APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Monster Yang Bersamaku

Monster Yang Bersamaku

Rein sangat yakin telah membunuh suaminya, Hary. Ia bahkan berniat menyerahkan diri kepada sahabat polisinya, Adrian. Namun, rencana itu kacau ketika seorang pria misterius tiba-tiba datang dan mengaku sebagai Hary. Walau berwajah sama, sikap pria ini sangat lembut dan penuh kasih sayang, jauh berbeda dari sang suami. Jika Hary yang asli sudah mati, siapa sebenarnya sosok asing ini? Apakah Rein hanya berdelusi, atau ada rahasia gelap yang disembunyikan?
Bab
Bagikan

Bab 2

Adrian melepas pelukannya, menghapus air mata Rein dengan lembut. Ia masih tak percaya jika kehidupan Rein menjadi berantakan seperti ini. Adrian membimbing Rein ke kursi rotan yang biasa dipakai Rein bersantai di beranda belakang itu.

"Bisa kau ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi Rein?" Dengan lembut dan hati-hati Adrian mencoba mengorek kejadian yang dialami wanita kesayangannya ini.

"Aku sudah lama hidup di neraka Ian… aku sudah lama tersiksa diantara tak ingin hidup tapi tak bisa mati." Rein kembali tergugu ia kembali menangis dan kali ini lebih keras. Adrian meraih jemari Rein yang bergetar digenggamya jemari yang terasa dingin itu hingga menghangat.

"Maafkan aku yang terlambat tahu hal itu Rein. Maafkan aku… sekarang aku ada disini, apa yang bisa ku lakukan untukmu?" Hibur Adrian dengan tulus sesaat ia lupa jika ia kemari karena pengakuan Rein yang telah melakukan kejahatan.

"Aku akan ditangkap kan Ian? Aku sudah melenyapkan Hary suamiku. Ia jahat… jahaaat…!" Rein mulai histeris dengan sigap Adrian kembali memeluk Rein dan terus berusaha menenangkannya.

"Sshhh… ssshhhh…. Ssshhhh… tenang lah… tenang … aku tak datang untuk menangkapmu Rein… aku datang sebagai teman, sahabatmu sama seperti dulu saat kau butuh aku. Aku datang kembali untukmu Rein. Tenanglah… tenang yaa?" bujuk Adrian sambil mengusap kepala Rein. Sekelebat ingatannya mundur di saat Rein menangis karena oma kesayangan Rein meninggal.

Rein sangat terpukul dan menjadi mudah menangis. Saat itu mereka masih kelas tiga SMP persahabatan mereka sudah berjalan dua tahun. Di saat Rein sangat bersedih itu pula kali pertama Adrian memeluk Rein untuk menenangkannya. Orang tua Rein sangat sibuk dan ia hanya anak tunggal. Setelah operasi secar yang dilakukan ibu Rein ketika melahirkannya ibu Rein memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi selain Rein. Untung Rein bertemu Adrian yang baik penyabar dan selalu jadi pelindung Rein.

Hal yang sama terulang momen pelukan itu terjadi lagi setelah sekian lama. Adrian merindukan itu namun ia tak punya nyali untuk mengatakannya kepada Rein. Ia akan membantu Rein dengan segenap daya yang ia punya. Adrian masih berpikir keras dan bertanya-tanya apa benar Hary mati di tangan Rein, apa mungkin wanita lembut yang penakut ini mampu melenyapkan Hary? Sesaat kemudian Rein sudah mulai tenang ia tak berteriak lagi. Wanita itu melepaskan diri dari pelukan Adrian dan Adrian menyodorkan sapu tangannya untuk membersihkan wajah Rein.

"Apa kau punya kotak obat? Memar di wajahmu… atau kita ke dokter saja yaa?" Pinta Adrian. Rein hanya menggeleng ia menolaknya karena jika dokter bertanya dari mana luka itu ia pasti akan kesulitan mengarang cerita. Adrian mengangguk ia tak ingin memaksa Rein pergi.

"Ian… kenapa sekarang kau baru mau menemuiku ?"

Adrian sejenak berpikir ia tak akan bilang kalau alasannya adalah ia patah hati karena Rein memilih menikah dengan Hary.

"Aku baru kembali dari tugas di kota lain Rein. Pekerjaanku membuatku sangat sibuk. Aku ingin mengabarimu sesekali tapi tampaknya nomer ponselmu sering berganti."

"Ian, malam itu Hary pulang dalam keadaan mabuk. Ia tampaknya sedang marah karena kalah berjudi, lalu ia memaksaku naik ke tempat tidur tapi aku menolak. Ia semakin naik pitam, rambutku di jambak dan aku dihempas ke lantai. Bajuku habis disobeknya aku berusaha melawan kebencianku sudah sampai di ubun-ubun. Tapi ia semakin beringas ia menamparku berkali-kali menendangku dan ia mencoba melakukan s**s an*l kepadaku. Aku melawan sebisaku aku sudah sering mendapat kekerasan seksual darinya tapi aku tak mau digauli dengan cara hewan. Aku memukul kepalanya dengan botol hingga pingsan. Aku tak tau mendapat kekuatan dari mana yang ku tau aku tak mau disiksa lagi olehnya." Pengakuan Rein membuat wajah adrian merah padam, tangannya terkepal dan giginya beradu menahan amarah.

"Aku menyeret tubuhnya ke danau itu dan menenggelamkannya disana." Mata Rein menunjuk ke arah danau, Adrian pun mengikuti kemana pandangan Rein tertuju. Sesaat Adrian ragu benarkah sekuat itu Rein bisa menyeret mayat Hary hingga ke danau yang jaraknya sekitar seratus meter?

Adrian menghembuskan nafasnya berat. Ia bingung apa ia harus memulai penyelidikan ? Apa Rein harus dibawa ke kantor polisi, Rein… iya Rein wanita yang belum terhapus sama sekali dari hatinya.

"Aku membunuhnya Ian…"

"Siapa yang terbunuh?" Tiba-tiba suara berat seorang pria muncul. Rein dan Adrian sama tersentaknya karena terkejut. Adrian mengamati laki-laki yang baru saja muncul dengan tas pakaian yang ia jinjing dengan seksama. Rein mendadak pucat pasi, sekujur tubuhnya gemetar.

Laki-laki itu mendekati Rein segera menyentuh dagu Rein dan memelototi memar di wajah Rein.

"Rein ada apa dengan wajahmu? Kau terluka? Kenapa rumah kita berantakan sekali? Apa ada perampok yang masuk? Kenapa kau tidak menghubungiku?"

Rein memalingkan mukanya ke arah Adrian yang masih sama terkejutnya dengan Rein.

"Hey… Kau Adrian kan? Teman sekolah Rein dulu? Kalau tidak salah kau seorang polisi kan?"

Adrian hanya mengangguk.

"Sayang… kenapa wajahmu jadi pucat begini? Apa kau baru saja melihat hantu hah?" Canda laki-laki itu namun benar bagi Rein di hadapannya ada hantu. Pria itu tersenyum atau terlihat seperti seringai.

"Maaf aku gak menelpon mu dulu sebelum pulang dari luar kota. Kau tau bisnisku berjalan sangat baik. Aku ingin memberimu kejutan, tapi ku rasa aku yang terkejut saat ini." Mata laki-laki itu melihat ke arah Adrian dengan sorot tajam.

"Ha-Hary… ka- kau…" Rein tak sanggup meneruskan kata-katanya lagi. Ia merasakan kepalanya mendadak kosong, pengelihatannya kabur sesaat sebelum semua menjadi gelap ia merasa jika lengan Hary menangkapnya sebelum jatuh ke lantai.

Adrian pun sangat bingung dengan cerita Rein. Semua menjadi seperti gambar slow motion di film-film. Ia membeku saat Rein jatuh pingsan namun dengan sigap Hary menangkapnya lalu membopongnya sendirian dan membawa Rein masuk ke kamarnya. Adrian masih membeku saat Hary kembali dan memintanya untuk pergi.

"Sepertinya Rein butuh istirahat dan aku akan mengabarimu jika Rein sudah pulih. Aku harus membawa Rein lagi ke psikiaternya jika situasinya sudah memungkinkan. Terima kasih sudah datang." Hary menepuk bahu Adrian sambil tersenyum. Tepukan yang membuat Adrian tersadar saat ini ia sangat bingung dan tidak bisa berpikir hingga ia hanya bisa memutuskan pamit dan pulang.

Hary mengambil krim obat dan mengolesi memar di wajah Rein. Ia tak habis pikir jika istrinya akan senekat ini dan menelpon Adrian si polisi itu. Ia mengambil jemari Rein dan mengecupnya pelan dengan penuh cinta serta kerinduan. Baginya Rein adalah segala-galanya ia akan menanggung semua salah dan memperbaiki segala sesuatu yang sudah rusak bertahun-tahun ini. Mata Hary masih lekat memandang Rein yang belum sadarkan diri.

"Aku mencintaimu lebih dari siapa pun Rein. Aku akan memperbaiki semua kesalahan ini. Siapa yang ingin kau buktikan mati malam itu? Maaf jika aku harus mengubah jalan ceritamu karena aku mencintaimu dan bersalah padamu."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
8.5
Kisah ini dituliskan dengan latar belakang sejarah seorang wanita bangsawan kelas atas pada abad ke-15 di Eropa Timur, saat ini letak Cachtice Castle berada di dekat kota Bratislava, Slovakia. Tokoh-tokoh nyata yang berada dalam sejarah seperti Elizabeth Bathory de Ecsed, Raja Matyas, Gyorgy Thurzo, dll., berdampingan dengan tokoh fiksi seperti Benca, Lorant, Arpad, Ivett, Gustav, dll. Atas laporan dari berbagai pihak termasuk pendeta Lutheran Istvan Magyari, serta saksi-saksi lain, Raja Matyas memerintahkan Gyorgy Thurzo untuk melakukan penyelidikan terhadap Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, dia dinyatakan bersalah, termasuk mereka yang membantu kegiatan pembunuhan gadis-gadis muda secara sadis tersebut. Dorka (Doratia Dentez), Anna Darvula, juga suster Illona Joo dan Johanness Ujvari, mendapatkan hukuman mati dari Raja Matyas, sedangkan Countess Elizabeth Bathory de Ecsed yang berstatus bangsawan, memiliki kekebalan terhadap hukuman mati. Maka dia ditahan di dalam kastilnya sendiri dengan hanya diberi sedikit celah untuk bernafas, dan makanan. Pada 21 Agustus 1614, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, meninggal dunia, ditandai dengan makanan yang tidak disentuhnya sama sekali. Maka setelah diperiksa, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, ditemukan sudah tidak bernyawa. Hingga saat ini, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, sering disebut sebagai Blood Countess, atau putri berdarah yang disinyalir telah membunuh lebih dari 600 gadis perawan dalam upayanya untuk menjadi tetap muda belia, dengan melakukan ritual mandi darah gadis perawan. Kisah kekejaman maupun kegiatan ritual sex bebas yang dilakukan di dalam kastil Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, tercatat dalam sejarah kelam Roman Empire di Hongaria. Namun kisah ini hanyalah fiksi dengan latar belakang kekejaman sang putri berdarah yang menjadi inspirasi terhadap kisah vampire di Eropa.
Sampul Novel Gadis Titisan Harimau Putih
8.1
Naiya, seorang guru kontrak menawan, dipindahkan Faisal ke Desa Blang Bungong demi rencana rahasia. Akibat cemburu, Laila menyewa dukun untuk menghabisi Naiya, tetapi gagal karena Naiya merupakan titisan harimau putih sakti. Sementara itu, desa tersebut diteror kutukan Nyai Beulangong yang menumbalkan gadis-gadis kepada jin. Saat Faisal menyekap Naiya, Razi bertaruh nyawa untuk menyelamatkannya. Akankah cinta Razi disadari Naiya di tengah ancaman para dukun jahat?
Sampul Novel Ghost At School
9.0
Yui bersama sahabatnya berupaya menyelamatkan arwah-arwah yang terperangkap di area sekolah. Namun, sebuah petunjuk dari mimpi mengungkap kebenaran kelam bahwa korban perdana teror ini adalah teman dekat Yui. Investigasi mereka justru menyingkap rahasia keluarga, di mana salah satu anggota keluarga terbukti menjadi dalang demi membalas dendam masa lalu. Di bawah bayang-bayang ketakutan, sanggupkah mereka menghentikan kutukan tersebut?
Sampul Novel Roh Istri yang Terikat Abadi
9.7
Dian diculik saat mengandung, lalu tewas mengenaskan karena Rizal, suaminya, mengabaikannya demi sang sahabat. Ledakan bom menghancurkan tubuh Dian dan bayinya. Sebagai ahli forensik, Rizal malah mengautopsi jasad tak dikenal yang ternyata istrinya sendiri, bahkan sempat melayangkan hinaan. Namun, penemuan kancing baju usang di meja otopsi mendadak menyingkap kenyataan kelam yang seketika meruntuhkan seluruh hidupnya.
Sampul Novel Suamiku, Bukan Suamiku!
9.0
Seorang istri dilingkupi rasa takut yang luar biasa saat menatap pria di hadapannya, sosok yang memiliki wajah sangat identik dengan suaminya sendiri. Situasi semakin mencekam ketika ia menerima sebuah pesan singkat yang sangat ganjil. Pesan tersebut dengan tegas memperingatkan bahwa pria yang bersamanya saat itu bukanlah suaminya yang asli. Ironisnya, peringatan menakutkan itu justru dikirim langsung dari nomor ponsel sang suami. Di tengah kebingungan dan ancaman misterius ini, ia kini harus memilih siapa yang sebenarnya bisa ia percayai.
Sampul Novel Terjerat Cinta Dan Dendam
8.8
Davin mendekati Friska, gadis indigo misterius, demi membalaskan dendam masa lalu keluarganya. Namun, di tengah teror yang ia rancang, Davin justru jatuh cinta. Hubungan mereka hancur saat Friska mengungkap niat busuk Davin dan kenyataan bahwa ayahnya adalah pembunuh ayah Davin. Kebencian kini menggantikan kemesraan mereka. Di atas luka yang mendalam, mampukah cinta mereka bertahan?