APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mutiara yang Tersia-siakan

Mutiara yang Tersia-siakan

Empat tahun pernikahan terasa hampa bagi sang istri karena suaminya selalu menolak mengajaknya ke tempat-tempat romantis dengan dalih norak. Sikap dingin itu runtuh saat cinta lama sang suami kembali, bahkan pria itu rela membawanya ke gunung legendaris demi kebersamaan abadi. Sadar akan posisinya, sang istri memilih bercerai dan memulai hidup baru di luar negeri. Namun, penyesalan mendalam justru membuat mantan suaminya mengejarnya hingga mencari dirinya dengan putus asa di antara puing reruntuhan.
Bab
Bagikan

Bab 5

Kayden dan Lilly tidak berkata apa pun, mereka secara tidak langsung membenarkan.

"Uhuk..." Kayden berdeham pelan, lalu mengalihkan topik dan bertanya pada Lilly, "Lomba apa?"

Lilly menjulurkan lidahnya. "Bersepeda malam keliling danau, aku sudah mendaftarkanmu. Kamu nggak marah, 'kan?"

Kayden kembali terdiam, lalu melirik ke arah Pearly.

Pearly mengangkat bahunya. "Kalian saja yang pergi, kebetulan aku mau kembali ke kampus untuk merapikan tesis."

Di sisi lain, Sophia yang tidak tahu hubungan mereka justru mengajak Pearly dengan ramah. "Adik juga bisa ikut bermain bersama."

"Pearly sepertinya nggak suka kegiatan bersepeda yang agak tomboi begini."

Belum sempat Pearly menjawab, Lilly sudah lebih dulu menolak atas namanya.

Kayden pun ikut menambahkan, "Benar, Pearly agak penakut, dia nggak pandai olahraga."

Pearly tidak membantah. Dalam hati dia berpikir, selama tiga tahun dirinya menjabat sebagai ketua klub bela diri di kampus, tidak ada satu pun lawan dari fakultas lain yang bisa mengalahkannya. Kalau adik-adik juniornya mendengar ucapan Kayden barusan, mungkin mereka akan marah besar dan langsung menghajarnya.

Tidak ingin membuang waktu untuk berdebat, Pearly mengeluarkan gelang giok yang tadi dia lepaskan dan menyerahkannya pada Kayden. "Ini..."

Dia berniat mengingatkan Kayden supaya menyimpannya baik-baik, tetapi Sophia yang melihat gelang itu langsung menatap dengan mata berbinar dan buru-buru menyambutnya. "Astaga! Giok yang indah sekali!"

Sophia menoleh ke arah Lilly dengan penuh rasa iri. "Beberapa hari lalu kamu baru bilang ingin mencari gelang giok dengan kualitas bagus, ternyata Tuan Kaydenmu begitu cepat mencarikannya untukmu! Kenapa aku nggak punya teman lama sebaik ini, ya..."

Lilly menundukkan kepala dengan sedikit malu.

Sophia terus menggodanya. "Lilly, cepat coba pakai. Aku belum pernah melihat giok dengan kualitas setinggi ini! Harganya pasti miliaran..."

Di bawah pandangan penuh harap Lilly, Kayden dengan ragu-ragu mengambil gelang giok itu dan memberikannya kepada Lilly. Hanya saja, sejak tadi dia terus memperhatikan ekspresi Pearly.

Saat melihat Lilly mengenakan gelang giok itu, Pearly justru menghela napas lega. Bagi dirinya, pusaka Keluarga Stewart ini hanyalah barang yang merepotkan.

Lagi pula, cepat atau lambat benda itu akan jatuh ke tangan Lilly juga, jadi lebih baik diserahkan sekarang saja.

"Kalian saja yang pergi bersenang-senang, aku naik taksi saja." Pearly masuk ke dalam lift tanpa menoleh lagi.

Di belakangnya, Kayden yang selama ini selalu menjadi pusat perhatian Pearly, untuk pertama kalinya menatap Pearly yang menjauh.

Kayden menatap pintu lift yang perlahan menutup, melihat Pearly pergi dengan langkah tegas, hatinya diliputi perasaan yang sulit dia ungkapkan.

Pearly pergi menonton opera seorang diri. Drama tragis Jenufa itu membuatnya menangis hampir sepanjang pertunjukan.

Dalam perjalanan pulang ke kampus dengan taksi, Pearly kembali membuka media sosial dan melihat unggahan terbaru dari Lilly.

Gelang giok itu melingkar di pergelangan tangan Lilly dan dia menulis keterangan di foto. [Memakai gelang giok sambil bersepeda keliling danau, tiada duanya!]

Di dalam foto, bayangan Kayden dan bayangannya berdempetan erat.

Pearly membuka akun Lilly dengan tenang, lalu menekan tombol berhenti mengikuti dan tidak tertarik.

Ketika Lilly baru saja menerobos masuk ke dalam hidupnya dulu, Pearly seperti tikus got yang mengaduk-aduk setiap unggahan akunnya. Namun, sekarang, dia sudah tidak peduli lagi.

Beberapa tahun terakhir, Pearly hanyalah penonton dalam hidup Kayden.

Pearly pernah tertawa dan menangis. Kini, pertunjukan telah usai, saatnya dia melepaskan diri dari tragedi ini.

Hari dimulainya program bantuan ke Arreca makin dekat. Beberapa teman seangkatannya yang akrab dengan Pearly sudah mengajukan cuti untuk pulang, mereka ingin menghabiskan waktu terakhir bersama keluarga.

Pearly yang tetap tinggal di kampus mengambil alih pekerjaan logistik tim. Dia sibuk ke sana kemari menyiapkan perlengkapan, sampai tidak sempat beristirahat.

Sepuluh hari menjelang keberangkatan, dia perlu pergi ke apotek membeli obat. Saat melihat rak berisi alat pemeriksa kehamilan, tanpa sadar Pearly mengambil satu.

Belakangan ini, dirinya memang sering merasa mual dan ingin muntah, ditambah menstruasinya juga terlambat.

Yang ditakutkan justru datang. Melihat dua garis merah di alat pemeriksa kehamilan, Pearly hampir saja mengumpat.

Dia berusaha memaksakan diri tetap tenang. Alat pemeriksa kehamilan kadang juga bisa salah. Pearly segera membuat janji dengan dokter lewat ponsel. Keesokan paginya, dia langsung menuju poli kandungan untuk tes darah.

Satu jam kemudian, dia berdiri di lobi rumah sakit sambil menggenggam laporan bertuliskan hamil dua bulan. Kepalanya langsung berdengung.

Dua bulan, jika dihitung, seharusnya itu saat terakhir kali Pearly berhubungan dengan Kayden sebelum Lilly kembali ke negara ini.

Kenapa bisa pas sekali!

Padahal beberapa hari lagi dia sudah bisa mengambil akta cerai, lalu berangkat ke Benua Arreca.

Pearly tidak kuasa menahan diri, dia membuka kontak Kayden.

Sekuat apa pun dirinya, Pearly tetap seorang mahasiswi berusia 24 tahun. Dengan ragu, dia menekan tombol panggilan.

Detik berikutnya, suara dering telepon terdengar tidak jauh darinya.

Pearly menoleh ke arah suara, dia melihat Kayden dengan mantel panjang, berdiri bersama Lilly yang berwajah cerah menawan. Keduanya tampak sangat serasi.

Mendengar ponselnya berdering, Kayden mengerutkan keningnya sambil mengeluarkan ponsel.

Pearly buru-buru memutus panggilan yang belum tersambung, lalu bergegas menyelinap masuk ke dalam bayangan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Lain Hanyalah Tamu
8.7
Tujuh kali menikah dan diceraikan oleh pria yang sama demi wanita lain membuat perasaan wanita ini mati rasa. Dari mencoba mengakhiri hidup hingga belajar pergi tanpa suara, ia telah melewati semua kepedihan. Kini, saat kekasih lama suaminya kembali, ia memilih menyodorkan surat cerai atas inisiatif sendiri. Sang suami mengira ini hanyalah bagian dari siklus pernikahan kembali yang biasa mereka lakukan, tanpa menyadari bahwa kali ini istrinya benar-benar pergi selamanya.
Sampul Novel Calon Istri Tuan Muda Dingin
8.9
Demi menanti kekasihnya, Fandra Alatas menolak desakan keluarga untuk menikah dan memberikan ahli waris. Namun, wasiat sang kakek membuat ibu dan neneknya menjodohkan dirinya dengan Vivana Rosiana. Vivana pun terpaksa menetap di kediaman Alatas walau ditentang keras oleh Fandra. Saat benih cinta mulai tumbuh di hati Fandra untuk Vivana, kekasih masa lalunya kembali hadir. Kini ia bimbang di antara dua hati, sementara rahasia janji Vivana mulai terkuak.
Sampul Novel Di Bawah Rintik Hujan
8.9
Bahtera rumah tangga Juan Malvin dan Azalea tengah dilanda guncangan hebat yang mengancam pernikahan mereka. Keadaan kian pelik saat kehadiran Marissa, staf baru di kantor, mulai mengusik dan menjadi pihak ketiga di antara mereka. Di tengah badai konflik yang tiada habisnya, komitmen serta rasa percaya pasangan ini benar-benar diuji. Sanggupkah Juan dan Azalea menyelamatkan pernikahan mereka dari godaan luar dan rintangan yang terus mengintai?
Sampul Novel GAIRAH PRIA IMPOTEN
9.8
Mela, wanita malang yang diusir ibu tirinya dan menjadi korban pelecehan, terpaksa bekerja sebagai wanita penghibur. Di sana, ia mendapat misi khusus untuk memikat seorang pria impoten yang penuh misteri. Hubungan tak terduga ini justru membuat Mela hamil anak dari pria tersebut. Kini, ia terjebak dalam dilema besar mengenai masa depan janinnya, di tengah pusaran rahasia besar yang menyelimuti kehidupan mereka berdua.
Sampul Novel Mundur Setelah Dipoligami
9.5
Sembilan tahun lebih menikah, Khanza Almira dikhianati oleh Bram Radita yang melakukan poligami secara rahasia dengan gadis yang lebih muda. Enggan berbagi suami dan demi mempertahankan kehormatannya, Khanza memilih berpisah dan melayangkan gugatan cerai. Setelah resmi menjalani hidup masing-masing, apakah perpisahan ini akan menjadi titik akhir hubungan mereka, ataukah takdir justru akan mempertemukan mereka kembali di masa depan?
Sampul Novel The Fate of A Wallflower
8.6
Nasib buruk menimpa Lady Annabelle Hardy di Inggris abad ke-18. Usai pertunangannya dibatalkan demi sang adik tiri, Anna kini menjadi sasaran pembunuhan Sophie, ibu tirinya yang serakah. Di tengah konspirasi gelap ini, sebuah suara misterius memperingatkannya agar tidak melarikan diri. Mampukah Anna bangkit melawan pengkhianatan keluarga tersebut dan memecahkan misteri yang mengancam jiwanya sebelum terlambat?