APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Moonlight

My Moonlight

Cassiopeia Arsy, gadis angkuh berjuluk Devil Girl karena gaya Baratnya yang provokatif, pindah ke sekolah baru. Di sana, ia justru jatuh hati pada Zein Damar Priyambada, ketua OSIS dingin yang disegani meski impresi pertama mereka sangat kacau. Di balik konflik yang terus membara, mereka berdua rupanya memendam trauma masa lalu yang kelam. Akankah hubungan emosional ini mampu menyembuhkan luka lama mereka seiring terungkapnya berbagai rahasia?
Bab
Bagikan

Bab 3

Kantin yang biasanya ramai kini semakin ramai dengan hadirnya penghuni baru yang bak dari planet asing. Dengan rambut pelangi yang cukup nyentrik itu bagaimana Cassie tidak menjadi pusat perhatian orang-orang bahkan para pedagang di kantin pun ikut memperhatikan sampai banyak sekali drama, dari kuah bakso yang salah wadah ke gelas, mie ayam yang salah mangkuk, nasi goreng yang ikut salah tempat akhirnya menjadi kacau kantin itu dengan berbagai teriakan, jeritan dan banyak lagi.

Satu orang yang harus disalahkan, kehadiran Cassiopeia Arsy, cewek pindahan dari Amerika yang tampil urakan dan gaya barat yang dibawanya itu.

Sekitarnya kacau, tapi Cassie malah santainya mengaduk minuman, menyuapkan nasi goreng yang sempat dia pesan membuat teman barunya itu melongo tidak percaya.

Nanda menelan ludahnya gugup, dia bahkan tidak bisa berkutik seolah semua laser laras panjang tertuju padanya yang sekali saja dia bergerak nyawanya melayang.

Vanya, teman baru yang menawarkan diri untuk menjadi teman Cassie merutuk dalam hatinya telah mengambil keputusan tanpa berpikir dengan akibatnya. Dia tak jauh berbeda dengan Nanda, sama sekali tidak bisa bergerak.

“Jadi dia adalah murid baru pindahan yang katanya dari planet antah berantah?” Sesesiswa mengatakan itu dengan lantang. Sepertinya sengaja benar menusuk gendang telinga Cassie. Tapi si pelaku kekacauan itu justru masa bodoh, tetap santai dengan makanannya.

Tidak habis pikir dengan cara Cassie bersikap disaat pusat perhatian tertuju padanya. Kantin mendadak jadi sarang semut yang yang mencoba berebut gula, membuat kecauan semakin parah.

“Kalian bisa pergi kalau nggak nyaman sama aku. I'm okay, kok,” kata Cassie santai.

Nanda menelan ludahnya. Yang menjadi pusat perhatian itu Cassie, kenapa dia yang tegang bahkan sekalipun bernapas, dia tidak tenang. Apa salahnya? Nanda hanya menemani Cassie karena di sekolah itu sudah pasti cewek planet asing itu tidak ada teman dan kebetulan saja takdir membuat mereka bertemu. Tapi, kenapa endingnya mencekik sekali bagi Nanda?

Tidak jauh juga dengan Vannya yang tangannya gemetar. Dia sungguh tidak bisa bernapas akibat tatapan tajam yang terus menghujam ke arahnya, lebih tepatnya pada Cassie, tapi imbasnya ke Vannya juga.

“Hei devil girl!” seru seseorang memanggil.

Mendengar panggilan lain entah dari mulut siapa, tatapan Cassie seketika dingin menusuk. Dia mengarahkannya ke depan tepat dengan kemunculan seorang siswi dengan tampilan yang cukup rapi dan cantik. Cassie mengakuinya juga tapi lihatlah gayanya itu terlalu bossy. Dilihat dari dua anteknya di belakang. Cewek itu melipat tangan didepan dada.

Cassie tidak menanggapi tapi apa yang dicetuskan cewek itu membuat riuh kantin sekolah yang sebenarnya cukup luas. Devil Girl? Woah! Baru saja hari pertama dia sudah mendapat julukan. Cassie tidak menanggapi, dia masih berlagak santai dengan menghabiskan minumannya tanpa sisa lalu bangun dari duduk, mengarahkan pandangannya ke cewek itu yang tidak terima diabaikan.

“Eh, lo, mau ke mana, heh?”

“It’s not your bussines. Minggir!” balas Cassie tidak peduli.

“Eee, mana bisa? Lo berani juga sama gue, ya! Lo harus tau siapa gue!” katanya menantang.

“Apa harus peduli? Bodo amat. Awas, mau lewat!” sentak Cassie yang membuat sekitarnya sedikit tersentak juga.

Masih dengan tatapan tajam pada cewek di depannya itu, Cassie mengajak Nanda seta Vannya untuk pergi dari sana. Dengan terbata, dan kaku keduanya bergerak bagai robot yang dikendalikan Cassie.

Langkah Cassie mendekat pada cewek sok bossy itu lalu berkata, “Mau ratu kek, putri kek, bahkan dewi sekalipun, aku gak peduli. So, minggir! Devil girl mau lewat!” kata Cassie sambil tangannya menggeser cewek itu yang tak percaya dengan apa yang dikatakan Cassie barusan.

Tapi langkah Cassie kembali terhenti tepat di samping si cewek lalu kembali berbisik, “Thanks buat julukannya, jadi keren ‘kan, aku?” katanya dengan senyum sinis di bibir kemudian dia melenggang begitu saja sambil mengangkat dagunya tak peduli dengan bisik-bisik para siswa- siswi.

Cassie tidak perlu repot menyibak kerumunan semut siswa yang penasaran akan dirinya. Mereka memberi jalan sendiri bak membiarkan ratu lewat dengan aman. Lagi-lagi senyuman terpatri di wajah cewek itu.

Setelah keluar dari kantin dan sedikit jauh ke belakang, Vannya dan Nanda seketika berlomba menghirup udara, mengisi kantong parunya dengan oksigen.

“Huh! Tadi itu nyaris banget. Nyaris mati gue,” celetuk Vannya masih mencoba bernapas lega.

Nanda hanya mengangguk saja dengan apa yang dikatakan Vannya karena dia pun merasakan hal yang sama.

“Who she?” tanya Cassie tidak peduli melihat kedua temannya itu yang kewalahan mengambil napas.

Vannya menarik napas panjang kemudian menegakkan tubuhnya. Dia berdiri di samping Cassie yang memusatkan perhatiannya ke koridor yang sepi.

“Si ratu sekolah yang ganjen,” jawab Vannya.

“Namanya Karina Septiani, anak kelas 11- A3,” jelas Nanda.

“Heem. Gayanya dia memang bossy. Ngeselin banget,” timpal Vannya. “Gue ingetin, yah, Cas. Dia itu selalu nggak mau kalah. Kelakuannya disini makin berani aja hanya karena orang tuanya menyimpan saham di sekolah ini.” Vannya menceritakan sedikit tentang Karina.

Mata Cassie mengerjap, dia sama sekali tidak tertarik.

“Lo harus tau itu, Cas,” sela Vannya ketika Cassie hendak membalas.

“Kenapa?”

“Karena dia udah liat lo. Maka target berikutnya pasti lo,” jelas Vannya. Cassie tentu tidak paham.

“Kamu jangan kebanyakan ngomong, Vannya.” Nanda menegur.

“Mana bisa? Dia harus tahu karena Karina udah ….” Vannya menghentikan celotehnya ketika dilihatnya kode dari Nanda yang memintanya untuk cukup. “Baiklah. Pokoknya lo harus waspada aja, Cassie,” lanjutnya membuat keputusan.

Cassie yang mendengarnya cukup tahu saja. Dia mengangguk tanpa peduli. Setelah kembali memusatkan perhatian ke depan, Cassie berbalik. Baru saja tiga langkah, dia kembali berhenti ketika maniknya menangkap sosok itu di depan sana.

Duk!

“Aw! Apaan, sih, Cassie? Gue jadi ….” Vannya kembali menghentikan celotehnya ketika melihat Cassie yang berdiri di depannya bagai patung. Dia menggerakkan sedikit pandangannya melewati lengan Cassie.

Ada seorang siswa di depan mereka rupanya. Dari pandangan Cassie, dia cukup mengenali sosok itu sebagai seseorang yang dia lihat di depan ruang guru pagi ini.

Postur yang cukup tinggi dengan jas almamater hitam membungkus tubuh atletisnya yang dengan mudahnya bisa Cassie pindai. Kedua tangan yang bersembunyi di saku celana. Tatapan dingin dan ekspresi datar itu cukup jelas dalam benak Cassie. Dia adalah ….

“Kita pergi ke arah lain, yuk,” ujar Vannya tanpa izinnya langsung menarik tangan Cassie sehingga memutus kontak mata yang sempat terjadi antar Cassie dan sosok cowok itu yang tidak asing baginya tapi dia tidak tahu siapa namanya.

Dengan terpaksa Cassie membiarkankan Vannya menyeret tubuhnya dibantu Nanda sementara tatapan Cassie masih tertuju pada sosok di ujung koridor itu tanpa sekalipun mengerjap. Apa yang sebenarnya Cassie lihat?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After You
9.8
Kiren terjebak dalam dilema batin akibat hubungan rahasianya dengan Fabian, pacar sahabatnya, Aurel. Alih-alih sembuh dari trauma masa lalu, Kiren justru kian terpuruk dalam kepedihan baru. Ia terpaksa menyembunyikan perselingkuhan ini karena sadar posisinya hanya sebagai wanita simpanan. Di sisi lain, Fabian cuma memanfaatkan Kiren demi memuaskan hasrat yang tak diperolehnya dari Aurel, tanpa memedulikan perasaan Kiren yang hancur.
Sampul Novel Benih Cinta Romantis di IKN
9.1
Di tengah megahnya proyek IKN, takdir mempertemukan Aiden, seorang arsitek ambisius, dengan Clara, aktivis lingkungan yang idealis. Perbedaan pandangan sempat memicu ketegangan, namun kolaborasi dalam konsep pembangunan hijau perlahan menumbuhkan benih cinta. Saat konflik prinsip dan godaan karier di luar negeri menguji komitmen mereka, keputusan besar harus diambil. Pada akhirnya, keduanya memilih bertahan di ibu kota baru demi menjaga cinta dan impian hijau mereka.
Sampul Novel Cinta Sepasang Operator Data
8.1
Sebagai operator data di sebuah sekolah swasta, Rizal yang berstatus duda sangat mendambakan kehadiran istri tulus yang mau menerima dirinya dan kedua anaknya. Kini, ia sedang serius menjalin kasih dengan seorang perempuan yang berusia empat tahun lebih tua darinya. Sayangnya, jalinan asmara mereka harus menghadapi berbagai rintangan besar yang menguji hubungan tersebut. Mampukah Rizal menjaga komitmennya dan memperjuangkan cinta sejati ini hingga akhir?
Sampul Novel Gairah Cinta
9.6
Kehidupan Billie tampak begitu sempurna dan harmonis dari luar. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia kerap merasa hampa karena terus dibayangi gairah masa lalu bersama para mantan kekasihnya. Keadaan menjadi rumit ketika Celine tiba-tiba hadir kembali di hidupnya. Kini, Billie dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan kestabilan hidup yang telah ia bangun, atau kembali mengejar api asmara masa lalu yang belum padam.
Sampul Novel Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta
9.6
Rencana pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi panggung pembalasan. Adele mengambil keputusan ekstrem untuk tetap melaksanakan upacara pernikahan dalam waktu setengah bulan, namun dengan mengganti sosok pengantin pria. Tanpa melibatkan Darren yang dianggapnya terlalu sibuk, Adele mengurus semua perubahan dokumen secara sepihak. Langkah berani ini dipersiapkan sebagai sebuah kejutan tak terlupakan sekaligus hadiah terakhir dari Adele untuk membalas pengkhianatan cinta Darren tepat di hari pernikahan mereka.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
8.0
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.