APKDock Logo
Sampul Novel Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

8.5 / 10.0
Kehadiran seorang terapis laktasi pria di rumah memicu keresahan mendalam bagi sang istri. Alih-alih mendapat dukungan, permintaannya untuk mengganti terapis justru dihadapi dengan kemarahan sang suami yang menganggapnya terlalu berlebihan dan menyusahkan. Namun, situasi berubah drastis saat suaminya pergi untuk perjalanan dinas. Di malam yang sunyi itu, terapis tersebut melangkah jauh dari tugas profesionalnya, menggunakan tangan dan mulutnya hingga diam-diam membuka gaun tidur sang istri tanpa sepengetahuan suaminya.

Air Mata Kerinduan Bab 1

Seorang terapis laktasi pria datang ke rumah.

Aku merasa sangat tidak nyaman dan ingin suamiku menggantinya, tapi suamiku malah memarahiku, bilang aku berlebihan dan merepotkan.

Namun, yang suamiku tak tahu….

Tepat pada malam dirinya pergi untuk perjalanan dinas, terapis laktasi yang dia panggil tidak hanya menggunakan tangan, tapi juga menggunakan mulutnya.

Pada akhirnya, dia bahkan diam-diam membuka gaun tidurku….

Namaku Rani, berusia dua puluh tujuh tahun dan baru saja memasuki masa menyusui.

Setelah melahirkan, produksi ASI-ku agak berlebih.

Karena anakku tak bisa menghabiskannya, jadi sering terjadi penyumbatan saluran ASI. Membuat dadaku terasa bengkak dan sakit, itu juga sangat membuatku frustasi.

Untungnya, suamiku merasa kasihan dan meminta ibu mertua untuk memanggilkan terapis laktasi.

Namun yang tak kuduga, yang mengetuk pintu rumahku keesokan harinya adalah pria muda setinggi 185 cm.

“Halo kak, namaku Jeff, seorang terapis laktasi.”

Kok laki-laki?

Melihat pria muda di depanku yang tampak ceria, ramah dan sepertinya beberapa tahun lebih muda dariku, tanpa sadar aku pun mengerutkan kening.

Namun, Jeff menggaruk kepalanya dan berkata,

“Jangan takut, kak. Aku profesional dan punya sertifikat resmi.”

Untuk meyakinkanku, Jeff bahkan menunjukkan sertifikat kualifikasinya.

Meski begitu, aku tetap merasa sangat tidak nyaman.

Bagaimanapun, aku adalah wanita yang tertutup.

Tiba-tiba ada pria yang bukan suamiku mau menyentuh tubuhku, hal itu membuat badanku terasa tidak nyaman.

Namun, saat aku memberitahu suamiku untuk berbicara dengan ibu, agar mencarikan terapis wanita, suamiku malah memasang wajah kesal dan memarahiku.

“Rani, meski kamu nggak suka dengan ibu, kamu juga nggak boleh terus mencari-cari kesalahannya! Apa bedanya pria dan wanita? Mau pakai atau nggak, terserah kamu!”

Sikap suami yang acuh tak acuh itu membuatku merasa sangat sedih.

Yang akan disentuh pria lain itu istrinya, bukan istriku.

Dia bahkan tidak keberatan, apa lagi yang bisa kukatakan?

Aku menggigit bibir dan berpura-pura tidak peduli.

“Yasudah, kalau begitu nggak perlu diganti.”

Namun, saat tiba saatnya untuk pijat laktasi keesokan harinya, aku kembali merasa canggung.

“Bisa nggak jangan menyentuhku?”

Aku menarik erat baju tidurku, dengan wajah penuh waspada menatap Jeff yang datang ke rumahku pagi-pagi buta sekali.

Suamiku sudah pergi ke kantor.

Hanya ada aku dan anakku di rumah.

Memikirkan apa yang akan dilakukan pria ini selanjutnya membuatku merasa sangat aneh.

“Kak, kamu nggak lagi bercanda? Bagaimana bisa memijat laktasi tanpa menyentuh?”

Merasakan penolakan keras dariku, Jeff menggaruk kepalanya dengan canggung.

“Haruskah dengan menyentuh? Nggak ada cara lain?”

Lubuk hati terdalamku menolak dan masih ingin berjuang.

Namun, Jeff menunjuk ke arah bayi di ranjang bayi dan berkata,

“Ada, tapi hasil dari cara lain terlalu lambat. Kalaupun kakak bisa menunggu, anakmu juga nggak bisa menunggu.”

Benar, aku bisa menunggu, tapi anakku tak bisa.

Perkataan Jeff menyentuh titik lemahku.

Aku terdiam.

Aku sudah menjadi seorang ibu, aku tak bisa hanya memikirkan diriku sendiri. Aku harus memikirkan anak juga.

“Yasudah… kalau begitu.”

Melihat Jeff di depanku yang lebih tinggi dua kepala dariku, aku menggigit bibir, ragu-ragu cukup lama dan pada akhirnya tetap membuat keputusan.

Anggap saja ini demi anak.

Aku duduk di tepi ranjang, mengumpulkan keberanian dan dengan susah payah memaksakan diri untuk menerima apa yang akan terjadi selanjutnya.

Namun setelah meletakkan tanganku di dada dan melihat Jeff di depanku, aku tetap tak bisa menahan diri untuk bertanya,

“Bolehkah kamu… berbalik dulu?”

Ditatap langsung oleh pria asing, meskipun diriku sudah siap secara mental, aku tetap merasa sangat malu.

“Tentu saja bisa.”

Untungnya, Jeff sangat pengertian dan membalikkan badannya.

Barulah aku menghela napas lega dan sedikit lebih baik.

Namun, saat aku membuka kancing dan memperlihatkan dada, wajahku tetap memerah secara perlahan.

“Kamu… sudah boleh berbalik.”

Aku mengatakannya dengan sedikit malu-malu, menatap Jeff dan tetap ada kewaspadaan dalam hatiku.

Yang tak kuduga adalah setelah berbalik, dia langsung memujiku.

“Kakak, bentuk payudaramu sangat bagus.”

Pujiannya yang tiba-tiba ini membuatku agak bingung.

“Be… benarkah?”

Aku menundukkan kepala karena malu, tapi secara tidak sadar juga membusungkan dada sedikit.

Iya, bentuk tubuhku tidak jelek.

Suamiku juga sering memuji lekuk tubuhku cantik dan payudaraku besar dulu.

Hanya saja, aku tidak mengerti kenapa aku yang dulunya berpayudara besar, setelah melahirkan malah menjadi tepos.

“Iya, banyak wanita akan mengalami tingkat pengenduran yang berbeda setelah melahirkan, tapi aku tak menyangka payudara kakak begitu besar, setelah melahirkan bahkan masih bisa begitu kencang dan indah.”

Jeff memujiku tanpa ragu.

Ini membuat penolakanku terhadapnya berkurang drastis dan kewaspadaan dalam hatiku perlahan menghilang.

Karena tatapan matanya padaku begitu jernih dan dari caranya mensterilkan tangan, lalu mengenakan sarung tangan, setidaknya dia terlihat profesional dalam segi persiapan.

“Kakak, silakan berbaring, aku akan segera mulai.”

Saat Jeff sudah mempersiapkan semuanya, barulah aku menyadari bahwa dia tetap harus menyentuh tubuhku pada akhirnya.

Ini membuat wajahku terasa panas seperti terbakar.

Namun karena sudah sejauh ini, aku hanya bisa menurut, berbaring di ranjang seperti domba kecil yang siap disembelih.

Kemudian, aku menyaksikan Jeff mengulurkan sepasang tangan besar yang hangat.

Sedikit demi sedikit, perlahan-lahan menempel di tubuhku….

Lanjut Membaca

Daftar Isi Air Mata Kerinduan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel 66 Kali, Aku Tak Lagi Mencintaimu
8.8
Setelah enam puluh enam kali melamar, Vincent akhirnya berhasil meluluhkan hati pasangannya di upaya ke-67. Di awal pernikahan mereka, sang istri menyiapkan enam puluh enam kartu maaf yang bisa digunakan Vincent setiap kali ia berbuat salah. Namun selama enam tahun berumah tangga, Vincent terus-menerus memicu kemarahan istrinya demi membela teman masa kecilnya, hingga kartu-kartu itu perlahan habis dihapus. Saat kartu ke-64 digunakan, Vincent baru menyadari ada perubahan dingin yang tidak biasa.
Sampul Novel Fantasi Dina, di Tengah Duda Beranak 3
8.1
Dina, seorang sekretaris andal, harus menghadapi ancaman kebangkrutan kantornya akibat pandemi. Di waktu yang sama, sang atasan, Pak Agus, sedang terpuruk dalam duka setelah kepergian sang istri. Saat bantuan bersyarat dari Mr. Hanks datang dan memicu dilema moral, Dina memilih bertahan demi nasib rekan-rekan kerjanya. Berbekal keberanian, ia mengambil alih kemudi untuk menyelamatkan perusahaan dari kehancuran finansial sekaligus memulihkan kondisi emosional di sekitarnya.
Sampul Novel Gairah Tanpa Akhir
8.8
Kehangatan menyelimuti ruang tamu sederhana saat Renata mendesah pasrah di bawah kecupan mesra Eka pada lehernya. Di atas sofa tua yang bergoyang, hasrat muda mereka meledak. Jemari nakal Eka menyusup ke balik kaos oblong Renata, meremas tubuhnya dan mengalirkan getaran hebat di ruangan sempit itu. Dalam dekapan erat sang kekasih, Renata hanya mampu mendesah memanggil nama Eka seiring sentuhan intens yang memilin seluruh raganya.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi kesembuhan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang rela menjadi donor sumsum tulang belakang. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun sepakat dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Kini, Alicia menjalani hari-harinya sebagai istri yang tersembunyi layaknya seorang simpanan. Akankah pernikahan kontrak ini menumbuhkan cinta tulus, atau justru berujung luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Perjalanan Waktu: Cintaku dari Keluarga Kerajaan
8.4
Harper Chu, ahli forensik masa kini, terpaksa melarikan diri ke era Dinasti Cerah demi menghindari konspirasi kriminal berbahaya. Menyamar sebagai putri pejabat tanpa sekutu, ia harus bertahan hidup di masa lalu. Namun, keahlian uniknya justru memicu kecurigaan seorang pangeran kerajaan. Di tengah intrik istana yang mengancam nyawanya, sanggupkah Harper menyembunyikan identitas aslinya sembari menuntaskan misi balas dendam?
Sampul Novel Poligraf
8.4
Dalam dunia fiksi ilmiah remaja ini, sentuhan fisik menjadi pendeteksi kebohongan yang mematikan, membuat rahasia tidak lagi aman. Ketika batas antara kebenaran dan tipu daya mulai kabur akibat kekuatan misterius tersebut, sang tokoh utama harus menghadapi konsekuensi yang mengancam hidupnya. Apakah kejujuran mutlak ini akan membawa kedamaian yang dicari, atau justru menjadi pemicu kehancuran total bagi mereka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan