APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Modern maid

Modern maid

Kisah cinta modern ini menyoroti lika-liku hubungan asmara yang terhalang oleh jurang status sosial. Perasaan cinta yang tumbuh di hati seorang asisten rumah tangga terhadap majikannya memicu konflik batin yang mendalam. Di bawah bayang-bayang tuntutan sosial dan pandangan miring lingkungan sekitar, kesetiaan mereka diuji. Mereka harus menghadapi dilema berat dan pengorbanan besar demi memperjuangkan akhir bahagia yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kamu ingin bekerja?" tanya bi Marsiah di suatu pagi saat mereka berdua tengah menikmati sarapan seperti biasa. Yaitu, ala kadarnya.

Mata Mila tampak berbinar, "ya mau dong, Bi."

"Tapi, kerja jadi pembantu kayak Bibi. Gak apa-apa?"

"Enggak dong. Kerjaanku yang sebelum-sebelumnya juga jadi pembantu kan?"

"Jadi kamu beneran mau?"

"Mau, Bi. Eh, tapi kerja jadi pembantu dimana Bi?"

"Anak majikannya Bibi, kebetulan lagi cari pembantu baru untuk kerja di rumahnya."

"Oohh gitu. Memang pembantunya yang lama kemana, Bi?" tanya Mila penasaran.

"Dipecat."

"Uhuk!" Mila tersedak mendengar kata di pecat, kemarin ia baru mengalaminya.

Sialan!

"Aduh, pelan-pelan ndok makannya." kata bi Marsiah menasehati Mila lembut.

Mila mengangguk dan segera mengambil air mineral lalu langsung meneguknya setengah. Ia menatap bibinya yang telah selesai sarapan dan beranjak sembari membawa piring dan gelas kotornya ke belakang untuk dicuci.

Padahal Mila masih ingin bertanya lebih jauh lagi mengenai pembantu lama anak majikannya yang dipecat. Hmm, tapi ya sudahlah.

"Biar aku saja, Bi." pinta Mila mengambil alih apa yang bi Marsiah kerjakan.

Tanpa membantah bi Marsiah mengangguk dan membiarkan Mila yang mencuci gelas dan piring kotor.

Setelah selesai Mila menaruh gelas dan piring yang telah bersih ke tempatnya. Lalu ia menoleh melihat sang bibi yang tampak bersiap-siap akan pergi.

"Sudah mau pergi, Bi?"

"Iya, kamu jaga diri baik-baik di rumah ya ndok." Mila mengangguk namun tatapannya terlihat sendu.

"Kenapa? Kok murung lagi mukanya?"

"Maaf ya, Bi, aku belum dapat pekerjaan baru sampai sekarang." sesal Mila yang merasa bisanya hanya merepotkan dan menyusahkan bibinya saja.

"Iya gak apa-apa ndok. Gak usah sedih gitu, oke?" bi Marsiah menyentuh dagu Mila, "ayo senyum dulu."

Mila memaksakan senyumnya agar bibinya senang. "Nah gitu dong, putri Bibi kembali tersenyum."

"Yaudah kalau gitu, Bibi berangkat kerja dulu ya."

"Hati-hati, Bi."

Bi Marsiah mengacungkan jari jempolnya, kemudian ia keluar. Tapi, baru beberapa menit pintu kembali terbuka.

"Ada apa Bi? Ada yang ketinggalan?"

Bi Marsiah menggeleng, "Bibi hampir lupa. Soal pekerjaan yang Bibi bilang tadi, nanti akan Bibi tanyakan sama majikan Bibi apakah masih berlaku atau tidak."

"Ooh, iya Bi." Mila mengangguk.

Bi Marsiah kembali berpamitan dan mengecup dahi Mila. Lalu setelahnya wanita paruh baya itu beneran pergi.

***

Tak banyak kegiatan yang Mila lakukan di rumah sederhana itu. Setelah selesai melakukan semua pekerjaan rumah dari menyapu, mengepel dan mencuci baju. Mila merasa sedikit lelah dan membaringkan tubuhnya di kasur bawah yang sebenarnya sudah tak layak pakai.

Ia memijit pelipisnya, sampai kapan ia akan begini terus? Menjadi pengangguran sangatlah tidak enak. Mila kepikiran bibinya, pastilah bibinya itu merasa lelah bekerja sebagai pembantu di rumah besar dan mewah milik majikannya yang kaya itu.

Mila menghela nafas, seandainya saja ia memiliki pekerjaan tetap dan banyak uang maka Mila tidak akan lagi mengizinkan bibinya bekerja.

Di usia bibinya kini tentu sudah seharusnya beristirahat di rumah dan menikmati waktu senjanya dengan tenang.

Tapi apa ini? Justru malah Mila yang menjadi beban hidup bibinya.

Mila malu dan kesal pada dirinya sendiri yang merasa sangat tidak berguna. Dan bibinya yang begitu sangat baik dan sabar mengurusinya.

***

Sesuai janjinya dengan sang keponakan, bi Marsiah menghadap sang majikan perempuannya yang terkenal sangat kaya raya.

"Ada apa, Marsiah?" tanya wanita yang berpenampilan sangat anggun dan elegan itu.

"Uhm, anu Nyonya. S-saya mau tanya mengenai lowongan kerja jadi pembantu di rumah Tuan muda. Apakah masih ada atau sudah mendapatkan pembantu yang baru?" ucap bi Marsiah gugup.

"Iya, kenapa memangnya?"

"Kalau belum, keponakan saya mau bekerja jadi pembantu di rumah Tuan muda."

"Oh gitu, tapi maaf sekali Marsiah. Lowongan pekerjaan menjadi pembantu di rumah anak saya sudah tidak berlaku. Dua hari yang lalu Leon sudah mendapatkan pembantu yang baru," tukasnya.

"Baik Nyonya, terima kasih." bi Marsiah menunduk dan kemudian berpamitan undur diri dari hadapan sang majikan.

Nyonya Kartika menatap kepergian bi Marsiah dengan iba. Sayang sekali, wanita itu telat bertanya mengenai lowongan pekerjaan menjadi pembantu di rumah putranya, Leon. Jika belum maka tentu saja pekerjaan itu akan ia berikan.

Drrrtt....

Ponsel Nyonya Kartika berdering, ia menoleh dan melihat nama Leon tertera di layar ponselnya sebagai si penelpon.

Nyonya Kartika berdecak, ada apa gerangan putranya ini mengubungi dirinya.

"Hal—"

"Mom, tolong carikan aku pembantu baru lagi. Dan please, pilih yang sesuai kriteria ku!"

Klik.

Sambungan telepon diputus begitu saja. Nyonya Kartika menghela nafas sabar, kebiasaan putranya ini tak pernah hilang.

Dan apa kata putranya? Dipecat? Astaga, Leon baru saja mendapatkan pembantu yang baru. Tapi, sudah dipecat lagi. Gila memang putranya ini.

"Marsiah!"

Tbc....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Mengubur Cinta
8.8
Setelah tujuh tahun bersama, aku meninggalkan Deon saat dia dipenjara demi bersama sahabatnya. Begitu bebas dan sukses kembali, Deon memaksaku menikah sebagai bentuk balas dendam. Di balik citra pernikahan yang harmonis, dia menyiksa batin dengan membawa wanita lain—termasuk adik kandungku—ke ranjang kami. Deon tidak pernah tahu bahwa demi membersihkan namanya, aku rela menyusup ke sarang mafia hingga kehilangan ginjal dan setengah hatiku. Kini, waktuku untuk bertahan hidup hampir habis.
Sampul Novel I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku
8.9
Alan, seorang wanita kutu buku, terperangkap dalam pernikahan dingin bersama Gavin Wildberg, sang CEO angkuh yang berselingkuh dengan adik angkat Alan bernama Aluna. Penderitaan Alan kian berat ketika sang ibu mertua mengusirnya dan menuntut perceraian karena penampilannya yang dinilai buruk. Saat nyaris mengakhiri hidupnya, seorang pria datang menolong dan mengungkap jati diri asli Alan. Kini, sebagai pewaris takhta konglomerat, ia bersiap membalas dendam.
Sampul Novel Kencan Buta Setelah Pulang Kampung
9.7
Tujuh tahun mendampingi Daniel Liman secara rahasia membuat Nadya, putri Keluarga Luandra, mengharapkan lamaran di hari perilisan albumnya. Namun, Daniel justru mengumumkan kerja sama dengan Yuna Fadian, cinta pertamanya yang baru kembali. Saat mencari penjelasan, Nadya mendengar obrolan menyakitkan dari luar ruang istirahat. Daniel mengonfirmasi bahwa selama ini Nadya hanyalah sosok pengganti sementara yang kini harus tersingkir setelah sang tokoh utama kembali.
Sampul Novel Kesayangan Paman Mark
8.4
Dalam sebuah pertemuan rahasia yang menegangkan, Mark memaksakan kehendaknya pada Selva hingga gadis itu merintih kesakitan. Di tengah pergulatan tersebut, Mark berbisik dengan nada tertahan, memperingatkan Selva agar tetap diam. Ia sangat cemas jika suara Selva akan membangunkan orang tuanya yang tengah tertidur lelap di rumah tersebut. Hubungan terlarang ini menuntut kesunyian total demi menjaga agar rahasia gelap mereka tidak terbongkar oleh keluarga sendiri.
Sampul Novel Makmum Kedua Suamiku Sahabat Baik ku
8.4
Kehidupan Aisyah hancur seketika saat sang suami meminta restu untuk menikahi sahabat karibnya. Demi mempertahankan rumah tangga, ia rela dimadu meski hatinya sangat terluka. Sayangnya, keputusan itu justru membawanya pada penderitaan baru. Suaminya berubah menjadi dingin, kasar, dan enggan memberikan kasih sayang. Di tengah cercaan dan ketidakadilan yang terus menerpa, sanggupkah Aisyah bertahan dalam pernikahan poligami ini?
Sampul Novel Petani Sukses
9.3
Dikhianati sang kekasih, Amanda Santika memilih pulang ke desa dan merintis bisnis pertanian sukses bermodal kalung berlian. Namun, kedamaiannya terusik saat putranya menemukan pria kaya raya yang berwajah sangat mirip dengannya. Pria tampan itu terkejut melihat kembaran kecilnya, sementara sang balita justru menyeretnya pulang. Amanda pun dibuat syok ketika anaknya dengan polos memperkenalkan pria asing tersebut sebagai calon suami baru untuk ibunya.