APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Dearest One

My Dearest One

Terbangun tanpa ingatan di tempat asing, Danessa didera sakit kepala hebat tiap kali mencoba mengingat masa lalunya. Begitu kepingan memori mulai terkuak, ia terkejut mendapati fakta bahwa dirinya dahulu adalah sosok buruk yang tidak layak dicintai. Kini, Nessa didera dilema batin yang besar. Apakah ia harus kembali menjadi wanita penuh cela seperti dulu, atau tetap menjalani hidup dengan kepribadian barunya yang kini begitu lembut serta dicintai banyak orang?
Bab
Bagikan

Bab 3

________

Danessa berjalan dengan langkah mantap, matanya yang berkilat berbahaya membuat siapapun yang berjalan berlawanan arah dengannya akan mengkeret ketakutan dan memilih untuk berjalan di sisi jalan yang sejauh mungkin darinya. Rambut panjangnya yang berwarna kuning keemasan --kali ini sengaja diberi efek warna merah menyala, melambai dengan liar selaras dengan ayunan langkah kaki gadis itu.

Dari ujung yang berlawanan terlihat seorang wanita berkacamata dengan tumpukan buku memenuhi kedua tangannya. Ia tampak kesulitan melihat ke depan karena tumpukan buku itu bahkan lebih tinggi dari matanya. Wanita itu jelas terlambat menyadari siapa orang yang berjalan berlawanan arah dengannya sehingga untuk mengelakpun rasanya sudah tak mungkin ia lakukan. Sedangkan Nessa, dia jelas bukanlah tipe gadis yang rela mengalah pada orang lain. Tak perduli itu sekedar menggeser tubuhnya untuk menghindari tabrakan sekalipun.

Dan benar saja, sesaat kemudian terdengar suara berdebam keras. Gadis berkacamata itu jatuh terduduk dan untuk sejenak kehilangan orientasi. Kebingungan kenapa tiba-tiba ia sudah terjerembab di bawah dan buku yang sedari tadi ia bawa tampak berserakan memenuhi koridor. Gadis itu jelas belum menyadari jika dirinya baru saja bertabrakan dengan seseorang. Lebih fatalnya lagi, ia sama sekali belum menyadari siapa yang baru saja ditabraknya itu. Yang jelas-jelas akan menjadi bencana baginya sebentar lagi.

Orang-orang yang saat itu kebetulan berada di koridor yang sama, menatap si gadis berkaca mata dengan tatapan simpati. Mereka tahu benar jika gadis itu baru saja melakukan sebuah kesalahan besar. Tak perduli meski sebuah kecelakaan sekalipun, jika itu membuat Danessa terganggu, maka persiapkan saja dirimu untuk sebuah kemungkinan terburuk.

Danessa masih tetap berdiri dengan kokoh karena jauh sebelum bertabrakan tadi ia sudah bisa memprediksi bahwa hal ini akan terjadi. Namun sekali lagi, jiwa egoisnya membuat gadis itu enggan untuk sekedar menyingkir dan membiarkan si malang berkacamata melenggang dengan tenang melewatinya.

Nessa memejamkan matanya sesaat, menghitung sampai lima sebelum akhirnya membuka matanya dan menatap dengan tajam langsung ke mata si gadis berkacamata, yang sepertinya kini telah menyadari kesalahannya yang paling fatal. Terbukti dari mata gadis itu yang sempat melebar meski dengan cepat kembali berubah menjadi ekpresi datar.

Namun di luar dugaan, bukannya gemetar ketakutan, gadis itu justru menatap Nessa dengan pandangan dingin. Seolah menunggu Nessa untuk meminta maaf atau setidaknya membantunya berdiri. Karena dilihat dari sudut manapun, jelas Nessa yang bersalah di sini.

Namun penantiannya itu rupanya hanyalah hal yang sia-sia, karena meminta maaf, jelas sama sekali tak pernah ada di dalam kamus hidup seorang Danessa.

Gadis itu akhirnya mengalah. Tak ada untungnya berperang tatapan dengan orang yang bahkan tak memiliki hati seperti Nessa.  Mendecak kesal, gadis itu kemudian menggapai-gapai, berusaha mengumpulkan buku-bukunya yang berserakan di lantai. Namun tiba-tiba saja Nessa melangkah dengan gaya malas-malasan khasnya, kemudian tanpa kata langsung menendang buku yang baru saja terkumpul itu hingga kembali tercecer di lantai.

"Oops... sepertinya kakiku memiliki pikirannya sendiri." Ujar Danessa dengan nada dan ekspresi riang, kontras dengan gadis di depannya yang saat ini tengah mengepalkan tangan menahan emosi. Nessa cukup terkesan karena ini pertama kalinya ada seseorang yang berani membalas tatapannya dengan begitu dingin.  Mungkin kali ini ia menemukan lawan yang cukup seimbang.

Nessa kemudian berjongkok di depan gadis itu hanya untuk menyamakan tinggi tubuh mereka. Nessa menatap wajah gadis itu lekat-lekat, kemudian tanpa kata melepas kacamata gadis itu dan mengenakannya di atas pangkal hidungnya sendiri.

Sambil mengernyit, Nessa melepas kacamata dan menatapnya dengan pandangan mencela. "Kacamata macam apa ini? Membuat mataku sakit saja!" ujar Nessa sambil memijat pangkal hidungnya.

"Kurasa kamu harus segera mengganti kacamatamu." Dan dengan itu, Nessa langsung menjatuhkan kacamata itu dan menginjaknya hingga menjadi serpihan-serpihan kecil.

Tersenyum seperti maniak yang baru saja menjatuhkan mangsanya, Danessa menepuk-nepuk kepala gadis berkacamata itu, seperti seorang sahabat. Padahal jelas-jelas bukan seperti itu kenyataannya.

Danessa berdiri dengan wajah tanpa dosa, menguap kecil sambil menggaruk kepala hingga tatanan rambut yang awalnya cukup berantakan menjadi sangat berantakan.

"Hoaaamm... pagi yang membosankan. Bukankah begitu? Glasses Girl?" ujar Nessa sambil menatap gadis tadi sebelum akhirnya melenggang dengan santai, tak lupa menendang tumpukan buku yang menghalangi jalannya hingga terseret beberapa meter.

Sepeninggal Nessa, tak ada seorangpun yang berani menolong atau bahkan menghampiri gadis itu untuk sekedar menanyakan keadaannya. Mereka hanya menatap gadis itu dengan tatapan prihatin.

Gadis itu berdiri dengan pelan, melihat semua bukunya yang kini berceceran di lantai koridor. Rahangnya mengeras dan tangannya mengepal dengan erat. Sinar matanya menyiratkan sebuah tekad. Entah tekad apapun itu, hanya dia dan Tuhan yang tahu. Gadis itu sama sekali tak ingin memberitahuku dan kuyakin Tuhanpun tak akan memberitahuku walau aku memaksa sekalipun.

Ya... dunia memang tak adil...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ARJUNA MENCARI CINTA
9.3
Arjuna Levin, CEO sombong di Jakarta, terbiasa memanfaatkan kekuasaan untuk mempermainkan hati wanita tanpa komitmen. Namun, dominasinya runtuh saat ia bertemu Jane Calista Cintania, gadis lembut dan lugu yang berhasil memikatnya. Sang miliarder kini justru berbalik mengejar dan memohon ketulusan dari Jane. Akankah Arjuna sukses menaklukkan hati gadis tersebut, atau ia harus merasakan kepedihan akibat penolakan?
Sampul Novel Dendam Istri Yang Dikhianati
8.7
Kehidupan Amora runtuh seketika saat memergoki suaminya, Aries, berselingkuh dengan Arin, adik tirinya, tepat di kamar mereka. Rasa sakit akibat pengkhianatan ini kian mendalam karena ulah Resti, ibu tirinya, yang menjadi dalang di balik konspirasi keji tersebut. Menyadari ketulusannya dibalas dengan kekejaman, Amora menolak pasrah. Dengan amarah yang kini berubah menjadi tekad membara, ia merancang pembalasan terencana untuk menghancurkan Aries, Arin, dan Resti.
Sampul Novel DIANA, Istriku Cantik di Mata Pria Lain
8.5
Penyesalan mendalam kini menyiksa batin saya setelah menyia-nyiakan Diana. Dulu, istri yang begitu tulus menjaga kehormatan ini saya remehkan, bahkan cintanya tega saya khianati. Namun, setelah dia memutuskan pergi dari rumah dan tak pernah kembali, barulah saya menyadari betapa berharganya kehadirannya. Kenaifan saya telah berujung pada kebodohan fatal. Kini saya sadar, Diana berhak bahagia bersama pria lain yang jauh lebih mampu menghargai dan memuliakannya.
Sampul Novel Kelahiran Kembali Pebisnis Wanita Terbaik di Kampus
7.9
Dulu ia hancur karena dikhianati dan dihina hingga kehilangan keluarga, lalu tewas tragis saat muda. Namun, kesempatan kedua datang ketika ia terbangun di masa lalu, dua belas tahun sebelum tragedi itu terjadi. Bertekad mengubah takdir kelam, ia bangkit dengan kekuatan baru. Di sekolah, ia memang terlihat seperti murid penyendiri yang biasa saja. Namun di balik itu, ia diam-diam mendirikan kerajaan bisnis raksasa demi membalas dendam dan meraih kesuksesan.
Sampul Novel Makmum Kedua Suamiku Sahabat Baik ku
8.4
Kehidupan Aisyah hancur seketika saat sang suami meminta restu untuk menikahi sahabat karibnya. Demi mempertahankan rumah tangga, ia rela dimadu meski hatinya sangat terluka. Sayangnya, keputusan itu justru membawanya pada penderitaan baru. Suaminya berubah menjadi dingin, kasar, dan enggan memberikan kasih sayang. Di tengah cercaan dan ketidakadilan yang terus menerpa, sanggupkah Aisyah bertahan dalam pernikahan poligami ini?
Sampul Novel Terjebak Nostalgia
8.0
Marilyn terpaksa berhadapan lagi dengan Alvaro, pria dari masa lalunya yang enggan ia temui. Sebagai cinta pertama, Alvaro tidak hanya meluluhkan hati Marilyn, tetapi juga menghancurkannya lewat kenyataan pahit sepuluh tahun lalu. Setelah satu dekade Marilyn memilih pergi untuk menjauh, takdir kini justru mempertemukan mereka kembali. Apakah pertemuan ini hanya sekadar gurauan semesta, ataukah sebuah pembuktian tentang cinta sejati yang sesungguhnya?