APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Soulmate From My Heart (Series 2)

My Soulmate From My Heart (Series 2)

Demi menghindari perjodohan dengan Cheryl yang sudah dianggapnya adik sendiri, Arland nekat menjalin hubungan palsu dengan Kiran. Rencana yang semula hanya sandiwara ini perlahan berubah menjadi cinta yang sungguh-sungguh. Namun, saat Arland mulai benar-benar menyayangi Kiran, hubungan mereka justru dihadapkan pada ujian berat. Sang mama menentang keras kedekatan mereka dan menolak memberikan restu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sedangkan di tempat yang berbeda. Ceryl yang kesal akan tingkah Arland padanya, ternyata benar-benar mengadukan itu semua pada Kim.

"Tante ...." Ceryl datang-datang langsung mewek nggak jelas. Tentu saja itu membuat Kim jadi bingung. Apa yang terjadi pada gadis ini?

"Ceryl ... kamu kenapa, kok datang-datang sedih gitu?"

"Kak Arland, Tante. Dia nggak mau nemenin aku ke acara ulang tahun temenku ntar malam," jelasnya masih mewek-mewek.

"Benarkah?"

"Iya, Tan. Dia juga bilang kalau nggak sayang lagi sama aku."

"Ya udah, kamu tenang aja. Nanti biar Tante yang bilang sama dia, pasti dia mau kok dengerin omongan mamanya."

"Beneran, ya, Tan?""

"Iya," angguk Kim.

Pada saat yang bersamaan, Dilla juga datang. Yang jelas pada saat itu baik Dilla maupun Ceryl tak ada sapaan atau pun sekadar saling pandangpun tidak. Ini semua berawal satu tahun yang lalu. Sifat Ceryl yang terlalu posesive pada Arland membuatnya nekad melabrak Dilla yang ia anggap terlalu dekat dengan Arland. Padahal, mereka hanya berteman .

"Dilla ... ada apa, Nak, ayo masuk," ajak Kim menghampiri Dilla yang berdiri mematung di pintu masuk.

Bagaimana ia mau masuk, ada Ceryl di sana. Ia tak ingin mencari masalah lagi dengan gadis itu. Cukup sekali dalam hidupnya berurusan dengan dia.

"Ahh ... enggak usah Tante," tolaknya. "Aku kesini cuman diminta Papa buat nganterin surat ini sama Om Alvin," jelasnya sambil menyodorkan sebuah map berwarna biru pada Kim.

"Ya udah, nanti biar Tante kasih sama Om, ya. Soalnya Om lagi jemput si kembar," jelas Kim menerima map dari Dilla.

"Iya, nggak apa-apa. Kalau gitu aku pulang dulu ya, Tan," pamit Dilla.

"Ya udah, hati-hati ya. Salam buat Mama Papa, ya," pesan Kim

"Iya."

Setelah Dilla berlalu pergi, Kim kembali duduk bersama Ceryl.

"Sampe sekarang kalian berdua masih belum baikan?" tanya Kim pada Ceryl.

"Aku nggak bakalan mau baikan sama dia," ungkapnya dengan ketus.

"Nggak boleh gitu loh. Masa iya orang tua kalian pada sahabatan tapi anak-anaknya pada musuhan," komentar Kim.

"Salah dia, kenapa nyoba buat merebut Kak Arland dari aku."

Mendengar penuturan Ceryl, udah, Kim tak mau berkomentar apa-apa lagi. Sedikit banyak ia paha bagaimana sikap gadis ini. Salah sedikit, nanti malah bikin suasana makin panas.

---000---

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Semuanya sudah berada di rumah, kecuali Arland.

"Kakak mana, Ma?" Tanya Lhinzy yang saat ini sedang menikmati kue mochi favoritnya .

"Belum pulang, kan ke Rumah Sakit dulu."

"Kak Arland sama Kak Ceryl itu pacaran ya, Ma?" tanya Lhinzy lagi.

"Ya ... Mama nggak tahu. Eh, tapi kalau mereka berdua beneran pacaran gimana menurut kalian?" tanya Kim pada keduanya putrinya.

Tapi ia sangat berharap jawaban mereka sama persis dengan keinginannya.

"Kita nggak setuju," jawab keduanya berbarengan.

Wajah Kim yang tadinya berseri karena ia yakin kalau pendapatnya dan si kembar adalah sama, kini langsung memudar. Layaknya kain berwarna merah kena pemutih. Luntur seketika.

"Lah, kenapa?"

"Kita nggak suka sama dia. Lagian, mana mungkinlah Kak Arland pacaran sama Kak Ceryl. Kakak kan nggak suka sama wanita itu," jelas Lhinzy dengan gaya bicara sok dewasanya.

"Masa?"

"Mama tanya aja sama langsung kalau nggak percaya."

"Udahlah ... napain ngurusin urusan percintaannya Arland, sih. Dia itu udah dewasa, dia tahu mana wanita yang cocok untuknya." Alvin yang baru saja keluar dari kamar ikut komentar.

"Tapi Mama pinginnya dia itu sama Ceryl." Kim masih kekeuh dengan keinginannya.

"Dan jangan bilang, kalau kamu mau pake acara jodoh-jodihin Arland sama Ceryl. Aku nggak akan setuju sama usulan kamu," tambah Alvin mengeluarkan pendapatnya. .

"Iya, kita juga," ujar Lauren dan Lhinzy ikut-ikutan.

"Kok kompakan gitu, sih? Nggak ada yang sependapat sama Mama?"

"Nggak," jawab keduanya.

"Kita mah enggak mau punya Kakak ipar model begituan," terang Lauren.

Merasa kalah suara, akhirnya Kim menutup pembicaraan mengenai hubungan putranya.

Saat ini Lauren dan Lhinzy sedang sibuk main di kamar. Kim lagi di dapur sama Bibik dan Alvin ada di ruang kerja.

"Ma, Kakak kok pulangnya lama banget, sih?" tanya Lauren dan Lhinzy menghampiri mamanya

Belum sempat ia menjawab pertanyaan tu bocah dua, tiba-tiba terdengar suara deru mobil memasuki halaman.

"Nah, itu pasti Kakak," tebak Lhinzy dan Lauren girang dan langsung berlarian menuju teras depan.

"Ya ampun, dari tadi nungguin Kakaknya terus," gumam Kim seperginya Lauren dan Lhinzy.

Saat membuka pintu, benar saja, sosok yang mereka tunggu-tunggu lah yang datang.

"Kak Arland!!!" Heboh keduanya menyambut laki-laki yang baru turun dari mobil.

"Hai ..."

"Kak, mana hadiahnya? nilai kita berdua 100." Semangat keduanya sambil menengadahkan telapak tangan di hadapan Arland. Berharap sesuatu akan turun dan jatuh ke telapak tangan mereka.

"Beneran?"

"Iya."

"Nanti, ya," balas Arland berlalu masuk ke dalam rumah. Tapi kedua adiknya sepertinya sangat berharap kalau hadiah itu akan datang saat ini juga.

''Kak, hadiahnya sekarang aja," rengek Lauren.

"Iya, Kak. Kita udah nungguin dari tadi siang tahu, nggak," tambah Lhinzy.

Arlan menghentikan langkahnya di anak tangga pertama dan berbalik badan menghadap keduanya.

"Hmm ... sekarang malam minggu, gimana kalau kita jalan keluar?" usulnya. Jomblo mah gitu, nggak punya kekasih, ya, ngajakin saudari.

"Yeee!!!!" Keduanya malah langsung berteriak heboh.

Bagaimana tidak, mereka berdua jarang diajak jalan keluar, apalagi oleh Alvin. Sebagai Kakak, Arland sudah menjadi Kakak yang sempurna bagi keduanya. Karena sesibuk-sibuknya dia bekerja, hari Minggu tetap ia luangkan untuk mereka.

"Ya udah kalau gitu, sana ganti baju. Kakak mau mandi bentar, abis itu kita jalan."

Tanpa berkomentar panjang lagi, mereka keduanya langsung berlari menuju kamar.

Meskipun rasanya capek, tapi setidaknya ia bisa membuat kedua adiknya merasa bahagia.

Baru saja tangannya akan menyentuh gagang pintu kamar, panggilan mamanya menghentikan niatnya.

"Mama mau bicara bentar, bisa?"

"Ntar aja, Ma. Aku mau mandi dulu," balasnya langsung berlalu masuk kamar.

Sedikit kesal dengan sikap Arland padanya, tapi ia paham, toh papanya juga begitu. Jadi, ya disabarin aja.

Beberapa menit kemudian Lauren dan Lhinzy sudah siap dan rapi ... begitupun dengan Arland yang berada diantara keduanya.

"Loh, kalian pada mau kemana?" tanya Alvin pada Arland dan juga kedua adiknya.

"Aku mau ajak mereka jalan, Pa," jawab Arland.

"Kamu gimana sih, Lan ... Mama kan mau minta kamu buat nemenin Ceryl ke pesta ulang tahun temennya." Kim langsung heboh seketika

"Jadi Ceryl tadi ngadu lagi ke Mama?" Terlihat raut tak senang di wajahnya.

"Dia nggak ngadu, cuman cerita doang."

Alvin saja sampai memijit pelipisnya mendengar ocehan Kim. Bisa-bisa dirinya bisa terserang darah tinggi. Meskipun anaknya udah tiga, dan udah pada gede, tak menjamin kalau sikapnya juga ikut dewasa.

"Aku udah bilang berapa kali sih, sama Mama, kalau aku nggak bisa punya hubungan yang lebih sama dia. Tapi Mama tetap aja mau bikin aku sama dia semakin dekat."

"Tapi Lan ..."

"Udah, Ma, kita mau jalan dulu. Dan ini lebih penting daripada ngeladenin keinginan si Ceryl," jelasnya pamit pada Mama dan papanya, begitupun dengan Lauren dan Lhinzy yang ikut pamitan.

Setelah ketiganya pergi, barulah Alvin membuka suaranya perkara omongan istrinya barusan. Ia tak mau ikut bicara tadi, bukan karena tak berani. Hanya saja ia tak ingin ketiga anaknya melihat di saat orang tuanya berdebat. Apalagi sampai harus menggunakan emosi.

"Aku kan sudah bilang, jangan terlalu ikut campur sama urusan percintaannya Arland.Tapi kamu tetap tak mendengarkannya. Aku tahu kamu ingin yang terbaik untuk anak kita, tapi kita juga harus menerima keputusannya. Jangan karena masa lalu yang kamu alami malah membuatmu ingin melakukannya juga pada anak-anak," jelas Alvin dan berlalu pergi kembali ke ruang kerjanya.

"Aku nggak balas dendam," elak Kim.

"Nggak balas dendam, tapi setidaknya mau ingin anakmu merasakan bagaimana rasanya itu dijodohkan tanpa cinta. Jangan berpikir kalau perjodohan itu bakalan berakhir bahagia seperti yang kita alami. Kehidupan setiap orang berbeda-beda," terang Alvin.

Kim hanya terdiam tanpa kata. Ia akui kalau dirinya memang sedikit cerewet. Tapi saat Alvin mulai bicara dengan penjelasannya, ia pun tak akan berani lagi berkomentar. Meskipun next-time tetap ia ulangi.

---000---

Arland benar-benar tidak habis pikir pada mamanya yang terus mendesak hubungannya dengan Ceryl. Ia tahu, keluarganya dan gadis itu sudah saling mengenal bahkan sangat mengenal, tapi kalau melibatkan urusan hati di dalamnya ia tetap tidak bisa.

"Kak, tadi Mama bilang mau jodohin Kakak sama Kak Ceryl loh," ujar Lauren di mobil saat dalam perjalanan.

"Benarkah?" tanya Arland tak percaya dengan apa yang di katakan Lauren. Sebegitu inginnyakah mamanya menjadikan Ceryl sebagai menantunya?

"Tapi Papa marah waktu Mama bilang gitu," tambah Lhinzy.

Apa jadinya hidupnya kalau itu benar benar terjadi. Sekarang saja hidupnya selalu dibayang-bayangi oleh makhluk mengerikan itu.

"Kak, kita makan dulu ya, laper," ajak Lhinzy.

"Oke."

Mereka bertiga pun menuju ke sebuah Restoran. Tapi, pada saat jalan dari parkiran menuju ke dalam restoran, Lauren yang tak melihat sebuah mobil yang melaju di belakangnya, nyaris menghantam tubuhnya kalau saja Arland tak segera menariknya dengan cepat.

Tapi, malah dirinyalah yang terluka menahan tubuh Lauren agar tak terluka terkena goresan aspal.

"Kakak!!!" teriak Lhinzy yang melihat Arland dan saudarinya yang nyaris tertabrak. Dan gilanya lagi, itu si pemilik mobil langsung pergi begitu saja. Tanyain kek, atau setidaknya bilang maaf .

"Kamu nggak kenapa-kenapa, kan, Ren?" tanya Arland pada Lauren yang ada di pelukannya.

Lauren menjawab pertanyaan Arland dengan gelengan. Mungkin, dia hanya shock.

"Tangan Kakak berdarah," tunjuk Lauren ke arah siku kiri Arland yang terluka karna goresan aspal.

Benar saja, saat ia lihat ada luka gores di siku dan juga telapak tangannya yang sepertinya terkena benturan aspal.

"Kakak Nggak apa-apa kok," ungkapnya.

Rasanya memang agak sedikit perih, tapi kalau ia meringis nanti kedua adiknya malah khawatir. Jadilah, luka itu hanya ia tahan.

Di saat yang bersamaan, tiba-tiba seorang gadis menghampiri mereka bertiga.

"Astaga ... ada apa ini, apa anda kecelakaan?" tanya gadis itu pada Arland.

"Iya," jawab Lauren. "Tadi Kakak nyelamatin aku yang hampir di tabrak mobil. Eh, tapi malah dia yang luka," jelas Lauren sambil menunjuk kearah luka di siku dan telapak tangan Arland yang mengeluarkan darah.

"Ini harus segera di obatin ... kalau tidak, bisa-bisa nanti infeksi," ujarnya sambil melihat kondisi luka Arland.

"Kamu ambil kotak obat di mobil ya," pinta Arland pada Lauren yang langsung dituruti gadis kecil itu.

Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Lauren kembali pada Arland dengan kotak obat di tangannya.

"Ini, Kak," ujarnya.

"Biar aku bantu," timpal gadis itu terlebih dahulu merebut kotak obat dari tangan Lauren.

"Makasih," ucap Arland.

Kebetulan pada saat itu Arland mengenakan topi. Saat topi itu ia lepas dari kepalanya, sontak dirinya langsung kaget. Tidak, bukan hanya dia yang kaget, gadis yang ada dihadapannya yang saat itu sedang mengobati lukanyapun menunjukkan ekspresi yang sama.

"Kamu??!!" kaget keduanya berbarengan sambil menunjuk sama lain.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Affair With My Boyfriend's Lover
9.0
Jessica yang trauma akibat ditinggal menikah memilih menutup diri, sampai Jason hadir di hidupnya. Masalahnya, pria itu adalah kekasih Evelyn, sahabatnya sendiri. Terjebak rasa bersalah, Jessica justru terhanyut dalam hubungan gelap yang intim dan menyerahkan segalanya untuk Jason. Situasi kian pelik saat Evelyn mengumumkan rencana pernikahan mereka. Kini Jessica bimbang antara melepas Jason demi sahabat atau memperjuangkannya setelah semua pengorbanan yang ia lakukan.
Sampul Novel Bound by Destiny
8.5
Elice Danurdara terpuruk dalam kehancuran setelah dicampakkan dan dipermalukan dengan sangat kejam. Di tengah keputusasaan yang hampir membuatnya menyerah, takdir mempertemukannya dengan sosok asing bernama Garettinus Hardiyata. Lewat kehadiran, tutur kata lembut, serta sentuhannya, Garettinus membuktikan bahwa Elice adalah wanita yang sangat berharga. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Elice untuk bangkit dari keterpurukan hidupnya.
Sampul Novel Cinta Lima Belas Tahun
8.3
Lima belas tahun menjalani hubungan penuh kebahagiaan bersama Bagas Saputra tidak menjamin akhir yang indah. Kehadiran sosok wanita lain mengubah sikap Bagas menjadi asing, hingga ia tega mendesak sang istri untuk bercerai. Meski batinnya terluka sangat dalam, sang istri sempat memilih bertahan dengan harapan suaminya akan kembali seperti dulu. Namun, kenyataan pahit akhirnya menyadarkannya bahwa perjuangan itu sia-sia dan kisah cinta mereka memang telah mencapai titik akhir.
Sampul Novel Diceraikan Mantan Suami, Ternyata Aku ....
7.9
Tiga tahun pernikahan dengan Claude hanya menyisakan penyesalan bagi Lillia, yang akhirnya dicampakkan begitu cinta pertama suaminya kembali. Namun, kehidupan pascabercerai justru membawa Lillia ke puncak kejayaan. Publik terkejut saat mengetahui bahwa dia adalah Lorraine, desainer ternama dunia, sekaligus pewaris rahasia Keluarga Forester dan pakar perbankan yang genius. Saat Claude menyadari kesalahannya dan mencoba merebutnya kembali di pelaminan, Lillia memilih untuk tidak mengenalinya lagi.
Sampul Novel DUNIA MAYA
9.2
Kehidupan Aruni Maya runtuh setelah kehilangan ibu dan anak angkatnya. Di tengah kepedihan, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya, Toni, menikahinya hanya demi membalas dendam masa lalu. Namun, sebuah fakta besar terungkap bahwa Maya bukanlah anak kandung dari orang tua yang dibenci Toni. Saat penyesalan Toni terlambat datang, Maya berjuang bangkit dari pengkhianatan ini demi menemukan jati diri serta menghadapi takdir baru yang mendewasakannya.
Sampul Novel Godaan Sang Mantan Istri
9.7
Rumah tangga Altair Nanggala dan Zoe Zivana yang tampak harmonis sebenarnya terasa hambar karena dibangun terpaksa demi keturunan. Keadaan kian rumit saat mantan istri yang dicintai Altair, Naura Zoffany, kembali hadir. Dahulu mereka berpisah karena Naura dituduh mandul, padahal ia menyembunyikan kehamilannya demi melindungi sang bayi dari mertua. Kini, kembalinya Naura menguji komitmen Altair pada Zoe yang rapuh.