APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misteri Birahi Kampung Cilendir

Misteri Birahi Kampung Cilendir

Kehidupan duda Reza berubah drastis setelah pindah ke lingkungan baru dan mengenal Naila. Di balik sosoknya sebagai ustazah yang taat dan anggun, Naila menyimpan ketertarikan mendalam pada Reza. Hubungan yang kian dekat menguji keyakinan mereka, menciptakan konflik batin antara kepatuhan agama dan keinginan yang melanggar batas. Ketika setiap pertemuan mengobarkan ket ketegangan emosional, sanggupkah mereka bertahan, atau justru hanyut dalam pesona cinta terlarang?
Bab
Bagikan

Bab 2

Wildan yang mengetahui mata indah Alisa tengah menatap kontol tegangnya berusaha untuk tetap fokus pada pekerjaannya meskipun dia juga menikmati apa yang terjadi pada Alisa. Dan sepertinya Alisa belum menyadari kalau Wildan pun sesekali mencuri pandang pada tingkah lakunya.

Alisa tanpa sadar nafasnya mulai terengah-engah tanpa sedetikpun berkedip dari pemandangan di depannya. Tangannya yang tadi mengelus punggung, kini beralih meraba-raba dan meremas buah dadanya. Wildan pun semakin menikmati pemandangan itu sehingga dia melambatkan pekerjaan membereskan lemari.

Nafas Alisa pun makin terdengar berat dan mulai terdengar desahan-desahan kecil. Ketika Wildan melirik, ternyata tangan kiri Alisa mulai memainkan pangkal pahanya dengan tangan kirinya. Sesekali Alisa merem melek merasakan kenikmatan yang jarang dia rasakan.

Alisa pernah meraskan hal yang sama ketika menonton video porno di laptopnya. Tapi yang ini berbeda karena kontol yang biasa dia lihat di laptop, kini ada di depannya hanya tertutup sarung saja. Desakan birahi yang sudah mulai memasuki tubuhnya pun tak bisa ia tutupi dengan pakaian syar’inya.

Wildan pun masih bertingkah seakan dia tidak tahu apa yang dilakukan Alisa. Merasa aman, Alisa pun memberanikan diri untuk melangkah lebih jauh meskipun di dalam hatinya berkecamuk antara larangan agama dan hawa nafsu yang menggoda. Sering dia mendengarkan kajian-kajian keislaman yang melarang ia berbuat hal itu, tapi birahi kuat yang menguasainya lebih ia pilih untuk dituruti.

Akhirnya Alisa pun menarik gamis hitamnya ke atas hingga pangkal paha, sehingga terlihat celana dalam warna pink muda yang sudah mulai basah. Alisa pun mulai memasukkan tangan kirinya ke dalam celana dalamnya, ingin merasakan sensasi yang lebih.

Wildan sesekali melirik ke arah Alisa yang kini menampilkan paha putih mulusnya tanpa cela yang hanya tertutup kaos kaki hitam sebetis. Bagian yang begitu dilindungi oleh akhwat, kini terpampang indah di hadapan Wildan.

Alisa pun seperti sudah kehilangan kesadaran dan mulai menggesek-gesekkan jarinya di kemaluannya yang mulai membasahi celana dalamnya. Jilbab biru navynya pun mulai terlihat kusut karena remasan liar dari tangan kanannya dibarengi dengan desahan-desahan yang mulai keluar dari mulutnya.

Aksi Alisa pun semakin liar dengan remasan dan permainan tangan kirinya memuaskan bagian bawah tubuhnya. Wildan pun semakin tak kuasa menahan birahi yang menerpa dirinya.

Wildan: Ehm… pengen banget kah dia?

Mendengar pertanyaan Wildan, sontak membuat Alisa terperanjat dan langsung menghentikan permainannya. Ia segera merapikan semua pakaiannya dan menunduk malu. Alisa pun tidak berani menatap Wildan. Ternyata selama ini dia melihat apa yang Alisa lakukan.

Wildan pun tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Dengan kontol yang masih tegak berdiri, ia segera turun dari kursi dan memberanikan diri duduk di ranjang di samping Alisa.

Alisa sebenarnya ingin mencegah supaya Wildan tidak dekat-dekat dengannya, tapi sudah terlanjur basah ketahuan sehingga ia pun hanya terdiam ketika Wildan duduk tepat di sampingnya.

Wildan: Hemm, gak papa kok, aku juga tau kalau kamu juga manusia yang punya nafsu dan syahwat.

Wildan berusaha menenangkan Alisa supaya tidak merasa bersalah.

Wildan: Sebenarnya sejak dari tadi ana juga nafsu melihat ukhti main kayak gitu. Nih lihat jadi tegang kan punya ana.”

Alisa sedikit menaikkan kepalanya sambil masih mencuri pandang ke arah kontol Wildan yang tegak menjulang di dalam sarungnya. Begitu banyak rasa berkecamuk di dalam diri Alisa, namun ia juga ingin sekali merasakan kontol asli seorang ikhwan.

Wildan: Ana janji gak akan cerita ke Ummi Zaskia. Kalau kamui mau lanjut lagi pun gak masalah buat ana.

Alisa: Beneran akhi? Ana malu banget.

Wildan: ga perlu malu ukh, ana tau kok kalau seumuran kita memang sudah waktunya mengetahui hal-hal seperti ini.

Wildan pun memberanikan diri untuk merangkul pundak Alisa.

Alisa pun terlihat seperti mengiyakan saja ketika tangan kiri Wildan merangkul pundak kiri Alisa dan menariknya ke arahnya. Kemudian Wildan memberanikan diri untuk menarik tangan kanan Alisa agar memegang kontolnya.

Dalam diri Alisa masih berkecamuk antara rasa bersalah dan birahi yang tak tertuntaskan. Kajian-kajian yang pernah ia ikuti tak mampu membendung hasrat birahinya untuk merasakan kontol laki-laki yang bukan mahramnya. Alisa masih seperti menahan tangannya dari ajakan tangan Wildan.

Wildan: Gak papa kok ukh... toh ga ada siapa-siapa

Mendengar hal itu, Alisa pun terdiam sejenak, kemudian memberanikan diri untuk menggenggam kontol yang selama ini hanya menjadi fantasinya.

Alisa: Tapi ana malu akhi

Wildan: Malu sama siapa, ukh? Kan hanya ada ukhti sama ana. Toh ana juga pengen kok...

Wildan tertawa kecil.

Alisa pun kini mulai meraba-raba kontol besar Wildan yang masih terbalut sarung. Wildan yang merasa mendapatkan sinyal hijau mulai memberanikan diri untuk berbuat lebih jauh. Kini dagu Alisa ia pegang dan diarahkan ke arah wajahnya. Wildan pun mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Alisah yang tertutup cadar.

Alisa memejamkan matanya pasrah dengan apa yang terjadi selanjutnya. Kemudian Wildan pun melahap bibir Alisa dari balik cadarnya. Awalnya Alisa hanya terdiam, tapi beberapa saat ia pun mulai membalas ciuman dari Wildan.

Cadar hitam yang membatasi bibir mereka pun mulai basah oleh liur birahi kedua anak adam itu. Wildan pun menghentikan ciumannya. Alisa membuka matanya dan menatap Wildan dengan mata indahnya.

Wildan: ana buka sedikit cadarnya ya, Ukh? Biar enakan.

Alisa hanya menganggukkan kepala. Wildan pun terkejut melihat kecantikan bibir tipis nan merona merah Alisa dengan kulit putih alaminya.

Wildan: Cantiknya ukhti ini.

Wildan tertegun melihat harta karun di balik cadar itu

Alisa hanya tertunduk malu meski dalam hatinya ia merasa senang dengan pujian itu karena ini pertama kalinya ia dipuji kecantikannya oleh Ikhwan.

Wildan langsung saja melumat ganas bibir Alisa dan disambut dengan ciuman ganas juga oleh Alisa. Lidah mereka pun saling menyeruak masuk ke mulut pasangannya seolah ingin menjelajahinya.

Tangan Alisa pun makin mantab menggenggam kontol Wildan. Tangan kanan Wildan kini mulai meremas payudara Alisa dari dalam gamisnya. Terasa kenyal dan besar hingga tangan Wildan yang besar itu pun tak bisa mencakup semuanya. Wildan pun menghentikan ciumannya sejenak.

Wildan: Ukhti… boleh ana buka bajunya?

Alisa yang tengah terbakar birahi pun mengiyakan.

Alisa: panggil ana Alisa aja akhi... he’mh boleh

Wildan: Panggil ana Wildan saja Alisa

Wildan pun mulai menarik resleting gamis hitam Alisa. Sementara Alisa menyibakkan jilbab besarnya ke pundaknya. Gamisnya ditarik hingga lepas semua ke lantai sehingga tinggal beha dan celana dalam pink muda saja yang masih menempel di tubuh indahnya. Begitu putih mulus tanpa cela bak bidadari, yang paling menakjubkan ukuran payudaranya yang besar terlihat seperti mau tumpah dari behanya.

Wildan: Wiihh mantab bener tubuh kamu Alisa. Siapapun yang dapetin kamu pasti ikhwan paling beruntung di dunia.

Alisa: Iihh... jangan diliatin gitu dong Wildan… ana kan malu.

Tangan Alisa mencoba menutupi tubuh indahnya.

Wildan: lhoo... ana jujur ini... kayak bidadari... ehh ana buka cadarnya ya?

Alisa: Uuhh… masak sih? He’emh... boleh.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri Yang Dilupakan CEO
8.1
Noel menganggap pernikahannya dengan Bianca tak lebih dari sekadar alat pelancar bisnis perusahaan. Sejak awal, ia mengabaikan sang istri dan bersiap menceraikannya begitu ada kesempatan. Namun, saat momen perpisahan itu akhirnya tiba, perubahan besar terjadi pada sikap Noel. Ia secara mengejutkan menolak melepaskan Bianca. Di tengah dinginnya pernikahan mereka, Noel justru berkeras mempertahankan hubungan yang dahulu dianggapnya tidak berharga.
Sampul Novel Pelit Bin Medit
8.5
Hesti menjalani kehidupan pernikahan yang menyesakkan bersama Pramono, sosok suami yang sangat kikir. Kebebasan finansialnya dirampas total, bahkan seluruh gaji Hesti dikuasai sepihak oleh suaminya. Tanpa uang pegangan maupun biaya perawatan diri, Hesti juga harus menghadapi kenyataan bahwa urusan dapur pun diatur sepenuhnya oleh Pramono. Di bawah tekanan nafkah yang tidak layak ini, sanggupkah Hesti bertahan menghadapi sikap suaminya? Ikuti pergulatan batinnya.
Sampul Novel Pernikahan Berliku & Perceraian
9.8
Sienna terbangun di dunia novel sebagai karakter antagonis. Demi menghindari akhir yang tragis dan tetap hidup mewah, ia memutuskan untuk menikahi Darren, pria kaya yang kerap cemburu karena sikap genitnya. Meski pernikahan mereka terpaksa terjadi karena kehamilan, Sienna yakin Darren akan menceraikannya demi sang pahlawan wanita. Namun, saat waktu berlalu, Darren justru menolak melepas Sienna dan selalu marah setiap kali ia meminta cerai.
Sampul Novel Sebuah Pengabdian
9.3
Impian Hamid menjadi tentara pupus seketika saat orang tuanya memaksa dirinya menjalani pernikahan dini yang tak pernah ia inginkan. Walau diselimuti amarah karena harus menikahi wanita asing, ia akhirnya mengalah demi berbakti. Siapa sangka, kehidupan pernikahan ini justru mendewasakan Hamid dan menuntunnya memahami arti pengabdian kepada Tuhan. Namun, badai ujian kini mulai mengancam komitmen mereka. Mampukah Hamid dan sang istri bertahan melewati cobaan demi menjadi abdi sejati?
Sampul Novel Suamiku adalah menantuku
8.0
Upaya tulus Hana meredakan konflik pernikahan putrinya justru berujung petaka. Ia malah terjebak skandal asmara terlarang dengan sang menantu, Romeo. Begitu hubungan rahasia ini terbongkar ke hadapan publik, Hana langsung menjadi sasaran kemarahan dan cemoohan masyarakat. Kini, di tengah hancurnya reputasi serta hidup yang porak-poranda, ia harus bertahan menghadapi berbagai konsekuensi menyakitkan demi cinta gelap tersebut.
Sampul Novel Wanita Bercadar Itu Istriku
8.9
Zafirah Radya Rafa, seorang wanita bercadar yang tulus, harus menjalani pernikahan dengan pria arogan pencinta dunia malam, Azril Davis Elfathan. Azril menolak keras menganggap Zafirah sebagai istrinya. Pernikahan paksa ini terjadi demi memenuhi wasiat Zaki, adik Azril yang meninggal akibat kecelakaan menjelang hari pernikahannya dengan Zafirah. Azril terpaksa menikahi wanita asing ini demi janji pada mendiang adiknya. Akankah kebencian di antara mereka bisa berubah menjadi cinta?