APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Beloved Bastard

My Beloved Bastard

Kehidupan Cullen Kyleer, pria arogan yang bertindak semena-mena, berubah total sejak mengenal Jasmeen, seorang penulis novel gore. Sayangnya, Jasmeen malah terperangkap dalam obsesi kelam Cullen yang sangat posesif dan mesum. Cullen terus memaksa Jasmeen memuaskan hasratnya dan mengancam akan membunuh pria lain yang berani mendekat. Jasmeen pun terjebak dalam hubungan penuh kekerasan fisik dan seksual, terikat gairah berbahaya yang tak terkendali di bawah kendali Cullen.
Bab
Bagikan

Bab 3

Jasmeen yang selalu di sibukkan dengan segala tugas kuliahnya, kini harus mengejar deadline naskahnya dar sang editor tampan namun super bawel dan sedikit temperamental.

"Kampus xxx"

"Heii coba lihat pak Remost dengan tunangannya sangat serasi bukan.."

"Iya benar, cantik dan tampan. Super mapan lagi, dari keluarga terhormat.." riuh para mahasiswa saat melihat seorang dosen mudah nan tampan sedang bersama tunangannya yang juga cantik anggun.

"Iya, kak Remost memang sangat tampan dan juga..—"batin Jaes.

"Ahhhss... apa yang pikirkan dan kuharapkan saat ini..." Jaes Bergegas membereskan barang-barangnya, dan ingin segera pergi menuju sebuah café terdekat.

"Jasmeen!!" seseorang memanggil namanya, saat Jaes menyusuri lorong kampusnya yang sudah menunjukan waktu sore hari.

Jaes berbalik sejenak...

"Bagaimana kabarmu?" ujar seorang pria tampan sambil tersenyum.

"Aku baik-baik saja pak.."

"Sekarang sedang tak ada orang, mengapa kamu memanggilku bapak, tidakkah itu terlalu formal!" Ucap sang dosen tampan, yang ialah Remost Tyga.

Remost Tyga

"Tetapi kita sedang berada di area kampus."

"Iya aku tahu, tetapi malam ini aku ingin mengajakmu makan malam bersama..." ujar Remost penuh harap.

"Maaf, aku harus menyelesaikan deadline pekerjaanku, permisi." Jaes pun bergegas pergi dari hadapan Remost si dosen tampannya.

"Jasmeen! maaf... maafkan aku.." tukas Remost, dan seketika menghentikan langkah Jaes.

"Yah... aku mengerti," jawab Jaes singkat, lalu ia beranjak pergi.

>>>

"Hahhh... sial!! mengapa aku bisa jatuh cinta dengan pria bajingan seperti Remost Tyga!!!" Jaes mengumpat sendiri, dan menendangi kaleng ke sisi kanan trotoar.

"Hei... perhatikan langkahmu." Ucap seseorang dari arah tendangan kaleng tadi.

"Ahh maaf tuan... maafkan aku."Jaes bergegas menuju sumber suara, dan...

Seorang pria tampan, sorot mata yang tajam, tinggi, kekar, dengan bulu-bulu halus pada bagian rahang hingga pipi tegasnya.

"Ini milikmu.." ujar sang pria sambil menyodorkan kaleng yang telah Jaes tendangi tadi, namun dengan wajah yang datar dan terasa tak senang.

"Aku sangat minta maaf tuan, aku tak sengaja.. aku..--"

"Sepertinya kita saling mengenal..." tukas si pria sambil mendekati wajah Jaes.

"Maaf... aku tidak akan mengulangi hal ini lagi, kapan pun dan dimana pun." ucap Jaes sambil mundur perlahan, karena jarak wajah mereka sangat dekat sekali.

"Cullen! hei mengapa kau meninggalkanku!" ujar seorang pria sambil mengejarnya.

"Jadi nama pria ini Cullen..." batin Jaes sambil menoleh ke arah seseorang yang sedang memanggil Cullen.

"Bos!" Jaes terkejut saat melihat sang editor cerewetnya ternyata teman baik si pria misterius itu.

"Ohhh kau Jasmeen., mengapa? kalian sudah saling mengenal" ucap Zeros terkejut.

Hahhaa...

"Cullen kenalkan, ini adalah Jasmeen seorang novelis.." ujar Zeros memperkenalkan.

"Jasmeen." Jaes mengangkat tangan kanannya hendak memberi salam pada Cullen, si pria dingin nan misterius itu.

"Cerita apa yang telah kau tulis.." Ucap Cullen dengan sorot mata yang begitu tajam.

"Ohh, dia menulis naskah gore." Ucap Zeros memotong pertanyaan Cullen.

"Aku tidak peduli denganmu! aku sedang bertanya pada gadis ini.." tukas Cullen dengan tatapan dinginnya, dan membuat Jaes sedikit bergidik ngeri. Seakan sorot mata itu pernah ia lihat sebelumnya.

"Baik, baik... mari kita pulang."

"Maaf Jasmeen.. aku pulang!"

"Oke bos." Jaes pun berjalan perlahan, tanpa sadar ia sudah tiba di depan area rumah susun kediamannya.

>>

Ahhh...

"Apakah aku sudah mulai gila.. mengapa sorot mata itu tidak asing..." gumam Jaes sambil membuka laptopnya, dan mulai melanjutkan naskah gore-darkness miliknya.

Drrrtttt... satu pesan belum dibaca..

"Jasmeen, kita harus bicara, dan kamu harus mengerti mengapa aku sampai menerima perjodohan itu..—" Remost Tyga.

"Persetan!! aku tak peduli lagi! dasar pendusta!!" Jaes enggan untuk membalas pesan tersebut.

Drtttt... ponselnya kembali bergetar dan berdering.

"Editor Zeros memanggil..."

Jaes: "hallo bos..."

Zeros: "Malam ini berdandanlah dengan cantik, karena kita akan mengadakan pesta di hotel xxx, aku akan menjemputmu..."

Jaes: "Oke bos.."

Jaes mulai memilih dress yang akan ia kenakan di pesta nanti...

"Sudahlah, ini saja.." Jaes akhirnya menentukan pakaian yang pas untuknya.

Ia mengenakan dress mini yang memperlihatkan paha putih miliknya, rambut yang di ikat satu dengan balutan hand bag.

>>

Tit tit tit...bunyi klakson mobil berwarna hitam yang tak lain ialah Zeros, si editor cerewetnya.

"Kita akan pergi ke pesta apa bos?"

"Ikut saja dan nikmati, oke.." tukas Zeros dengan senyuman miringnya.

Tak lama setelahnya, mereka pun tiba si sebuah hotel berbintang nan mewah.

***

Bangunan tinggi menjulang, dengan design yang memang terlihat sangat mewah, mampu membuat Jaes ternganga kagum.

"hei.. ayo masuk..." Zeros pun mengajaknya untuk masuk bersamanya.

Orang-orang terlihat saling berinteraksi satu sama lain, dan terlihat pula mereka adalah orang-orang yang memiliki status sosial tinggi.

"Nikmati saja pestanya, aku akan bergabung dengan yang lain.." ujar Zeros lalu meninggalkan Jaes di area kolam renang.

Duduk termenung dan seakan membosankan, namun sambil menyantap salad buah segar.

Hmm... Jaes teralihkan oleh seorang pria tampan, yang sibuk dengan gadget miliknya.

"Cullen..." gumam Jaes saat melihat pria itu, dia adalah Cullen, si pria dingin nan tampan.

"Tuan muda Cullen... silakan minumannya, dan silakan masuk untuk mengikuti acaranya.." Ucap seorang pria yang berpakaian serba hitam. Lalu pria itu pun pergi, ia berpapasan dengan Jaes yang sedang duduk di sisi samping kolam.

"Bukankah itu pria yang malam itu menarik tanganku..—" batin Jaes, seakan mengingat sosok pria yang berpakaian serba hitam tadi.

"Huhhh... bosan..." keluh Jaes, lalu ia mulai berkeliling menyusuri area hotel mewah itu.

Ahkkk ahhh... hmm... suara lenguhan seorang wanita.

"Siapa itu..." gumam Jaes, namun ia masih masih saja melangkah.

Argh.... hkk... suara lenguhan tadi berubah menjadi sedikit kasar.

Sontak membuat Jaes merasa penasaran, dan mencoba untuk pelahan melangkah menuju asal suara.

Hahhh!! Jaes menutup mulutnya, saat ia melihat seorang pria mengenakan jaket kulit berwarna cokat kehitaman sedang mencumbu seorang wanita bergaun. Eh, bukan mencumbu, pria itu terlihat berdarah, dia sedang menggigit leher si wanita.

Ahh hahh... Jaes berusaha tetap tenang, dengan kaki yang gemetar hebat, Jaes mencoba menjauh, namun pria itu melepaskan si wanita dan sorot matanya mengarah ke arah Jaes saat ini sedang berdiri.

Jaes mundur perlahan, ia sangat takut dan ingin mengambil seribu langkah.

Hahh ahh... Jaes berlari ketakutan, sesekali ia menoleh ke belakang dan saat berpaling kembali.

Bhuk... Ia menubruk dada seseorang.

Jaes mencoba mendongak ke atas, dan ternyata itu adalah Cullen.

Greep... Cullen menarik tangan Jaes menuju samping tembok yang gelap meremang.

"Jasmeen Jasmeen... ayo, kita akan segera pulang.." Zeros sedang memanggil dirinya, namun Jaes tak mampu mengeluarkan suara, karena satu tangan besar sedang mencengkram batang lehernya, dan tangan satunya lagi meremas pinggangnya.

Cullen merogoh ponsel yang berada di dalam hand bag milik Jaes, dan mulai mengetik.

Kring kring..." Ohh, ternyata dia sudah pulang, yasudah.." gumam Zeros, lalu berjalan menjauh.

Cullen menyodorkan layar ponsel milik Jaes, dan di sebuah pesan berisi, "Bos, aku sudah pulang terlebih dahulu."

"Kenapa, kau keberatan. manis.." bisik Cullen tepat di telingan Jaes, perlahan Cullen melepaskan cengkramannya dari leher Jaes.

"Apa maumu tuan..." ucap Jaes, karena bekas cengkraman itu cukup panas di lehernya.

"Seharusnya seorang anak gadis manis tidak boleh berkeliaran dan melihat apa yang orang dewasa lakukan.." ujar Cullen dengan sorot mata yang sangat menakutkan.

Ahkk... Jaes melenguh saat ia merasakan ada sesuatu menyingkap dress mini miliknya.

"Lepaskan aku bajingan!"

Hahahha...

"Tidakkah semua wanita suka dengan permainan lihat seorang pria hmm."

Cullen mencelupkan tangannya ke dalam celana lapisan Jaes. Cullen meremas area paha milik Jaes dan tiba di selangkangan dalam, tangan yang berurat itu bermain di dalam celana lapisan milik Jaes, dan membuat Jaes sangat kelelahan.

"Kau binatang!" Jaes sangat kesal, karena belum pernah ada sebelumnya pria berani melecehkannya seperti ini.

"Mulutmu sangat pedas, tetapi tubuhmu sangat menikmatinya sayang..." bisik Cullen sambil melumat bibir Jaes.

Sial, ini adalah ciuman pertama Jaes.

Emhh... hhhmm... Jaes berusaha meronta, namun Cullen meraih kedua tangannya dan meletakkan di atas kepala Jaes.

Cullen mengecup bibir mungil milik Jaes dengan kecupan yang sangat kasar dan menuntut lebih. Saliva Jaes menangalir ke area lehernya. Cullen juga mengecup bagian leher dan menyingkap dress miliknya hingga menampilkan seluruh tubuh Jaes.

Sialan!! Cullen menjilati seluruh yang ada di sana, ia bahkan menggesek-gesekan pahanya pada selangkangan Jaes, saat ia sedang bermain di dalam dress mini Jaes.

Ia memasukan kepalanya ke dalam dress, sudahlah.. Jaes tak mampu lagi bertahan. Seluruh tubuh Jaes terasa sangat terbakar, dan ia sangat lemas.

"Lepaskan aku..." Jaes menangis, ia sangat sedih, mengapa pengalaman berharganya harus di renggut oleh pria bajiangan ini, pikirnya.

"Kau beruntung, karena aku tidak langsung membunuhmu dan menancapkan taringku di lehermu.." Ucap Cullen dengan sorot matanya yang sangat tajam membunuh, dan Jaes ingat, sorot mata dan suara ini adalah sosok misterius dan sadis pada malam itu.

"Kau pria yang waktu itu..." Jaes membelalak ngeri.

"Kau benar my lady.. tubuhmu sangat menggoda.. mau bermain denganku.." ujar Cullen dengan seringai senyuman iblisnya.

"Jangannn ahkkk..". Cullen tak menghiraukannya, namun terus saja membuat Jaes mendesah manja dan sambil terus menangis pilu.

"Kau sekarang milikku... dan ingat jangan sampai orang-orang tahu siapa kau, jika tidak.."

Greepp.. Cullen mencengkram bagian bokong Jaes, meremas dadanya, tidak tidak.. tepatnya di bagian jantungnya.

"Aku akan mencabik isi perut dan jantungmu.." Ucap Cullen dengan nada mengancam.

Hhhh... Jaes terus terisak, selain ketakutan ia pun sangat marah namun tak berani melakukan perlawana lagi.

"Ayoo aku antar kau pulang lady.." Cullen mengangkat tubuh mungil jaes ala bridal style.

****

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dijual Suami Demi Pekerjaan
8.6
Dikhianati oleh suaminya sendiri yang kejam, seorang wanita dijadikan barang barter dan dikirim ke kediaman asing untuk menjadi ibu susu. Namun, situasi berubah drastis saat ia justru memikat perhatian sang tuan rumah—seorang pria berkuasa dengan fisik atletis dan aura maskulin yang kuat. Di balik kemewahan dan ketertarikan intens pria tersebut, tersimpan sebuah misteri besar yang siap mengguncang dunia. Akankah ia menemukan pelarian atau justru terjerat lebih dalam?
Sampul Novel Gairah Cinta Crazy Rich Muda
8.9
Pernikahan paksa Satria Abraham dan Alira Maulidina sejak awal dirancang untuk selesai dalam satu tahun. Namun, situasi berubah total setelah kekasih Satria mengkhianatinya melalui skandal video viral. Satria berbalik mengejar cinta Alira dan bertekad membatalkan kesepakatan cerai mereka. Hambatan terbesar Satria kini adalah Adam, sosok pria yang sangat dicintai oleh Alira. Satria pun harus berjuang keras demi mempertahankan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Meninggalkan Negara Setelah Perceraian
8.5
Tiga tahun menikah, ia diceraikan dan dicap sebagai istri terbuang yang jadi bahan tertawaan sekota. Namun, enam tahun kemudian ia pulang membawa anak kembar serta reputasi baru sebagai dokter genius tingkat dunia. Di saat banyak lelaki mencoba mendekatinya, sang putri membawa kabar tak terduga. Sang mantan suami kini justru rela berlutut dan memohon selama tiga hari berturut-turut agar ia bersedia rujuk kembali demi membangun rumah tangga mereka.
Sampul Novel Mertua Hiperseks
8.1
Dua tahun membina rumah tangga, Anita terpaksa tinggal bersama orang tua Andre demi merawat sang ibu mertua yang lumpuh akibat stroke. Keputusan ini justru membawa Anita ke dalam mimpi buruk saat menyadari ayah mertuanya, Wijaya, menderita hiperseks. Kenyataan pahit terungkap bahwa Lola, adik iparnya, telah dilecehkan oleh Wijaya. Kini, Anita menjadi sasaran berikutnya. Diintai tatapan penuh nafsu dan teror kamar yang disusupi, mampukah ia selamat dari jerat sang mertua?
Sampul Novel Nostalgia
8.4
Misa Almira tak mampu lepas dari ingatan masa kecil bersama sahabat yang sangat ia sayangi. Akibat sebuah kekeliruan fatal di masa lalu, sosok berharga itu tiba-tiba lenyap tanpa jejak. Ketika fakta sebenarnya terkuak, Misa didera penyesalan yang teramat besar. Walau kini ia telah tumbuh dewasa dan fokus membangun kariernya, bayang-bayang kesalahan masa lalu dan memori manis bersamanya tetap melekat erat dalam hidup Misa.
Sampul Novel Pernikahan Palsu yang Mengakhiri Cinta Sejati
8.1
Tujuh tahun Coralie mencintai Kellan dengan tulus. Namun, sebulan setelah menikah, ia menemukan fakta pahit bahwa akta nikah mereka palsu. Saat itu, Kellan justru menikahi kekasih sejatinya di luar negeri secara resmi. Sadar hanya menjadi pengganti, Coralie memilih pergi dengan luka dalam. Kellan baru menyadari cintanya pada Coralie saat ia sudah menghilang. Meski berhasil menemukannya kembali, penyesalan Kellan sia-sia karena segalanya telah terlambat.