APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misi Rahasia sang Pewaris

Misi Rahasia sang Pewaris

Demi menyelidiki perusahaannya dari dalam, Zara yang merupakan pewaris takhta bisnis memilih menyamar sebagai karyawan biasa. Di tempat kerja, ia harus berhadapan dengan Arman, sosok manajer dingin yang penuh ambisi. Konflik meruncing ketika Zara mendeteksi ancaman internal yang membahayakan masa depan bisnis keluarganya. Di tengah situasi genting ini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: membongkar identitas aslinya demi menyelamatkan aset berharga atau tetap bertahan dalam penyamarannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hari itu, kantor terasa lebih sibuk dari biasanya. Suara ketikan keyboard dan percakapan antar karyawan terdengar seperti musik latar yang terus mengisi ruang. Zara duduk di mejanya, menatap layar komputer dengan kosong. Di sekelilingnya, para karyawan sibuk menjalankan rutinitas mereka. Tapi pikirannya, seperti biasa, jauh melayang. Seiring waktu berjalan, ia semakin merasa terjebak dalam jaring-jaring penyamaran yang ia buat sendiri.

Arman-sang manajer ambisius yang tak pernah terlihat lelah-mulai menunjukkan minat yang lebih besar padanya. Tanpa ia sadari, Arman telah menjadikan Zara sebagai salah satu orang yang harus ia uji dalam beberapa tugas penting. Sebagai seseorang yang selalu fokus pada hasil, Arman tidak mudah memberikan kepercayaan begitu saja. Dan sekarang, Zara-si karyawan baru yang belum menunjukkan banyak hal-terpilih untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.

Zara baru saja selesai menulis laporan keuangan bulanan ketika Arman muncul di depan mejanya. Pria itu berdiri dengan tangan terlipat di depan dada, matanya tajam menilai. Zara menelan ludahnya. Ia tahu, setiap kali Arman menatapnya seperti itu, ada harapan besar yang ia letakkan pada Zara. Tapi Zara tahu, jika ia gagal-walau hanya sedikit-semua penyamaran ini akan terbongkar.

"Zara," Arman memulai, suaranya serius. "Aku butuh bantuanmu untuk mengerjakan analisis data ini. Ini tugas penting yang harus diselesaikan sebelum rapat nanti siang."

Zara menatap data yang diserahkan Arman. Tugas ini lebih rumit daripada yang ia kira. Dengan cepat, ia membaca beberapa kolom angka yang terpampang di layar komputer. Tugas ini bukan hanya sekadar membuat laporan, tetapi harus mengidentifikasi tren dan membuat rekomendasi yang strategis.

"Tentu, Arman," jawabnya dengan nada tenang, berusaha menyembunyikan kecemasan yang mulai merayap di dalam dirinya. "Saya akan segera mulai."

Arman mengangguk singkat dan pergi, membiarkan Zara bekerja sendiri. Namun, setiap kata, setiap angka yang ia lihat, terasa semakin menekan. Ia harus bekerja lebih keras dari biasanya, bukan hanya untuk memenuhi ekspektasi Arman, tetapi juga untuk menjaga penyamarannya tetap utuh.

Namun, seiring berjalannya waktu, rasa terpojok itu semakin dalam. Tugas-tugas yang diberikan Arman semakin menantang, dan Zara merasa seperti berada di ujung jurang. Jika ia gagal, ia tidak hanya akan kehilangan pekerjaan ini, tetapi juga identitasnya yang baru-dan yang lebih menakutkan, keluarganya akan tahu bahwa ia menyamar di tempat mereka sendiri. Keputusan yang diambilnya untuk menyembunyikan dirinya sebagai pewaris perusahaan semakin terasa berat.

Di sisi lain, Pak Budi, CEO sementara yang diangkat oleh keluarga Zara, mulai menunjukkan perhatian yang lebih pribadi terhadap dirinya. Setiap kali mereka bertemu, Pak Budi tidak hanya berbicara tentang pekerjaan atau laporan keuangan. Dia mulai menanyakan hal-hal yang lebih pribadi-tentang keluarganya, tentang tujuan hidupnya, bahkan

tentang pandangannya terhadap masa depan perusahaan.

Zara merasa semakin terjepit. Pak Budi, meski tampak ramah, memiliki sikap yang penuh perhitungan. Entah mengapa, setiap percakapan dengan Pak Budi meninggalkan kesan yang aneh di hati Zara. Pria ini tidak hanya berusaha untuk mengenalnya lebih dekat, tetapi juga tampaknya memiliki agenda tersendiri.

Pada suatu sore yang cerah, ketika Zara sedang beristirahat di ruang pantry, Pak Budi datang menghampirinya. Zara menatapnya dengan ragu, mencoba menebak maksud dari kedatangan pria itu.

"Zara," kata Pak Budi, duduk di meja dekat Zara dengan senyum yang selalu terjaga di wajahnya, "Kamu tahu, pekerjaanmu sejauh ini cukup mengesankan. Aku mulai melihat potensi besar di dirimu."

Zara mencoba tersenyum sopan, meski hatinya berdebar. "Terima kasih, Pak Budi. Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik."

Pak Budi mengangguk, kemudian menatap Zara dengan lebih intens. "Aku melihatmu berusaha keras, Zara. Dan aku yakin kamu memiliki lebih banyak dari sekadar kemampuan kerja. Ada banyak hal yang bisa kita diskusikan, jika kamu terbuka untuk itu."

Zara merasa jantungnya berdebar lebih cepat. Apa maksud dari kalimat ini? Pak Budi-dengan segala pengalamannya-tahu persis bagaimana cara membuat orang merasa terikat. Namun, Zara tidak bisa membiarkan dirinya terbawa perasaan. Di sini, ia bukan hanya berperang melawan tekanan pekerjaan, tetapi juga melawan perasaan sendiri yang semakin lama semakin sulit dikendalikan.

"Terima kasih, Pak Budi," jawab Zara, berusaha mengalihkan perhatian. "Tapi saya rasa saya masih banyak yang harus dipelajari."

Pak Budi tersenyum, tapi ada sesuatu yang tajam dalam tatapannya. "Jangan ragu untuk datang ke aku kalau ada yang perlu dibicarakan, Zara. Aku selalu di sini jika kamu butuh bantuan."

Zara mengangguk, namun di dalam hatinya, ada sesuatu yang meresah. Pak Budi bukanlah orang yang mudah dipahami, dan semakin hari, ia semakin merasakan bahwa Pak Budi mungkin memiliki niat terselubung yang tidak ia ketahui.

Hari itu pun berlalu, dan Zara kembali terbenam dalam pekerjaan. Arman terus memberinya tugas yang lebih sulit, dan meskipun ia merasa tertekan, Zara tahu bahwa ia tidak bisa mundur. Ia harus membuktikan bahwa ia bisa lebih dari sekadar pewaris yang tersembunyi di balik nama besar.

Namun, semakin Zara mencoba menjaga jarak dan fokus pada pekerjaannya, semakin ia merasa tertarik pada Arman. Ada sesuatu dalam diri pria itu yang membuatnya tidak bisa berhenti memikirkan. Kepribadiannya yang kuat, ambisi yang tak tergoyahkan, dan sikapnya yang dingin namun penuh perhatian membuat Zara merasa terhubung dengan Arman, meski ia tahu bahwa hubungan ini-jika terus berkembang-akan menjadi masalah besar.

Pada suatu sore yang mendung, ketika Zara selesai dengan pekerjaan analisanya, ia merasa ada sesuatu yang tidak biasa di dalam kantor. Semua orang sibuk dengan tugas masing-masing, tetapi ketegangan yang ia rasakan di udara terasa lebih kuat dari sebelumnya.

Ia berjalan menuju ruang rapat, tempat di mana Arman dan beberapa manajer lainnya sedang berkumpul. Sesampainya di sana, ia melihat Arman sedang berdiskusi serius dengan Pak Budi. Zara berhenti di depan pintu, mendengarkan percakapan mereka tanpa sengaja.

"Arman," suara Pak Budi terdengar lebih berat dari biasanya. "Kamu yakin ini keputusan yang tepat? Zara bisa menjadi orang yang sangat berguna bagi kita, tapi kita harus hati-hati dengan langkah kita berikutnya."

Arman tidak menjawab langsung. Ia hanya mengangguk pelan, tetapi dari ekspresinya, Zara bisa melihat bahwa ia sedang berpikir keras. "Aku tahu, Pak Budi. Tapi kita tidak bisa terburu-buru. Kita harus memastikan semua orang bisa bekerja sama, tanpa ada yang merasa terancam."

Pak Budi menghela napas. "Tentu. Tapi kita tidak bisa membiarkan orang yang punya potensi terbuang sia-sia. Kita harus memutuskan dengan hati-hati."

Zara mundur perlahan, mencoba untuk tidak membuat suara. Ada yang aneh dalam percakapan itu. Zara tidak tahu apakah Arman dan Pak Budi sedang berbicara tentang dirinya, tetapi kata-kata mereka membuatnya merasa semakin tidak aman.

Di dalam dirinya, Zara tahu satu hal: Ia semakin terjebak dalam permainan yang lebih besar dari yang ia duga. Jika ia tidak segera mengambil keputusan, ia bisa saja menjadi bagian dari permainan yang akan menghancurkan dirinya-dan perusahaan yang selama ini ia perjuangkan.

Tapi di mana harus memulai? Apa yang harus ia lakukan?

Dan dalam sekejap, jawaban itu datang. Tapi apakah ia cukup berani untuk mengambilnya?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikah, Tapi Bukan Untuk Dicintai
9.6
Demi melunasi utang, Lana bersedia menjalankan misi dari Valerie untuk memikat ayahnya sendiri, Cedric Vellani. Rencana ini dibuat demi menggagalkan pernikahan pria kaya raya tersebut dengan wanita oportunis. Namun, menaklukkan Cedric yang berhati dingin tidaklah mudah. Lana justru terbuai oleh pesona sang target hingga kesepakatan rahasia mereka berubah menjadi cinta terlarang. Kini, di tengah rasa dikhianati yang dirasakan Valerie, Lana terjebak dilema antara uang atau cinta palsu.
Sampul Novel Cinta di Tengah Bahaya
9.2
Saat hamil lagi, sang istri menyerahkan seluruh tabungannya demi mendukung janji Arif Ravindra untuk berubah. Namun, ia justru mendapati kenyataan bahwa suaminya adalah bos mafia kaya raya yang memalsukan kemiskinan. Atas saran sahabat kecilnya, Lina Candra, Arif memilih menguji kesetiaan istrinya sekali lagi sebelum mengungkap identitas aslinya. Mengetahui cintanya selama ini hanya dijadikan bahan ujian dan dipenuhi kebohongan, sang istri memutuskan untuk pergi dan menolak hubungan tersebut.
Sampul Novel Impian Dongengku Hancur: Pengkhianatan Kejamnya
9.3
Sembilan tahun pernikahan indah seorang arsitek hancur setelah kecelakaan merenggut ingatan suaminya, taipan Adrian Wijaya. Di bawah kendali Helena yang licik, Adrian berubah kejam: membunuh adik sang istri, melumpuhkannya, hingga merebut pita suaranya untuk Helena. Pengkhianatan ini menyulut dendam membara. Setelah memalsukan kematian, sang istri siap bangkit menghancurkan kerajaan Adrian dan membalas semua kekejamannya.
Sampul Novel Istri Kampungan Kesayangan Presdir
9.1
Demi menghidupi adik-adiknya, Santi, seorang gadis desa, memutuskan mengadu nasib di kota besar. Takdir membawanya bertemu Bima, CEO tampan berjiwa Casanova yang sering bergonta-ganti kekasih. Biasa dikelilingi kemewahan, pertahanan Bima justru runtuh saat menghadapi ketulusan dan kepolosan Santi. Perbedaan latar belakang yang kontras ini menjadi awal mula kisah cinta tak terduga di tengah riuhnya kehidupan metropolitan.
Sampul Novel Ketika Cinta Tak Mendapat Musimnya
8.7
Tujuh tahun mendampingi Navish sebagai sekretaris sekaligus kekasih rupanya tidak menjamin kebahagiaan Cassia. Pengkhianatan Navish yang bertunangan dengan wanita lain membuat Cassia hancur dan berniat mundur. Meski Navish tiba-tiba membatalkan pertunangan itu secara publik, kejutan pahit menanti Cassia di sebuah acara lelang. Alih-alih dilamar, Cassia harus menghadapi kenyataan pahit saat sosok cinta sejati Navish muncul dengan wajah yang sangat mirip dengannya. Cassia pun tersadar bahwa selama ini dirinya hanyalah pengganti.
Sampul Novel MY CEO [Hate & Love]
9.5
Tiga tahun Mayleen terjebak dalam pernikahan menyiksa bersama Gu William. Prahara ini dimulai saat sang kakak, dokter Li Jancent, melakukan transplantasi jantung ilegal dari tunangan William demi menyelamatkan nyawa Mayleen. Demi membalas dendam, William menghancurkan karier Jancent dan menyandera dirinya, memaksa Mayleen bertahan di tengah siksaan demi melindungi sang kakak. Akankah keteguhan hati Mayleen sanggup mengubah kebencian mendalam William menjadi cinta?