APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Perfec Husband

My Perfec Husband

Avril terjebak dalam situasi buntu ketika seorang pria menyodorkan penawaran mutlak yang tak mungkin ia elak. Hanya ada dua pilihan rumit bagi Avril: menyerahkan dirinya seutuhnya atau bersedia dinikahi oleh pria tersebut. Tekanan dari ucapan yang dingin dan penuh kuasa itu membuat Avril didera keraguan mendalam. Apakah ia akan tunduk pada paksaan ini karena terdesak keadaan, ataukah sebenarnya ada keinginan dari dalam lubuk hatinya untuk menerima tawaran itu?
Bab
Bagikan

Bab 2

Happy reading

Avril POV

Aku menatap pantulan wajahku di depan cermin, bawah mata yang hitam dengan bibir pucat terlihat sangat mengerikan.

Perlahan tanganku mengambil lipstik dan sedikit mengusapnya ke bibir, warna merah dari lipstik yang aku pakai sedikit banyak membuat bibirku tidak lagi terlihat pucat.

Hari ini sudah terhitung 3 bulan sejak Tama meninggalkanku, dan sampai saat ini aku masih sulit untuk melupakan lelaki itu.

Aku sendiri bingung apa yang sudah lelaki itu lakukan sampai membuat aku begini, sulit lepas dari jeratan lelaki itu. Demi Tuhan aku lelah sekali, tapi untuk lepas dan melupakan Tama bukan hal yang dengan mudah untuk aku lakukan.

Senyum kecil aku pancarkan, menatap wajah seorang gadis pucat dengan di hidupin sedikit lipstik merah, itu aku. Dan itu benar benar terlihat sangat menyedihkan.

"Bangun Avril, Tama yang kau banggakan itu sudah bahagia dengan pilihannya. Lalu kenapa kamu masih terlihat menyedihkan begini, bangun bodoh." Maki ku pada diri sendiri.

Tanganku mengambil parfum di atas meja, lalu sedikit memakainya, bau harum dari parfum itu sedikit membuat aku rileks.

"Kalau lelaki itu bisa, lalu kenapa kamu tidak? Ayo Avril kamu pasti bisa," ucapku menyemangati diri sendiri.

*****

Avril POV

Tanganku berkutat dengan sekumpulan berkas berkas di atas meja, jam bahkan sudah menunjukkan waktu makan siang, tapi sialnya pekerjaanku masih jauh dari kata selesai.

Mataku melirik sekeliling, sudah hampir kosong. Tentu saja memangnya karyawan bodoh mana yang mau menghabiskan waktu dengan sia sia, apa lagi waktu makan siang hanya 60 menit. Tentu saja semua orang di jam segini sudah nangkring di kantin kantor.

Lapar mulai aku rasakan, lagi lagi mataku melirik jam di pergelangan tangan. 12.35 masih ada 30 menit sebelum semua orang akan datang. Karena memang batas makan siang tidak lama.

"Astaga kenapa tugas ini tidak selesai selesai," ucapku tidak habis pikir.

Tanganku mengumpulkan berkas berkas itu di atas meja, menyusunnya menjadi satu. lalu menatanya di samping laptob milikku.

Tidak tahan lagi, rasa lapar itu makin membuat perutku sakit.

" Avril tunggu," teriak seseorang.

Aku berbalik dan mendapati Mbak Tasya, sekertaris bossku tengah berlari ke arahku. Keringat di dahi dan mulut ngos-ngosan itu sama sekali tidak wanita itu hiraukan.

"Kenapa Mbak? Kok lari lari?" Tanyaku penasaran.

"Tu--nggu sebentar," ucap wanita itu putus putus.

Aku menunggu Mbak Tasya yang sedang mengatur nafasnya, sepertinya wanita itu kelelahan.

"Kenapa lari lari si Mbak? Jadi kelelahan begitu kan," ucapku sambil geleng geleng kepala.

Setelah beberapa menit menunggu, barulah Mbak Tasya menatapku dengan wajah tidak terbaca.

"Bisa bantu Mbak Avril? Ini penting sekali," ucap Mbak Tasya sedikit merengek.

"Tolong apa Mbak?"

"Emmm," bisa ku lihat sepertinya Mbak Tasya ingin mencari alasan yang mungkin masuk akal.

"Begini Pak Radhika hari ini ada acara keluarga di rumahnya, dan kamu tau sendiri kan bagaimana Pak Radhika itu? Bisa bantu Mbak bujuk dia agar mau pergi?" Tanya Mbak Tasya lagi.

Aku mengerutkan keningku bingung, hey memangnya aku siapa sampai berani memaksa bossku, demi Tuhan aku masih ingin hidup.

"Mbak memangnya Avril siapa, kenapa harus Avril," ucapku kaget dan dengan segera menggelengkan kepalaku.

"Pls, cuma kamu yang bisa Mbak minta tolong. Kamu kan dekat dengan Pak Radhika," jawab wanita itu.

Hey sejak kapan aku dekat dengan bossku itu, tidak tau kah dia kalau aku malah sedikit banyak membenci bos ku itu.

Demi Tuhan walaupun wajah tampan dan harta lelaki itu banyak, aku tetap tidak menyukainya.

Dia tidak hanyalah iblis yang menyamar menjadi manusia, tidak ada hal baik yang lelaki itu lakukan. Semuanya adalah kata kata berbisa yang mampu membunuh siapa saja hanya dengan ucapannya.

Aku sama sekali tidak ingin berurusan dengan Pak Radhika.

"Jangan aku Mbak, kan Mbak Tasya tau sendiri bagaimana dendamnya Pak Radhika dengan ku," ucapku memelas.

Aku yakin Pak Radhika akan makin dendam denganku kalau aku memaksanya, tau sendiri seberapa gilanya direktur di perusahaan besar kan?

Walau pintar semua bos itu sama saja, sama sama memiliki sakit jiwa dan semena mena dengan para karyawan.

"Tidak ada orang lain Vril, mau ya bantu Mbak?" Bujuk wanita itu memelas.

Aku memalingkan wajah, Mbak Tasya ini tau saja kelemahanku. Aku tidak bisa menolak kalau dia sudah memohon begini.

"Mbak," ucapku tidak mau.

"Kali ini saja," paksa Mbak Tasya dengan terus membujukku.

Aku menghela nafasku berat, demi Tuhan aku sama sekali tidak ingin berurusan serius dengan Pak Radhika. Apa lagi mengingat sifat Lucifer yang Pak Radhika miliki, aku semaki tidak mau berurusan dengannya.

Tapi kalau begini, aku harus bagaimana lagi? Dengan berat aku menganggukkan kepalaku menyetujui.

Bisa ku lihat wajah berbinar dari Mbak Tasya, lalu dengan semangat wanita itu memberikan toobag yang aku yakin berisi pakaian Pak Radhika.

"Semangat," ucap Mbak Tasya dan berlalu dengan senyum lebar.

Aku menatap toobag bag di yang barusan di berikan Mbak Tasya lalu melihat ke ruangan Pak Radhika, demi Tuhan Avril apa yang baru saja kamu lakukan? Berurusan dengan bos setan itu? Astaga kamu benar benar sudah gila.

Pasrah, aku melangkah ke ruangan pak Radhika. Berusaha mengumpulkan keberanian, tenang Avril tidak papa. Kamu pasti bisa, batinku menyemangati.

Aku menatap pintu besar di depanku, ada keraguan untuk masuk. Lebih tepatnya takut dan malas, kenapa aku harus menjerumuskan diriku sendiri ke depan mulut buaya. Batinku nelangsa.

Setelah mengumpulkan banyak keberanian, aku mengetuk pintu ruangan Pak Radhika.

"Permisi pak," ucapku dan membuka sedikit pintu ruangan Pak Radhika.

Bisaku lihat Pak Radhika yang menatapku dengan satu alis terangkat, seakan bertanya dengan kedatanganku.

Aku menelan ludahku pelan, tatapan tajam Pak Radhika membuatku sulit bernafas. Demi Tuhan kakiku mulai gemetaran sekarang, kenapa tatapannya tajam sekali si.

Tanganku mendadak berkeringat dingin, badanku juga mulai bergetar.

"Kamu akan diam sampai kapan?" Tanya Pak Radhika datar.

Aku langsung berjalan cepat ke depan bos ku itu, menatapnya dengan jantung berdegup kencang. Tenang Avril kamu hanya perlu mengatakannya lalu pergi, batinku menyemangati.

"Emm begini pak, emm tadii Mbak Tasya bilang, emm bapak, emm di---"

"Berhenti bertele-tele dan katakan dengan cepat apa tujuanmu," ucap Pak Radhika memotong.

Aku mengetatkan rahangku kesal, tidak kah dia tau kalau aku itu takut. Sialan, bos ku itu benar benar membuatku kesal.

"Itu Pak, emm tadi Mbak Tasya mengatakan pada saya agar bapak pulang ke rumah, karena orang tua bapak mengadakan acara keluarga," ucapku pelan. Berusaha biasa saja dan tidak gugup. Lagian Pak Radhika juga, apakah dia tidak bisa melembutkan sedikit wajahnya itu.

"Hmm."

Respon Pak Radhika membuat aku kesal bukan main, sialan aku mengumpulkan banyak keberanian untuk berbicara dengannya, dan lihat responnya itu. Hmm? Hanya hmm? Sialan dia benar benar membuatku kesal.

"Hmm??" Tanyaku lagi.

Pak Radhika menatapku datar, lalu kembali melihat ke arah berkas berkas di atas meja.

Sialan, apa apaan dengan responnya itu? Batinku tidak terima.

"Pak? Jadi?" Tanyaku lagi.

Pak Radhika kembali melihat ke arahku dengan alis terangkat.

"Apa lagi?"

"Jawaban bapak apa?" Tanyaku mulai kesal.

Oke aku tidak mau sopan lagi, bosku ini benar benar menyebalkan. Lagian kalau bukan karena terpaksa, aku juga tidak mau berurusan dengan Pak Radhika.

"Apa masalahmu Avril, saya akan pulang kalau saya ingin."

TBC

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Pernikahan Sang Mafia
8.6
Demi menebus dosa masa lalu sang ayah, Leonard, Aveline Harper yang berusia 21 tahun dipaksa menikahi Gabriel Alaric. Di balik pernikahan dingin ini, Gabriel menjadikan Aveline sebagai alat balas dendam, meski batinnya sendiri tersiksa oleh rahasia kelam. Di tengah badai emosi dan kebencian suaminya, Aveline mencoba bertahan dan memahami luka masa lalu Gabriel. Akankah dendam membara ini membawa kehancuran bagi mereka, atau justru menumbuhkan cinta tak terduga?
Sampul Novel Pengantin Sempurna Sang CEO: Kesepakatan dengan Iblis yang Menyamar
8.1
Leyla kerap dituduh sebagai penggoda licik yang ambisius. Namun, sebuah pernikahan mendadak dengan Colton, miliarder playboy yang baru dikenalnya, menggemparkan publik. Hubungan yang semula dikira murni transaksi bisnis tanpa cinta ini mulai berubah saat Colton memperlihatkan sisi rapuhnya di sebuah pesta. Leyla pun tersadar bahwa seluruh pertemuan hingga pernikahan mereka sebenarnya adalah skenario matang yang telah dirancang Colton sejak awal.
Sampul Novel Gema Lagu Sunyi
8.4
Kehidupan Eve Walton sebagai istri Brayden Reynolds selalu menjadi pusat perhatian, terutama setelah pernikahan mereka diumumkan demi melindunginya. Namun, semua kebahagiaan itu sirna saat seorang wanita membawakan lagu cinta ciptaan Eve bersama Brayden dalam sebuah siaran langsung. Wanita itu mengklaim kepemilikan atas Brayden, diperkuat bukti video mesra yang menunjukkan bekas luka suaminya. Kecewa atas pengkhianatan ini, Eve memutuskan menyerahkan surat cerai untuk mengakhiri hubungan mereka.
Sampul Novel Janji yang Hancur, Cinta yang Tak Terucap
9.5
Bara mendedikasikan enam tahun hidupnya untuk Isabella dan sang ibu mertua. Sialnya, pengorbanan itu dibalas pengkhianatan saat Isabella menyebut pernikahan mereka cuma utang budi. Usai ibunya wafat, Isabella berpaling ke mantan kekasihnya hingga hamil. Badai konflik berujung pada keguguran dan perceraian keduanya. Namun, saat Bara terancam ditabrak, Isabella justru tamengnya hingga tewas. Di akhir hayatnya, terungkap fakta pilu bahwa bayi yang gugur itu sejatinya anak kandung Bara.
Sampul Novel "KALA" Buah Cinta Terlarang
8.8
Tuduhan meracuni mertua menghancurkan pernikahan Kayli dan Gala. Saat berjuang memulihkan nama baiknya, Kayli justru menemukan kegelapan dalam dirinya sendiri. Rentetan peristiwa aneh membuatnya ragu akan kesadarannya saat tragedi terjadi. Apakah ia mengidap kepribadian ganda, atau ada sosok mistis yang merasuki raganya? Teka-teki ini semakin membingungkan ketika Zael, sahabat lamanya, tiba-tiba memanggilnya dengan nama Kala.
Sampul Novel Kehancuran Yang Direncanakan
8.9
Nayla kehilangan segalanya dalam semalam ketika memergoki pengkhianatan tunangan dan sepupunya, tepat saat orang tuanya tewas dibunuh secara sadis. Kini nyawanya terancam sebagai saksi kunci yang paling dicari. Dalam pelariannya, ia nyaris ditabrak oleh Reza, seorang pria asing yang kemudian menjadi tempatnya berlindung. Nayla terpaksa memalsukan identitasnya demi keselamatan diri, tanpa menyadari bahwa sosok penyelamatnya itu juga menyembunyikan sebuah rahasia gelap yang mematikan.