APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel MISTERI KAMAR ADIK PEREMPUANKU

MISTERI KAMAR ADIK PEREMPUANKU

Kehilangan suami secara tiba-tiba meninggalkan teka-teki besar bagiku. Kecurigaanku memuncak ketika suara derit ranjang yang mencurigakan kerap terdengar dari kamar adikku, Ema, tepat sejak hilangnya pria itu. Aku mulai mencurigai adanya hubungan rahasia yang terjalin di antara mereka berdua. Apakah misteri di balik pintu kamar Ema tersebut merupakan kunci utama untuk mengungkap keberadaan suamiku yang lenyap tanpa jejak?
Bab
Bagikan

Bab 2

Saat ini aku tidak memperhatikan wajah kedua orang di hadapanku, tanganku sibuk menyiapkan roti bakar beroleskan selai roti kacang. Tetapi, yang jelas aku sudah sempat mengetahui ekspresi keduanya tadi. Aku tengah memasang kedua telinga selebar mungkin sekarang.

Lelaki berumur 27 tahun di hadapanku itu beralasan, "Se- semalam aku i-kut ronda sama bapak-bapak lainnya, Fel."

Aku mencoba mencerna alasan suamiku. Memang alasannya masuk di akal, tetapi suaranya yang bergetar dan terbata-bata menimbulkan sedikit rasa curiga dalam benak.

Kini ekor mataku mulai tertarik, melirik sang adik.

Hal yang sama telah aku dapati dari sosok wanita berambut semampai itu. "Emang ranjang punyaku sudah jelek mbak. Bahkan kadang-kadang, punggungku sakit kalau bangun pagi," jawab Ema yang tidak bisa aku elakan.

Terpikir olehku untuk memperbaiki masalah Ema. "Mas, gimana kalau ranjang Ema kita ganti aja, supaya tidak bergoyang dan berbunyi lagi," ucapku memberikan pendapat.

Mas Deo hanya menganggukkan kepalanya, mulutnya penuh berisikan roti yang sedang ia kunyah.

Pria yang sudah aku beri pertanyaan itu, terlihat santai menikmati kudapan yang aku buat pagi ini.

Aku mengerti dan hanya mengangguk paham. Kubiarkan ruang makan itu sunyi, supaya semua orang di dalamnya bisa menikmati roti bakar yang aku siapkan pagi buta tadi.

Di tengah kesunyian, sesekali aku mendongak ke lantai atas rumahku, aku takut jika anakku terbangun, maka aku sudah siap bergerak cepat untuk menyergapnya.

Biasanya anakku akan menangis saat mulai melihat dunia.

Ya, aku dan sosok pria yang ada di hadapanku saat ini telah melewati bahtera rumah tangga selama 13 bulan lamanya.

Banyak yang aku syukuri sepanjang perjalanan bersama dengan Mas Deo sang suami.

Terutama munculnya buah hati diantara kami berdua. Bocah kecil berambut ikal dengan pipi tembem itu, kerap sekali membuat hidupku merasa sangat bermakna.

Karena aku dan Ema-adikku; telah menjadi seorang yatim piatu, maka aku ajak saudara sekandungku itu tinggal di rumah yang aku tempati bersama suami.

Semuanya terasa sempurna, tak ada ruang dalam hatiku yang kosong selama itu.

Kutungkup sendok dan garpuku di meja, tanda sarapan pagiku telah selesai.

Merasa bibirku sedikit belepotan, kusibak bulir kecil sisa-sisa makanan di area bibir dengan sehelai tisu.

Lalu aku mulai bertanya. "Mas, apa kamu jadi ke undangan hari ini?" tanyaku sambil melipat kedua tangan di atas meja.

Aku merasa berhak bertanya, karena sebelumnya Mas Deo sempat memberitahukan kalau malam ini dia akan menghadiri sebuah undangan.

"Iya, dong." Kudengar suamiku menjawab dengan sangat irit.

***

Singkat cerita malam telah tiba.

Aku membingkai bibirku se apik mungkin, kusematkan beberapa aksesoris di gaun yang telah aku pakai.

Sengaja aku mempercantik diri, karena aku tidak mau mempermalukan sang suami di depan banyak mata. Biarlah gendut, asal penampilan masih sesuai, pikirku.

Aku berlenggak-lenggok di depan cermin, memastikan bahwa penampilanku akan sesempurna, meskipun tubuhku tidak seramping dulu.

Kurentangkan bocah kecil kesayanganku di atas ranjang. Nampak bayi kecil itu, menendang-nendang angin sambil bermain dengan khayalannya.

Aku hendak pergi mencari sosok Deo yang belum nampak batang hidungnya.

Betapa tercengangnya aku, saat melihat suamiku keluar dari kamar Ema dengan mengenakan baju yang sudah rapi, sama kompaknya dengan Ema yang sudah mengenakan gaun favoritnya.

"Emang mau ke mana, Mas?" tanyaku.

Bukannya menjawab, suamiku malah balik bertanya. "Kamu sendiri mau ke mana?"

Merasa penat dengan pertanyaan itu, aku bilang dengan jelas bahwa aku akan pergi bersamanya ke undangan malam ini.

Dengan cepat suamiku berkilah kalau sebaiknya aku tunggu saja di rumah dan saat ini dia lebih memilih Ema untuk mendampinginya dengan alasan, kalau Ema tidak pernah keluar.

DEGH!

Kutatap raut wajah Ema yang polos. Meskipun hatiku hancur, tapi aku mengalah demi saudaraku satu-satunya.

Kubuka atributku yang tadi sudah memperindah penampilanku tadi. Biarlah. Biar malam ini aku mengalah.

Selang Ema dan Mas Deo pergi, aku ingin mengambil lipstik yang tengah dipinjam Ema 3 hari yang lalu. Mungkin dia lupa mengembalikannya.

Aku menerawang kamar Ema yang terlihat bersih. Namun sebuah kain segitiga membuatku tertarik untuk melihatnya lebih dekat lagi.

Terkejutnya hatiku dan tergoncangnya jiwa ini saat melihat dengan jelas kain segitiga itu terhampar nyata di ranjang Ema. Celana berkelir hitam itu sangat melekat dalam ingatanku, karena jelas sekali itu milik Mas Deo.

"Hah, kenapa ini ada di sini?" Aku mencengkram kain itu dengan benak yang diliputi tanda tanya besar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dokter Forensikku, Kakakku
8.3
Suzanne dibenci oleh kakaknya yang menganggapnya bertanggung jawab atas kematian tragis sang tunangan, Yani, lima tahun silam. Dendam itu menemui ujung mengerikan ketika jasad Suzanne yang hangus terbakar mendarat di meja autopsi kakaknya sendiri. Harapan sang kakak agar Suzanne mati akhirnya terwujud. Namun, begitu menyadari identitas mayat di hadapannya adalah sang adik, rasa bersalah dan kebenaran yang terlambat langsung menghancurkan kewarasan sang dokter forensik hingga ia menjadi gila.
Sampul Novel Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
8.8
Terlahir dari keluarga miskin yang dikutuk iblis, Bima tumbuh di dekat Gunung Pengantin yang angker. Akibat melanggar pantangan di sana, ia kehilangan Alif, sahabatnya yang diculik menjadi budak gaib. Beranjak dewasa, Bima berjuang mematahkan kutukan leluhur bermodalkan kekuatan khodam warisan. Meski misi mistis itu berhasil, ia harus membayar harga mahal. Orang tuanya tewas mengenaskan dalam ritual gaib, meninggalkan Bima sendirian dalam kepedihan mendalam.
Sampul Novel Kesempatan Kedua, Luka Terakhir
9.3
Niat baik berujung petaka. Usai membelikan teh susu pesanan rekan kerja yang hamil, protagonis dituduh sengaja menggugurkan kandungan tersebut. Fitnah di rumah sakit ini memicu kemarahan keluarga korban yang memukulinya dan menuntut ganti rugi dua miliar rupiah. Demi keadilan, ia melaporkan kasus ini ke polisi dan bersiap menuntut balik. Namun, sebelum hukum bertindak, ia tewas mengenaskan setelah didorong oleh ibu mertua korban hingga dilindas truk.
Sampul Novel Pacar Kedua dan Istri Rahasia
8.5
Demi melindungi Adiva dari bahaya pasca-insiden tragis, Rafka menyembunyikannya di London secara rahasia. Meski tahu cinta istrinya bukan untuknya, Rafka tetap tulus menjaga. Namun, Adiva justru menyusun rencana pelarian demi membalaskan dendam masa lalu. Ia menjebak saudara kembarnya, Agatha, agar bertukar peran untuk mengelabui pengawal Rafka. Saat Agatha terkurung di London, Adiva memakai identitas saudarinya demi menemui sang ayah dan memulai aksi balas dendam.
Sampul Novel RAHASIA DI BALIK CINTA
8.9
Di mata publik, hubungan mereka tampak begitu sempurna tanpa cela. Namun di balik pintu tertutup, sepasang kekasih ini saling menyembunyikan pengkhianatan yang kelam. Ketika satu demi satu dusta mulai terbongkar, mereka harus menghadapi kenyataan pedih bahwa rasa cinta yang dulu ada kini telah lenyap. Di tengah runtuhnya rasa percaya dan kebenaran yang kian terungkap, masa depan komitmen mereka kini berada di ujung tanduk.
Sampul Novel The Trill of Romance
9.2
Pemilik Glory Ranch, duda kaya berusia 27 tahun bernama Kian Dario, menaruh hati pada Ayu Soraya. Gadis asal Indonesia berumur 18 tahun itu baru saja datang lewat tangan kanan ayahnya. Namun, trauma akibat pengkhianatan masa lalu membuat Ayu menutup diri. Saat Kian berjuang keras mendekatinya, bahaya mengintai dari sosok misterius yang ingin menghancurkan hidup Kian. Kini, ia harus melindungi nyawa dan kebahagiaannya demi memenangkan cinta Ayu di tengah ancaman dendam.