APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Miracle (Our Magic shop)

Miracle (Our Magic shop)

Kisah ini menyoroti kehidupan seorang manusia biasa yang terjebak dalam kebimbangan mendalam. Di tengah rutinitas harian, ada kehampaan besar yang membayangi akibat minimnya kasih sayang yang ia terima. Ini adalah sebuah perjalanan emosional dalam mencari jati diri dan kehangatan di balik keraguan yang terus menyelimuti hati. Narasi menyentuh tentang jiwa yang rapuh, yang sangat mendambakan perhatian serta ketulusan di tengah dinginnya dunia.
Bab
Bagikan

Bab 3

Anak kecil itu memeluk ku. Bajuku basah, seperti nya dia menangis. Perasaan ku campur aduk, apakah ini rasanya di ingin kan seseorang? Apakah ini rasanya di khawatir kan oleh seseorang? Beginikah rasanya? Sungguh nyaman. Laki-laki berkacamata tadi juga kembali membawa kotak p3k. Dia langsung duduk, membuka kotak obat dan langsung mengobati luka di dahiku. Perasaan apa ini? Kenapa perasaan ini hadir lagi? Kenapa!! Tidak, aku tidak boleh merasakan hal apapun.

Aku langsung menurunkan anak kecil tadi dan berdiri, mereka menatapku dengan tatapan bertanya. Tidak jangan, aku tidak boleh merasakan hal apapun. Aku harus tetap mati rasa seperti sebelumnya!!, Aku langsung meninggalkan tempat itu, karena kebetulan lonceng tanda masuk sudah berbunyi.

•

Aku menutup mataku dengan tanganku, merasakan nyamannya berbaring di tengah hujan deras dan perihnya luka yang aku dapatkan hari ini. Para bajingan itu, tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, jadinya mereka memukuli ku di tengah lapangan tepat saat murid pulang. Dan aku kembali menjadi tontonan gratis untuk mereka semua.

Aku merasakan air hujannya berhenti menyentuh wajahku. Saat membuka mata, aku melihat si laki-laki berkacamata dan laki-laki berambut biru si kakak anak kecil kemarin. Mereka memayungi ku, dan menatap iba padaku. Sial! Aku benci sekali tatapan itu. Aku bangun lalu segera mengambil ransel ku dan pergi dari sana.

"Ck, tidak tau tahu terimakasih", gumam si rambut biru.

"Aku tak meminta mu untuk menolongku", Setelah nya aku langsung pergi darisana. Kenapa dia harus peduli kalau akhirnya akan sama seperti mereka.

Hujan semakin deras, dunia terasa sangat sepi di cuaca seperti ini. Terasa begitu nyaman karena hanya ada aku sendirian disini. Aku sangat suka hujan. Gelap dan dingin, sama seperti hatiku yang selalu di landa hujan. Aku suka hujan karena hanya mereka yang bisa menutup rasa sakit ku. Ahh aku lupa, aku harus pergi bekerja!!.

∞∞∞∞∞∞∞∞∞

Normal POV

Saat jam istirahat makan siang terdengar heboh. Zivanna yang mendengar suara ribut langsung pergi ke lapangan utama sekolah untuk melihat apa yang sedang terjadi. padahal tidak biasanya dia kepo seperti itu. Zivanna tau pasti para bajingan bangsat itu yang membuat keributan. Tapi biasanya mereka hanya akan melakukan nya setelah pulang sekolah.

"Dasar bangsat!!, Gimana caranya lo balikin mobil pacar gue hah!! Lo aja miskinn, anj*ng!!"

"M-maaf...."

"Maaf lo ngga bisa ngebalikin semuanya, bangsatt!!"

Zivanna menoleh kan kepalanya ke arah mobil yang di maksud kan. Dia mungkin terlihat tidak peduli, tapi dia termasuk gadis yang cukup peka terhadap apa yang terjadi di sekitar nya. Zivanna yang sudah tidak tahan lagi, memutuskan untuk pergi. Namun langkahnya terhenti saat mendengar suara tangisan anak kecil yang sangat di kenalnya.

Zivanna membulat kan matanya, saat tahu siapa yang membuat masalah dengan para bajingan bangsat itu. Itu laki-laki kemarin. Si laki-laki berambut biru dan si kacamata itu juga ada disana. Bagaimana bisa?

Anak kecil itu menangis sangat kencang dan memohon pada para bajingan itu agar tidak menghajar kakaknya lagi. Suara tangisannya begitu menyayat hati, bahkan hati Zivanna yang sudah lama mati itu juga merasakan nya.

"Pergi lo anak miskin!!!", Bajingan itu menendang sang anak kecil hingga dirinya terlempar, beruntung sang kakak dapat menyelematkan nya. Tapi tetap saja dia terluka dan bahkan sampai pingsan.

"Woi, yang sopan dong bangsat!", Laki-laki berambut biru itu marah. Dia tidak suka juga adik kesayangannya di sakiti, biarkan saja dia yang tersakiti tapi jangan adiknya nya.

"Berani lo sama gue, sekali gue lapor lo bisa aja mampus dari sekolah bahkan dari dunia ini!", Bajingan bernama Hyerin itu berucap sembari menatap laki-laki rambut biru itu dengan tatapan menghina.

Tiba-tiba saja satu sekolah terdiam kaku. Melihat Mike terbaring tak sadarkan diri dengan darah yang berlumuran keluar dari kepalanya.

"MIKE!!!", Teriak Hyerin panik saat melihat pacarnya terbaring mengenaskan di tanah. Hyerin menatap Zivanna. Si pelaku yang dengan sadisnya memukul laki-laki bajingan tadi dengan tongkat baseball yang ia temukan di gudang sekolah.

"Berani lo, anjing!!", Kali ini Hyerin lah yang pingsan, terbaring mengenaskan sama seperti pacarnya itu. Zivanna sudah cukup sabar dengan kelakuan mereka selama ini yang suka semena-mena terhadap orang lain. Dan kali ini bajingan itu salah sudah mengusik temannya. Iya, seperti nya Zivanna sudah kembali membuka hatinya untuk kembali berteman.

Zivanna berjalan menuju salah satu anak buah Hyerin. Menyuruh nya untuk mengambil tongkat baseball itu, dan berbisik sesuatu yang membuat seluruh sekolah merinding mendengar suara deep tone miliknya.

"Mati kalian, bajingan", tentu saja itu bukan sekedar ancaman. Zivanna benar-benar mengatakan nya dan akan melakukan nya jika di perlukan. Seperti nya dia juga sudah cukup diam selama ini.

Zivanna menatap seluruh sekolah terutama kepala sekolah dan guru-guru yang melihat kejadian itu. Tatapan mematikan nya mampu membuat mereka semua tidak berani menatapnya balik. Mereka tau arti dari tatapan itu. Mereka akan tetap diam sampai nanti Hyerin dan Mike sendiri yang turun tangan. Mereka tidak akan menyia-nyiakan nyawa mereka untuk para bajingan yang sok kaya itu.

Zivanna kemudian berjalan ke arah anak kecil tadi, dan menggendong nya. Dia tidak suka melihat anak yang masih kecil harus tersakiti. Si rambut biru dan si kacamata juga mengikuti nya, meski awalnya mereka ragu karena sudah melihat bagaimana sifat asli seorang Zivanna.

Mereka bertiga kini berada di rumah milik si rambut biru. Kebetulan rumahnya begitu dekat dengan sekolah. Zivanna dengan telaten membersihkan luka lecet di siku dan lutut nya Rifky. Sementara kedua laki-laki tadi sibuk mengobati diri mereka sendiri, karena Zivanna menolak mengobati mereka.

"Uhmmm....anu....apa kau tidak takut mereka akan membawa ke kantor polisi?", Ujar si kacamata memecah keheningan yang terjadi selama hampir lima jam di antara mereka. Zivanna hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.

Sempat terjadi keheningan lagi diantara mereka sebelum akhirnya si kacamata kembali bersuara, "kenapa.......kenapa kau mau menolong kami?"

Zivanna menghela nafas, "aku sama sekali tak berniat menolong kalian", ucapnya sembari mengelus lembut surai hitam Kiki. Mereka berdua seakan mengetahui jawaban, kenapa gadis itu mau menolong mereka. Terlihat binar indah di mata gadis itu saat menatap anak kecil yang sedang di pangkunya itu.

Suara perut keroncongan kemudian menghiasi kamar itu, mereka semua saling pandang satu sama lain. "A-ahh....maafkan aku....", Ujar si rambut biru. Ohh ternyata itu suara perutnya.

"Pfttt....ayo kita makan..apa kau punya sesuatu untuk dimasak?", Tanya si kacamata.

"T-tidak. Tapi kau bisa memasak mie saja, karena hanya itu yang kami punya", si rambut biru berucap sembari menundukkan kepala nya. Seperti nya dia malu.

"Itu tidak masalah kurasa", laki-laki berkacamata itu berdiri dan berjalan menuju dapur dan diikuti oleh si rambut biru. Ini sekolah bebas, jadi mereka bisa melakukan apapun sesuka mereka, termasuk mewarnai rambut.

tbc.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cahaya di Antara Bayang-Bayang
8.7
Ibadah rutin di bulan Ramadan belum mampu mengikis kehampaan di hati Amir. Hidupnya baru berubah arah setelah ia bertemu Sheikh Ibrahim, sosok guru spiritual misterius yang menuntunnya keluar dari kegelapan batin. Di tengah perjalanan religius ini, iman Amir diuji secara hebat. Melalui interaksinya dengan seorang anak jalanan dan wanita misterius, ia mulai memahami arti sejati dari cinta serta pengorbanan. Inilah kisah perjuangan menemukan cahaya hidup.
Sampul Novel Gairah Cinta Mr. Luca
8.8
Luca, seorang bos mafia, tertembak dalam bentrokan sengit. Situasi kian kacau saat salah suntikan hormon memicu gairah liarnya. Sarah, kurir makanan yang menyelamatkannya, justru menjadi korban pelampiasan hasrat tersebut. Untuk bungkam, keluarga mafia melenyapkan saksi. Pengawal Luca pun membuang Sarah ke jurang setelah merenggut kesuciannya. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali usai pengkhianatan kejam ini?
Sampul Novel Tidak Pernah Melihat Kembali: Hati Menginginkan Apa yang Diinginkannya
8.0
Lorenzo tega mendonorkan jantung putri mereka demi wanita lain, membuat Gracie sangat kecewa. Ia pun menuntut cerai dan bekerja sama dengan Waylon, paman Lorenzo, untuk menuntut balas. Rencana mereka berhasil menghancurkan hidup Lorenzo hingga pria itu memohon ampun. Namun, setelah dendamnya terbalaskan, Gracie justru tidak bisa pergi begitu saja. Waylon menolak melepaskannya, membuat Gracie kini terjebak dalam jerat dominasi sang paman mantan suaminya.
Sampul Novel Harta Tahta Obsesi Gila
8.8
Paras menawan tidak menjamin kebahagiaan Arleta. Demi menghindari obsesi keji sang paman, Joshua, ia terpaksa hidup dalam kepedihan dan membangun benteng pertahanan diri yang kokoh. Trauma masa lalu membuatnya yakin bahwa cinta hanya kelemahan yang sia-sia. Kini, seorang fotografer bernama Arkana Sadewa harus berjuang ekstra keras demi meruntuhkan tembok perlindungan tersebut dan menyembuhkan luka di hati Arleta.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh kemandirian Andini Wijaya, seorang pemilik sekolah. Namun, hubungan mereka menghadapi ujian berat saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba muncul kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi membuktikan diri kepada ayah mereka, Sigit Wijaya. Akankah cinta Randika dan Andini bertahan di tengah bayang masa lalu dan ambisi keluarga?
Sampul Novel Look at Me, Elle
8.3
Demi menyatukan kembali keluarganya yang sempat terpisah, Leonathan terus mendekati Brielle. Ia meminta Brielle memikirkan tumbuh kembang anak mereka yang memerlukan figur ayah. Namun, luka mendalam membuat Brielle bersikap keras. Baginya, Leonathan telah tiada karena selama tiga tahun ini ia sanggup membesarkan anaknya sendirian. Walau terus ditolak dan diusir, Leonathan bertekad pantang pergi sebelum membawa istri dan anak kandungnya pulang bersama.