APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Special CEO

My Special CEO

Cheva, gadis bermata biru bernama asli Cleo Alineava Lynn, memilih berkarier di perusahaan luar dibanding mengelola bisnis sendiri. Keputusan itu membawanya jatuh cinta pada sang atasan, Devan Eduardo Hutresky. Meski awalnya skeptis akan cinta, Devan langsung terpikat sejak pandangan pertama. Namun, hubungan asmara mereka tidaklah mudah. Berbagai rintangan berat terus menguji kekuatan cinta keduanya. Akankah perasaan ini menyatukan mereka, atau justru memicu perpisahan?
Bab
Bagikan

Bab 2

Cheva memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Ia baru saja kembali dari mengantarkan sang ibu ke supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan. Sejak kedatangannya dua hari yang lalu, aktivitas Cheva di rumah lebih banyak diganggu dengan urusan-urusan receh sang Ibu, seperti mengantarkan Dewi ke arisan, reuni rekan SD, SMP, SMA, dan bla-bla-bla, masih banyak lagi. Meskipun sebenarnya Dewi bisa menyetir mobil sendiri, namun ia memilih untuk diantarkan saja.

"Kan mommy sudah lama tidak nyetir di Indonesia, Va." begitu ucapnya pada Cheva kemarin.

Setelah membawa turun semua belanjaan Dewi, Cheva kemudian memilih untuk pergi ke kamar tidurnya.

"Kamu mau kemana, Va?" tanya Dewi saat melihat Cheva sudah bersiap berbalik.

"Ke kamar, Mom. Mau cek email. Siapa tahu sudah ada panggilan kerja." Dewi mengangguk. Ia tidak mau mengganggu urusan anak gadisnya itu kali ini.

Sesampainya di kamar, Cheva langsung membuka Macbook-nya dan mengakses email pribadinya. Banyak sekali email masuk. Tapi, pandangan mata Cheva tertuju ke salah satu email.

"Aaaakkk...!!" pekiknya penuh semangat saat membaca pengirim email tersebut.

hrd@edtech.id

<Good Morning, Ms. Lynn. I am glad to inform you that you are selected. We're inviting you to come to ED Technology on Monday, January 26th, 2022. 08.30 AM. - Joana Sandra>

Cheva hampir menangis setelah membaca email tersebut karena begitu senangnya. Ia kemudian berlari menuju dapur dan memeluk Dewi yang saat itu sedang memasak.

"Mooommmm!!!!" teriak Cheva penuh semangat.

"Wh... What, what happened , Va??" Cheva tersenyum.

"Cheva diterima kerja di perusahaan internasional itu, Mom!!!"

"Really???" Cheva mengangguk, "Oh, My Darling. Congratulation..." Dewi memeluk anak gadisnya erat, "Haruskah kita memberi tahu your Dad now?" Cheva menggeleng.

"Nanti saja, Mom. Besok Cheva diminta datang dulu. Kalau semua sudah jelas dan pasti, baru kita kabari Dad..." Dewi kemudian mengangguk menyetujui ucapan anak gadisnya.

***

Devan baru saja tiba di kantornya. Meetingnya hari ini berjalan cukup lancar. Namun seperti biasa, Devan sangat membutuhkan seorang sekretaris. Ia tidak bisa mengandalkan asistennya untuk mengatur jadwal sekaligus menyiapkan bahan meetingnya. Setelah satu bulan kepergian sekretarisnya yang lama, Sandra, pekerjaan Devan cukup melelahkan dan membingungkan dirinya. Karena biasanya selama ini, semua keperluan Devan di handle oleh sekretarisnya.

"Morning, sir..." Joana masuk ke dalam ruangan Devan setelah mengetuk pintunya beberapa kali.

"Ya. Ada apa, Jo?" Joana menyerahkan map kertas berlogo ED Technology kepada Devan.

"This is your new secretary's document, sir. Saya sudah memeriksanya dan menghubunginya untuk datang besok pagi..." Devan mengangguk. Ia meletakkan map tersebut di tumpukan file yang akan ia periksa.

"I'll check it later. Kau sudah lihat kualifikasinya? Kau tahu, sekretarisku tidak bisa hanya bermodal nilai tinggi saja bukan..." Joana mengangguk.

"Of course, sir. Sesuai dengan kualifikasi yang anda minta, saya sudah seleksi kali ini dengan baik. Tapi, sir..." ucapan Joana terhenti. Devan menatapnya.

"Ada apa?" Joana nampak ragu mengucapkan hal yang sedang ia pikirkan.

"Apakah ... tidak masalah untuk Nona Fiona?" Devan menghela nafas.

"Ini adalah kantorku. Aku yang tahu kebutuhan pekerjaanku. Kau tidak perlu khawatir. Aku yang akan menghadapinya jika terjadi sesuatu. Pastikan saja kau laporkan semua yang terjadi di kantor ini padaku saat aku tidak ada di sini..." Joana mengangguk.

"Okay, sir..."

"Kau bisa lanjutkan pekerjaanmu." Joana mengangguk kemudian berjalan keluar dari ruangan Devan.

Setelah kepergian Joana, Devan tertarik untuk melihat profil calon sekretarisnya yang baru. Sebelumnya, ia memang memberikan beberapa kriteria khusus kepada Joana dalam menyeleksi calon sekretaris pribadi untuknya. Kriteria itu antara lain masih muda, berpengalaman dalam bidang kesekretarisan, berpenampilan menarik dan pandai dalam public speaking.

Sekretaris Devan sebelumnya wanita berusia 35 tahun, namun Fiona memecatnya tanpa sepengetahuan Devan dengan alasan cemburu buta. Kemudian, Devan merekrut sekretaris baru yang lebih tua dari sekretarisnya yang lama. Fiona tetap berulah dengan meneror sekretarisnya itu dengan pertanyaan-pertanyaan konyol tentang Devan hingga membuat suami dari sekretarisnya itu merasa keberatan.

Kali ini, Devan tidak akan membiarkan Fiona untuk ikut campur dalam urusan kantornya lagi. Semenjak ia dan Fiona memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius, tingkah aneh Fiona semakin terlihat hingga membuat Devan semakin tidak nyaman untuk melanjutkan hubungan mereka.

Setelah Devan membuka map biodata calon sekretarisnya yang baru dan menatap foto closed up dalam map tersebut, tubuh Devan terpaku. Gadis di foto tersebut membuatnya terdiam.

"Gadis ini..."

Masih jelas diingatan Devan saat ia memasuki restauran di Bandara beberapa hari yang lalu. Gadis bermata biru itu! Devan tidak mempercayai pandangannya. Mana mungkin gadis yang berada di foto tersebut adalah gadis yang sama yang ia temui di restaurant kemarin.

Devan tersenyum.

"Kebetulan yang sangat luar biasa. Semesta yang membawamu kehadapanku..." gumam Devan. Ia kemudian membaca curriculum vitae milik gadis itu, "Cleo Alineava Lynn. Nama yang unik..."

Setelah pertemuan pertamanya, Devan benar-benar tertarik dengan gadis bermata biru itu. Baru kali ini Devan merasakan getaran aneh saat ia berada di sisi seorang wanita. Bahkan saat ia mengira bahwa ia jatuh cinta pada Fiona dulu, ia sama sekali tidak merasakan getaran apapun. Bahkan saat mereka berciuman. Ia hanya merasa membutuhkan sosok Fiona dalam kehidupannya dan Devan pikir dia sedang jatuh cinta.

Tapi, kenapa saat bertemu dengan gadis ini, ia merasakan hal yang lain? Bukankah ini adalah kali pertamanya bertemu dengan gadis itu? Mengapa Devan merasa ada hal yang menarik dalam diri gadis itu yang membuatnya merasakan sesuatu yang aneh.

"Ini gila! Aku pasti sudah gila." ucap Devan sambil menutup kembali map yang diberikan oleh Joana tadi.

"Honey!!" Fiona tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Devan tanpa mengetuk pintu sedikit pun.

"Kau? Kenapa kau kemari?" tanya Devan saat Fiona sudah berada di hadapannya dan melingkarkan tangannya di pundak Devan, "Fio, this is my office. And it's still workhour. Why you here?" Devan menjauhkan tangan Fiona yang tentu saja membuat wanita itu cemberut sebal.

"Dev, aku bosan di rumah. Aku ingin ke mall!" Devan menatap Fiona. Again, ia harus mengurusi hal sepele yang dibawa oleh Fiona ke kantor.

"Fio, kau bisa pergi ke mall anytime. Kau bisa ajak mommy or nenek with you. Kenapa kau harus menggangguku di kantor?" Fiona mendengus kesal.

"I want to be with you, Dev. Bukan yang lain!"

"Stop to be like this, Fio. I hate this! Kau harus bisa membedakan waktu kerjaku dan waktu santaiku. I know you know it well. And I know you already know me. So, don't disturb me with alasan-alasan yang tidak masuk akal itu. Please, go..." Fiona menghela nafas.

"Kau tidak pernah ada waktu untukku, Dev!!!" bentak Fiona.

Bentakan keras Fiona mengejutkan Devan dan membuat emosinya naik seketika. Devan tidak pernah mau dibentak oleh siapapun. Sayangnya Fiona melakukan itu. Akibatnya, kini Devan sangat marah dan mencengkram tangannya.

"How dare you! Kau sangat tahu aku tidak suka dibentak siapapun! Hm?" Devan menatap tajam kearah mata Fiona, "Kau harus paham, kau bukan siapa-siapa. Kita hanya sekedar bertunangan dan aku bisa saja menghancurkan semuanya. So, jangan pernah macam-macam dan membuatku marah. Atau kau akan menyesal nanti." Devan menatap Fiona sekilas lalu menghempaskan tangan Fiona.

"Kenapa kau lakukan ini padaku, Dev? Aku hanya ingin kau temani!"

"Go away!!" bentak Devan. Kesabarannya benar-benar hampir habis.

"Aku tidak akan kemana-mana!" ancam Fiona.

"Fine. Kau bisa tunggu di sini sepuasmu!" Devan berdiri kemudian berjalan kearah pintu meninggalkan Fiona sendirian.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata di Antara Bunga
9.3
Kehidupan Vanya Devara hancur seketika saat bisnis keluarganya bangkrut dan sang tunangan, Bastian Wicaksono, berpaling ke wanita lain. Di tengah keputusasaan setelah kematian ayahnya, sosok miliarder Rangga Mahardika datang mengulurkan bantuan finansial dan mendampinginya selama tiga tahun. Namun, tepat sebelum hari pernikahan mereka, Vanya tidak sengaja mendengar rahasia mengerikan. Rangga ternyata adalah dalang di balik kehancuran keluarga dan kematian sang ayah. Segala kebaikan yang diterimanya selama ini hanyalah kedok penebusan dosa atas konspirasi kejam yang menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Anak Milik CEO
8.8
Pertemuan tak terduga di lift kantor membuat seorang wanita membeku saat berhadapan lagi dengan Davero. Suasana seketika mencekam ketika sang CEO tampan mengurungnya di dinding dengan tatapan tajam mendominasi. Meski wanita itu didera rasa takut dan gugup, Davero dengan suara serak menegaskan tak akan melepaskannya lagi. Sebuah klaim penuh ancaman pun terucap, menegaskan bahwa kini ia telah menjadi milik sang CEO sepenuhnya tanpa bisa menghindar.
Sampul Novel Budak ranjang tuan muda
8.2
Renata, seorang mahasiswi pertanian, dikhianati oleh kekasihnya sendiri, Rian, yang tega menjualnya kepada pemuda kaya raya bernama Albert demi kepentingan bisnis. Setiap hari, Renata terpaksa menuruti nafsu Albert, bahkan di saat pria itu sedang diselimuti kemarahan. Namun, seiring berjalannya waktu, kebencian di antara mereka perlahan berubah menjadi cinta. Albert pun bertekad menjadikan Renata sebagai istri, meski harus menentang restu orang tua dan membatalkan pertunangannya.
Sampul Novel Bukan Istri Yang Lemah
7.8
Elara bertekad kuat mempertahankan status pernikahan demi menjaga kemewahan hidupnya. Namun, Vesper diam-diam merancang taktik licik agar sang istri bersedia menuntut cerai, demi memuluskan jalannya menikahi kekasih rahasianya. Setelah tujuh bulan bersama, konflik besar akhirnya meledak di antara mereka. Elara kini harus berjuang bertahan di tengah tekanan berat sang suami, terjebak dalam pusaran ambisi, pengkhianatan, serta intrik cinta yang rumit.
Sampul Novel Grafiti Dinding Hati
8.4
Masa magang Citta Buwana berjalan penuh tekanan sebagai sekretaris William Rustenburg, atasan tempramental yang selalu menganggapnya tidak kompeten. Situasi kian rumit ketika rencana perjodohan mereka yang dirancang oleh Johan, ayah William, terungkap. Meski William menolak keras dan kerap mempermalukan Citta, Johan tidak goyah dengan keputusannya. Di tengah kebencian dan pernikahan paksa ini, akankah ketulusan serta pengorbanan Citta mampu melunakkan hati William?
Sampul Novel Lenyap Usai Kata Pisah
8.2
Sofia Wijaya memilih mundur saat Olivia Kartika kembali ke sisi suaminya, Revan Mahendra. Melalui trik dokumen universitas, Sofia berhasil membuat sang pewaris mafia menandatangani perceraian tanpa disadari. Sofia pergi menjauh dalam keadaan hamil, membawa rahasia besar yang akan mengubah segalanya. Kini, Revan yang menyesal mengerahkan seluruh kekuasaan dunia bawah tanah untuk memburunya. Namun, Sofia telah bertransformasi menjadi sosok tangguh yang siap membuat mantan suaminya berlutut memohon cinta.