APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Merenda Cinta

Merenda Cinta

Aileen, putri bungsu keluarga kaya Hadiwidjaya, bermimpi menjadi desainer interior sukses selepas kuliah di Stanford. Namun, ambisinya terbentur rencana perjodohan sang ayah dengan putra sahabatnya, Hasby Al Azizy. Sikap Hasby yang pendiam sekaligus ramah justru membuat Aileen yang manja tapi cerdas ini merasa kesal sejak awal pertemuan mereka. Akankah ia menerima takdir ini? Ikuti kisah perjuangan Hasby dalam meluluhkan hati Aileen demi meraih cinta sejati mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

“A-apa, Ma? Me-menikah?” Gadis yang baru saja pulang dari menyelesaikan studinya di Universitas Stanford, San Fransisco tadi siang itu mencari kepastian jawaban pada mamanya. “A-aku salah dengar, kan, Ma?”

“Enggak, Nduk. Kamu nggak salah dengar. Calon suaminya pun juga sudah ada.” Papa menimpali.

“A-apa, Pa?”

Bagai ditimpa palu godam. Gadis itu sontak terdiam. Mulutnya tak bisa berkata-kata lagi. Tubuhnya terasa bak tak bertulang.

Ia menyandarkan punggungnya di kursi. Makan malam yang ia harapkan berlangsung dengan penuh cinta, berganti menjadi suasana yang memberinya rasa kecewa.

Gadis berambut lurus sebahu itu mendesah. Kedua tangannya sibuk memainkan makanan di piringnya. Suasana menjadi hening. Tak satu pun kata terdengar terucap. Hanya sesekali dentingan sendok dan garpu menghiasi suasana yang terasa kaku.

“Papa dan Mama nggak serius, kan?” Sekali lagi gadis berbulu mata lentik itu mengajukan tanya kepada kedua orang tuanya. Masih berharap bahwa mereka hanya bercanda saja.

“Tapi Aileen baru saja pulang, Pa, Ma. Masih ingin mengejar cita-cita yang sudah lama Ai impikan. Meniti karir menjadi seorang designer interior terkenal. Sebelum nanti bergabung dan bekerja di perusahaan Papa. Tapi, kok, malah ....” Kembali ia mensesah. Raut kecewa di wajahnya benar-benar tak bisa ia sembunyikan.

“Kalo gini, ngapain dulu Aileen kuliah jauh-jauh ke San Fransisco. Kalo akhirnya Cuma ingin segera dinikahkan.” Ia menjeda kalimatnya sembari meneguk air putih dari gelas di depannya.

“Kenapa nggak Kak Tomy aja, sih.” Protesnya yang langsung ditanggapi dengan pandangan memelotot dari sang kakak.

“Sudahlah, Aileen .... Papa dan Mama sudah memikirkan hal ini matang-matang.” Laki-laki berumur 58 tahun itu menepuk bahu anak gadisnya sebelum beranjak meninggalkan tempat duduknya.

Usai makan malam, gadis berusia 23 tahun itu mengayunkan langkah menuju kamar tidurnya. Ia menghempaskan tubuh ke spring bed bersprei warna favoritnya, hijau. Ia memukulkan kepala berulangkali ke atas bantal yang berisi bulu angsa kesayangan. “Aku benci! Aku benci!” Tangannya juga tak mau kalah memukuli bantal empuknya.

Drrrt drrrt drrrt.

Bunyi getaran ponsel yang terletak di atas meja kecil samping tidurnya menyita perhatiannya. Gegas ia bangun dan mengambil benda pipih itu.

[Hai.] Sebuah sapaan dari seberang membuatnya terdiam sejenak. Namun, detik berikutnya kedua sudut bibirnya terangkat hingga membentuk lengkungan indah di bibir idealnya.

Namanya Aileen Hadiwidjaya. Anak bungsu dari salah satu pengusaha properti terkenal di negeri ini.

***

Suara ketukan sepatunya terdengar jelas di sepanjang koridor yang dilewati. Seorang gadis mengenakan kerudung pashmina dan masker medis warna biru muda terlihat berjalan dengan tergesa di antara penumpang yang baru saja tiba di terminal penjemputan bandara.

Tangan kanannya menarik koper besar berwarna hitam. Sedangkan tangan kirinya sibuk menekan beberapa tombol di ponsel warna emasnya. Fokus pandangannya terbagi antara pada benda pipih yang dipegangnya dan jalan yang dilaluinya.

Bruk!

Langkah gadis itu segera terhenti. Sejenak ia terlihat gelagapan. Karena melihat buku yang dipegang orang yang ditabraknya berjatuhan.

“Oh, I’m so sorry, Mister.” Gegas ia berjongkok mengambil buku-buku tebal yang berceceran di bawah kakinya. Namun, kalah cepat dengan tangan laki-laki sang pemilik buku. Dari tiga buku, hanya satu yang berhasil diambil Aileen. Ia melirik sekilas judul apa yang tertera di atasnya. “Tulisannya arab,” batinnya.

“Sorry.” Gadis yang mengenakan celana jeans dan outer selutut itu menyerahkan buku yang dipegangnya kepada laki-laki berkaca mata hitam di depannya.

Sebuah senyum dan anggukan sebagai jawaban. Tangan kanannya menerima buku sekaligus menyerahkan ponsel milik gadis di depannya yang terlepas dari genggaman tanpa disadari pemiliknya.

“Owh. Thanks.” Tanpa menjawab lagi, laki-laki itu berlalu dari hadapan gadis berparas cantik itu.

“Ck! Sontoloyo.” Gadis itu mencebikkan bibir mengiringi langkah panjang laki-laki yang baru saja meninggalkannya. Tanpa disangka, ternyata pada waktu yang sama laki-laki itu berhenti dan menoleh ke arahnya.

Namun, Dewi Fortuna seolah berpihak kepada sang gadis. Orang yang sejak tadi ia nanti, tetiba menghampiri.

“Hai! Dah lama nunggu?” Seorang lelaki merentangkan kedua tangan memeluknya. Dari balik lengan si pemeluk, mata indah gadis ayu itu memandang ke arah laki-laki yang masih berdiri tak jauh darinya. Beberapa detik pandangan mereka saling bersirobok. Setelah itu laki-laki bertubuh tinggi itu membalikkan badan dan melanjutkan langkahnya sambil menarik sebuah koper besar dan tas punggung berwarna hitam.

“Mana Mama sama Papa, Kak?”

“Nggak ikut. Itu siapa?”

“Siapa?” Lelaki yang dipanggil kakak itu mengarahkan dagunya ke laki-laki yang semakin menjauh dari pandangannya.

“Tau! Orang sombong nggak penting. Nyebelin banget!”

“Nyebelin apa—“

“Apa, apa?” Mata gadis itu memelotot ke arah kakaknya. Lalu gegas melangkah lebar menuju pelataran parkiran. Ia meninggalkan koper besar yang dibawanya begitu saja.

***

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir Cinta yang Getir
9.7
Menunggu selama tiga jam sia-sia, Arissa harus menghadapi kenyataan pahit tentang kekasihnya, Eldino Marven. Pria miliarder itu rupanya berpura-pura lumpuh demi menghindari pernikahan dengan Arissa, yang hanya dianggapnya sebagai pengasuh gratis. Kebohongan Eldino terbongkar lewat video mesra bersama Adena Horian, yang bahkan memakai gaun pengantin rancangan Arissa. Merasa dikhianati setelah melihat kemesraan mereka, Arissa membuang kuenya dan memutuskan menyerah. Ia langsung menghubungi ibunya untuk menerima tawaran kencan buta.
Sampul Novel Bukan Bonekamu Lagi
8.4
Setelah menyerahkan segalanya pada Adriel di malam penobatannya sebagai bos mafia Keluarga Mahendra, Vivian mengira penantiannya berakhir bahagia. Namun, ia mendengarkan sendiri bagaimana Adriel menghina dirinya dan hanya menjadikannya alat pemanasan sebelum mendekati wanita lain. Hancur oleh pengkhianatan kejam sang miliarder, Vivian memutuskan untuk tidak lagi menjadi boneka yang patuh. Ia segera mengirim pesan rahasia kepada Bos Indra Wijaya, meminta dipindahkan sejauh mungkin dari Adriel sebelum promosi tiga hari lagi.
Sampul Novel Cinta Terlarang: "Ayah Angkatku" yang Mencuri Hatiku
8.5
Kebahagiaan Cathleen Kirby di hari ulang tahunnya saat bersama Jerald Dobson, sahabat sang ayah, hancur seketika akibat kebakaran hebat yang menewaskan keluarganya. Hanya Cathleen dan kakaknya, Gabriel, yang selamat. Di tengah ancaman kerabat yang tamak akan warisan mereka, Jerald hadir menyelamatkan mereka. Ia mengirim Gabriel ke luar negeri dan merawat Cathleen sendirian. Kini, sosok Jerald telah menjadi satu-satunya sandaran dan pusat kehidupan bagi Cathleen.
Sampul Novel Dendam Cinta dan wanita
8.3
Zheyya, seorang gadis biasa, dipertemukan dengan Kanha yang berjiwa playboy. Walau kehidupan mereka bertolak belakang, rasa benci di dada perlahan terkikis oleh tumbuhnya benih-benih asmara. Lewat pergolakan antara obsesi egois dan keikhlasan hati, keduanya dipaksa memahami kapan harus berjuang atau merelakan. Hubungan ini membawa gejolak emosi bagai tetesan air di padang gersang. Akankah takdir menyatukan cinta mereka pada akhirnya?
Sampul Novel Gawat, Pak Bos Ada Maksud Lain
8.6
Setelah melahirkan anaknya, Linda langsung mendapatkan pekerjaan baru sebagai sekretaris pribadi untuk pimpinan tertinggi di Grup Jarvis. Namun, profesionalisme kerja yang ia bayangkan seketika sirna pada hari pertamanya bekerja. Jonathan Jarvis, sang CEO tampan sekaligus bos barunya, justru memandang Linda dengan tatapan yang penuh gairah tidak biasa. Pertanyaan provokatif dari Jonathan, "Bu Linda, bagaimana bisa minum kopi tanpa susu?", menandai awal dari hubungan kerja yang berbahaya.
Sampul Novel Jangan Cintai Bosmu!
9.5
Insiden tumpahan iced latte pada jas Arga Narendra Wijaya menjadi awal petaka bagi Naura, staf pemasaran di Jakarta. Arga yang angkuh ternyata CEO barunya, dan ia sengaja menekan Naura dengan menyuruhnya mencuci jas tersebut demi menunjukkan kuasa. Enggan tunduk begitu saja, Naura memilih melawan. Di tengah benturan ego mereka, misteri masa lalu kelam sang bos perlahan terkuak. Kini, Naura dilematis antara menjaga harga dirinya atau menyingkap tabir rahasia Arga.