APKDock Logo
Sampul Novel My Hot Daddy

My Hot Daddy

8.7 / 10.0
Demi mengatasi krisis keuangan, Joanna nekat menjadi sugar baby bagi Regan. Pengusaha kaya itu menetapkan aturan tegas agar mereka tidak saling jatuh cinta. Namun, saat menikmati kehidupan mewah, Joanna justru tidak sengaja mengungkap rahasia kelam tentang sosok Regan yang sesungguhnya. Kini ia didera kebimbangan besar, apakah harus bertahan demi materi atau pergi demi keselamatan hatinya. Di tengah larangan keras itu, mampukah cinta tetap tumbuh di antara mereka?

My Hot Daddy Bab 1

Dug dug dug.

“Mati aku. Gimana caranya aku cari uang, mana harus dibayar minggu depan lagi,” gerutu Joanna sambil membenturkan keningnya beberapa kali ke atas meja.

“Aku harus cari uang ke mana ini. Gajianku masih dua minggu lagi dan itu juga cuma cukup buat hidup aku. Sial benar sih nasibku semester ini. Padahal tinggal setahun lagi kenapa harus ditarik beasiswaku,” keluh Joanna putus asa.

Joanna sedang dilanda stres tingkat tinggi saat ini. Dia sedang kesusahan keuangan karena beasiswa yang selama ini menopang biaya kuliahnya tiba-tiba ditarik dengan alasan yang tidak jelas. Padahal Joanna saat ini sedang ada di tahun terakhir kuliahnya. Kalau dia sampai tidak bisa membayar uang kuliahnya, maka bayangan drop out dari kampus sudah tidak akan bisa dihindari lagi.

Padahal Joanna juga sambil bekerja paruh waktu di salah satu toko kue merangkap taman bacaan ketika malam hari. Namun gaji yang dihasilkan itu hanya cukup untuk biaya hidupnya sehari-hari.

Kedua orang tua Joanna sudah meninggal beberapa tahun yang lalu dan kakaknya juga ga pergi entah ke mana menghilang tanpa jejak hingga saat ini. Joanna beruntung bisa kuliah karena dia mendapatkan beasiswa itu.

“Hei ... ngelamun aja,” sapa Irene sahabat Joanna.

“Eeh ... kamu udah keluar kelas. Duduk, Ren,” jawab Joanna sambil membenarkan tatanan rambutnya yang pasti berantakan.

Irene duduk di kursi yang ada di depan Joanna. Dia tersenyum melihat temannya itu lalu memanggil seorang pelayan untuk memesan sesuatu.

“Kucel amat sih. Mau pesen ga?” tawar Irene.

“Udah kok, aku udah pesen. Tinggal tunggu di anter aja,” jawab Joanna.

“Beneran udah pesen?” tanya Irene berusaha untuk memastikan.

“Udah kok, tuh ... dateng kan,” ucap Joanna yang kebetulan pesanannya sudah datang.

“Kalo gitu, saya pesen sama aja deh kaya dia, Mbak,” ucap Irene pada pelayan itu.

“Baik kak, ditunggu sebentar ya,” jawab pelayan itu kemudian segera pergi meninggalkan meja Joanna.

Joanna yang sedang stres pun segera melahap capcay pesanannya karena perutnya sangat lapar. Harga makanan dan minuman di cafe ini memang cenderung lebih murah daripada cafe sejenisnya. Menurut kabar, cafe ini memang khusus melayani kantong mahasiswa.

“Jo, gimana masalahmu. Udah dapet solusi belum?” tanya Irene yang merasa kasihan pada Joanna sahabat baiknya itu.

“Kalau udah dapat solusi aku gak mungkin stress kayak beginilah. Aku tadi nanya lagi ke bagian kemahasiswaan, tapi jawabannya masih tetap sama, mereka gak tahu alasannya apaan,” jawab Joanna sambil menghembuskan nafasnya berat.

“Ya ampun kok kayaknya gak adil banget ya. Kenapa juga harus di tahun terakhir kamu, mendadak pula. Aku juga jadi bingung gimana cara bantu kamu,” ucap Irene yang merasa kasihan pada sahabatnya itu.

“Gak usah ikut bingung. Kamu masih ada di samping aku dan dengerin semua keluhan aku itu udah sangat membantu banget, Ren. Aku gak tahu harus cerita sama siapa kalau misalnya kamu gak ada. Minimal aku bisa sedikit mengurangi beban pikiran aku kalo udah cerita sama orang.”

“Aku cuma bisa bantunya kayak gitu doang. Uang semester kita terlalu besar dan orang tuaku juga ngumpulinnya dengan susah payah. Tapi aku yakin kok, kamu pasti bisa dapet jalan karena kamu orang baik. Tuhan pasti bantu, percaya deh,” ucap Irene berusaha untuk menghibur sahabatnya itu.

“Iya dulu mendiang mamaku juga sering banget bilang kayak gitu. Makanya aku masih percaya, semoga saja di detik-detik akhir nanti akan ada keajaiban. Thank you ya udah tetap jaga semangat aku.”

Pesanan Irene datang. Wanita muda itu kini segera menyantap makanannya karena milik Joanna sudah hampir habis. Mereka berdua makan sambil sesekali mengobrol santai agar Joanna bisa sedikit melupakan beban hidupnya itu.

Joanna adalah mahasiswa pintar yang ada di kampusnya. Bahkan saat ini dia sedang berencana untuk mengambil skripsi lebih awal agar dia bisa segera lulus dan konsentrasi mencari pekerjaan sebagai penopang hidupnya. Kalau mengandalkan gaji di taman bacaan, itu sangat kurang sekali.

“Jo, aku harus pulang. Aku dipanggil mama aku karena mau minta anter ke rumah tante. Kamu mau pulang sekarang, biar aku anter sekalian,” ucap Irene setelah dia menerima telepon dari mamanya.

“Gak usah, Ren. Kamu pulang aja dulu gak papa, soalnya aku masih pengen di sini. Sekalian nanti nunggu jam kerja aku aja. Lagi males pulang, nanti kalau sendirian malah kepikiran mulu,” jawab Joanna pada temannya itu.

“Beneran nih gak papa?” Irene berusaha untuk memastikan.

“Iya gak papa, santai aja. Lagian aku juga kan bukan anak kecil yang gak bisa pulang sendiri,” jawab Joanna sambil tersenyum.

Irene pun akhirnya berpamitan kepada sahabatnya itu. Tadinya dia ingin menghibur Irene namun mamanya ingin dia segera pulang untuk urusan yang lain. Dengan sangat terpaksa Irene harus meninggalkan Joanna sendirian.

Joanna kesepian lagi walaupun musik di cafe ini terus mengalun dan beberapa meja juga terdengar tawa dari penghuninya. Tapi tetap saja pikiran Joanna yang sedang kalut lebih mendominasi saat ini.

“Mendingan aku baca buku aja deh, biar bisa ngalihin pikiranku,” ucap Joanna sambil mulai menyingkirkan piring kotor yang ada di atas mejanya itu.

Baru sekejap saja Joanna langsung larut dalam bacaannya. Dia memang sangat suka membaca dan ketika dia sudah larut dalam bacaannya, Joanna bisa sampai lupa waktu.

Tok tok tok.

Terdengar suara ketukan di meja yang membuat Joanna menurunkan bukunya sedikit lalu mengangkat pandangannya ke depan. Dia melihat ada seorang pemuda duduk di depannya sambil tersenyum ke arahnya. Seorang pemuda yang tidak dikenal bahkan baru kali ini dia lihat.

“Siapa ya?” tanya Joanna sambil sedikit mengerutkan keningnya.

“Kenalin, aku Regan,” jawab pemuda itu sambil mengulurkan tangannya.

Joanna menurunkan sedikit lagi buku yang ada di tangannya itu. Pandangan matanya kini tertuju pada tangan si pemuda yang terulur ke arahnya. Dia benar-benar tidak tahu siapa pemuda ini.

“Joanna,” ucap Joanna sambil menyambut uluran tangan Regan.

“Maaf, ada apa ya?” tanya Joanna lagi.

“Gak papa pengen duduk aja di sini. Aku pemilik cafe ini dan aku sering lihat kamu duduk di sini. Tapi beberapa hari ini kamu kelihatan berantakan banget, ada masalah apa?” tanya Regan sok akrab.

“Kamu pemilik kafe ini? Ini serius atau cuma nge-prank doang,” tanya Joanna lagi sedikit tidak percaya.

“Perlu aku panggilkan staf cafe atau pelayan untuk mengkonfirmasi siapa aku sebenarnya?” tantang Regan pada Joanna.

“Gak perlu. Kalau mau duduk, ya duduk aja. Maaf aku mau baca,” jawab Joanna sambil menaikkan lagi buku yang sedang dia baca itu.

Regan tersenyum melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Joanna. Sepertinya hanya dia wanita yang tidak peduli dengan status pemilik kafe yang dia ucapkan tadi. Padahal biasanya para wanita itu langsung bersikap manis di depan Regan. Sikap cuek Joanna semakin membuat Regan penasaran pada wanita yang sedang ada di hadapannya itu.

“Tadi aku gak sengaja dengar katanya kamu lagi butuh uang ya,” ucap Regan.

“Kamu nguping pembicaraan aku?” tanya Joanna sedikit ketus sambil menatap Regan dari atas bukunya.

“Nguping sama gak sengaja dengar itu beda lho. Dan aku gak sengaja dengar, soalnya tadi aku duduk di sebelah situ,” Regan menjelaskan sambil menunjuk di mana tadi dia duduk.

Joanna menoleh ke arah yang ditunjukkan oleh Regan, “Itu masalahku dan kamu gak ada hubungannya sama masalahku,” jawab Joanna sambil kembali mengangkat bukunya.

“Aku mau tawarkan pekerjan buat kamu. Ya ... itu juga kalo kamu mau,” ucap Regan sambil mengangkat kedua bahunya bersamaan.

“Kerjaan? Kerja apa?” tanya Joanna yang langsung tertarik dengan apa yang diucapkan oleh Regan.

“Kerjaannya gampang kok, dan kamu bisa dibayar diawal.”

“Haah ... emang ada kerjaan kaya begitu? Kerjaan apa emangnya?” tanya Joanna sambil menautkan kedua alis tebalnya itu.

“Kerja jadi ....”

Lanjut Membaca

Daftar Isi My Hot Daddy

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Demi Wanita Itu, Kau Ceraikan Aku
9.5
Pernikahan impian Aleandra hancur seketika saat pengkhianatan Raffael terungkap. Usai diceraikan demi perempuan lain, ia menolak terpuruk meski seluruh pengorbanannya sia-sia. Sebagai ibu tunggal, Aleandra bangkit demi masa depan putranya. Ia bertekad meraih kesuksesan mandiri sekaligus membuktikan kepada mantan suami dan mertuanya bahwa dia bukan sosok yang lemah. Mampukah ia membungkam hinaan Raffael dengan keberhasilan, atau justru tenggelam dalam kegagalan?
Sampul Novel Hasrat Luar Nona Muda
8.4
Akibat patah hati dikhianati sang pacar, Floretta Shopia Copper yang mabuk nekat menyerahkan kesuciannya kepada sang pengawal pribadi, Jeff Nickolas Edmund. Meski Nick sudah memperingatkan konsekuensi dari tindakan tersebut, sang nona muda tetap bersikeras demi merasakan pengalaman pertama yang berkesan. Namun, di balik kepatuhan sang bodyguard, ada rahasia besar. Nick ternyata menyimpan rencana terselubung yang mengincar Shopia serta orang tuanya tanpa pernah disadari wanita itu.
Sampul Novel Husband billionare
8.3
Pasca lolos dari upaya pembunuhan oleh pamannya, Wira, bos Grup Jason bernama Arkhana kehilangan ingatan. Ia diselamatkan Nina di sebuah desa hingga keduanya menikah. Begitu memorinya kembali, Arkha menyamar demi mengusut kejahatan Wira atas keluarganya. Usai dendamnya terbalas, Arkha mendapati rumah istrinya hancur akibat ulah istri Wira. Ia pun bergegas menyelamatkan Nina, mengungkap jati dirinya sebagai miliarder, lalu memboyongnya ke kota.
Sampul Novel Ketika Suamiku Tak Mencintaiku Lagi
8.2
Pasca kecelakaan tragis yang membutakannya selama empat tahun, Bella akhirnya menjalani operasi pembukaan perban mata. Di usianya yang menginjak dua puluh tujuh tahun, ia sangat mendambakan untuk kembali melihat dunia, terutama wajah Galas, sang suami tercinta. Namun, kebahagiaan Bella langsung sirna dan berganti menjadi kebingungan yang mendalam. Tepat ketika penglihatannya telah kembali pulih, sosok suaminya justru lenyap secara misterius tanpa jejak.
Sampul Novel Penyesalan yang Terlambat
8.3
Malam pertama pernikahan dalam novel modern ini berubah menjadi bencana ketika sang istri menuntut suaminya memakai penutup mata. Baginya, kesucian fisiknya hanya milik cinta sejatinya, Charli, bukan suaminya yang dianggap tidak pantas. Penolakan keras ini melukai harga diri sang suami hingga memicu pertengkaran hebat tentang batasan dalam pernikahan. Ketika sang istri akhirnya memutuskan untuk menerima perannya dan kembali memohon, segalanya telah terlambat karena sang suami kini menganggapnya tidak lagi layak.
Sampul Novel Satu-PD184
8.9
Niat baikku mengantar Lee ke Thailand demi cinta pertamanya justru dibalas dengan pengkhianatan kejam. Malam itu juga, ia menculik kedua orang tuaku sebagai sandera untuk memeras informasi tentang keberadaan wanita tersebut. Lewat layar monitor, aku dipaksa menyaksikan ayah dan ibuku tergantung terbalik dari sebuah pesawat. Saat perintah diberikan, sebutir peluru ditembakkan ke tali pengikat yang mulai rapuh. Kini, nyawa mereka benar-benar berada di ambang kematian.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan