APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mr. Quick

Mr. Quick

Pascapernikahan yang kandas, Bunga Humaira mengasingkan diri ke luar negeri untuk memulihkan hatinya. Namun, impiannya akan ketenangan terusik oleh Afrain Derson. Miliarder mapan tersebut hadir membawa kepribadian serba cepat yang penuh paksaan. Walau Bunga merasa sangat tertekan dengan segala tindakan impulsif Afrain, pria kaya itu tetap teguh meyakinkan bahwa dialah sosok pasangan terbaik yang tidak seharusnya ditolak oleh Bunga.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sandra bersidekap melihat sahabatnya itu pagi-pagi sudah datang ke rumahnya dan mengatakan akan resign dari Derson Group. Hal gila apa yang sebenarnya sudah terjadi pada Bunga sehingga sahabatnya itu melepaskan kesempatan emas yang dia miliki.

"Loe kenapa sih? Pagi datang bilang numpang tinggal sementara waktu karena loe resign dari Derson Group. Itu loe kesambet apa sampe nyia-nyiain kesempatan bagus yang loe punya." Bunga hanya diam memeluk bantal dikamar tamu yang sekarang menjadi kamarnya sementara.

Tak lama kemudian bel rumah Sandra berbunyi membuat wanita itu dengan berat hati meninggalkan Bunga yang masih memasang wajah masam.

Orang didepan pintu Sandra adalah seorang Pria yang sepertinya sering dilihat Sandra. Lalu tak lama kemudian wanita paruh baya yang anggun keluar dari dalam mobil seraya tersenyum lembut pada Sandra.

"Selamat pagi. Bisa saya bertemu dan berbicara dengan Bunga?" Sandra menaikkan sebelah alisnya. Ada apa Bunga sampai dicari wanita yang sangat terlihat high class ini pikirnya.

"Maafkan saya tapi anda siapa Nyonya?"

"Oh maafkan aku. Aku Claire Derson." Sandra hampir membuka lebar mulutnya namun dia tahan. Dengan sangat kaku dia mempersilahkan Claire dan Pria yang tersenyum padanya itu. Dan sekarang Sandra tahu kalau Pria itu adalah Alfa sepupu dari Afrain yang sering menghiasi majalah bisnis.

"Silahkan duduk saya akan panggilkan Bunga." Sandra segera memanggil Bunga dikamar tamu.

"Bunga, loe ada masalah apa sampai Mrs.Derson datang kesini buat nyari loe." Bunga menarik napas lelah. Dia tidak menjawab pertanyaan Sandra dan langsung saja menuju ruang tamu.

Disana sudah duduk Pria tampan yang menatapnya dari atas hingga kebawah. Namun wanita yang terlihat anggun itu tidak melakukan hal yang sama. Dia lebih fokus melihat ekspresi wajah Bunga serta memperlihatkan senyuman.

"Apa kamu Bunga?" tanya Claire dan Bunga mengangguk lalu duduk dihadapan Claire. Sementara Sandra mencoba menguping dibalik sekat ruang tamunya.

"Perkenalkan saya Claire, saya Mommy-nya Afrain. Kamu tentu kenal anak nakal itu bukan." Bunga jelas saja mengenal pria menjengkelkan itu. "Saya datang kesini karena ingin meminta maaf atas perbuatan anak saya kepada kamu. Dia pikir semua wanita bisa mudah dia dapatkan sehingga dia seenaknya saja dengan kamu. Tapi tenang saja, saya mendukung apa yang kamu lakukan terhadap Afrain. Dia sesekali perlu diajari menghormati wanita." Bunga terpana dengan anggun dan bijaknya Claire, tidak seperti anaknya yang malas dijabarkan Bunga.

"Maaf Mrs.Derson saya tidak bermaksud lancang. Hanya saja Sir Afrain sangat tidak sopan. Saya bahkan baru mengenalnya dan dia__," kalimat Bunga tertahan karena tawa Alfa. Namun pria itu langsung terdiam saat Claire menatapnya.

"Baiklah Bunga, saya pamit dulu. Senang bisa melihat wanita yang berani melaporkan Afrain ke polisi." Claire tersenyum lalu memeluk tubuh Bunga tanpa wanita itu duga.

"Saya harap bisa bertemu kamu kembali." Alfa hanya tersenyum lalu berlalu dengan Sandra yang baru saja tiba ingin menawarkan minuman.

****

Malam pun tiba dan dua wanita yang masih betah bercerita itu tidak beranjak sama sekali dari tempat mereka.

"Ya ampun gue gak habis pikir loe bisa nelpon polisi buat ngusir seorang Afrain Derson." Sandra tertawa kencang sementara raut wajah Bunga lalu berubah.

"Apa dia udah keluar ya?" Sandra ikut berpikir. "Kayanya belom. Loe masa gak nangkap apa yang nyokap dia bilang." Bunga baru paham dan dia buru-buru mengambil mantel musim dingin serta syalnya. "Loe mau kemana? Udah malam loh Nga."

"Gue mau ke kantor polisi di dekat apartement itu. Gue gak enak kalau dia masih dipenjara disana. Karna tadi ada nomor yang nelpon gue tapi gak gue angkat." Bunga berlalu setelah menjelaskan pada Sandra. Dia langsung keluar rumah dan langsung menemukan tube yang bisa dia gunakan menuju kantor polisi.

Benar dugaan Bunga, dia menemukan Afrain terduduk di lantai jeruji besi itu. Bunga menghela napas kasar melihat pemandangan yang tidak enak.

"Kenapa pria ini tidak menggunakan nama besar atau uang yang dia miliki untuk keluar dari sana." Gerutu Bunga dalam hati.

Bunga berjalan menuju petugas yang berjaga. Dia mengurus semuanya agar Afrain bisa keluar.

Saat keluar dari balik jeruji Afrain tersenyum melihat Bunga disana berdiri dengan wajah kesal melihat Afrain.

"Thanks my lady." Bunga langsung berlalu meninggalkan Afrain yang mengejarnya lalu menarik tangan Bunga untuk berhenti.

"Bunga maaf." Bunga berhenti menarik tangannya. Suara Afrain terdengar mampu menembus rasa dingin dihati Bunga. Begitu hangat dan dia merasa gemetar saat Afrain mendekat. "Stop ! Cukup disana saja, jangan mendekat." Bunga memperingati Afrain yang dengan mudah dituruti.

Afrain menghela napasnya membuat Bunga ingin tersenyum. "Senyum saja, tidak usah ditahan." Bunga berubah memasang wajah galaknya.

"Bunga bisa kita jalan sebentar?" Bunga menggelengkan kepalanya.

"Kalau begitu saya antar kamu pulang?" Bunga menggelengkan lagi kepalanya.

"Bagaimana jika saya telpon kamu nanti?" Bunga masih menggelengkan kepalanya membuat Afrain gemas. Dia dengan langkah panjang berada tepat di depan wajah Bunga.

"Kalau begitu biarkan saya mencium bibir yang bungkam ini." Bunga belum sempat bereaksi namun Afrain lebih cepat darinya. Ditahannya tengkuk Bunga dan mencium bibir yang sangat menggemaskan bagi Afrain. Satu-satunya wanita yang menolak dekat dengan dia. Wanita yang sudah berhasil memasukkannya kedalam jeruji besi.

Sementara Afrain menikmati moment indah yang dia lakukan kepada Bunga. Bunga malah masih melebarkan mata karena Afrain mengingatkannya akan sesuatu.

Adam

Pria yang membuat Bunga terpaksa melupakan cintanya. Melupakan mimpi indah besar dan angan yang ia miliki.

Afrain menyadari tidak ada pergerakan dari Bunga lalu dia melepaskan bibir manis milik Bunga. Menatap cairan bening yang keluar dari kelopak mata indah itu.

Bunga yang tahu Afrain menatapnya langsung mendorong tubuh Afrain menjauh lalu ia berlari. Afrain ingin mengejar namun Bunga sudah lebih dulu masuk kedalam tube meninggalkan Afrain yang heran disana.

Kenapa dia menangis ?

Apa aku menyakitinya ?

Pertanyaan itu berputar dikepala Afrain. Dia mengambil ponselnya untuk menelpon supir, sembari mengusap jejak bibir manis Bunga yang dia dapatkan.

Afrain sepertinya begitu bahagia, hingga dia merasakan dia terobsesi dengan Bunga.

Ya . Dia benar-benar ingin mendapatkan Bunga.

Tbc 🥰🥰🥰

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA DARI MASA LALU
9.5
Pasca-skandal korupsi sang ayah, hidup Luwina hancur di negeri asing. Beruntung, Reyhan hadir menyelamatkannya sebagai kakak tiri. Namun, kepulangan Luwina ke Indonesia justru membuka luka lama. Ia harus berhadapan lagi dengan Hardin Putra Surawijaya, pria masa lalu yang sempat menghancurkan hidupnya hingga hamil. Situasi kian pelik karena Hardin kini berstatus sebagai sahabat karib Reyhan, sekaligus suami dari Katrina, mantan kekasih kakak tirinya tersebut.
Sampul Novel Cintaku Berakhir di Malam Pertamaku
9.4
Saat bulan madu, seorang suami bersikeras meminta manajer hotel mengganti seprai kamar mereka di tengah malam. Ternyata, manajer itu adalah mantan kekasihnya. Wanita tersebut histeris karena merasa sengaja dipermalukan, lalu menyiramkan air panas dari teko ke tubuh sang istri sebelum melarikan diri. Alih-alih menolong istrinya yang terluka akibat siraman tersebut, sang suami justru mengabaikannya dan langsung pergi mengejar mantan pacarnya yang diklaim takut akan kegelapan.
Sampul Novel En-PD168
8.1
Pengkhianatan Lucas dan Sarah di pesta bujang menjadi akhir segalanya. Bukannya menyesal, Lucas malah meremehkan luka tunangannya, sementara Sarah menghina status yatim piatunya. Enggan bertahan, wanita itu melempar cincinnya lalu pergi. Mereka mengira dia akan mengemis untuk kembali. Namun dugaan itu keliru. Tiga hari berlalu, ia justru datang kembali bersama sang ayah, seorang pemimpin pasukan serigala yang memimpin lima puluh ribu prajurit siap tempur.
Sampul Novel Gadis Kedai
9.6
Tatiana Vladislava kehilangan kedua orang tuanya pada usia tiga belas tahun. Sejak itu, ia tinggal bersama neneknya, Vasilisa, yang mengelola kedai makanan Rusia di Moscow. Dua sahabat masa kecilnya, Sevastyan Dvoryanstvo, pewaris bangsawan, dan Matteo, pemuda dari keluarga berantakan dengan masa lalu kelam, selalu mewarnai hari-harinya. Namun, ketiganya tiba-tiba dikaitkan dengan kasus pembunuhan misterius saat jari menunjuk ke arah mereka. Mereka berkeras bukan pembunuh, tetapi siapa yang sebenarnya menjadi korban? Dan siapa di antara mereka menyimpan dendam yang tak terungkap? Di ambang kehancuran, Tatiana harus memilih mempercayai hati atau mengikuti naluri.
Sampul Novel Menikahi Gadis Polos
9.5
Hancur lebur hati Jovan saat memergoki tunangannya berselingkuh tepat semalam sebelum hari pernikahan mereka. Tanpa ragu, ia langsung membatalkan pernikahan itu. Di tengah kepedihan, takdir mempertemukannya dengan seorang gadis asing yang sedang butuh bantuan dan rela melakukan apa saja demi ditolong. Jovan pun memanfaatkan kesempatan ini dengan memintanya menjadi pengantin pengganti guna membalas rasa sakit hati atas pengkhianatan sang mantan.
Sampul Novel Satu Malam, Dua Anak
8.8
Lima tahun usai keluarganya bangkrut, Melita terpaksa memisahkan putra kembarnya. Satu anak ia bawa, sementara yang lain ditinggal bersama sang ayah. Kini, Melita kembali sebagai influencer sukses, namun bayang masa lalu belum hilang. Mantan kekasihnya menyambutnya dengan dingin dan provokatif. Ketika bertemu anak di rumah pria itu yang sangat mirip putranya, Melita malah ditegur dengan ketus. Ia pun bertekad merebut anaknya dari pola asuh kaku sang mantan.