APKDock Logo
Sampul Novel Maafkan Aku Mam

Maafkan Aku Mam

9.5 / 10.0
Pesona fisik Andre yang atletis seketika menyulut hasrat terpendam sang tante. Sejak berjumpa di toko Albert, rasa penasaran terus membayangi pikirannya hingga kini memuncak dalam sentuhan penuh damba. Andre pun memilih pasrah dan menyerahkan dirinya secara utuh malam itu. Dengan perlahan, ia menanggalkan pakaiannya demi menggoda sang tante yang sudah tidak sabar lagi untuk menuntaskan seluruh rasa penasaran yang mengusik hari-harinya.

Maafkan Aku Mam Bab 1

Di suatu pagi menjelang siang

Di suatu rumah dalam suatu komplek perumahan

Tok… tok… tok.. tok…, terdengan suara pintu kamar diketukan.

Terlihat seorang ibu rumah tangga, Santy (38 Tahun) yang secara fisik layak seperti ibu-ibu yang sudah punya anak dan mendekati umur 40 tahun, tidak kurus dan tidaklah gemuk. Sebenernya Santy memiliki dada yang cukup membusung dan pinggul yang menggiurkan pria manapun apabila dia rajin berolahgara dan merawat dirinya dengan sungguh. Santy sudah menjanda selama 2 tahun. Dia di tinggal suaminya yang meninggal karena serangan jantung. Dengan Harta warisan dari suami dan tokonya, cukup membuat Santy hidup dengan tenang berkecukupan.

Saat ini Santy sedang mencoba membangunkan anak semata wayangnya, Henry (18 Tahun). Seorang pemuda yang baru saja lulus dari SMA, yang cenderung agak gemuk, malas dan sangat kecanduan bermain game. Saking kencaduannya, di kadang tidak acuh atas kejadian di sekitarnya, yang ada dalam pikirannya hanya game dan game saja.

Bahkan karena kencaduannya itu, tidak seperti anak-anak yang lain yang seumuran, bukannya sibuk mencari Universitas untuk melanjutkan pendidikan, Henry malah lebih sering bergadang hanya untuk main game.

Tok… Tok… Tok…

“Henry…. Hen… bangun dong sayang, sudah siang iniiiiii!” pinta Santy di depan pintu kamar anaknya sambil terus mengetuk pintu anaknya.

Tok… Tok… Tok…

“Sayang sudah jam 10 lohh iniii, masa masih mau tidur sih” lanjut sang ibu sambil terus mengetuk pintu kamar anaknya.

Tok… Tok… Tok…Tok…..

Hening tidak ada balasan dari anaknya yang masih didalam kamarnya.

“huft…… ni anak kebiasaan deh mentang-mentang baru lulus SMA, malah malas-malasan gini malah gak usaha cari kuliah yang dia mau” batin Santy.

Dengan suara yang lebih keras dan ketukan yang lebih keras DOK… DOK… DOK….“ HENRY BANGUN SUDAH SIANG INI, KOK MALAH MALAS-MALASAN Sih”.

Lalu terdengar suara grasak-grusuk dari dalam kamar anaknya. Tak Lama Kemudian terbukalah pintu kamar anaknya.

Clek….

Terlihat Henry yang masih terlihat berantakan habis bangun tidur. Dengan rambut yang acak-acakan si anak bertanya dengan nada kesal kepada ibunya. “Paan sih Ma !? Kan Henry masih libur habis lulus” keluh Henry.

Lalu Santy menjawab “Lahhhh terus kalau libur kamu bisa malas-malasan terus gitu? “

“Lihat tuh si Andre (18 Tahun), pagi-pagi sudah ngajak mama sepedaan” Lanjut ibunya Henry.

Andre merupakan tetangga dari Santy dan Henry yang masih dalam satu komplek meski rumah mereka tidak bersebelahan. Andre merupakan teman sepermainan Henry, tetapi beda sekolah. Meskipun begitu mereka sama-sama gemar bermain game, tetapi berbanding terbalik dengan Henry, Andre gemar berolahraga untuk menjaga fit tubuhnya untuk tetap prima sehingga terlihat atletis dan menggairahkan kaum hawa. Dan tidak hanya itu berbanding dengan Henry yang pemalu dan pemalas, Andre sangat easy-going terhadap semua orang.

Setelah mendengar omelan ibunya dan selesai mengucek-ngucek matanya, Henry baru sadar kalau ibu masih berkeringat dan sedang memakai pakaian olaharga, sebuah T-shirt putih kebesaran dan legging yang dibalut celana pendek diluarnya. (ane gak nemu ilustrasinya, harap pembaca bisa berimajinasi hehehe intinya buka pakaian ketat. Detail ini penting buat kedepannya ya)

Lalu Henry berkomentar “Oalahhh, tumben si Andre ngajak mama sepedean”

Dengan ketus Santy menjawab “Lahhhh kamu gimana sihhh…., ini kan sudah ketiga kali-nya dalam seminggu ini Mama sepedaan pagi sama Andre”

Dengan cengengesan Henry membalas ketusan ibunya ”Hehe iya ya…. ? Aku gak sadar Mam hehehe….”

Lalu Santy dengan nada kesal dan sambil menoel kepala anaknya “Ishh kamu sih nge-game terusssss, masa gak sadar mama ngapain aja. Padahal kamu juga di rumah loh…..“

“Kan Henry sering mama ajak juga, ehh….giliran diajak kamunya kalau gak lagi maen game paginya atau kamunya masih tidur abis bergadang” omel Santy ke anaknya

“Males aku banget aku sih mam….. Di luar panas pake bangettttt’” keluh Henry sambil menggaruk-garuk lehernya.

Dengan berdecak pinggang “Duhhh… jangan ogahan gitu dong… kan biar kamu sehat juga sayangggg, kamu tuh harus banyak gerak dan kena sinar matahari juga sayang, masa mau di kamar terus sihh” komentar Santy terhadap kebiasan buruk anaknya.

Lanjut omelan Santy “Kamu tuh ya… harusnya juga nemenin Mama tau…. Siapa tau nanti kamu kuliah di luar kota”

“Takutnya jarang ketemu mama nanti, harusnya kita spend time together honey….” ujar Santy sambil mengelus pipi anaknya dan memelas kepada anaknya

Tapi Henry dengan jengkel malah menepis tangan ibunya sendiri. Dan hal itu membuat Sant kaget dan sedit.

“Yaelah….Mam, terserah aku dong Mam, Henry mau ngapain aja toh masih libur juga…” ketus Henry dengan tindakan dan nada yang agak sedikit menjengkelkan di telinga Ibunya.

Santy hanya bisa menghela kecewa dan terdiam menatap anaknya yang barusan menepis tangannya dan ogah-ogahan untuk berolah-raga. “Yauda deh…… terserah kamu mau ngapain aja selama liburan, tapi jangan lupa cari dan daftar kuliah ya sayang…” pinta dan pasrah Santy.

Meski ada rasa kecewa, tapi tetap dengan rasa keibuannya, Santy meminta anaknya untuk sarapan pagi yang sudah disiapkan olehnya. “Oh ya… Hen… tuh ada makanan buat sarapan kamu. Mama tadi beli bubur ayam di warung Pak Joko. At least….. kamu makan teratur dan yang sehat dong sayanggg” lanjut Santy.

“iya… iya….., thanks Mam” Jawab Henry datar.

Di tengah obrolan antara ibu dan anak tersebut, tiba-tiba muncul sesosok pemuda dari dapur rumah Santy dan Henry. Siapa lagi kalau bukan si Andre, jejaka ganteng dan bercharismatic yang baru saja menemani Santy untuk bersepedaan pagi tadi di sekitar komplek mereka.

“Halo broooo….., baru bangun ni hahhaha” sapaan dan tawaan mampir dari mulut Andre.

Terlihat Andre yang berkeringatan yang menenggunakan Jersey Sepeda yang merupakan pakaian ala pesepeda jaman sekarang. Dengan reseleting dada yang terbuka, memarkan badan yang fit dan memiliki six-pack yang dapat memikat wanita manapun. Andre menghampiri pasangan ibu dan anak tersebut lalu bertanya ke Herny “Bergadang lagi ni Hen….?ck.. ck.. ck… Nge-push rank nih?”

Dengan meggaruk-garuk kepala, Henry hanya cengar-cengir mengganguk.

Lalu ejekan datang dari Andre “Sekali-kali olahraga bisa kali brooo…. biar gak tambah bulet gitu badan lo hahaha”

“Hehehe” Cengir Henry atas ejeken temannya itu. Lalu Henry menjawab dengan nada tidak antusias “Males gw bro….., panasss di luar. Enakan naekin rank gw mah”

“Tuhkan Henry lebih mentingin nge-game, sampe gak pernah mau olahraga nemenin mamanya padahal sudah di ajakin juga” omel Santy di depan Andre.

“Wahhhh parahhh……. masa lu gak mau nemenenin nyokap lu juga sih? Durhaka loh hahaha” ejek Andre untuk memana-manasi Santy

Mendengar itu Santy menyahut “Tuh kamu Hen…. dengerin si Andre, durhaka kamu mentingin game daripada mama kamu sendiri….huh…”

Andre manghampir Santy dan berdiri disebelahnya dan menepok dadanya sendiri buk…buk…, Andre berkata “Sudah tante, biar Andre aja yang nemenin sepedaan”

.

“Iya Dre, makasih ya sudah ngajakin dan nemenin tante sepedaan” Jawab Santy.

“Si Henry mending gausa di ajakin lagi ya tante, percuma kan si Henry pasti gak bakal mau dan ngeluh doang….” Lanjut Andre menganjurkan Santy

Dengan mendesah capek, Santy setuju atas anjuran “Hadehh bener kata kamu Dre, Iyaaahh tante juga capek ngajakin anak tante. Bisanya cuma makan tidur makan game doanng”.

Henry hanya bisa terdiam pasi atas omongan Andre dan Santy yang menyindir dirinya. Tidak heran dengan sikap Henry yang diam, di depan Andre dia memang cenderung mengalah atau bahkan takut. Bahkan Henry hanya diam melihat tatapan Andre terhadap ibunya yang cenderung mesum.

Lalu ibunya Henry menyeletuk ke Andre “oh ya Dre, padahal baru tiga kali loh bareng kamu Dre…., tapi sudah bikin nagih aja ya sepedean pagi-pagi gitu”.

“Iya tante, emang bikin nagih kok. Jadi gini tan…… kalau badan kita sudah terbiasa dengan berolahraga nantinya badan kita bakal nagih untuk terus beraktivitas” Jelas Andre.

Sambil menganggukan kepalanya, Santy bertanya “Oh begitu ya….. ? Kamu tahu juga banyak ya soal ginian ya?”

“Iya dong tante, Andre kan dibiasain olahraga sejak kecil dan pas kecil pernah mimpi jadi atlet tapi gak jadi heheh” Jawab Andre

“Hmmm… bener juga sih, tante dulu sering lihat kamu sama papa kamu jogging kalau pagi. Sekali lagi makasih ya Dre, nanti ajak tante lagi ya” timpa Santi

“Sama-sama tante, biar gak hanya sehat dan badannya jadi bagus hehehe” cengir Andre dengan menatap Santy dari atas hingga bawah.

Tetapi Santy tidak menghiraukan tatapan, toh dia pikir maklum seorang pria, dan tidak mungkin Andre punya niat buruk terhadap dirinya. Lalu tanpa sengaja Santy melihat ke bagian bawah Andre, dan melihat ada “sesuatu yang besar” disitu. Santy langsung menolehkan kepalanya melihat kearah lain. Tanpa disadari oleh Santy, Andre tersenyum melihat gelagat dirinya.

Dan yang terjadi adalah bawah ada beberapa detik di keheningan di rumah tersebut, untuk menghilangi kecangungan itu, Santy berseru “Wah bener tuh Dre!!, biar badan tante makin bagus dan langsing juga”.

“Nah bener tante……. makanya besok-besok sepedaan lagi sama Andre ya…” Ajak Andre dengan antusias

“Iya dengan senang hati Dre…. biar tante makin strong dan sehat hihihi.” Jawab Santy semangat dan gembira atas ajakan kedepan tetangganya mudanya.

Henry hanya bisa mendengarkan obrolan antara ibu dan temannya sambil melanjutkan diamnya sambil menggaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal itu. Bahkan saking asiknya pembicaraan antara Santy dan Andre, Henry tidak di ajak dari pembicaraan mereka lagi. Oleh Karena itu Henry memutuskan untuk ke meja makan untuk menyantap sarapan yang di belikan oleh mama nya. Meskipun gitu Santy dan Andre tetap terus ngobrol tentang rencana sepedaan mereka di kemudian hari tanpa mengacuhkan Henry. Di saat Santy tidak melihat dirinya, Andre hanya tersenyum dan menatap Henry dengan tatapan merendahkan.

Setelah ngobrol panjang dengan Andre, Santy memutuskan untuk mandi. Lalu sebelum Andre pamitan untuk pulang, dia mengajak henry untuk nge-game “Oh ya Hen, nanti kita kapan-kapan maen bareng push rank ya…sambil pake Dscrd juga ya”

Dengan senang menerima tawaran tersebut, memang pada dasarnya Andre sangat jago maen game juga. “Mayan auto-win nih” Pikir Henry

Lagi game dan game yang berada di kepala Henry, dia tidak sadar hal tersebut yang akan menjatuhkannya ke jurang yang amat dalam.

Apakah jurang tersebut?????

Bersambung

Lanjut Membaca

Daftar Isi Maafkan Aku Mam

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan penuh kekerasan bersama Adnan, sosok suami yang tega menyiksanya demi membalas dendam kepada mertua. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang tiada henti, orang dari masa lalu Saschya mendadak hadir kembali. Apakah kedatangan sosok tersebut akan menjadi penyelamat yang membebaskannya dari jeratan kejam Adnan, atau justru memicu prahara baru dalam kehidupannya yang telah hancur?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Demi menguji perasaanku, Bramantyo dan Bima tega menyiksaku lewat kehadiran Sandra. Puncaknya, mereka membiarkan tanganku hancur dalam sebuah kecelakaan demi menolong Sandra, hingga karier musikku hancur total. Mereka menanti kemarahanku, tetapi aku hanya diam, bahkan saat Sandra merusak liontin peninggalan ibuku. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku sirna. Ini bukan cinta, melainkan siksaan kejam. Kini, aku bersiap melarikan diri dan membalas semua kehancuran ini.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Tersesat saat menjelajah, seorang pria terjebak dalam keanehan Hutan Gondoriyo setelah kendaraannya hilang secara misterius. Di sebuah pondok sunyi, sepasang lansia misterius memberinya peringatan keras. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran menuntunnya kembali ke sana, namun hutan itu telah lenyap. Rahasia kelam tentang kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terungkap, memaksanya bertaruh nyawa demi membongkar kebenaran yang meneror.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang terdekatku, mulai dari sahabat, kerabat, hingga musuh masa lalu, tewas mengenaskan. Pelaku pembunuhan berantai ini sangat rapi menyembunyikan bukti, membuat sosoknya tak terdeteksi. Di tengah pusaran misteri yang mencekam ini, daftar korban terus bertambah panjang. Kini, bahaya besar mulai mengancam nyawaku sendiri. Aku yang terjebak di pusaran teror ini harus menghadapi kenyataan bahwa maut sedang mengincar dari kegelapan.
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.2
Enam tahun pernikahan rahasia dengan seorang direktur menyisakan luka bagi sang istri, terutama karena suaminya menolak dipanggil ayah oleh putra mereka. Ketika sang suami kembali mengabaikan ulang tahun anak mereka demi sekretaris wanitanya, ia memutuskan pergi membawa putranya dan mengajukan cerai. Kehilangan ini membuat sang suami yang biasanya tenang menjadi lepas kendali dan mencarinya ke mana-mana bagai orang gila. Namun, kali ini sang istri dan putranya benar-benar tidak akan pernah kembali lagi.
Sampul Novel Secret Wife
9.1
Sepuluh tahun menikah, Bram dan ibunya terus menyudutkan Sinta sebagai istri mandul tanpa bukti medis karena belum ada anak. Demi mendapatkan cucu, sang ibu mendesak Bram hingga ia nekat berpoligami secara rahasia. Sinta tidak tahu bahwa suaminya menyimpan rahasia besar tentang kondisi kesuburan Bram sendiri yang sebenarnya bermasalah. Saat pengkhianatan dan kebenaran ini akhirnya terkuak, apakah Sinta akan tetap tinggal diam?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan