APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mr. Harrison & Passionette

Mr. Harrison & Passionette

Kehidupan tenang Passionette Dayanira, gadis baik yang selalu dibanding-bandingkan dengan kembaran liarnya, Jessica, hancur seketika. Pertemuan tak sengaja dengan Anthony Donnell Harrison di parkiran kampus menjadi awal petaka. Tatapan mengintimidasi dari pria dingin tersebut menyeret Dayanira ke dalam perangkap manipulatif yang sangat rapi. Terjebak dalam jerat kelicikan sosok yang dijuluki Iblis Bijaksana ini, kini hanya maut yang dapat membebaskannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Kamu tidak apa-apa, bukan?." Jessica memandang khawatir aku.

Aku menggeleng. "Tidak."

Jessica mengalihkan pandangannya ke arah Thomas. Dia manatap sinis Thomas. "Casya, habis kamu aku buat." Aku terkejut mendengarnya, Casya? Wanita yang tadi di labrak Jessica. Tetapi mengapa Thomas yang di tatap sinis?

Aku melihat Casya berdiri di samping Thomas, wanita itu mengatakan sesuatu dengan mimik wajah sedih bahkan sekarang wanita itu menangis! Wah drama.

Casya melihat takut-takut ke arah ku, tidak maksud ku ke arah Jessica. Apakah dia mengaduh tentang Jessica yang mendorongnya? Aku baru sadar ada tissu di tangannya, dia memegang tissu dan menempelkan di hidungnya, tissu itu berdarah? Lupa kalau Kakak ku terlalu kuat saat memberikan pelajaran pada wanita itu.

Thomas memandang Jessica yang sekarang sedang menatapnya dalam diam. Tangan kanan Thomas berada di pundak Casya, mereka berdua berjalan berbarengan meninggalkan area parkiran. Tetapi, arah pandang Thomas tidak sedikitpun teralihkan dari Jessica. Cinta segitiga hee..

Entah siapa yang menjadi orang ketiga di sini, Jessica atau Casya. Aku berdoa semoga Casya, karna citra Jessica sudah buruk di mata orang jangan sampai menambahnya lagi.

Jessica membantu ku berjalan ke ruang rawat kampus. Disini lah aku sekarang bolos mata kuliah, untuk mengobati luka ku di temani Jessica, padahal aku sudah mengatakannya bahwa aku bisa sendiri tetapi Jessica dengan tegas mengatakan.

"Aku kakak jadi sudah seharusnya melindungi mu"

Mengapa dia baru sadar jika dia kakak, lalu mengapa dia tidak menutup mulus semua orang yang mengatakan kalau aku Dayang Iblis.

Jessica memainkan ponselnya dengan fokus sedangkan aku duduk di brankar ruang rawat dalam diam, bingung ingin melakukan apa.

Jessica beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah ku. "Aku pinjam kunci mobil." Bukan kunci nya saja pasti kamu akan membawa mobil ku kan!! Ingin aku mengatakan seperti itu.

"Mau pergi kemana kamu?."

Helaan napas terdengar dari Jessica. "Suatu tempat."

Aku mengeryit, lalu aku di tinggal sendiri gitu?. "Kamu bisa pulang dengan taksi, bukan?." Sudah ku duga. Punya kakak minus akhlak. Tapi, bagaimana Jessica tahu aku mengatakan itu?

Tuk

Jari telunjuk dan jari tengah Jessica, ia ketuk ke kening ku. "Aku tahu apa yang kamu pikirkan, Nira." Jessica tersenyum memandang ku.

Aku menunjuk tas yang berada di kursi dekat kakinya, kursi itu tidak di duduki Jessica karena ia hanya berdiri tanpa ini duduk. Mungkin, Jessica sibuk.

Jessica membuka tas ku dan mengambil kunci mobil disana. "Aku meminjamnya." Ucap Jessica menggoyangkan gantungan kunci mobil ku.

Aku mendengus melihatnya. "Lalu kamu tidak masuk jam berikutnya?." Siang nanti ada mata kuliah Jessica dengan Dosen galak, apa ia akan meninggalkan nya.

"Entah lah aku tidak tahu. Suasana hati ku lagi buruk." Jessica merapikan penampilannya. Tidak lupa memoleskan lipstik di bibirnya.

"Padahal sudah tebal loh." Gumam ku.

"Kamu mengatakan sesuatu?." Wah. Jessica mendengarkan, aku lupa biasanya aku akan mengatakan dalam hati mengapa aku menyuarakannya.

Aku menggeleng memandangnya.

"Jika seperti itu aku pergi. Jaga diri mu baik-baik, Dayanira!." Jessica mengelus puncak kepala ku lembut dan melangkahkan kakinya pergi.

Aku sendirian..

Aku ingin keluar tetapi kedua lutut ku sakit. Tidak ku sangkah aku jatuh dengan kedua kaki menghantam aspal dekat parkiran, aku bersyukur tidak ada bebatuan kecil di sana jika ada mungkin bukan hanya luka gesekan saja yang tercetak di kulit mulus ku.

"Ngomong-ngomong soal Pak Anatomy, Bapak itu ganteng juga." Aku tersenyum mengingat kejadian beberapa waktu laku saat Pria Tampan membantu ku.

"Tapi, memang benar namanya Anatomy aku tidak yakin."

"Apa yang tidak yakin?." Sebuah suara masuk ke indra pendengaran ku, suara yang berat dan terdengar tidak asing tapi aku lupa mendengarnya di mana.

Aku terkejut melihat Pria-Anatomy beberapa langkah dari pintu masuk. Pak-Anatomy ngapain di ruang rawat?

"Kenapa diam?." Pak-Anatomy melangkahkan kakinya ke arah ku, di tangan kanan nya ada beberapa lembar berkas yang cukup tebal.

Aku melihat bagaimana cara Pak-Anatomy berjalan ke arah ku. Pandangannya hanya tertujuh ke arah ku dengan tatapan tajam.

"Ti-dak, Pak." Ucap ku terbata. Sangat sulit jika berhadapan dengan seseorang yang memikat hati untuk pertama kalinya memang.

Pak-Anatomy berdiri di samping Brankar ku, aku dapat menghirup parfumnya. Berapa liter parfum yang dia gunakan, mengapa semenyengat ini. Tetapi, menenangkan.

"Pak Anatomy ngapain di sini?." Aku membuka suara, jika berdiam terus bukankah itu terlihat canggung.

Pria di hadapan ku memandang ku dengan satu alis terangkat, mengapa tampangnya terlihat tampan saat seperti itu? beruntung sekali istrinya kelak, saat bangun tidur dapat melihat mahakarya yang sempurna seperti Pak-Anatomy.

"Apa?." Ucapannya tidak sesuai dengan wajahnya yang sudah memandang ku dingin atau mungkin datar?. Apa salah ku?

"Pak Anatomy ngapain di sini? Bapak Sakit?." Ucap ku mengulanginya, takut jika dia tidak mendengarnya.

Matanya menatap ku tajam. "Anatomy?." Suaranya merendah.

"Mm-Iya." Sahut ku gugup. Aku tidak salah bukan?

"Tidak, Anatomy." Aku membeku, maksudnya tidak itu apa? Sudah jelas Jessica mengatakan Pak Anatomy kan? Apa aku yang salah dengar.

"Bapak, Pak Anatomy kan?." Tanya ku memastikan lagi.

Lagi dan lagi Pria itu menatap ku tajam, aku tidak tahu ada dendam apa dia terhadap ku sehingga menatap ku seperti itu. Aku hanya mengatakan namanya saja.

Pak-Anatomy memandang ku lekat, setelah itu dia pergi melangkah kan kakinya meninggalkan ruang rawat. Apa kedatangan nya hanya melihat ku saja, jika memang benar aku tersanjung atas tindakan Pak-Anatomy.

Dering ponsel mengalihkan ku. Jessica nama yang tertera disana. Padahal belum lama dia pergi sudah merindukan ku saja.

"Hallo." Ucap ku, Terdengar helaan nafas di sebrang sana.

"Nira, kamu sungguh pulang sendiri bisa, kan?." Oh, Jessica masih mengkhawatirkan ku ternyata. Padahal aku gak terlalu terluka, bagaimana jika aku terlibat kecelakaan pasti dia akan lebih khawatir.

"Bisa. Kamu dimana?."

"Suatu tempat. Aku tutup teleponnya. Jaga diri mu baik-baik." Setelah Jessica mengatakan kalimat itu, sambungan telepon di putuskan.

Sebelum aku memasukkan kembali ponsel ku ke dalam tas, bunyi notifikasi masuk. Grup Class, yang memberitahukan bahwa hari ini tidak ada lagi jadwal kuliah. Lalu, aku harus kemana ini sudah jam 11.00, selama itu kah aku di ruang rawat?

Berada di dalam perpustakaan sepertinya pilihan yang baik. Tetapi, lebih baik rebahan di rumah saja. Jadi mari kita pulang!

Aku mencoba turun dari Brankar yang ku tempati aku menatap kedua lutut ku yang di balut perban oleh Jessica. Jessica cukup pintar dalam hal itu. Aku mencoba berdiri rasanya lutut ku lumayan ngilu, dengan tertatih aku berjalan keluar dari ruang rawat tak lupa aku membawa tas ku. Kan sayang jika di tinggalkan.

Saat keluar ruang kesehatan aku melihat cukup ramai mahasiswa yang berkeliaran ada yang duduk di bawah pohon, di kursi yang sudah di sedia kan bahkan ada yang berdiri.

Aku berjalan pelan, sangat pelan dengan tangan yang memegang sisi dinding bersyukur jalan untuk pulang masih terhubung dengan dinding jika tidak aku bingung harus pulang dengan cara apa.

Derap langkah aku dengar dari belakang ku, firasat ku buruk mendengarnya.

Dor!!

Seseorang menepuk punggung ku dengan kedua tangannya, keseimbangan ku tidak stabil hampir aku jatuh kedepan jika orang yang mendorong ku tidak menarik ku kebelakang.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA DARI MASA LALU
9.5
Pasca-skandal korupsi sang ayah, hidup Luwina hancur di negeri asing. Beruntung, Reyhan hadir menyelamatkannya sebagai kakak tiri. Namun, kepulangan Luwina ke Indonesia justru membuka luka lama. Ia harus berhadapan lagi dengan Hardin Putra Surawijaya, pria masa lalu yang sempat menghancurkan hidupnya hingga hamil. Situasi kian pelik karena Hardin kini berstatus sebagai sahabat karib Reyhan, sekaligus suami dari Katrina, mantan kekasih kakak tirinya tersebut.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Kekasih yang Dicemooh
9.1
Demi menyelamatkan keluarganya dari kehancuran finansial, Johanna terpaksa menjadi wanita simpanan Carson. Sempat dimanjakan, ia sangat terluka setelah menyadari dirinya cuma alat dalam rencana licik pria itu. Johanna akhirnya pergi untuk membangun kehidupan baru yang mandiri. Saat mereka kembali dipertemukan, Johanna telah menjelma menjadi sosok tangguh yang didekati banyak pria. Carson yang dirundung penyesalan memohon kesempatan kedua, tetapi Johanna menolaknya dengan dingin karena mengaku telah menikah.
Sampul Novel Laksana Senja
7.9
Kehidupan tenang Senja Mahesa sebagai pencinta drama Korea terusik sejak kepindahannya dari Bandung ke Tangerang. Di sekolah barunya, ia dikelilingi para pemuda tampan yang menyeretnya ke dalam berbagai konflik tak terduga. Situasi ini bahkan membuat sang ibu, Utari, merasa sangat cemas. Mampukah Senja bertahan menghadapi lika-liku kehidupan masa SMA yang penuh gejolak ini hingga hari kelulusannya tiba?
Sampul Novel Meski Lupa Ingatan, Hati Tak Bisa Bohong
7.9
Demi mendampingi Yuki, cinta masa kecilnya yang divonis sisa hidup satu bulan, seorang ilmuwan otak bernama Oscar tega mencekoki tunangannya dengan obat penghapus ingatan eksperimental. Selama sebulan masa amnesia itu, Oscar menikahi Yuki dan merajut kenangan indah bersamanya. Namun, saat waktu kesepakatan usai dan Yuki telah tiada, efek obat tersebut ternyata menjadi permanen. Sang tunangan melupakan Oscar untuk selamanya, meninggalkan sang ilmuwan dalam penyesalan yang mendalam.
Sampul Novel Suami yang Tidak Layak Kembali
7.9
Demi memantaskan diri, seorang pria tega pergi meninggalkan sang istri lima tahun lalu. Di perantauan, ia berjuang keras tanpa lelah setiap hari untuk mengubah nasib. Kini, ia telah pulang sebagai sosok yang kuat dan terhormat, siap membangun kembali rumah tangganya yang sempat terhenti. Namun, kepulangannya justru disambut sebuah kenyataan mengejutkan. Pria ini baru menyadari bahwa ia ternyata memiliki seorang anak perempuan yang selama ini tidak pernah ia ketahui keberadaannya.
Sampul Novel The Witcher of Mallacht
9.1
Dunia gempar akibat ulah Le Delleraz, penyihir misterius yang menyebar kutukan dan kobaran api. Usai mencuri barang berharga, ia kini jadi buronan yang paling dicari. Dalam pelarian itu, langkahnya terus dibayangi oleh Laccuan Holt, seorang pemburu tangguh yang tak kenal lelah. Namun, ambisi Laccuan bukanlah menegakkan keadilan. Ia bertekad memburu Le Delleraz ke mana pun ia bersembunyi demi bisa memiliki sang penyihir sepenuhnya.