APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Merelakan Suamiku Untuk Adik Tiriku

Merelakan Suamiku Untuk Adik Tiriku

Mayra telah mencintai Gavin selama lima belas tahun, namun di malam sebelum pernikahan mereka, sang tunangan justru menggelar upacara adat dengan adik tirinya, June. Dianggap hanya sebagai selir meski memiliki akta nikah sah, Mayra memilih mundur tanpa keributan. Ia memutuskan menggugurkan kandungannya dan bergabung dengan tim penelitian Antartika yang terisolasi. Meninggalkan surat cerai sebagai hadiah perpisahan, Mayra pergi, membuat Gavin yang dahulu meremehkannya seketika beruban dalam semalam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pada malam sebelum pernikahan, tunanganku, Gavin, seorang profesor sejarah, mengadakan pernikahan dengan cinta pertamanya yang mengidap kanker di sebuah desa.

Di bawah langit berbintang, Gavin merangkul June dan tersenyum lembut. "Menurut adat kuno, istri yang sah adalah yang lebih dulu melangsungkan upacara pernikahan. Meskipun aku sudah mengambil akta nikah dengan Mayra, dia tetap hanya selir rendahan."

Setelah menerima ucapan selamat dari para tamu, mereka meminum anggur pernikahan dan memasuki kamar pengantin.

Aku menyaksikan semuanya tanpa menangis atau membuat keributan, hanya diam-diam membuat janji untuk operasi aborsi.

Sejak usia 15 hingga 30 tahun, aku mencintai Gavin dengan sepenuh hati. Aku mencintainya selama 15 tahun. Namun, di hatinya selalu hanya ada adik tiriku, June. Jika memang begitu, aku memilih untuk melepaskannya.

Kemudian, aku bergabung dengan tim penelitian geologi Antartika yang terisolasi dari dunia. Aku hanya meninggalkan selembar surat perjanjian cerai untuk Gavin, juga sebuah hadiah perpisahan.

Namun, entah kenapa, pria yang selalu meremehkanku itu tiba-tiba beruban dalam semalam.

Aku berdiri di bawah hujan dengan keadaan basah kuyup, di anak tangga yang berjarak 50 meter dari desa itu.

Dengan diam, aku menatap tunanganku, Gavin. Melihatnya menaruh liontin giok berbentuk simpul cinta di mulut, lalu hendak memberikannya ke June yang mengenakan gaun pengantin merah dan tampak begitu memesona.

Wajah June memerah malu saat menerima liontin itu dengan mulutnya. Namun, sebelum sempat mengambilnya dengan tangan, Gavin sudah tidak sabar menariknya ke dalam pelukan.

Di tengah sorakan teman-teman mereka, keduanya berciuman dengan penuh gairah. Ciuman itu berlangsung hampir sepuluh menit, hingga akhirnya June hampir tidak bisa berdiri karena kakinya melemas. Saat itu, Gavin terengah-engah menghentikan ciuman mereka.

Angin musim gugur berembus, menyibakkan tirai tipis di desa. Saat itulah, aku akhirnya menyadari sesuatu. Di bawah cahaya lampu yang redup, ternyata semua keluarga dan teman-temanku ada di sana.

Bahkan Harlan, adik kandung yang dulu kulindungi dengan nyawaku, kini berdiri di depan sebagai pembawa acara pernikahan ini.

Dia mengenakan pakaian tradisional, menatap June dengan penuh kekaguman, seolah-olah telah melupakan bagaimana dulu kami nyaris kehilangan nyawa di sekolah rehabilitasi internet akibat perbuatan June dan ibunya.

"Semoga Kakak dan Kakak Ipar selalu bersama selamanya, bahagia sampai tua!" seru Harlan dengan penuh semangat.

Saat berikutnya, para penduduk desa menyalakan kembang api yang telah dipersiapkan sejak awal. Di bawah kilauan cahaya warna-warni, Gavin menggendong June bak seorang tuan putri.

Melihat itu, semangat Harlan semakin memuncak. Dia berseru dengan penuh antusiasme, "Upacara selesai! Antar pengantin ke kamar!"

Kesepian yang menyakitkan menelanku bulat-bulat, menenggelamkan semua kebisingan di sekitarku dalam kehampaan. Dengan tangan gemetar, aku menelepon Harlan.

Adik yang dulu bersumpah akan selalu berdiri di pihakku, kini hanya melirik sekilas ke layar ponselnya sebelum menekan tombol untuk menolak panggilanku.

Aku tidak menyerah. Aku mencoba menelepon Gavin. Saat melihat namaku di layar, wajah pria itu langsung berubah dingin.

Dia hampir saja menolak panggilan itu. Namun, setelah June membisikkan sesuatu, dia tampak kesal dan akhirnya menjawabnya.

Dengan suara pelan, aku bertanya, "Kamu di mana?"

Di hadapan semua orang, Gavin terkekeh-kekeh sinis dan mengejekku, "Lagi-lagi memeriksa keberadaanku? Sudah hamil tapi masih nggak bisa tenang? Mayra, kamu begitu haus akan perhatian? Kamu nggak bisa hidup tanpa seorang pria?"

"Sudah kubilang, aku dan June datang ke desa demi makam kuno yang baru saja ditemukan oleh museum kita! Cuma wanita berpikiran kotor sepertimu yang selalu mencampuradukkan urusan pekerjaan dengan hubungan pria dan wanita!"

Kata-katanya yang pedas seperti ombak ganas yang menghantam tanpa henti. Namun, perasaan terakhir yang kupunya untuknya membuatku terisak-isak saat berujar, "Tapi, Gavin, hari ini ulang tahunku ...."

Dulu, kamu berjanji padaku. Apa pun yang terjadi, kamu akan selalu ada di sisiku saat hari ulang tahunku.

Jadi, meskipun kamu berada seribu kilometer jauhnya, aku tetap memilih menempuh perjalanan jauh, bahkan berjalan kaki lima kilometer, dan menahan ketakutanku melewati hutan hanya untuk mencarimu.

Sampai akhirnya, para penduduk desa memberitahuku bahwa di tempat ini, tidak ada makam kuno. Yang ada hanyalah seorang profesor bernama Gavin, yang sejak setengah tahun lalu telah merencanakan pernikahannya dengan wanita yang dicintainya di desa ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BAYANGAN CINTA DI MASA SILAM
9.5
Mobil Alia melaju pelan menyusuri jalan berliku di tengah kebun teh yang membentang luas. Aroma tanah basah dan pucuk daun berpadu embun pagi yang dingin langsung memicu ingatan masa lalunya. Setelah bertahun-tahun hidup di perantauan, barulah kali ini ia kembali ke kampung halaman. Perjalanan pulang tersebut bukan sekadar kepulangan biasa, melainkan sebuah momen untuk kembali berhadapan dengan kenangan lama yang sempat ia tinggalkan dahulu.
Sampul Novel Bodyguard Seksi
9.7
Kehidupan Asalina berubah drastis setelah sebuah insiden tak terduga memaksanya menjadi pengawal pribadi seorang CEO miliarder yang sangat arogan. Terjebak dalam situasi pelik tanpa pilihan lain, ia terpaksa menandatangani kontrak kerja resmi yang mengikat dirinya. Kini, demi memenuhi kewajiban hukum yang telah disepakati, Asalina harus bersabar menghadapi perangai angkuh sang atasan setiap hari dalam pekerjaan barunya yang penuh tantangan.
Sampul Novel Cinta Rahasia Sang Pewaris
9.8
Demi lepas dari jeruji besi, pewaris bebal bernama Ananda Edward menyamar sebagai staf biasa bernama Ananda Iskandar. Sesuai perintah sang ayah, ia wajib mendampingi Erika Adhinata, manajer pintar yang perlahan mengikis kebekuan hatinya. Sayang, romansa Nanda terganjal bayang-bayang masa lalu Erika dengan seorang lelaki hedonis. Sanggupkah Nanda meraih cinta Erika di balik kebohongan identitasnya? Simak liku-liku perjuangan sang pewaris kaya.
Sampul Novel DENDAM CINTA
9.8
Fanila tewas dikhianati kekasihnya saat misi maut. Beruntung, ia bereinkarnasi sebagai Ziana, gadis malang yang dikucilkan keluarganya. Di hidup baru ini, ia bertekad membalas dendam pada sang mantan. Namun, situasi menjadi rumit ketika ia tahu bahwa pria yang paling ia benci itu ternyata adalah kakak kandung dari kekasih barunya sekarang. Ziana pun terjebak dilema besar antara menuntaskan misi balas dendamnya atau melindungi cinta barunya yang tulus.
Sampul Novel My BadBoy
8.6
Adzando Dalwes, murid berandalan rupawan yang mahir bertarung, selalu menutup diri dari cinta akibat trauma masa lalu. Baginya, semua perempuan tidak ada bedanya. Namun, keyakinan itu mulai goyah sejak kedatangan Vania Deltasya, murid baru berdarah campuran Amerika-Indonesia. Kehadiran Vania membawa warna baru yang mengubah dunia Adzando. Akankah si pembuat onar ini benar-benar terpikat, dan sanggupkah Vania menyambut rasa dari cowok yang terkenal tak tersentuh ini?
Sampul Novel Undangan Eksklusif Dari Presdir
8.4
Naura mendapatkan amplop misterius tanpa pengirim dari Sinta, rekannya yang cemas. Khawatir surat itu adalah pemecatan memalukan, Sinta sengaja memberikannya kepada Naura demi menyembunyikan masalah dari orang tuanya. Siapa sangka, isi undangan tersebut justru sangat mengejutkan. Naura ditawari menjadi istri seorang presdir dengan mahar fantastis senilai 100 juta dolar. Kini, ia berada dalam dilema besar untuk mengabaikan tawaran gila itu atau menerimanya.