APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Professor Is My Husband!

My Professor Is My Husband!

Kehidupan Eva jungkir balik setelah terpaksa menikah dengan Zaidan, dosen pembimbing barunya yang terkenal sangat pemaksa. Zaidan bertekad memenangkan hati sang istri, namun Eva bersumpah untuk menutup rapat pintu hatinya. Di tengah pergolakan batin dan sikap suaminya yang sulit ditebak, akankah ketulusan sang dosen mampu meruntuhkan ego Eva? Simak lika-liku pernikahan rahasia mereka yang penuh dengan ketegangan emosi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Happy Reading Semuanya!

"Sial!! Bibir gue ternodai!" jerit Eva kesal.

Vivi dan Ana yang mendengar cerita itu hanya terkekeh pelan sekaligus bingung melihat kelakuan dari rekan mereka saat ini. Mereka sebenarnya cukup terkejut tapi menyadari tingkah temannya yang ajaib itu membuatnya berpikir kalau Eva memang sulit sekali untuk dimengerti, Eva bisa berubah mood nya dalam hitungan detik dan perubahan segalanya dalam waktu cepat. Padahal kalau mereka sudah pasti akan menerimanya dengan senang hati, memang siapa yang tidak ingin mendapatkan hadiah spesial yang seperti itu.

"But, why did Profesor Zaidan do that? Is he not married? Jadi dia sampai enggak mempermasalahkan itu dan mengecup bibir lo? Pasti ini romantis banget," ucapan dari Vivi barusan membuat Eva memutar matanya malas, bagaimana bisa rekannya mengatakan kalimat yang seperti barusan.

"Sejak dari awal sebenarnya gue merasa aneh dengan profesor Zaidan, setiap kali melihat Eva rasanya kaya dia memang ingin menerkam hidup-hidup. Lo mungkin pernah melakukan sesuatu sampai membuat Professor Zaidan kaya begitu," Iris mata Eva mengarah pada Ana yang bersedekap menatapnya.

"Gue saja baru ketemu dia sekali dan itu pun kemarin pas di Kampus, ayah gue juga enggak pernah bicara apa-apa. Takdir gue jelek banget, masa gue dapat cobaan yang kaya begini! Sudah dikecup, dapat Dosbing begitu. Kurang sedekah kayaknya, sampai Tuhan mentakdirkan gue kayak begini."

Kedua temannya hanya menepuk pundaknya lembut, mencoba untuk menetralkan perasaannya sekarang ini. Sumpah demi apapun tadinya ia sudah tahu siapa yang akan menjadi pemimpinnya dan ia amat sangat bersyukur tetapi dengan kuasa dan kehendak tiba-tiba saja dosen pembimbingnya berubah menjadi orang yang amat sangat tidak diinginkan.

Eva sendiri merasa heran kenapa orang seperti Zaidan tiba-tiba menjadi dosen pembimbing padahal lelaki itu sepertinya belum pernah melakukannya dan beliau masih menjadi dosen baru di kampus mereka.

"Tapi lo sudah menyiapkan judul yang harus di setor ke pembimbing?" tanya Ana.

"Gue masih ada waktu tiga hari lagi buat setor, dan gue masih harus konsultasi sama ayah gue terkait skripsi yang gue ambil."

Pandangan mereka berdalih pada Vivi yang terlihat sibuk dengan ponselnya sembari sesekali tersenyum lebar, entah apa yang sedang disaksikan oleh temannya saat ini sampai tidak memperdulikan Eva yang membutuhkan cadangan support.

"Lo lihat apa?" tanya Eva

"sosial medianya Pak Zaidan, sumpah Dia kelihatan keren banget. Bagaimana bisa ada lelaki seperti Pak Zaidan?"

Rekan kampus nya itu tampak menunjukkan sebuah akun sosial media di depannya yang menampilkan foto orang yang amat sangat dikenalnya. Entah bagaimana bisa temannya itu mendapatkan akun sosial media dosennya begitu cepat. Bahkan sama gilanya dengan rekan-rekan yang lain sampai rela membuat akun penggemar untuk Zaidan dan sudah difollow sampai ratusan orang. Ini gila dan amat sangat gila, ia tidak bisa berada di dunia ini terus menerus.

"Gue balik saja, stress gue lama-lama di sini."

Kedua temannya hanya mengedikkan bahunya tidak peduli dengan kepergiannya sekarang ini. Sudahlah temannya sedang tidak diajak kompromi sekarang ini.

***

Kakinya menendang kerikil yang ada di depannya sembari berjalan menuju rumahnya, ia membenci keadaannya sekarang ini. Bayangannya dimana kejadian beberapa waktu lalu masih tergiang dalam ingatannya dan ia membencinya karena lelaki itu sudah mengambil sesuatu yang seharusnya diambil oleh suaminya nanti.

Pandangannya berdalih pada halaman rumahnya yang mendadak penuh, entah ada acara apalagi rumahnya sekarang ini. Kemarin arisan dan sekarang apalagi. Langkahnya berjalan menuju kedalam rumahnya dan memperhatikan orang tuanya tampak terdiam dengan beberapa orang asing di rumahnya di sebelahnya.

“Papa... Mama...”

Pandangan mereka berdalih memperhatikan Eva yang hanya memasang wajah bingungnya.

“Eva, kamu sudah pulang Nak?” tanya sang ibu sembari menggenggam erat tangannya.

Tubuhnya berjingkat kaget melihat lelaki yang tidak asing di depannya itu, matanya melotot melihat lelaki dengan tubuh tegapnya berada di depannya tampak menatap dirinya dalam.

Eva menyentuh lelaki di depannya menggunakan jari tangannya, berharap kalau ini adalah bagian dari mimpinya.

“Kamu sedang apa?” tanya Zaidan sembari menatapnya dalam.

“Woah! Asli! Ini asli,”

Sang ibu dengan cepat menarik anak bungsunya agar berjauhan dari Zaidan yang hanya menaikkan sebelah alisnya bingung. Eva memperhatikan sang ibu yang mengkodenya untuk diam tanpa mengatakan sepatah kata apapun.

“Kamu pikir saya palsu?”

“Apa Bapak datang ke rumah saya untuk menagih skripsi saya?” tanya Eva.

Herman yang mendengar perkataan sang anak hanya berusaha untuk menutup mulut Eva agar tidak banyak bicara, ia tidak ingin sampai lelaki yang ada di depannya mendengar perkataan konyol sang putri.

“Kamu ini kenapa sih?” omel Herman.

Eva berusaha melepaskan diri dari jeratan sang ibu serta ayahnya, tenggorokannya mendadak kering melihat keadaannya saat ini. Tatapannya hanya mengarah pada lelaki yang memasang wajah datar di depannya, entah bagaimana bisa lelaki yang ada di depannya bisa datang ke rumahnya seperti sekarang ini.

“Enggak, kedatangan saya kemari bukan tentang urusan kampus. Kalau begitu sekarang saya to the point saja. Saya datang kemari dengan kesepakatan bersama untuk melamar kamu sebagai istri saya,”

BRTTTT!!!

Semburan air yang ada di dalam mulut Eva keluar begitu saja dan membuat kedua orang tua dari Eva mendadak panik, tentu saja panik karena semburan dari mulut sang anak mengenai wajah lelaki yang ada di depannya. Bahkan kedua orang tua dari Zaidan hanya menatap khawatir sang anak apalagi hanya tatapan datar yang ditampilkan oleh Zaidan.

"Maaf... maaf..." Orang tuanya panik dan sibuk memberikan tisue pada lelaki di depannya. 

Rasanya semua orang yang ada di ruangan ini lebih takut dengan Zaidan ketimbang yang dituakan sekarang ini. Sumpah Eva tidak peduli dengan permintaan maaf sekarang ini. 

"Bapak, saya enggak salah dengar, kan?" tanya Eva.

"Enggak,"

"Coba saya mau ulang," pinta Eva.

Zaidan kini mengambil sapu tangan yang ada di saku bajunya dan membersihkan sisa air di wajahnya.

"Saya ingin melamar kamu sebagai istri saya dan setelah ini saya enggak terima pengulangan kata," ucap Zaidan.

"Hahaha...."

Tawa Eva terdengar sumbang dan tatapan hanya mengarah pada sang kakak yang hanya menunduk menatap lantai yang ada di bawahnya. Seharusnya yang menikah adalah kakaknya dan bukan dirinya, ia belum siap untuk menikah dan sekarang ia sibuk mengerjakan skripsi miliknya.

"Ini gila, siapa juga yang manu menikah."

Eva memijat pangkal hidungnya semuanya mendadak menjadi berat, bukan impiannya menikah dengan lelaki yang ada di depannya itu. Ini gila dan benar-benar sangat gila sampai rasanya ia harus masuk ke rumah sakit jiwa sepertinya.

"Ini GILA!"

Semuanya mendadak gelap, ia tidak ingin menikah dengan orang yang dibencinya sekarang ini.

To be continued...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Kerinduan
8.5
Kehadiran seorang terapis laktasi pria di rumah memicu keresahan mendalam bagi sang istri. Alih-alih mendapat dukungan, permintaannya untuk mengganti terapis justru dihadapi dengan kemarahan sang suami yang menganggapnya terlalu berlebihan dan menyusahkan. Namun, situasi berubah drastis saat suaminya pergi untuk perjalanan dinas. Di malam yang sunyi itu, terapis tersebut melangkah jauh dari tugas profesionalnya, menggunakan tangan dan mulutnya hingga diam-diam membuka gaun tidur sang istri tanpa sepengetahuan suaminya.
Sampul Novel Aku Tak Mau Dimadu
9.7
"Aku menolak dipoligami!" tegas diriku. Tidak ada istri yang sudi berbagi cinta, begitu pula denganku. Keadaan terasa kian menyiksa karena calon maduku ternyata perempuan dari masa lalu yang pernah mengisi hati suamiku. Naya, ingatlah ini: sampai embusan napas terakhirku, aku bersumpah takkan membiarkanmu merebut suamiku. Aku akan berjuang mempertahankan pernikahan ini dan memastikan kau tidak akan pernah bisa memilikinya kembali.
Sampul Novel ALEYA
8.5
Kepergian sang ayah yang misterius memaksa Aleya Cantika Saraswati menjadi tulang punggung keluarga. Demi menemukan ayahnya, ia memulai pencarian yang membawanya bertemu dengan sejumlah pria dari berbagai latar belakang. Meski terjebak dalam pusaran asmara yang rumit, Aleya tak goyah dari misi utamanya. Namun, saat targetnya berhasil ditemukan, kenyataan pahit menanti. Kini ia dihadapkan pada pilihan sulit: merelakan keputusan ayahnya atau berjuang membawanya pulang demi ibu dan adik-adiknya.
Sampul Novel Anak Rahasia Sang Presdir
8.2
Kehidupan Ariana hancur akibat pengkhianatan ibu tirinya, memaksanya menjadi ibu pengganti bagi miliarder berhati dingin. Usai melahirkan, sang presdir dengan kejam merebut bayinya agar tidak perlu terikat pernikahan. Namun, seiring berjalannya waktu, kebekuan hati pria itu mulai mencair. Di tengah kepedihan dan perpisahan paksa tersebut, benih cinta tak terduga perlahan tumbuh di antara mereka, perlahan mengubah dendam menjadi kehangatan.
Sampul Novel Balas Dendamnya Adalah Kecerdasannya
9.4
Evelin kerap dikucilkan keluarganya bagai itik buruk rupa. Namun, takdir berbalik saat CEO Carlos justru memilih menikahinya, bukan sang saudari tiri yang sempurna, Paramita. Di balik cemoohan khalayak, Evelin membuktikan dirinya bukan gadis biasa dengan mengungkap rahasia besar bahwa ia adalah pakar keuangan, genius AI, sekaligus penyembuh ajaib. Saat para pembenci berlutut meminta maaf, Carlos pun menunjukkan pesona sejati Evelin yang memikat dunia.
Sampul Novel Cintaku Sudah Habis
8.1
Fitnah kejam dari Rina menghancurkan kisah cinta Kaluna dan Citra hingga berakhir tragis. Kebencian mendalam kini menyelimuti hati Citra, namun sebuah rahasia besar yang selama ini tersembunyi perlahan mulai terungkap. Di tengah situasi pelik ini, Kaluna harus berjuang keras demi bertahan hidup dan menghadapi kemarahan sang mantan kekasih. Apakah kebenaran yang sesungguhnya dapat terungkap sebelum semuanya terlambat?