APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Baby

My Baby

Demi menghindari rasa malu akibat taruhan, Kalla Rei memutuskan untuk meninggalkan Romeo Evans terlebih dahulu. Meski hancur setelah tahu cinta Romeo palsu, Kalla mencoba tegar walau bayang-bayang pria itu sulit dihilangkan dari hidupnya. Sementara itu, Romeo kini menghadapi dilema rumit. Sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali, mengacaukan perasaannya tepat di saat ia mulai menemukan tambatan hati yang baru.
Bab
Bagikan

Bab 1

Kadang rasa keingintahuan yang besar bisa menyebabkan bencana.

Aku bersembunyi di balik pilar agar tubuh mungilku tidak terlihat. Aku melihat kalau kantin kampusku masih sepi, karena ini masih terlalu pagi. Aku mendengarkan semuanya sejak awal. Mereka berempat sedang asyik membahas diriku. Mungkin sudah lebih dari lima menit aku menguping pembicaraan mereka. Semakin aku dengarkan rasanya semakin menyayat batinku. Aku tidak dapat berkata-kata lantaran terlalu sedih dan terlalu terkejut. Mereka keterlaluan, dan Romeo sungguh bajingan. Mereka itu sekumpulan pecundang dengan wajah malaikat. Aku bersumpah kalau mereka tidak akan pernah mendapatkan dengan mudah wanita-wanita yang mereka sayangi. Aku berdoa semoga kesengsaraan menyelimuti hidup mereka. Aku cukup tahu, aku cukup sadar, kali ini aku salah. Romeo bukanlah lelaki yang layak untuk dicintai sepenuh hati.

“Kau sialan, Thom. Apa kataku, aku selalu terlahir menjadi pemenang. Taruhan ini membuatku melupakan cinta pertamaku.” Romeo menepuk pundak Thomas yang duduk di sebelahnya, tawanya begitu kontras dengan keadaan hatiku yang sakit luar biasa.

“Malangnya Kalla, gadis baik-baik yang harus segera kau campakkan. Kapan kau akan memutuskannya? Besok?” Vincent sok dramatis padahal sedari tadi ia yang paling keras tertawa. Aku bersumpah kau akan sulit mendapatkan pendamping hidup.

“Sudah-sudah, aku sedang berpikir. Sebenarnya aku tidak tega melihat dia menangis. Kalla sepertinya sangat mencintaiku.” Romeo berkata dengan penuh pertimbangan, meskipun aku sangat yakin kalua itu semua hanya pura-pura.

“Kenapa tidak kau pertahankan saja? Tidak ada ruginya juga. Dia cantik dan pintar. Kalla juga baik.” Gabriel mengetuk-ngetukan jarinya di atas meja seperti berpikir. Dia memang selalu tampak tenang daripada ketiga temannya yang sedari tadi membahas perihal taruhannya.

“Tapi aku akan kalah dari kalian kalau aku tidak memutuskannya besok.” Romeo menyunggingkan senyum iblisnya kemudian meminum espresso yang terlihat masih mengepulkan uapnya ke udara.

Aku menekan dada dengan sebelah tanganku, rasanya ini sangat menyakitkan. Jadi selama ini aku hanya dijadikan barang taruhan oleh Romeo, Vincent, Gabriel, dan Thomas. Aku kenal mereka, sekelompok lelaki tak berotak yang kuliah di tempat yang sama denganku. Kupikir Romeo sungguh-sungguh dengan cintanya, ternyata dia tidak lebih dari sampah tak berguna. Selama tiga bulan lebih aku tertipu oleh cinta palsu Romeo. Besok adalah hari ke seratus, dan besok Romeo akan mencampakkanku. Apakah ini adil bagiku? Tidakkah dia tahu kalau diriku begitu mencintainya? Air mataku menetes.

Tragis sekali nasibku. Setelah bisa mendapatkanku pada akhirnya aku hanya dicampakkan seperti kotoran yang tidak ada harganya. Apa mereka tidak berpikir kalau aku sama seperti mereka yang masih punya perasaan.

Pantaskah aku berbangga diri, karena ternyata hargaku cukup mahal? Mereka mempertaruhkan mobil, villa, dan entah apalagi yang aku sendiri tidak ingat padahal jelas-jelas aku mendengarnya. Rasa benciku sudah menumpuk dan menjadi satu dengan penyesalan. Ada dendam yang diam-diam muncul dari dalam hatiku atas ketidakadilan ini.

Di sini aku yang bodoh karena begitu mempercayai Romeo. Aku memantapkan hatiku, kalau lelaki tidak hanya Romeo seorang. Walaupun aku mencintai manusia tidak tahu adat itu dengan sepenuh hatiku, aku yakin aka nada pria yang akan mencintaiku dengan tulus. Hatiku sudah tidak dapat aku prediksi lagi seperti apa bentuknya setelah kebohongan yang Romeo ciptakan. Aku hancur meskipun aku memiliki ego kalau aku bisa mengatasi masalah ini.

Aku mengatur napas, menghirup udara sebanyak-banyaknya dan berharap semua yang kudengar itu salah, tapi kenyataan berkata kalau kupingku masih sangat normal untuk membedakan mana yang benar dan yang salah. Kadang cinta tidak harus terbalaskan, aku menyebutnya cinta yang bertepuk sebelah tangan. Kenyataan ini membuat hatiku pedih. Ada gadis lain yang sangat dicintai oleh Romeo, dan itu bukan diriku. Aku lupa bagaimana mereka membahasnya, intinya aku tidak cukup untuk membuat hati Romeo menjadi satu-satunya milikku.

Aku mengatur napasku yang naik-turun sejak beberapa menit yang lalu. Tawa mereka sudah tidak aku dengarkan lagi. Aku mengusap air mataku yang lancang sudah jatuh tanpa seizinku. Aku mengambil gelas kosong yang bisa aku jangkau lalu mengisinya dengan air keran yang kebetulan tidak jauh dari tempatku berdiri. Aku melihat bayangan wajahku yang mengerikan. Aku tidak cukup cantik bagi Romeo, perlahan rasa ini membuatku merasa rendah diri. Aku berpikir berkali-kali tentang kejadian pagi ini, aku seperti terdampar di tempat asing yang menyakiti jiwaku dan aku sendirian.

Aku melangkah mantap ke hadapan mereka, jangan kira mereka menang atas sakit hatiku yang kualami sekarang, karena kebiadaban mereka diriku terluka begitu dalam.

“Benarkah kau akan memutuskanku, ROMEO EVANS?” Aku mengangkat dagu penuh keangkuhan. Tawa mereka berempat seolah lenyap ditelan bumi. Aku memberikan senyum termanisku kepada lelaki yang sangat aku kasihi, sekaligus aku benci di dunia ini.

“Ka … Kalla?” Romeo gugup sendiri. Apa sekarang dia takut kalau aku barusan mendengar ocehan busuknya bersama gerombolannya? Apa dia belum siap menghadapi kemarahanku yang sudah hampir memecahkan kepalaku?

“Apakah taruhan kalian tidak berlaku lagi kalau detik ini aku MEMUTUSKAN teman kalian ini?” Aku tertawa sumbang menatap Romeo penuh intimidasi, “apa kau akan kalah Romeo?”

Aku melemparkan isi gelas ke muka Romeo yang duduk di depanku. Cipratannya tidak hanya mengenai wajah Romeo saja. Apa peduliku? Mereka saja tidak peduli dengan perasaanku.

“KITA PUTUS. Aku malas menunggu kau putuskan besok. Oh ya, aku sudah tidak sabar menjadi mantanmu.” Aku menjatuhkan gelas kosong ke meja mereka. Meskipun gelas itu tidak pecah, aku tahu kalau suaranya membuat mereka tidak berkedip. Aku tidak ambil pusing dengan makanan yang berantakan karena gelas itu. Hatiku lebih berantakan daripada keadaan meja mereka sekarang. Lagi-lagi aku berpikir, apa ini cukup adil untukku?

Aku tidak tahu mendapat keberanian dari mana. Apa peduliku? Aku hanya melakukan apa yang kuinginkan.

Aku melangkah seanggun mungkin ketika meninggalkan mereka yang masih terperangah dengan kedatanganku yang tiba-tiba. Romeo sudah menjadi masa lalu untukku. Aku tidak tahu masa depanku akan seperti apa, intinya aku bahagia, karena Tuhan lebih cepat membuka telingaku. Paling tidak Romeo sudah gagal dengan rencananya.

Aku baru menyadari kalau aku sudah menjalin hubungan yang indah bersama Romeo selama 99 hari. Angka ganjil itu memberikan efek mistis dalam jiwaku. Aku patah hati lagi, ternyata laki-laki hanya bisa menyakiti tanpa mau mengerti.

Normal kalau diriku lagi-lagi meneteskan air mata tanpa suara. Aku tidak menghapusnya, karena luka ini akan terus menganga untuk waktu yang tidak bisa aku tentukan. Aku tidak ingin sakit hati lagi. Cukup kali ini saja aku tersakiti.

Tuhan, tolong aku…

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ditakdirkan untuk Pria Terkaya di Dunia
8.1
Usai dikhianati tunangannya dalam kondisi mengandung, Livia hampir kehilangan nyawa hingga terpaksa melarikan diri. Lima tahun berlalu, ia kembali dan menolong seorang anak kecil yang rupanya putra dari miliarder paling kaya. Sang konglomerat pun hadir melindunginya, menumpas semua musuh, serta membungkam saudara perempuan Livia yang jahat lewat klaim pernikahan rahasia mereka. Kini, Livia yang kebingungan harus menghadapi godaan sang suami misterius yang mendambakan anak kedua.
Sampul Novel Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
8.0
Tiga tahun Cathryn bertahan dalam pernikahan dingin demi Liam, sebelum dikhianati bersama adik tirinya saat sang ibu tiada. Muak, ia memilih cerai meski dicibir. Tak disangka, Liam menyesal dan bersujud memohon di bawah hujan agar kembali. Namun, desas-desus rujuk itu diabaikan Cathryn. Kini, seorang taipan kuat berdiri di sisinya, siap melindungi istri tercintanya dan menghancurkan siapa saja yang berani mengusiknya.
Sampul Novel ISTRI ORANG
8.2
Ayana merasa kesepian karena sikap dingin suaminya, Devaro. Di tengah situasi ini, ia terpikat oleh Javier, bosnya yang menawarkan kehangatan baru. Namun, hubungan terlarang mereka sebenarnya adalah siasat balas dendam Javier kepada Devaro. Di luar dugaan, niat jahat itu perlahan luntur oleh cinta tulus yang mulai tumbuh. Kini, mampukah Devaro menerima kenyataan pahit bahwa sang istri telah jatuh ke pelukan pria yang sangat menaruh dendam padanya?
Sampul Novel Mafia in The Morning
9.3
Setelah masa kontrak kerjanya usai, Mayumi memilih menjadi relawan dalam acara Jepang agar bisa berjumpa dengan idolanya, Mamoru V. Tak disangka, ia beruntung terpilih menjadi LO bagi cosplayer tersebut. Namun, situasi mendadak menegangkan saat sekelompok orang bersenjata menyerang mereka di tengah jalan menuju studio foto. Terjebak dalam aksi kejar-kejaran maut di gedung tua, Mayumi syok melihat Mamoru memegang pistol sungguhan. Sang idola ternyata menyimpan rahasia gelap yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Terperangkap Kontrak Hasrat Sang Casanova
8.4
Alana nekat menjebak pewaris tunggal Kingston Airlines, Alesio Theodore Kingston, demi menghentikan niat buruk sang ibu tiri. Bukannya murka, miliarder Casanova tersebut malah menyodorkan kesepakatan pernikahan kontrak satu tahun. Namun, Alana lambat laun menyadari adanya misteri dan sisi gelap di balik daya pikat Alesio. Hasrat membara serta obsesi berbahaya pria itu mulai meruntuhkan benteng pertahanan Alana dalam pusaran asmara yang penuh ancaman.
Sampul Novel The Marriage
9.1
Demi memegang teguh wasiat orang tua dan melindungi warisan melimpah dari keluarga Rotschild, Aoi yang tomboi terpaksa menikahi Makoto. Sosok suami pilihan ini adalah pria berdarah Jepang yang terkenal sangat dingin sekaligus pelit. Menghadapi perbedaan karakter yang begitu kontras, mampukah rasa cinta tumbuh di hati mereka? Akankah rasa benci Aoi perlahan sirna, atau justru pesona Makoto yang sanggup melunakkan kerasnya hati sang istri?