APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mertua Ku Adalah Ayah Ku & Ayah Putri Ku

Mertua Ku Adalah Ayah Ku & Ayah Putri Ku

Di sebuah dusun terpencil, yatim piatu putus sekolah bernama Laras berjuang bertahan hidup di rumah reyotnya dengan menjadi buruh harian di kebun sawit milik Juragan Johan. Namun, takdir menyeretnya ke dalam pusaran rahasia yang sangat rumit. Tanpa diduga, Johan bukan sekadar majikannya, melainkan ayah kandung Laras sendiri. Hubungan kelam ini kian pelik karena Johan juga merupakan ayah dari anak yang tengah dikandung Laras sekaligus sosok yang kini menjadi mertuanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sepeninggal Ayah ku, aku akhirnya harus menghidupi dan memenuhi kebutuhan ku sendiri, Aku meminta tolong sama Ibu wati istri dari Pak Joko teman "Bapak" kerja waktu jadi kuli bangunan, Bu Wati dan Pak Joko orangnya baik, sejak kepergian Bapak tuk selamanya, Bu wita lah yang kadang ngasih makanan ke aku, saat itu aku sedang lewat depan rumahnya, Bu Watk lalu memanggil Aku

"Laras...laras Sini sebentar Nak,"panggil Bu Wati, Aku yang mendengar panggilan Bu Wati pun langsung ke depan rumahnya.

"iya Bu ada apa? tanyaku, ini Nak bawa ke rumah, ada nasi sama lauk nih, Bu Wita menawariku makanan, dan aku pun sangat senang, sebab tadi pagi aku cuman makan singkong, eh.. makasih banyak Bu ucapku ke Bu Wati.

lalu aku berpikir sejenak, kira kira Bu Wati ini bisa ga ya bantu Aku ikut kerja di kebon Sawit milik Pak Johan itu? karna setau saya, bu wati juga kerja disitu sebagai buruh harian.

akhirnya kuberanikan bertanya sama Bu Wati

"Bu" boleh ga Laras ikut kerja di Kebon sawit? hem.... gimana ya Ras, Ibu ga bisa pastiin, coba deh nanti Ibu tanya sama Mandornya, mudah mudahan bisa Ras, oh gitu ya Bu, Mudah mudahan bisa ya Bu ucapku, iya Nak Laras, nanti kalau bisa Ibu kasih tau kamu, tapi kerjanya berat loh Ras, laras emang bisa dan ngerti? insyaallah Bu, Laras bisa ko.

Bu, Makasih banyak ya untuk Nasi sama lauknya, Aku pulang dulu ya Bu, iya Nak Laras, hati hati ya ucap Bu Wati.

aku pun pergi meninggalkan rumah Bu Wati, pulang ke rumah ku, yang jaraknya lumayan jauh, sekitar tiga ratus meter, rumah ku memang berjarak dengan rumah rumah penduduk di dusun ku, rumah ku bisa dikatakan berada di tengah Kebon. sesampai di rumah, aku langsung melahap makanan yang diberikan Bu Wati, ada ikan cue di sambal, dan ada sayur Nangka, ah.... kenyang ucapku, setelah itu, Aku langsung mengambil baju baju yang tadi pagi aku cuci dan langsung melipatnya, dan menyapu rumah ku.

Hari mulai terlihat gelap, ku siapkan lampu teplok lalu kunyalakan, lampu inilah yang menemaniku selama ini, lampu teplok minyak tanah. memang di rumahku belum ada listrik, bahkan sebagian rumah rumah di dusun ku juga masih sama sepertiku menggunakan lampu teplok.

ku pun langsung menuju kamar, dan tidur, bangun pagi aku merasa sakit di perutku, dan kulihat ada darah di tikar yang kutiduri, kemudian kuperhatikan celana kolor ku pun ada darahnya, Aku sangat panik dan ketakutan saat itu, ada apa dengan tubuh ku? gara paniknya, aku berlari ke rumah Bu Wati, pas saya panggil panggil ga ada yang menyahut, kemudian ku coba berkeliling rumah Bu Wati, ternyata Bu Wati sedang di belakang mencuci Piring dan sedang menimbah air dari Tong penampungan air milik mereka

Bu.., bu Wati ucapku. eh ada apa Laras, ko pagi pagi sekali udah kesini? ini Bu, akupun mulai menceritakan perutku yang sedikit sakit dan adanya darah di celana kolor ku, aku juga bilang aku ketakutan, Lalu Bu Wati menenang kan ku, oh Nak Laras datang bulan lagi, kan dulu dah pernah kesini sama alm Ayah mu Nak laras, itu ga apa apa Nak Laras, itu Normal. berarti Nak laras sudah dewasa sekarang Ucap Bu Wati, aku pun bingung dibuatnya, aku bertanya apa maksutnya datang bulan, Bu Laras kemudian menjelaskan semuanya, kalau semua wanita akan mengalami sepertiku, akan datang bulan, dan banyak hal lah yang dijelasin Sama Bu Wati, akhirnya Aku paham, dan Bu Wati memintaku agar memakai dua atau tiga celana kolor, agar darahnya ga nembus, aku pun menurutinya, kemudian pamit pulang ke rumah ku. benar sih, dulu Aku dan alm Ayah sudah pernah ke rumah Bu Wati, karna waktu itu Ayah panik akan darah yang keluar dari lobang pipis ku.

Dalam pikiran ku, Mungkin karna Aku baru kehilangan Ayah, sehingga Aku panik kembali.

ini adalah pengalaman ku yang ke dua  merasakan yang namanya datang bulan,dan untuk yang pertama di usiaku yang ke empat belas tahun sekarang, untung ada Bu Wati tempat ku bertanya, tadinya aku kira ada Lintah yang masuk ke dalam tempat aku buat pipis.

Sesampai di rumah, Aku langsung ngambil Cangkul, dan mulai menggali untuk mengambil singkong yang dulu di tanam almarhum Bapak. kemudian aku langsung mengupasnya dan memasknya, hampir setiap hari ini lah makanan ku, kecuali Bu Wati dan tetangga tetangga lain ada yang ngasih Nasi ke Aku. Aku menikmati singkong yang kurebus, ditambah garam dan cabe, wih.....maknyus rasanya.

Gak terasa hari dah sore, mungkin sudah sekitar jam lima sore, di rumah ku memang ga ada Jam, jadi hanya menebak nebak aja dari lihat matahari. karna Bapak juga dulu gitu, jadi Aku belajar otodidak dari Bapak, dugaan ku sekarang Bu Wati pasti sudah balik dari Kebon Sawit milik Pak Johan, Aku pun bergegas kesana, ingin segera tau, apa aku diterima kerja jadi buruh harian disana apa ga. Aku tentu sangat berharap di terima, soalnya hanya itu cara ku agar bisa punya uang.

Belum juga saya sampai di rumah Bu Wati, Aku malah ketemu dia di jalan.

"eh Bu, gimana Bu, aku diterima ga kerja? eh... Nak Laras, dah ga sabar ya pengentau? ucap Bu Wati.

iya Bu, pengentau, diterima ga Bu? kembali Aku bertanya

Alhamdulillah Nak Laras, diterima, besok dah bisa kerja bareng Ibu

Benaran Bu? Alhamdulillah ya Allah, Makasih banyak Bu dah bantu Laras, dah baik sama Laras

Iya Nak Laras, besok pagi jam delapan kamu langsung ke rumah ibu ya, jadi kita berangkat kerja bareng dari sini, dari rumah ibu

Iya Bu, sekali lagi makasih Bu, ucapku ke Bu Wati, dan sekalian langsung balik ke rumah

Diperjalanan pulang ke rumah, Aku nyanyi nyanyi gara senang nya, aku bahkan berjalan seperti berjingkrak jingkrak, dalam hatiku, besok kalau sudah kerja, dan sorenya langsung dapat gaji. Aku akan langsung beli beras sama indomi dan telor, Aku sangat bahagia, akhirnya Nanti di rumahku akan ada beras untuk ku masak, bukan lagi rebus singkong untuk makanan ku.

Aku sudah tidak sabar menunggu bergati hari, karna besok adalah hari pertamaku bekerja di Kebon Sawit milik Pak Johan, yang kutau tentang Pak Johan hanyalah dia orang kaya, dia tinggal di kota, hanya dua kali seminggu datang mengontrol dan melihat lihat Kebon Sawit miliknya. dan itu juga Aku tau dari alm Ayah ku, sebab Aku tidak pernah ketemu dengan Juragan Johan, jangan kan ketemu, melihatnya saja belum pernah.

Aku kemudian tidur, dan berharap waktu cepat berputar, karna sudah tidak sabar ingin kerja di kebun Sawit Pak Johan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Memberi Ampun: Mantan yang Berlutut
9.6
Grace Bennett menyaksikan sendiri pengkhianatan Adrian Carter di mobil mereka. Bukannya meminta maaf, sang suami justru meremehkan pernikahan kontrak mereka. Tak tinggal diam, Grace membalas dengan membekukan bisnis bernilai miliaran dolar milik Adrian dan menceraikannya secara terbuka. Meski Adrian memohon sambil berlutut, Grace tetap pergi bersama Ethan, putranya. Ia melangkah ke masa depan bersama pria lain dan mengabaikan sang mantan.
Sampul Novel Bukan Takdirku Mati Dalam Api
9.7
Hidup Gita hancur setelah dikhianati Dzaki, kekasih yang memanfaatkannya demi Rosa. Selain merampas karya desainnya, mereka tega meracuni Gita dan membakarnya di dalam villa. Beruntung, ia selamat, memalsukan kematiannya, lalu kabur ke Milan. Tiga tahun kemudian, Gita kembali ke Jakarta memakai identitas baru sebagai desainer top bernama Gia. Saat Dzaki syok melihat kemiripannya, Gita pun memulai rencana balas dendam matang terhadap para pengkhianat tersebut.
Sampul Novel Godaan Saat Salah Masuk Ruangan
7.9
Niat awal untuk mengklarifikasi kesalahpahaman seketika runtuh dalam novel romantis ini. Saat berada di sebuah bangsal, seorang pria dikejutkan oleh permintaan seorang wanita menawan yang berbaring tengkurap. Wanita itu mengira dirinya adalah seorang dokter dan memintanya untuk memeriksa masalah kecanduan yang dialaminya. Belum sempat pria itu menjelaskan identitas aslinya yang bukan seorang medis, sang wanita justru mulai menanggalkan pakaiannya. Situasi tak terduga ini menguji pertahanan dirinya.
Sampul Novel Hasrat Cahaya Bulan: Lamaran Sang CEO yang Berani
8.7
Akibat kecerobohan di tengah malam, Bertha mengirim pesan yang meminta video dewasa kepada bosnya. Tak disangka, sang CEO justru datang untuk memberikan pembuktian secara langsung. Setelah malam panas yang tak terduga itu berlalu, Bertha bersiap menghadapi kehancuran kariernya. Namun, takdir berkata lain saat Justin tiba-tiba datang membawa lamaran pernikahan. Bertha pun dilingkupi keraguan mendalam, mengira sang atasan hanya sedang mempermainkannya.
Sampul Novel Kurawat Dengan Cinta, Dibalas Dengan Pengkhianatan
9.4
Selama tiga tahun, Claire Nolan merawat suaminya, Julian Westwood, yang lumpuh. Bukannya dihargai, Julian malah membencinya hingga tega mengunci Claire di luar rumah selama 99 hari. Saat bisa berjalan lagi, Julian justru langsung menjemput cinta pertamanya di bandara. Sadar kasih sayangnya tak dihargai, Claire memutuskan mengakhiri kontrak dan meminta cerai. Kepergian Claire akhirnya meninggalkan penyesalan mendalam bagi Julian yang terlambat menyadari segalanya.
Sampul Novel Pengantin Pengganti, Hati Pendendam
8.8
Hari pernikahan yang dirancang demi kampanye Baskara justru menjadi awal pengkhianatan pahit. Setelah dibius, aku dipaksa menyaksikan dia menikahi selingkuhannya di hadapan para elite. Pengorbananku selama tujuh tahun demi kariernya dibalas dengan hinaan bahwa aku tak berguna. Namun, saat proses cerai dimulai, Baskara berpura-pura amnesia akibat kecelakaan dan memohon agar aku bertahan. Dia ingin bersandiwara, maka aku akan memastikan permainan ini justru menghancurkannya.