APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mutiara yang Tersia-siakan

Mutiara yang Tersia-siakan

Empat tahun pernikahan terasa hampa bagi sang istri karena suaminya selalu menolak mengajaknya ke tempat-tempat romantis dengan dalih norak. Sikap dingin itu runtuh saat cinta lama sang suami kembali, bahkan pria itu rela membawanya ke gunung legendaris demi kebersamaan abadi. Sadar akan posisinya, sang istri memilih bercerai dan memulai hidup baru di luar negeri. Namun, penyesalan mendalam justru membuat mantan suaminya mengejarnya hingga mencari dirinya dengan putus asa di antara puing reruntuhan.
Bab
Bagikan

Bab 6

"Sekarang kondisi janinnya masih belum stabil. Ibu hamil nggak boleh lagi melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat. Untuk hubungan suami istri, dua bulan ini sebaiknya jangan melakukannya dulu..."

Melihat Kayden dan Lilly masuk ke ruang konsultasi yang baru saja dia tinggalkan, Pearly menahan air matanya dan ingin segera pergi. Namun, saat melewati pintu, dia mendengar dokter sedang memberi mereka nasihat.

"Baik, terima kasih, Dokter. Saya akan menjaganya."

Suara lembut Kayden menjawab. Tanpa melihat pun, Pearly bisa membayangkan wajah penuh perhatian Kayden saat itu.

Pearly mempercepat langkah, tetapi dia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang saat di lorong. Kayden yang baru keluar dari ruang konsultasi tetap saja menemukannya.

"Pearly!?"

Kayden mengerutkan kening dan memanggilnya, "Kamu ke rumah sakit untuk apa?"

"Aku... perutku sakit, jadi periksa sebentar." Pearly menggenggam erat hasil tes kehamilan di tangannya.

"Sakit perut?" Dari belakang, Lilly melangkah maju dengan sikap akrab. "Aku pernah dengar dari Kayden, dulu kamu sering nggak makan tepat waktu, makanya sampai jatuh sakit begini."

Pearly hanya mengangguk tanpa menjawab.

Begitu dia melirik lembar hasil USG di tangan Lilly, ekspresi Kayden tampak sedikit panik. Dia buru-buru bicara. "Pearly, jangan salah paham, aku bukan..."

"Kayden!"

Lilly menarik lengan Kayden seperti merajuk. Kayden pun tidak melanjutkan ucapannya lagi, wajahnya dipenuhi dengan pergulatan.

Tidak ingin mempermalukan siapa pun lebih jauh, Pearly asal memberi alasan lalu pergi.

Di belakangnya, Kayden hampir mengulurkan tangan untuk menahan Pearly, tetapi Lilly memandang penuh permohonan sambil menarik bajunya.

"Kayden, kamu sudah janji akan menyimpan rahasia ini dulu!"

Kayden pun menghentikan langkahnya dan tidak lagi mengejar.

Pearly keluar dari rumah sakit seorang diri. Di dunia ini, dia sudah tidak punya satu pun keluarga. Setelah ragu-ragu cukup lama di pinggir jalan, akhirnya dia melangkah menuju sanatorium.

Profesor Jimmy menyambut Pearly dengan gembira, dia berulang kali menyodorkan makanan.

Pikiran Profesor memang mulai samar, tapi dia masih ingat menanyakan rencana pekerjaan Pearly setelah lulus, bahkan bersikeras ingin membantu mencarikan.

Pearly menolak halus, dia tetap tidak mengatakan soal kehamilannya.

Namun, di sanatorium itu, dia menemukan sebuah alasan untuk mempertahankan anak ini. Pearly terlalu membutuhkan keluarga, seseorang yang memiliki darah yang sama, yang bisa selalu menjadi sandaran baginya.

Hanya saja, jika Pearly benar-benar melahirkan anak ini, kemungkinan besar dia tidak bisa ikut berangkat ke Arreca.

Pearly menatap layar ponsel, dia ragu apakah harus menekan nomor ketua tim atau tidak, tiba-tiba pesan dari Kayden masuk.

[Pearly, besok malam kamu ada waktu? Aku sudah memesan tempat di Restoran Oshye, ada hal yang ingin kubicarakan denganmu.]

Restoran itu adalah tempat yang dulu dipesan Pearly pada hari peringatan pernikahan mereka. Mengingat kenangan saat dia ditinggalkan, Pearly merasa seakan semuanya sudah terjadi di kehidupan yang lain.

Dia mengetik di kotak percakapan: [Oke, aku akan datang tepat waktu.]

Kebetulan, dia memang ingin berterus terang pada Kayden soal perceraian.

Pearly sudah berkonsultasi dengan pengacara. Jika Pearly ingin diam-diam melahirkan anak itu tanpa sepengetahuan Kayden, dia tidak bisa menyembunyikan perceraian. Kalau tidak, Kayden bisa saja menggunakan alasan itu untuk merebut anaknya nanti.

"Bukannya kamu sebelumnya ingin datang ke restoran ini? Anggap saja hari ini sebagai penggantinya," kata Kayden dengan sedikit rasa bersalah setelah memarkir mobil di seberang restoran.

Setelah mengucapkannya, dia langsung menggenggam tangan Pearly.

Tubuh Pearly seketika menegang. Selama empat tahun, ini pertama kalinya Kayden mengambil inisiatif menggandeng tangannya.

Pearly yang tidak terbiasa secara refleks ingin menarik tangannya. Tepat pada saat itu, notifikasi ponsel Kayden berbunyi. Dia pun melepaskan tangan Pearly untuk melihat ponselnya.

Entah apa yang dia terima, wajah Kayden langsung berubah, alisnya yang indah mengerut rapat. Dia bahkan berhenti di tengah jalan dengan panik dan membuka sebuah aplikasi siaran langsung.

Pearly ikut melirik. Di layar, Lilly ternyata sedang menyiarkan aksinya yang hendak mengiris pergelangan tangan.

"Hati-hati!"

Sebuah mobil berbelok dengan kecepatan tinggi. Kayden yang perhatiannya teralihkan pada ponsel masih berdiri kaku di tempat.

Pearly dengan sekuat tenaga menariknya ke belakang, tetapi tubuhnya sendiri justru tersenggol kendaraan itu hingga terjatuh ke jalan.

"Pearly!"

Kayden akhirnya tersadar. Dia menoleh ke arah Pearly yang tergeletak di tanah, lalu kembali menatap siaran langsung di layar ponselnya...

Setelah ragu sejenak, Kayden mengibaskan tangannya dan berkata, "Pearly, keadaan Lilly darurat, aku harus ke sana dulu!"

Pearly terbaring di tepi jalan. Di antara hiruk pikuk kendaraan dan kerumunan orang, dia menyaksikan Kayden pergi dengan cemas.

Pearly berusaha bangkit, tetapi tiba-tiba rasa sakit hebat menjalar dari perut bagian bawahnya. Begitu menunduk, dia melihat darah segar telah merembes membasahi celananya...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Lain Hanyalah Tamu
8.7
Tujuh kali menikah dan diceraikan oleh pria yang sama demi wanita lain membuat perasaan wanita ini mati rasa. Dari mencoba mengakhiri hidup hingga belajar pergi tanpa suara, ia telah melewati semua kepedihan. Kini, saat kekasih lama suaminya kembali, ia memilih menyodorkan surat cerai atas inisiatif sendiri. Sang suami mengira ini hanyalah bagian dari siklus pernikahan kembali yang biasa mereka lakukan, tanpa menyadari bahwa kali ini istrinya benar-benar pergi selamanya.
Sampul Novel Calon Istri Tuan Muda Dingin
8.9
Demi menanti kekasihnya, Fandra Alatas menolak desakan keluarga untuk menikah dan memberikan ahli waris. Namun, wasiat sang kakek membuat ibu dan neneknya menjodohkan dirinya dengan Vivana Rosiana. Vivana pun terpaksa menetap di kediaman Alatas walau ditentang keras oleh Fandra. Saat benih cinta mulai tumbuh di hati Fandra untuk Vivana, kekasih masa lalunya kembali hadir. Kini ia bimbang di antara dua hati, sementara rahasia janji Vivana mulai terkuak.
Sampul Novel Di Bawah Rintik Hujan
8.9
Bahtera rumah tangga Juan Malvin dan Azalea tengah dilanda guncangan hebat yang mengancam pernikahan mereka. Keadaan kian pelik saat kehadiran Marissa, staf baru di kantor, mulai mengusik dan menjadi pihak ketiga di antara mereka. Di tengah badai konflik yang tiada habisnya, komitmen serta rasa percaya pasangan ini benar-benar diuji. Sanggupkah Juan dan Azalea menyelamatkan pernikahan mereka dari godaan luar dan rintangan yang terus mengintai?
Sampul Novel GAIRAH PRIA IMPOTEN
9.8
Mela, wanita malang yang diusir ibu tirinya dan menjadi korban pelecehan, terpaksa bekerja sebagai wanita penghibur. Di sana, ia mendapat misi khusus untuk memikat seorang pria impoten yang penuh misteri. Hubungan tak terduga ini justru membuat Mela hamil anak dari pria tersebut. Kini, ia terjebak dalam dilema besar mengenai masa depan janinnya, di tengah pusaran rahasia besar yang menyelimuti kehidupan mereka berdua.
Sampul Novel Mundur Setelah Dipoligami
9.5
Sembilan tahun lebih menikah, Khanza Almira dikhianati oleh Bram Radita yang melakukan poligami secara rahasia dengan gadis yang lebih muda. Enggan berbagi suami dan demi mempertahankan kehormatannya, Khanza memilih berpisah dan melayangkan gugatan cerai. Setelah resmi menjalani hidup masing-masing, apakah perpisahan ini akan menjadi titik akhir hubungan mereka, ataukah takdir justru akan mempertemukan mereka kembali di masa depan?
Sampul Novel The Fate of A Wallflower
8.6
Nasib buruk menimpa Lady Annabelle Hardy di Inggris abad ke-18. Usai pertunangannya dibatalkan demi sang adik tiri, Anna kini menjadi sasaran pembunuhan Sophie, ibu tirinya yang serakah. Di tengah konspirasi gelap ini, sebuah suara misterius memperingatkannya agar tidak melarikan diri. Mampukah Anna bangkit melawan pengkhianatan keluarga tersebut dan memecahkan misteri yang mengancam jiwanya sebelum terlambat?