APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Husband Is My CEO

My Husband Is My CEO

Aghata sangat terpukul saat kekasihnya memilih bertunangan dengan seorang pegawai biasa. Didorong obsesi besar, ia mencoba mendekat demi menegaskan bahwa pria itu hanya miliknya. Meski penolakan keras yang ia terima hingga membuatnya menangis pilu karena merasa dicampakkan demi wanita kelas bawah, Aghata tidak menyerah. Ketegangan pun memuncak ketika ia nekat menggoda kembali sang pujaan hati di tengah penolakan yang begitu dingin.
Bab
Bagikan

Bab 1

Jakarta, Kota Megapolitan yang selalu jadi tujuan kaum urban bertaruh nasib. Mentari pagi ini bersinar dengan anggun menampakkan kuasanya sebagai Ratu Semesta. 

Seorang wanita bertubuh mungil terlihat ikut berdesakan antre hendak memasuki bussway. Badannya yang mungil memudahkannya menyusup di antara para penumpang lain. Sial! tak ada kursi kosong. Dengan berat hati, dia berdiri dengan menenteng tas kerjanya. Yah, tak apalah daripada terlambat.

Perkenalkan, namaku Freeya Aqila Hasbie Rasyid. Kata teman- temanku, wajahku yang oriental ini sangat khas. Yah, tentu saja, aku keturunan campuran Tionghoa dan Turki.

Berwajah oriental, tapi tak bermata sipit. Perawakanku yang mungil kudapat dari ibuku yang Tionghoa. Sementara rambut cokelat dan mataku yang hijau kecoklatan, kudapat dari ayahku yang Turki.

Ini adalah hari pertamaku kerja di Jakarta. Sebelum ini, aku kerja di Bandung, di sebuah perusahaan kecil. hingga F. Company merekrutku.

"Presdir, bukankah ini sama artinya Anda menjualku?" protesku dua minggu yang lalu. Mengingat aku direkrut F. Company demi perusahaan yang aku tempati mendapat suntikan dana.

"Aya, F. Company adalah perusahaan besar, kau bisa mengasah kemampuanmu di sana," terang Presdir Antoni.

Aku hanya bisa mendengus kesal. Huft! Karena melamun, aku tak sadar kalau aku sudah sampai di halte depan gedung F. Company. Benar kata Arsyila, sahabatku, F. Company memang perusahaan besar dengan gedung yang begitu megah. Dengan langkah pasti, aku memasuki lobi perusahaan. 

Seorang resepsionis cantik menyambutku dengan senyum ramah.

"Selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu?"

Kusodorkan surat panggilan kerja yang kudapat tiga hari yang lalu. Gadis itu sekilas melihatnya. Dia tampak berbincang dari intercom dan tersenyum.

"Mbak Freeya, sudah ditunggu HRD."

"Silakan naik ke lantai 8! Ruang HRD, tepat di depan lift."

"Terima kasih."

Aku berjalan buru-buru hendak memasuki lift, hingga tiba - tiba aku menabrak seseorang.

Bbbrruuukkkk!

Ceklek.

Tubuhku terhuyung membuat salah satu heelsku patah. Sial! Kupandangi punggung lelaki yang bertabrakan denganku berlalu tanpa sepatah katapun.

"Dia pergi tanpa mengucapkan maaf?" gumamku dalam hati. Sekalian kupatahkan heels yang satunya. Yah, walaupun aku jadi susah berjalan.

Tok tok tok.

Kuketuk pintu bertuliskan R. HRD.

"Masuk!"

Kkkrrreeekkkk.

Suara pintu berderit saat kubuka. Di belakang meja nampak sesosok lelaki tampan berpenampilan rapi, tersenyum kearahku. Tangannya terulur mengisyaratkan agar aku segera duduk.

"Terima kasih," ucapku sembari duduk.

"Freeya Aqila Hasbie Rasyid," baca lelaki yang namanya tertera di papan di meja bagian depan Anggara Samudra.

"Silakan tanda tangani kontaknya!" ucapnya seraya menyodorkan selembar kertas di atas map biru.

"Baca dulu!"

"Kamu terikat kontrak 5 tahun dengan perusahaan kami."

"Silakan ajukan keberatan, jika ada poin kontrak yang janggal!"

Setelah memastikan sekali lagi tak ada yang janggal, kububuhkan tanda tanganku di atas kertas putih itu.

Lelaki itu menyodorkan sebuah tanda pengenal. Ada fotoku di sana.

"Aku Anggara Samudra."

"Kamu bisa panggil aku, Gara!"

"Selamat bergabung di F. Company!"

Gara mengulurkan tangannya yang langsung kujabat dengan penuh semangat. Kusunggingkan senyum termanisku.

"Mari! Kutunjukan ruanganmu!"

"Iya."

Aku mengekori Gara yang melenggang sembari menunjukkan ruanganku.

Divisi Pengembsngan Proyek berada di lantai 40. Di ruangan ini, ada sekitar 12 orang.yang tampak berkutat dengan laptop masing-masing. Mereka serempak berdiri saat melihat Gara dan aku masuk.

"Selamat pagi."

"Pagi ... !"

"Perkenalkan, dia adalah Ketua Divisi Pengembangan Proyek yang baru, Freeya Aqila Hasbie Rasyid," kata Gara dengan suara tegasnya.

"Selamat datang dan selamat bergabung."

"Terima kasih."

"Mohon kerja samanya," ucapku dengan sedikit menunduk.

Mereka satu per satu menyalamiku dan memperkenalkan diri. Seorang gadis cantik menyalamiku dan memelukku.

"Aku Kinar. Kamu akan duduk bersebelahan denganku," ujarnya.

"Panggil saja aku, Aya!"

"Oke."

Kinar menatap ke arah bawahku saat dia menyadari jalanku yang aneh. Aku tersenyum kecut menyembunyikan rasa maluku.

"Kenapa?"

"Patah saat aku tabrakan sama orang tadi di depan lift. Daripada aneh, ya sekalian kupatahkan saja yang satunya," terangku.

"Tenang! Aku pesankan sebentar."

***

Di ruangan Direktur F. Company, ruangan yang sebagian besar bersekat kaca ini terlihat tenang. Di belakang meja, duduk seorang lelaki tampan dengan perawakan tinggi atletis tengah memainkan sebuah papan nama dari kayu berlapis kaca, bertuliskan CEO DEMAS FABIAN.

Aku berdiri mematung. Huh! Aku mendengus, bukankah dia lelaki yang menabrakku tadi? Dia CEO yang membeliku?

Terus kumainkan jemariku sembari menunggu dia selesai memeriksa CV milikku. Dia menatapku dengan tatapan yang tak kusukai. Dia bangkit dan ganti duduk di atas meja.

"Freeya Aqila Hasbie Rasyid, Ratu

Presentasi, benar?"

Aku hanya mengangguk.

"Berapa lama kerja di perusahaan sebelumnya?"

"Bukankah sudah tertera di CV? Ngapain nanya?" gumamku dalam hati.

"2 tahun," jawabku datar.

"Tahu kan, kenapa aku merekrutmu?"

"Tahu."

Aku masih ogah-ogahan menjawabnya. Entah kenapa, aku begitu kesal dengan lelaki di depanku ini.

Aku merasa seperti budak belian. Dia memicingkan mata ke arahku. Aku balas menatapnya. Disodorkannya setumpuk berkas kepadaku. Tanganku hampir saja kewalahan.

"Revisi! Sebelum jam 3 sudah harus ada di mejaku!" perintahnya dingin.

"Hah! Yang benar saja? Anda bercanda?" protesku geram.

"Oh! Protes? Akan aku tambah pekerjaanmu!" ancamnya.

"Tapi ini penindasan!"

"Anda menukarku dengan suntikan dana untuk perusahaan Tuan Antoni!"

"Tapi, bukan berarti Anda bisa memperlakukanku seperti budak belian!"

"Berlaku semena-mena!"

"Semena-mena? Aku tidak suka ada orang yang berani membalas tatapanku," semprotnya.

"Keluar! Dan kerjakan perintahku!" bentaknya.

Tanpa ba bi bu, aku langsung membalikkan badan. Dalam hati, aku mengumpat.

"DASAR TIDAK WARAS!" baru sampai di pintu, suara beratnya menghentikanku.

"Kenapa sepatumu?" Dia bertanya dengan nada dingin.

"Menurutmu?" tanyaku dengan sedikit menekan gigiku.

"Ada lelaki tidak bertanggung jawab menabrakku. Dia berlalu begitu saja tanpa ucapan maaf."

"Saya permisi!"

Aku meninggalkan ruangan itu tanpa memedulikan dia yang masih terpaku. Hah? Hari-hari berikutnya, pastilah akan seperti neraka bagiku.

***

Pada saat jam makan siang, Kinar menyodorkan sebuah bungkusan dan nasi kotak untukku. Dengan penuh semangat kubuka bungkusan itu. Heels warna hitam yang sama persis dengan punyaku. Aku langsung memakainya. Senyumku terkembang menatap Kinar.

"Akan aku ganti," ucapku.

"Jangan membuatku malu!"

"Anggap itu hadiah perkenalan kita!"

"Terima kasih."

"Ayo makan!" ajaknya.

"Hah? Kalau aku makan, yang ada pekerjaanku tidak kelar," keluhku.

"Presdir biasanya tak sekejam ini!"

"Huuh! Entahlah."

"Mungkin dia sensi padaku."

Kupegangi kepalaku yang mulai senut-senut. Layar komputerku tampak garis-garis efek mataku yang mulai pedih.

Sial! Hari pertama kerja, aku sudah tersiksa. Dan aku harus menjalani ini selama 5 tahun?

Tepat pukul 3 sudah, kusodorkan berkas revisi di atas meja presdir dingin itu. Dia menatapku tajam. Segera kualihkan pandanganku mengitari ruangan.

"Not bad!" ucapnya.

Hhuuuhhh! Aku mengerjakannya dengan maraton. Hampir membuat kepalaku pecah dan hanya terlontar kata "not bad" dari mulutnya. Ini batu saat pelajaran Bahasa Indonesia tentang kalimat pujian, dia absen kali ya?

"Keluarlah! Eh ... bawa ini! Pelajari! ini, bahan presentasi buat besok!"

Presdir Demas menyodorkan proposal.

"Baik."

"Kalau tidak ada hal lain, saya permisi," pamitku sambil mengangguk. 

"Silakan!" sahutnya tanpa menoleh ke arah tempatku berdiri.

Sumpah! Kalau aku tidak butuh pekerjaan, sudah kulempar CEO songong itu pake heels. Ini hari pertama kerja dengan kesan pertama yang AMBYYAARRR.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Canduku
9.5
Dalam kondisi tak sadar, Amira dikhianati suaminya yang tega menjual dirinya kepada pengusaha bernama Raka sebagai pelampiasan. Malam intim tak terduga itu rupanya sangat membekas di hati Raka hingga ia terus terbayang sosok Amira. Seminggu berlalu, takdir secara mengejutkan mempertemukan mereka kembali di rumah Raka. Bagaimana kelanjutan hubungan mereka setelah rahasia kelam malam panas itu mulai terungkap?
Sampul Novel Mengungkap Cinta: Pernikahan Kilat dengan Seorang Taipan Rahasia
9.6
Elyse terkejut saat melihat pria berkuasa di TV yang sangat mirip Adrian, suami kontrak satu tahunnya. Walau awalnya berniat cerai, kebersamaan mereka membuat Adrian ingin pernikahan ini menjadi nyata. Namun, segalanya berubah saat identitas asli Adrian sebagai taipan terbongkar. Konflik pun memuncak ketika rahasia tentang anak mereka terungkap, memicu perselisihan besar mengenai kejujuran serta masa depan cinta mereka.
Sampul Novel Kita Tidak Akan Pernah Berpisah Lagi
9.6
Setelah tewas secara tragis akibat cinta buta, Maeve terlahir kembali dengan tekad menjalani hidup baru yang bebas. Ia pun menghancurkan ambisi rival lamanya di dunia musik melalui bakat yang tak tertandingi. Sambil meniti puncak karier, Maeve tetap menunjukkan sisi lembut pada pria yang dicintainya. Di balik ketegasannya, ia tak ragu menggoda sang kekasih hingga pria itu membalasnya dengan bisikan penuh gairah yang menjanjikan malam tak terlupakan.
Sampul Novel Mantan Istri Genius yang Diidamkan Dunia
8.6
Tiga tahun Bella bertahan dalam pernikahan tanpa cinta demi Laskar, sebelum akhirnya tahu ia hanya dimanfaatkan sebagai tameng medis bagi kekasih suaminya. Setelah memilih bercerai dan pergi, Bella kembali sebagai sosok baru yang sukses menjadi pianis ternama sekaligus ahli bedah jenius. Laskar yang kini didera penyesalan mendalam, berusaha mengejarnya di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dari mantan istri yang dulu ia sia-siakan.
Sampul Novel Mantan Istriku Hamil?!
9.4
Miliarder ibu kota bernama Lenny terjebak pernikahan hampa tanpa cinta. Demi menikahi wanita misterius dari cinta satu malamnya, ia memutuskan menceraikan sang istri. Namun beberapa bulan pasca-perceraian, Lenny sangat terkejut saat melihat mantan istrinya hamil tujuh bulan. Kecurigaan pun mulai menyelimuti benaknya, membuatnya bimbang apakah mantan istrinya itu telah berselingkuh dan mengkhianati komitmen pernikahan mereka selama ini.
Sampul Novel One Night Stand
9.8
Liburan solo Seo Inha di Bali berubah drastis setelah malam tak terduga bersama Lee Yeon, pewaris kaya yang patah hati. Akibat salah minum ramuan dan mabuk, Inha salah masuk kamar hingga berujung kehamilan. Demi tanggung jawab, Yeon bersedia menikahi Inha meski tanpa cinta. Namun, saat perhatian Yeon mulai tumbuh dalam pernikahan kontrak mereka, sang mantan kekasih kembali untuk merebut posisinya. Akankah Inha mampu bertahan menghadapi masa lalu Yeon yang datang mengusik?