APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Accidental Marriage

My Accidental Marriage

Seorang desainer asal Beijing pindah ke Shanghai untuk memulihkan diri sekaligus mengembangkan bisnis butiknya. Tak disangka, vila sewaannya malah dihuni oleh Alan, seorang pemandu wisata berjiwa bebas yang memikat. Di tengah perjuangan melawan penyakit Parkinson, Azzura diajak Alan menikmati petualangan hidup yang penuh gairah. Hubungan tak terduga ini berujung kehamilan, tanpa Alan tahu bahwa Azzura menerima donor organ dari mendiang kekasih masa lalunya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Malam hari, Alan yang bekerja sebagai pemandu wisata mendapat telepon dari temannya yakni Sage, yang menyelidiki kematian mendiang kekasihnya, Odette. Usai menerima telepon tersebut, Alan bergegas pergi ke suatu kafe dan resto untuk bertemu Sage, untuk membicarakan tentang siapa dalang dibalik kematian Odette.

"Hey...." Alan menyapa Sage yang telah duduk dan menunggunya di sebuah meja persegi dengan dua buah kursi yang saling berhadapan di lantai dua Arion Cafe and Resto.

"Hey, Lan...." balas Sage pada Alan yang duduk di depannya. "Maaf kalau aku menganggu waktu santaimu," kata pria ini dengan wajah bersalah.

Dengan cepat Alan menggeleng. "Bagaimana, Ge? Ada kabar terbaru apa?" tanya Alan cepat.

"Hhh ...." Sage mendengus lemas. "Lan ... setelah sekian lama, akhirnya kita mendapat informasi dari kantor, bahwa sebenarnya Odette tewas karena jantung, hati, dan matanya dicabut," ungkap Sage, yang seketika membuat suasana menjadi tegang.

Bahkan, Alan pun terbelalak dan terkejut setengah mati, kala mendengar pernyataan Sage itu. "Ke ... kenapa mata, hati, dan jantung Odette dicabut, Ge?" tanya Alan terbata-bata. "Aku tidak paham," imbuhnya dengan suara gemetar.

"Alasannya tidak banyak, Lan," jawab Sage dengan wajah serius. "Mereka mungkin anggota sekte. Kau tahu, ritual setan. Atau perdagangan organ," jelasnya.

"Apa?!" Alan memajukan tubuhnya lebih dekat dengan bibir meja. "Perdagangan organ?" tanyanya. Yang ditanya mengangguk tegas.

"Memang jarang terdengar. Tapi itu ada, Lan," aku Sage. "Itu bisnis yang sangat menguntungkan bagi mafia teroganisasi," bebernya, membuat Alan seketika pening.

"Pasokan rendah, permintaan tinggi. Organ paling berharga biasanya ginjal, tapi di pasar gelap juga menjual hati, kornea, paru-paru, dan pastinya jantung, Lan," beber Sage.

Alan pun mengangguk mengerti. "Jadi, maksudmu mereka sengaja menculik Odette dan mengambil jantung, hati, dan korneanya agar orang lain dapat hidup, begitu?" tanya Alan yang memasang wajah kesal.

"Mungkin saja begitu," jawab Sage. "Lan, itu artinya calon istrimu tidak dipilih secara acak," tegas pria ini.

Penuturan Sage itu kontan membuat Alan semakin terkejut lantas tercekat dan meneteskan air mata. Namun kemudian, ia menyeka air matanya, sementara rahangnya mengeras, tatapan matanya dingin dan tajam, serta wajah tampannya merah padam karena marah.

"Ge, sekarang aku hanya ingin mengetahui dua hal. Siapa orang yang telah membunuh Odette, dan siapa yang memiliki jantung, hati, dan korneanya," tukas Alan dengan raut wajah penuh dendam, kala bersitatap dengan Sage.

"Aku bersumpah aku tak akan pernah membiarkan mereka hidup dengan tenang, sementara Odette dibunuh agar orang lain bisa hidup," kecam Alan dingin.

"Lan, membuat mereka semua bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan kepada Odette, itu bagus. Tapi, balas dendam itu buruk," tutur Sage pelan.

Sayangnya, Alan tak sependapat dengan Sage. "Ge, aku tidak pernah pandai berbisnis. Jadi, lebih baik terus seperti itu," tegasnya. "Kalau benar kau temanku, dan kau tahu sesuatu tentang mereka, tolong beritahu aku, Ge,"

"Perempuan yang memiliki jantung, hati, dan mata Odette baru saja membuka butik keduanya di kota ini," beber Sage, sebelum ia dan Alan meninggalkan Arion Cafe and Resto.

***

Di sisi lain, Azzura yang cantik, seksi, dan identik dengan kacamata hitam berjalan keluar bar sendirian dengan melewati kerumunan orang. Di waktu ini, Azzura mulai merasa mual, dan kepalanya berputar tidak nyaman. Bahkan, kakinya lebih goyah dari biasanya.

Sesampainya di luar bar, Azzura yang menghirup udara malam yang dingin di tempat parkir sadar betapa mabuknya ia saat itu. Buktinya, pandangan Azzura mulai terpengaruh. Azzura melihat segala sesuatu menjadi dua seperti di film kartun. Selain itu, wanita ini juga berpikir ia akan muntah.

"Azzura...." Entah sejak kapan dan bagaimana pula caranya, mantan kekasih Azzura bergabung dengannya. "Kau baik-baik saja?" tanya pria itu sembari meletakkan tangannya di pundak Azzura.

"Sepertinya aku terlalu banyak minum," aku Azzura. Lalu ia yang mabuk tersenyum lemah pada mantannya itu.

"Aku juga," balas pria tersebut berbisik, dan mata gelapnya mengamati Azzura dengan penuh perhatian. “Apa kau perlu bantuan?" Ia melangkah lebih dekat pada Azzura dan menempatkan lengannya di tubuh wanita itu.

“Aku baik-baik saja. Aku bisa berdiri." Azzura mencoba mendorong pria itu dengan agak lemah.

"Azzura ... ayolah," bisik mantan kekasih Azzura itu lagi.. Dan sekarang, ia dengan berani membawa Azzura ke dalam pelukannya, menariknya lebih dekat kepadanya.

Merasakan tubuhnya dipeluk erat oleh sang mantan, Azzura lantas terkejut bukan kepalang. "Apa yang kau—"

"Ssssttt...." jari telunjuk pria itu membungkam mulut Azzura cepat. Kemudian tangan kanannya berada di punggung Azzura, sementara tangan kirinya di dagunya—mendongakkan kepalanya.

“Aku pikir wanita itu mengatakan tidak!" Sebuah suara dalam kegelapan berkata pelan tapi dingin dan juga tegas, sehingga berhasil membuat Azzura dan mantannya tersentak.

Kemudian detik berikutnya mantan kekasih Azzura menjauh dari Azzura. Setelah itu, ia dan Azzura menoleh ke belakang Dan, betapa terkejutnya Azzura saat melihat Alan di hadapannya.

"Aku Alan...." Alan memperkenalkan dirinya secara singkat kepada mantan kekasih Azzura tersebut tanpa saling berjabat tangan.

Sementara itu, Azzura melirik cemas ke arah Alan, pria yang menatap tajam mantan kekasihnya, dan terlihat marah. Di waktu ini pula Azzura merasa kalau perutnya bergejolak. Karena itu, ia segera membungkuk, dan muntah dengan hebat ke tanah.

"Ugh...." Levi melompat mundur sambil memasang raut wajah jijik. Tetapi tidak dengan Alan. Ia justru meraih rambut Azzura ke belakang dan kemudian menarik dirinya keluar dari jalur semburan. Alan dengan lembut menuntun wanita itu ke tepi tempat parkir yang relatif gelap.

"Kalau kau mau muntah lagi, lakukan di sini. Aku akan memegangimu," kata Alan dengan satu lengannya di bahu Azzura, sementara yang lainnya memegang rambut wanita itu dengan ekor kuda darurat ke punggungnya.

"No Alan ... tidak perlu." Azzura menolak dengan canggung tetapi sopan, kala mendorong Alan untuk pergi. Namun, belum sempat Alan pergi, ia muntah lagi dan lagi. Hingga perutnya kosong dan tak ada lagi muntahan basah yang keluar.

Selesai muntah, Azzura lemas. Dan Alan yang saat itu melihatnya goyah, lantas meraihnya sebelum ia jatuh. Alan menarik Azzura dalam pelukannya, dan memeluknya dengan erat. Buktinya, tubuh wanita ini menempel sangat dekat dengan dada bidang Alan.

"Ayo kita pulang," bisik Alan lembut. Kemudian pria ini menggendong Azzura di punggungnya.

Sementara itu, Azzura yang digendong Alan dalam keadaan mabuk, terus bernyanyi sambil menjambak rambut Alan hingga mereka tiba di villa, lalu Alan membawanya ke kamar tidur, dan menghempaskannya di atas kasur.

"Ah ... otakku terpental. Siapa yang membuatnya terpental begini? Bagaimana kalau otakku bergeser dari tempatnya semula? Apa kau mau bertanggung jawab?" Dengan matanya terpejam, Azzura meracau sembari dua tangannya memegang kepalanya

Di sisi lain, Alan tampak masih terduduk di lantai dengan napas tersengal-sengal usai menjatuhkan Azzura di kasur. "Astaga!! Kau berat sekali. Punggungku sampai sakit," dumel Alan sambil memegangi punggungnya. Lalu ia berdiri dan tidur di samping Azzura.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 15 + (Lima Belas Tahun Ke Atas)
8.5
Kisah masa SMA di sekolah 15 menyuguhkan keseruan tiga sahabat yang penuh aksi konyol dan tawa. Setiap hari, mereka menghadapi berbagai peristiwa absurd yang mewarnai fase remaja. Menariknya, petualangan jenaka ini diadaptasi langsung dari kisah nyata sosok Vlomontleus. Melalui dinamika persahabatan yang tulus dan penuh kejutan, cerita ini menghadirkan potret kehidupan anak muda masa kini yang sangat nyata dan dekat dengan keseharian pembaca.
Sampul Novel Alice and The Blue Sea
8.6
Nyawa Alice terselamatkan dari gulungan ombak maut berkat aksi heroik Archer. Sosok misterius penolongnya itu ternyata adalah duyung jantan, fakta luar biasa yang baru Alice percayai setelah menyentuh ekor berototnya sendiri. Usai kejadian ajaib tersebut, Archer meminta bantuan kepada Alice. Akankah kehidupan tenang Alice berubah sepenuhnya setelah terikat takdir dengan sang penghuni samudra? Ikuti kisah fantasi romantis modern yang penuh keajaiban ini.
Sampul Novel Destination Reveange
8.3
Demi membalas dendam pada keluarga angkatnya, Jiang Shiqi memutuskan kembali ke Kekaisaran Ming. Namun, jalannya terhalang oleh Xuan Ming, seorang pangeran kejam tanpa belas kasih yang terobsesi memilikinya. Meski dipaksa tunduk, Shiqi keras kepala menolak perasaan sang pangeran. Saat malam pernikahan mereka yang dingin tiba, Shiqi justru menuntut perceraian dan berjanji akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan pria keji itu untuk selamanya.
Sampul Novel Kisah Sang Penguasa
9.4
Fugaku rela menikahi Vior dari klan Diningrat demi menolong keuangan keluarga Vegas dan membalas budi Dimitri. Namun, pernikahan ini hanyalah siasat licik Vior untuk merampas rahasia bisnisnya. Di hari pernikahan, Fugaku disiksa, diracun, lalu dibuang ke laut. Setelah berhasil bertahan hidup secara ajaib, ia bangkit dan bergabung dengan pasukan elite Celestial di Kota Kastiya. Kini, penyintas misterius ini siap memulai lembaran baru kehidupannya.
Sampul Novel Pelangi Di Atas Singasari
8.6
Mahesa, anak dari Arjuna dan Ken Rukmini, terseret dalam konspirasi Kerajaan Pedang Wangi di tengah ancaman Joyorono serta militer Mong. Bersama Niken Wulandari, ia memilih bermitra dengan Mong untuk melibas lawan, tetapi justru berujung dikhianati. Demi melindungi tanah airnya, Mahesa wajib membongkar misteri masa lalu dan menghidupkan daya magis pusaka Wesi Wangi. Di sela intrik takhta, ia pun menyadari bahwa pemimpin sejati harus meredam ego demi keselamatan rakyat.
Sampul Novel Pendekar Kembara Semesta Seri 2
9.8
Petualangan Suro Joyo menjelajahi semesta berlanjut. Setelah mengalahkan Putri Siluman Alas Waru, sang pendekar malah terseret dalam konflik politik Kerajaan Karangtirta. Suro tidak hanya harus menghentikan pemberontakan, tetapi juga melawan bajak laut Selat Utara yang kejam. Tugasnya bertambah saat ia harus menyelamatkan Ayumanis di Penginapan Melati Jingga, hingga puncaknya ia harus bertarung melawan Sanggariwut, pemilik Jurus Ular Api Neraka.