasihnya. Sempat berniat berjuang demi mewujudkan rumah tangga yang bahagia, usaha Lavendra sia-sia. Kehadiran Lora yang terus mengusik ditambah sikap dingin Daza membuat batinnya lelah. Kini, ia terjebak dalam keputusasaan dan meratapi kenaifannya yang mendambakan cinta sejati.
Sampul Novel Penghinaan Saudari Tiri, Dusta Kekasih
7.9
Karir violinis Anindya Larasati hancur seketika setelah video pribadinya tersebar luas di sebuah gala megah. Ternyata, skandal ini didalangi oleh Bima Wiratama, kekasihnya sendiri, yang bersekongkol dengan kakak tiri Anindya, Safira. Tak hanya dikhianati, Anindya juga disiksa keji oleh rekan Bima hingga menyisakan luka permanen. Sadar cintanya diperalat untuk balas dendam dan menghadapi obsesi gelap Bima yang ingin menghancurkannya, Anindya bertekad bangkit lalu menghilang demi merebut kebebasannya.