APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Merenda Cinta

Merenda Cinta

Aileen, putri bungsu keluarga kaya Hadiwidjaya, bermimpi menjadi desainer interior sukses selepas kuliah di Stanford. Namun, ambisinya terbentur rencana perjodohan sang ayah dengan putra sahabatnya, Hasby Al Azizy. Sikap Hasby yang pendiam sekaligus ramah justru membuat Aileen yang manja tapi cerdas ini merasa kesal sejak awal pertemuan mereka. Akankah ia menerima takdir ini? Ikuti kisah perjuangan Hasby dalam meluluhkan hati Aileen demi meraih cinta sejati mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Susah memejamkan mata, membuat gadis yang telah berganti dengan baju tidur itu keluar kamar. Menuju meja makan dan duduk di sana. Ia mengambil segelas air putih lalu meneguknya.

Lamat-lamat ia mendengar seseorang tengah berbicara dan tertawa. ‘Siapa malam-malam gini tertawa-tawa?’ batinnya. Baru saja ia beranjak dan akan melangkah ke asal suara di taman belakang, sebuah sapaan membuatnya sedikit berjingkat.

“Belum istirahat, Nduk?”

Terasa agak aneh memang, seorang pengusaha properti sukses memanggil anaknya dengan panggilan ‘Nduk’, yang terkesan kuno dan ndeso. Aileen pun pernah mengajukan protes atas hal itu. Namun, dengan ringan Papanya itu menjawab, “Kenapa harus malu, Nduk? Di Jawa, itu panggilan untuk anak perempuan kesayangan, lho. Memang Kamu ingin dipanggil apa?” Sejak itu, Aileen pun tidak pernah mempermasalahkan tentang panggilan itu.

“Belum, Pa.”

“Besok di rumah, ya. Kita adakan acara syukuran atas kepulanganmu.”

“Udah ada janji sama teman, Pa.”

“Nggak seharian, kan? Acaranya malam, kok.” Laki-laki dengan syal yang terlilit di leher itu segera berlalu meninggalkannya menuju kamar. Seolah tak mau mendengar alasan dari putri bungsunya itu.

“Iya, Pa,” jawab Aileen lirih hampir tak terdengar.

***

Sementara itu, di waktu yang sama tetapi di tempat yang berbeda, seorang pemuda sedang berbincang mesra bersama kedua orang tua dan adik perempuannya. Pemuda itu bercerita banyak tentang berbagai pengalaman selama empat tahun di tempat menuntut ilmunya, Universitas Al Azhar di Mesir.

Setelah empat tahun menuntut ilmu di universitas Islam tertua di dunia itu, Hasby pulang dengan membawa gelar lulusan terbaik.

Kecintaannya pada ilmu agama, membuatnya kembali mengajukan beasiswa untuk menuntut ilmu di universitas yang sama tetapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi, S2. Ia harus menunggu beberapa bulan untuk mengetahui hasilnya.

Selama masa menunggu, Hasby membantu abinya merintis bisnis biro travel haji dan umrah. Ar roudhoty namanya. Biro travel itu merupakan hasil kerjasama dengan beberapa kolega bisnis abinya. Terutama dari sisi pendanaannya.

Pengumuman peraih beasiswa pendidikan S2 telah terbit. Hasby menjadi salah satu penerimanya. Maka babak baru kehidupannya sebagai mahasiswa pascasarjana di negeri Kinanah itu akan dimulai kembali. Sementara, pengelolaan bisnis biro travel umroh dan haji Ar Roudhoty ia serahkan kepada sang Abi.

Setelah empat tahun kemudian, laki-laki bernama lengkap Hasby Al Azizy itu kembali lulus dengan predikat lulusan terbaik. Ia memang terkenal sebagai anak yang rajin dan ulet. Predikat juara kelas pun tak pernah lepas dari masa SD hingga SMA. Bahkan berlanjut hingga tingkat mahasiswa.

“Abi senang proses studimu berjalan kancar, Le. Delapan tahun bukan waktu yang sebentar untuk menuntut ilmu. Alhamdulillah, semua sudah Kamu lalui. Kini tinggal memikirkan bagaimana cara mengamalkan ilmumu.”

“Inggih, Bi. Ini juga lagi menjajagi kerjasama dengan seorang teman. Ia tinggal di daerah. Sepertinya Ana tertarik dengan tawarannya.”

“Bagus, itu. Tapi jangan melupakan umur. Usiamu sudah cukup untuk mulai memikirkan pendamping hidup, lho. Ummimu sudah pingin punya cucu katanya.” Laki-laki yang dikenal dengan panghilan abi Hasby itu terkekeh kecil.

“Fitrah, toh, Bi. Tapi, diam-diam abimu itu juga menginginkannya, kok, Le.” Ucapan ummi Hasby disambut tawa lebar oleh Hasby dan Nissa, adiknya.

Wajah pemuda yang dibicarakan memerah. Ia menunduk, merasa belum mempunyai jawaban yang tepat untuk disampaikan. Karena memang hingga kini, ia belum pernah serius memikirkan masalah pendamping hidup. Namun, tetiba sekelebat wajah ayu terlintas di benaknya. ‘Astaghfirullah ...’ batinnya.

“Inggih, Bi, Mi.”

“Kalo masalah pekerjaan, jangan khawatir. Biro travel haji dan umrah yang sekarang Abi kelola, nanti Kamu juga bisa bergabung di dalamnya.”

Dering suara ponsel Abi Hasby terdengar nyaring. Nissa, gadis yang sedang kuliah di semester akhir itu segera bangkit mengambilkan ponsel abinya di dalam kamar. Lalu menyerahkan kepada si empunya.

“Terima kasih, Nduk.” Abi menerima panggilan sembari melangkah menuju ruang tamu.

[Halo.]

Kini tinggal Hasby, Nissa, dan umminya yang melanjutkan obrolan. Mereka menghabiskan malam itu dengan bercengkrama bersama di sofa ruang tengah. Hingga tak terasa tengah malam telah menghampiri.

***

Tin tin.

Suara klakson membuat Aileen gegas bangkit dari sofa. Ia melangkah cepat menuju teras, melihat mobil siapa yang datang. Mengetahui orang yang datang adalah sahabat yang ditunggu, senyumnya mengembang.

“Sini.” Tangannya melambai ke arah dua gadis yang baru saja turun dari mobil sedan warna hitam.

Ketiga sahabat yang sudah lama tak bersua di dunia nyata itu saling bergantian berpelukan.

“Kok pagi banget? Bukannya kita janjian jam sepuluh?” tanya Aileen sembari mengurai pelukan.

“Hari ini kita cuti khusus menyambut kedatanganmu, Leen.” Jawaban Chika disambut tawa lebar sahabat satunya, Cindy.

“Hm, enak, ya. Dah jadi model terkenal.” Dua sahabatnya kembali menyambutnya dengan tertawa.

“Yuk, come in. Breakfast, yuk.”

“Ah, enggaklah. Kita nunggu di sini saja. “

“Yaudah. Wait for a minute, ok?”

Kebiasaan berbahasa Inggris ketika masih di San Fransisco, membuat bahasa yang dipakai Aileen saat ini bercampur dengan bahasa internasional itu.

Usai bersiap diri, gegas gadis berkerudung pasmina hitam itu pamit kepada kedua orangg tua. Setelah itu mengambil tas selempang yang tersimpan di atas meja sofa ruang tengah.

“Come on!” Langkahnya diikuti kedua sahabatnya.

“Jangan lupa nanti malam, Nduk.” Mama mengingatkan dari teras sembari melepas kepergian putri kesayangan bersama sahabat masa SMA-nya. Gadis itu hanya melempar senyum sambil mengacungkan jari jempolnya ke udara.

“Kita ke tempat pemotretanku dulu, ya. Ada yang perlu diambil di sana,” ucap Cindy kepada Aileen dan Chika yang duduk di jok tengah.

Sampai di tempat tujuan, Aileen hanya menunggu di samping mobil. Kebetulan pengambilan gambar hari ini dilakukan di luar ruangan. Dari jauh, ia mengamati bagaimana cara pengarah gaya mengarahkan para modelnya.

Keasikannya terusik kala terdengar dentuman keras dari jarak yang tidak terlalu jauh darinya. Ia menoleh ke arah asal suara. Merasa penasaran, akhirnya dia berjalan mendekati tempat kejadian.

**

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Pribadi CEO Dingin
9.7
Demi bertahan hidup, desainer berbakat Elena terpaksa menunda impiannya dan bekerja sebagai asisten Arion, CEO startup yang sangat kaku. Di balik sikap dingin sang atasan, Elena perlahan menemukan kehangatan. Ketika sabotase besar mengancam perusahaan, aksi heroik Elena berhasil mengungkap pelaku asli. Peristiwa ini menumbuhkan benih cinta di hati Arion, tetapi kini Elena dirundung dilema besar antara menerima asmara sang bos atau mengejar ambisi agensi pribadinya.
Sampul Novel Barter libido yuk, say !
8.8
Kenny Reagen pemuda tampan dan ber-image baik dari latar belakang keluarga kaya raya pemilik perusahaan ekspedisi terkemuka, membuat gebrakan gila dengan menawarkan barter sex pada Cherry gadis cantik, baik, yang berprofesi sebagai dokter spesialis kandungan dan terkenal tunduk pada pacarnya. Apa Cherry dan pacarnya setuju dengan barter gila dan tidak masuk akal ?
Sampul Novel Dia Mengambil Rumah, Mobil, Dan Hatiku
8.4
Saat cinta lama Kevin kembali, ia memilih menceraikan Flora. Bukannya menangis, Flora justru menuntut vila, mobil mewah, serta setengah dari total harta mereka. Kevin terkejut dan baru menyadari bahwa sang istri adalah sosok genius yang selama ini mengatur kesuksesan finansialnya. Sadar telah kehilangan pilar penting dalam hidup dan bisnisnya, kini Kevin harus berjuang keras demi mendapatkan kembali hati Flora yang telah ia lepaskan.
Sampul Novel Hamili saya, tuan !
8.3
Chereena Kayona Albern adalah putri kesayangan Bobby Albern yang tumbuh dalam pengawasan ketat sejak ibunya tiada. Meski hidupnya sangat dilindungi, ia berhasil menjadi gadis cerdas yang dikagumi banyak orang. Namun, sebuah langkah tak terduga diambil oleh Chereena. Tanpa diduga, ia justru mendekati seorang CEO asal Rusia bernama Chaiden Barnard dan memintanya untuk menghamilinya. Apa sebenarnya alasan di balik keputusan nekat gadis pintar ini?
Sampul Novel KANG CENDOL TERNYATA MILIARDER
8.4
Banyak orang meremehkan Irpan yang sehari-hari hanya terlihat sebagai penjual cendol biasa. Padahal, di balik kesederhanaan itu, ia adalah seorang miliarder yang menyembunyikan identitas aslinya. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Putri dalam sebuah kejadian tak terduga, memicu benih cinta di antara mereka. Akankah Putri menyadari kekayaan melimpah yang dimiliki Irpan? Mampukah Irpan terus menjaga rahasia besarnya di tengah kisah cinta mereka yang penuh kejutan?
Sampul Novel Menghidupkan Kembali Cinta yang Hilang
8.8
Cinta tulus Regina pada Malvin berbalas kepedihan. Di tahun kedua pernikahan, saat tengah mengandung, Malvin justru meminta cerai demi cinta pertamanya. Regina bahkan diabaikan saat bersimbah darah akibat kecelakaan tragis. Setelah berhasil bangkit dari kematian dan meraih kesuksesan, Regina siap memulai hidup baru dengan pria lain. Namun, melihat kebahagiaan itu, Malvin didera cemburu hingga nekat mengacaukan pernikahan Regina dan memohonnya kembali di altar.