APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel MURIDKU KENIKMATAN KU

MURIDKU KENIKMATAN KU

Pak Bowo, seorang duda yang juga seorang guru, menyembunyikan hasrat gelap di balik seragam dan wibawanya. Sesuatu dalam diri setiap murid cantik yang duduk di depan kelas selalu berhasil menggoda pikirannya. Perlahan, ia merancang rayuan berbahaya untuk menundukkan mereka. Setiap kata yang diucapkannya bukan lagi sekadar pelajaran, melainkan ajakan memasuki dunianya yang penuh kepatuhan. Di ruang tertutup, otoritasnya berubah menjadi alat untuk menyalurkan nafsu yang selama ini terpendam. Bagaimana seorang pendidik bisa menjelma menjadi penguasa atas kepolosan yang ia inginkan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Dia mengangguk, terlihat sangat antusias,"Aku suka ide itu! Kita bisa pergi ke tempat-tempat baru, atau bahkan hanya duduk di taman sambil berbicara"

Kami melanjutkan obrolan tentang rencana dan impian masing-masing, seolah dunia di luar sana tidak ada. Momen itu terasa seperti sebuah pelarian dari kenyataan, dan aku tahu bahwa perasaan ini adalah sesuatu yang langka dan berharga.

"Bagaimana kalau kita mulai besok? Kita bisa pergi ke kafe yang baru dibuka di dekat sekolah,""usulku.

Siska tersenyum lebar, seolah tidak sabar untuk menjalani petualangan baru ini,"Setuju! Aku akan mengajak teman-temanku, dan kita bisa menghabiskan waktu bersama. Ini akan menjadi sangat menyenangkan!"

Sejak saat itu, aku merasa hidupku mulai memiliki warna baru. Hubungan ini mungkin rumit, tetapi ada keindahan dalam ketidakpastian ini. Kami adalah dua jiwa yang saling mencari, dan kini kami telah menemukan satu sama lain. Aku tidak tahu ke mana hubungan ini akan membawa kami, tetapi saat itu, aku merasa siap untuk menghadapinya-bersama Siska.

**

Hari berikutnya terasa penuh semangat saat jam menunjukkan pukul tiga sore. Suasana di rumahku terasa lebih cerah ketika Siska tiba dengan sikap centilnya yang membuatku tak bisa menahan senyum. Dia mengenakan baju kasual yang sederhana, tetapi tetap terlihat menarik. Keceriaannya seolah menghiasi hari-hariku yang sebelumnya penuh kesunyian.

"Selamat sore, Pak!" sapa Siska sambil melangkah masuk. Wajahnya bersinar dengan semangat, dan aku merasa beruntung bisa berbagi momen ini dengannya.

"Sore, Siska. Senang kamu datang," jawabku sambil mempersilakan dia masuk ke dalam kamar.

"Ayo sini, kita ngobrol sambil menikmati buah-buahan."

Dia mengangguk sambil mengedipkan mata, seolah mengerti bahwa kami akan menikmati waktu berkualitas bersama. Kami duduk di sofa, dan aku mengambil beberapa potong buah segar dari meja. Aroma manis buah-buahan itu memenuhi ruangan, membuat suasana semakin hangat.

"Buah favoritmu apa, Siska?" tanyaku, sambil mengiris buah mangga yang sudah matang.

"Hmm, aku suka semua jenis buah, tapi yang paling aku suka itu stroberi dan mangga!" jawabnya dengan semangat, matanya berbinar ketika melihat potongan mangga.

"Kalau begitu, kamu harus coba yang ini." Aku menyerahkan potongan mangga yang sudah aku iris dengan hati-hati. Dia menerimanya dengan kedua tangan dan langsung menggigitnya.

"Hmm, enak banget, Pak! Bapak tahu cara memilih mangga yang bagus, Pak!" Siska berkata sambil tersenyum, dan senyum itu membuat hatiku bergetar.

Kami melanjutkan obrolan santai, bertukar cerita tentang sekolah, teman-teman, dan impian masa depan. Siska bercerita tentang rencananya untuk kuliah di luar negeri, dan aku mendengarkan dengan penuh perhatian.

"Kalau aku bisa pergi ke luar negeri, aku ingin belajar tentang seni dan budaya. Rasanya menarik bisa melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda," ujarnya, wajahnya berseri-seri.

"Itu impian yang bagus, Siska. Aku yakin kamu bisa mencapainya. Kamu punya semangat yang luar biasa," balasku, merasa bangga dengan semangatnya.

Dia tersenyum lebar, lalu mengubah topik pembicaraan,"Tapi, Pak, aku juga penasaran dengan kehidupanmu setelah menjadi duda. Apa yang paling sulit kamu hadapi?"

Pertanyaan itu membuatku sedikit terkejut.

"Hmm, banyak yang sulit, sebenarnya. Tapi yang paling menyakitkan adalah menahan hasrat biologis ku yang kadang datang." Aku menjawab dengan hati-hati, berusaha tidak terlalu terbawa perasaan.

Siska mengangguk paham,"Itu pasti sulit. Tapi aku ingin bapak tahu, sekarang bapak tidak sendirian. Aku ada di sini untukmu, Pak"

Kata-katanya membuatku merasakan kehangatan yang dalam. Aku berterima kasih pada Siska karena mau mendengarkan dan berbagi perasaan,"Aku sangat menghargainya, Siska. Kehadiranmu membuatku merasa lebih baik"

Siska tersenyum, dan kami berbagi momen hening yang nyaman. Aku bisa merasakan ketegangan dan harapan di antara kami. Ada perasaan saling memahami yang semakin menguat.

"Apa aku boleh tahu, apa yang sebenarnya kamu cari dalam hidup ini, Pak?" Dia bertanya lagi, dan aku merasakan momen itu begitu intim.

"Aku hanya ingin menemukan kebahagiaan dan seseorang yang bisa mengerti diriku, seperti kamu," jawabku, menatap matanya dengan penuh arti.

Dia terdiam sejenak, kemudian tersenyum manis,"Kalau begitu, mungkin kita bisa mencari kebahagiaan itu bersama-sama"

Mendengar kata-katanya membuatku merasa bersemangat. Kami berada di jalur yang sama, mencari kebahagiaan yang selama ini hilang. Dengan setiap detik yang berlalu, aku merasa semakin terikat dengan Siska, dan ini adalah langkah awal dari perjalanan kami berdua.

Setelah beberapa saat mengobrol, aku merasa suasana semakin hangat dan ingin menambahkan sedikit bumbu pada pertemuan kami. Aku mengalihkan perhatian dengan menyalakan televisi dan memilih sebuah film dewasa yang baru dirilis. Mungkin ini keputusan yang sedikit berani, tetapi aku ingin melihat bagaimana reaksi Siska.

Begitu film dimulai, layar menampilkan adegan-adegan intim yang langsung membuat suasana terasa berbeda. Siska terlihat gelisah, matanya tidak berani menatap layar secara langsung, dan aku bisa melihat wajahnya memerah. Dia terlihat canggung, tetapi ada kilau rasa ingin tahunya yang jelas terlihat.

Aku hanya tersenyum melihatnya, menikmati momen ini sambil memperhatikan bagaimana dia bereaksi.

"Kenapa, Siska? Apa kamu merasa tidak nyaman?" tanyaku dengan nada santai, mencoba menggoda.

"Eh... tidak kok, Pak. Hanya... ini agak baru bagiku," jawabnya sambil menundukkan kepala, jelas terlihat malu. Dia menggigit bibir bawahnya, sebuah kebiasaan yang menambah daya tariknya.

"Ini hanya film, Siska. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kadang kita perlu melihat hal-hal yang berbeda untuk memahami lebih banyak tentang kehidupan," balasku, berusaha membuatnya lebih nyaman.

Dia mengangguk pelan, tetapi aku bisa melihat mata Siska masih tertuju pada layar, meskipun dia berusaha untuk tidak terlalu terlihat. Aku merasakan ketegangan di udara, dan sepertinya ada sesuatu yang lebih antara kami.

"Aku... aku tidak tahu kalau film seperti ini bisa bikin aku merasa... penasaran,"ujarnya pelan, seolah takut untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.

"Penasaran? Itu hal yang wajar, Siska. Setiap orang memiliki rasa ingin tahu. Apalagi di usia kita sekarang, wajar untuk memikirkan hal-hal ini," sahutku, mencoba memberi pengertian sambil tersenyum.

Dia mengangkat wajahnya, matanya bertemu mataku.

"Tapi, Pak... ini teras berbeda. Aku tidak tahu harus berpikir apa." Siska mengakui, suaranya sedikit bergetar.

Rasa ingin tahunya membuatku semakin terpesona.

"Apakah kamu ingin membicarakannya?" tawarku, berusaha membuka ruang untuk percakapan lebih lanjut.

"Tidak ada yang salah dengan membahas apa yang kita lihat, Sayang."

Siska terlihat ragu, tetapi wajahnya menunjukkan bahwa dia ingin terbuka.

"Mungkin aku ingin tahu lebih banyak tentang... hubungan. Tentang cinta dan keintiman," ucapnya, kali ini dengan suara yang lebih mantap.

Pernyataan itu membuatku terkejut sekaligus senang. Siska bukan hanya muridku yang centil; dia adalah seorang gadis yang memiliki pemikiran dewasa dan rasa ingin tahu yang kuat.

"Kalau begitu, kita bisa membicarakannya. Hubungan itu tidak selalu tentang fisik, tapi juga emosi dan saling memahami. Hal itu sangat nikmat, Sayang. Jika melakukannya dengan cinta." Aku menjelaskan, merasa kami telah memasuki wilayah yang lebih dalam dalam hubungan kami.

*****

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu
8.0
Akibat konspirasi jahat yang merusak kehormatannya, Claire Adhitama terpaksa meninggalkan rumah. Enam tahun berlalu, ia kembali bersama tiga anak kembarnya yang masih kecil untuk membalas dendam. Tak disangka, anak-anaknya yang cerdik justru menemukan ayah kandung mereka yang kaya raya dan menculiknya pulang demi mendukung sang ibu. Saat berhadapan dengan tiga replika dirinya, sang presdir menyudutkan Claire dengan senyuman hangat, menantangnya untuk memiliki anak keempat, yang langsung ditolak keras oleh Claire.
Sampul Novel Kupu-kupu Sang Miliarder
9.2
Di balik gemerlap malam pesisir Jakarta, Niela berjuang menjaga kehormatannya di tengah cemoohan. Namun, desakan sang ibu memaksanya masuk ke dunia kelam hingga bertemu Darren Alvaro Prayudha. Demi menyangkal cinta pandangan pertama yang hadir, sang miliarder memutuskan menawan Niela. Hubungan rumit ini justru perlahan mengungkap rahasia jati diri Niela yang misterius. Mampukah Darren akhirnya mengakui perasaan aslinya?
Sampul Novel Maafkan Aku Mam
9.5
Pesona fisik Andre yang atletis seketika menyulut hasrat terpendam sang tante. Sejak berjumpa di toko Albert, rasa penasaran terus membayangi pikirannya hingga kini memuncak dalam sentuhan penuh damba. Andre pun memilih pasrah dan menyerahkan dirinya secara utuh malam itu. Dengan perlahan, ia menanggalkan pakaiannya demi menggoda sang tante yang sudah tidak sabar lagi untuk menuntaskan seluruh rasa penasaran yang mengusik hari-harinya.
Sampul Novel Masa Depan Kita
7.9
Dalam kisah romantis modern ini, seorang tokoh utama memilih memendam perasaan cintanya dalam-dalam. Ia memutuskan untuk terus menyembunyikan rasa itu dari siapa pun demi melindungi sosok yang sangat ia sayangi. Pengorbanan tulus ini ia lakukan dengan ikhlas demi menjaga kebahagiaan dan menghargai orang yang paling berharga dalam hidupnya, meskipun ia sendiri harus menapaki jalan yang sunyi.
Sampul Novel MENGGODA CEO KEJAM
8.3
Kepergian sang ibu menyisakan luka bagi Reaneta Alisha, terlebih saat tahu ayahnya berselingkuh dengan gadis sebayanya. Dipicu amarah, Rea berniat merebut Logan Asher Maverick, miliarder kaku yang dipuja oleh selingkuhan ayahnya itu. Namun, memikat Logan rupanya tidak semudah bayangannya. Begitu rencana terselubung Rea terendus, situasi pun berbalik menjadi penuh ancaman dari Logan yang murka. Kini, taktik godaan Rea justru berisiko menghancurkan dirinya sendiri.
Sampul Novel Sang Taipan Berdarah Dingin
7.9
Setelah tujuh tahun menjalani latihan keras, Arabella kembali untuk membalas dendam. Kemarahannya memuncak saat melihat bibinya bergelimang harta sementara kembarannya menderita. Mengandalkan kecerdasan luar biasa, ia menghancurkan bisnis sang bibi dan melindungi saudaranya dari perundungan. Sempat dipandang sebelah mata, jati dirinya terungkap ketika keluarga elite dan laboratorium nasional menyanjungnya. Asher, taipan kejam, justru terpikat dan mulai mengejar cinta si jenius.