APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Lovely Teacher

My Lovely Teacher

Zayn Abidzar, murid SMA bermasalah dengan keluarga yang retak, hampir menyelesaikan sekolahnya. Takdir mempertemukannya dengan Evelyn Green, seorang guru muda, lewat kejadian tak terduga. Pertemuan itu membuat mereka saling berbagi kepedihan masa lalu, termasuk pengkhianatan yang melukai Zayn. Perlahan, cinta terlarang tumbuh di antara guru dan murid ini. Mereka pun terpaksa menyembunyikan hubungan ini dari lingkungan sekolah. Sanggupkah keduanya bertahan tanpa ketahuan?
Bab
Bagikan

Bab 2

Zayn memang pemuda yang selalu berhura-hura. Kedua orang tuanya tidak pernah menghiraukan sedikit pun. Itulah sebabnya mengapa ia melampiaskan kekesalannya pada rokok, minuman keras dan gadis seumurannya.

****

"Hey...itu ada Zayn," seru seorang gadis cantik.

Pakaian yang mereka kenakan serba mini dan membuat mata para pria betah memandang mereka lama-lama.

Musik terdengar kencang didalam ruangan ini. Banyak gadis-gadis meliukkan tubuh mereka di lantai dansa.

"Ini Pub apa club sih? kenapa kalian membawaku kemari?" Zayn mengernyit.

"Tidak penting pub atau club, yang penting cewek-cewek itu merindukanmu Zayn. Lihatlah mereka berteriak memanggil namamu," Tommy menepuk pundak Zayn dan mulai menari dengan random.

"Astaga Zayn udah datang. Kemarilah Zayn!" panggil gadis-gadis muda itu.

"Zayn... nikmatilah mereka Bro! Kalau bukan sekarang kapan lagi kan?" Tommy mengedipkan matanya seolah menggoda sahabatnya.

Ada seorang gadis cantik seumuran dengannya datang dan langsung menggandeng lengannya dengan penuh kemesraan.

"Gimana kalau kita menginap di hotel?" bisiknya pada Zayn.

Tommy yang melihatnya hanya bisa tersenyum lebar.

"Boleh aja! Setelah kesana kita akan ngapain?" Zayn sepertinya mulai tertarik dengan tawaran gadis cantik itu.

"Baiklah, kita pergi sekarang!" Mereka bergandengan dan keluar dari club malam.

Tommy yang melihatnya hanya tersenyum smirk.

"Aku yakin kamu butuh pelampiasan," gumamnya lirih.

Musik di ruangan itu masih berbunyi dengan kencang.

Zayn dan gadis di sampingnya sudah tiba disebuah hotel. Mereka dengan santainya masuk.

"Kenapa kamu bisa masuk kemari?" tanya Zayn.

"Tenanglah, aku punya koneksi di hotel ini. Jadi mereka tidak akan pernah curiga padaku," Ia menggandeng lengan Zayn dengan mesra.

Kamar yang sudah mereka pesan ternyata lebih luas dari perkiraan. Gadis itu langsung saja membuka bajunya dan menggoda Zayn dengan lincah. Mereka tenggelam dengan kehidupan yang penuh dengan dosa.

***

"Pagi Zayn!" sapa teman seangkatannya.

Zayn sudah berada disekolah dan ia melangkah menuju kelasnya.

"Yeah," jawabnya singkat.

Zayn masih saja melangkahkan kakinya.

"Tunggu dulu...!" Ia memegang pundak Zayn.

"Kemarin pagi aku meneleponmu, tapi kenapa kamu gak menjawabnya?" tanyanya.

"Sorry, aku lagi bekerja sambilan." Sahutnya malas.

"Kalau nanti malam kamu punya waktu luang gak? Kamu udah putus sama Alice kan?" Gadis itu berharap.

"Aku ingat sekarang, dia pernah menginap denganku sekali," Batinnya. Dia menatap gadis di depan.

"Entahlah," jawaban Zayn sepertinya bimbang.

"Kalau ada waktu nanti kutelepon deh, tunggu aja ya!" ucapnya lagi.

"Ah iya, oke deh kalau begitu." Zayn mendekat dan tersenyum lebar seakan menyukai gadis itu.

Ia melakukannya karena tiba-tiba ada Alice dan teman-temannya yang melintas. Setelah itu barulah ia melangkah kembali dan senyum aneh terkembang sempurna.

"Tunggu dulu deh, yang barusan itu Erika dari kelas C kan? Apa jangan-jangan mereka berpacaran?" seru teman Alice.

"Eh, gak mungkin lah! teman satu malam aja kali tuh," sahut yang lainnya.

"Alice, apa kamu gak curiga dengan Zayn yang sekarang? dia tiba-tiba memutuskan kamu," ucap teman lainnya.

"Apa-apaan cewek jelek itu, emangnya dia pikir bisa menguasai Zayn untuknya sendiri apa?" Alice menggerutu. Mukanya terlihat kesal dan marah.

Mereka berjalan beriringan dan kembali menuju kelasnya. Alice masih memikirkan kejadian tadi dan memiliki sebuah rencana.

Atap sekolah ketika waktu istirahat.

Zayn melangkah dengan santai. Ia tak bisa menghindari ajakan Alice yang ingin menemuinya di atap gedung.

"Tumben manggil aku! Emangnya kamu mau ngomongin apa?" tanyanya acuh.

Pandangan mata Zayn begitu dingin dan cuek.

"Zayn, aku..." Alice berhenti berbicara.

"Si*l kenapa jantungku mendadak berdebar kencang?" batin Alice.

Mereka saling menatap dengan intens.

Dengan tampang imutnya, Alice seakan menggoda Zayn.

"Eum begini Zayn, apa kamu sekarang udah punya pacar atau lagi deket sama cewek?" tanyanya.

"Pasti ada kan?!" Ia menambahkan.

"Nggak juga," jawab Zayn enteng.

"Oh..begitu ya," sahut gadis itu.

Setelah putus mereka seperti kaku dan susah mau berbicara satu sama lain. Apalagi Zayn yang sudah mendengar penjelasan dari mulut gadis itu ketika bersama teman-temannya.

"Hei, kenapa mendadak kamu gak nelpon aku lagi sih? Apa kamu benci sama aku?" tanyanya. Ia menyilangkan kedua kakinya.

"Bukan gitu..." sahut Zayn.

Ia melihat tingkah gadis di depannya itu.

"Astaga Alice memang manis banget," batinnya.

Mereka masih saling memandang lama. Akhirnya Alice mengeluarkan sesuatu dari dalam kantongnya.

Ia memberikan itu pada tangan Zayn. Zayn hanya menerima tanpa tahu apa barang itu. Gadis itu masih menggenggam tangannya.

"Zayn, hari ini bisa ketemuan gak? aku tunggu hari ini jam 4 sore di stasiun ya! Ada yang ingin aku bicarakan. Tapi...kalau memang gak mau, gak dateng juga gak pa-pa kok." Ia melepaskan genggaman tangannya.

"Tapi aku serius lho, udah ya!" ia bergegas meninggalkan pemuda itu seorang diri.

"Apaan sih ini?" Ia membuka tangannya dan terbelalak tak percaya.

"Ini kan penga*an? kenapa dia memberikannya padaku? Apa dia mau mempermainkan aku lagi?" gumamnya lirih sambil menimbang-nimbang.

"Tapi aku juga belum punya bukti sih siapa sebenarnya pacar Alice." Ia menghela napasnya dengan cepat.

"Ah.... baiklah, aku akan menemuinya nanti sore." Tekad Zayn bulat.

Ia kemudian kembali melangkah ke kelasnya dan mengikuti pelajaran hari ini dengan perasaan bimbang. Pelajaran yang ia terima pun hanya melintas begitu saja.

***

"Zayn...aku pikir kamu gak akan datang! syukurlah kalau kamu datang," Alice tersenyum riang.

Zayn menampakkan wajah dinginnya. Mereka segera masuk kedalam kereta api dan menuju tempat yang ingin Alice datangi.

Mereka berdua makan malam bersama setelah sampai ditempat tujuan. Alice berceloteh panjang lebar, sehingga Zayn mulai memperhatikannya lagi. Zayn menatap wajah gadis di depannya dengan perasaan bimbang.

"Senyumanmu sungguh manis Alice," batinnya.

"Tapi kamu hanya bersandiwara kan?" batinnya ragu.

"Zayn...kita pulang besok pagi saja ya! bagaimana kalau malam ini kita pergi ke hotel?" gadis itu bergelayut manja.

"Baiklah," Zayn menurutinya.

Mereka berdua memanggil taksi dan segera pergi ke hotel yang dimaksud Alice.

Sampai dikamar hotel mereka terbuai dengan hasrat menggebu. Setengah jam berlalu, Alice yang mengajak Zayn menginap ternyata mendadak tidak disetujui olehnya. Jadi, mereka bersiap-siap kembali untuk pulang malam ini juga.

Dengan perasaan kalut, Zayn berani mengucapkan uneg-unegnya.

"El, mau jadi pacarku lagi gak?" tanyanya.

Alice yang tengah bercermin dan menggunakan lipstiknya terpaku mendengar pertanyaan dari pemuda itu. Ia tak jadi merapikan rambutnya yang berantakan.

"Kalau begitu setidaknya kasih tahu aku siapa pacar aslimu?" tanya Zayn lagi sambil mengepalkan tangannya.

Wajahnya muram bercampur marah.

"Ka-mmu ta-ta-hu?" gadis itu tergagap.

Matanya terbelalak tak percaya.

"Siapa? apa aku kenal orangnya?" tanyanya lagi.

tetap tak ada jawaban dari Alice.

Ia menatap mata Zayn dengan dalam.

"Siapa sih orangnya?" desak pemuda itu.

Alice ragu, dia bingung dan khawatir kalau mengatakan siapa pacarnya yang sebenarnya.

"Dia...dia adalah....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hubungan Penuh Gairah
9.1
Trauma masa lalu membuat aktris Yuna menutup rapat hatinya untuk cinta. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang aktor papan atas dalam proyek video klip yang sama. Sebuah insiden tidak terduga membawa mereka ke dalam malam penuh gairah. Yuna mengira itu hanya cinta satu malam biasa, tetapi sang senior justru jatuh cinta dan terus mengejarnya dengan ketulusan. Akankah kegigihan sang aktor mampu menyembuhkan luka lama Yuna dan membuatnya kembali membuka hati?
Sampul Novel Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore
8.4
Felix Salvatore didera dendam kesumat kepada Veronica Reager. Ia menuduh putri musuhnya itu sebagai dalang atas tewasnya sang ibu. Lewat ancaman mati, Felix memaksa Veronica untuk menikahinya. Meski berniat menyiksa sang istri, pertahanan Felix goyah saat perasaan cinta perlahan tumbuh di antara mereka. Akankah kebenaran tentang kesalahpahaman masa lalu terungkap sebelum amarah Felix telanjur menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Ketika Hati Yang Tulus Dibalas Dengan Luka Yang Dalam
9.8
Demi sang kakek, Rania rela bertahan dalam pernikahan yang penuh kebohongan. Namun, kehancuran batin tak terhindarkan ketika ia melihat pengkhianatan Arkana, suaminya. Di balik kepedihan itu, rahasia lama dan perasaan tersembunyi mulai terkuak. Inilah perjuangan seorang wanita untuk bangkit dari luka mendalam, membuktikan kekuatannya setelah sekian lama berkorban dalam senyap.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Kehidupan Cyra Alesha, mahasiswi berumur dua puluh tahun yang bekerja paruh waktu di kota besar, berubah drastis akibat kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam sekaligus pewaris tunggal tersebut tega menyiksa dan menginjak harga diri Cyra. Di tengah penderitaan itu, Cyra justru terpikat oleh pesona sang miliarder. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan menghadapi kekejaman Felix atau memilih berontak untuk membebaskan dirinya.
Sampul Novel Simpanan Ayah Mertua
8.0
Naya Agustin menghadapi dilema berat dalam pernikahannya dengan Kendra Darmawan. Walau mencintai suaminya, segala kebutuhan Naya justru dipenuhi oleh sang ayah mertua. Hubungan mereka kian rumit karena Kendra menaruh dendam kesumat pada ayah Naya yang dianggap sebagai musuh besar. Di tengah konflik ini, Rendi Darmawan muncul memberikan perlindungan yang sangat posesif. Kini, Naya harus menerima kenyataan bahwa rasa aman justru ia dapatkan dari sosok yang tak terduga.
Sampul Novel Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur
9.3
Akibat kesalahpahaman di hotel, Almira terpaksa menikah dengan Adrian Elvano karena desakan keluarga besar. Meski Adrian menolak keras dan bersikap dingin akibat trauma masa lalu, pernikahan tetap terjadi. Almira yang bekerja sebagai guru les anak Adrian pun dianggap sebagai beban tak kasat mata. Di tengah kepedihan batin tinggal di rumah asing tersebut, Almira mendapat peluang emas untuk kuliah di luar negeri. Kini ia dilema: bertahan dalam luka atau pergi demi lembaran baru.