APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Merebut Jodoh

Merebut Jodoh

Demi ambisi egois orang tuanya, Vanya terpaksa menikahi Purnomo, pria yang jauh lebih tua. Pernikahan tanpa cinta ini pun langsung berada di ambang kehancuran. Di tengah keputusasaan, hadirlah Anthony, pria yang sejak lama memendam perasaan mendalam padanya. Berbekal tekad kuat, Anthony berjuang gigih untuk merebut kembali wanita pujaannya tersebut, sekaligus menyelamatkan Vanya dari belenggu takdir pernikahan yang kelam.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Berapa mbak biayanya?” tanya Sean ke petugas administrasi.

“Untuk pasien atas nama siapa, Mas?” tanya balik petugas itu.

“Pasien IGD yang baru datang mbak, Anthony namanya,” jelas Sean.

“Baik, ditunggu sebentar ya, Mas,” Pegawai itu memainkan jari diatas keyboard komputer, dengan gesit dia menghitung semua biayanya.

“Biayanya 1 juta Mas, ini baru penanganan awal dan termasuk obat yang akan digunakannya,” beber pegawai itu.

Tanpa pikir panjang Sean membayarnya, untungnya dia tidak lupa membawa dompet yang dia taruh diatas meja kamar tadi.

“Saya bayar dengan cara debit bisa ya, Mbak?” tanya Sean.

“Bisa Mas, mohon duduk dulu,” pinta pegawai.

Pegawai itu menunjuk tempat duduk yang tersedia untuk menunggu antrian. Sean tidak bisa tenang dengan duduk menunggu, dia hanya berdiri agak jauh dari meja pegawai tersebut.

Papa dan Mamanya sudah sampai di ruang administrasi juga, mereka tampak kelelahan mengejar Sean. Kebetulan ruang administrasi lumayan jauh dari IGD.

“Gimana Sean? Berapa biayanya?” tanya mama Sean.

“Sudah Ma, jangan kuatir. Aku sudah mengurusnya,” jawab Sean.

Percakapan mereka teralihkan dengan suara panggilan pegawai disana.

“Keluarga pasien atas nama Anthony!!!”

Dengan segera Sean menuju counter administrasi, dan berkata, “Iya, Mbak.”

“Ini kwitansi nya, langsung saja serahkan ke perawat IGD agar pasien cepat ditangani,” terang pegawai itu.

Pegawai itu tidak lupa menyerahkan kartu debit milik Sean, lalu berlari kembali menuju IGD lagi.

Setelah kwitansi diserahkan ke perawat, segera saja Anthony ditangani dengan cepat. Sean disuruh menunggu di luar, dia sangat panik membuatnya jalan mondar-mandir seperti setrikaan.

Mama dan Papa Sean menemuinya, Papa berkata, “Sean, mama harus pulang karena saking panik mama baru ingat kalau rumah belum dikunci.”

“Sedangkan, Papa akan disini menunggu bersamamu,” imbuh papa.

“Tidak usah Pa. Mama dan Papa pulang dulu saja. Kalau ada apa-apa nanti Sean akan menghubungi Papa,” ungkap Sean.

Papa Sean diam menimbang perkataan putranya, selang beberapa menit papa Sean berkata,

“Baiklah Nak, kami pulang dulu. Papa juga tidak tega membiarkan mamamu pulang sendirian sedangkan hari juga sudah larut malam.”

“Iya Pa, Sean mengerti. Papa hati-hati di jalan,” ucap Sean.

Orang tua Sean sudah berjalan keluar rumah sakit, sampai hilang dari pandangannya. Suara pintu terbuka berasal dari ruang IGD, dokter yang menangani Anthony keluar.

“Anda keluarga pasien?” tanya dokter.

“Iya, saya Dok. Bagaimana dengan keadaannya?” tanya Sean cemas.

“Pasien mengalami dehidrasi, jika terlambat sedikit saja akan membahayakan seluruh organ tubuhnya. Kami pindahkan pasien ke kamar rawat inap, besok kita akan cek secara mendetail keseluruhan badannya,” terang dokter.

“Baik Dok, terimakasih,” ungkap Sean.

Setelah dokter memberi penjelasan kepada Sean, dia berlalu untuk menangani pasien lain yang butuh pertolongan. Anthony yang masih tidak sadarkan diri itu terbaring di ranjang pasien, selang kabel infus dan alat bantu pernapasan terpasang ditubuhnya.

Perawat mendorong ranjang itu untuk dipindahkan ke kamar ruang inap, Sean yang menunggu di depan segera mengikuti mereka. Ruang ekonomi dengan kamar yang luas itu harus dibagi untuk 5 pasien dengan setiap ranjangnya dibatasi oleh kelambu gorden sampai batas betis orang dewasa.

Perawat sudah meninggalkan ruangan, menyisakan Anthony yang tak sadarkan diri dan Sean sendiri. Sean duduk di kursi mendekati sahabatnya, dia melihat nanar ke arah Anthony merasakan betapa malang nasib yang dilaluinya.

***

Di sebuah kampung ada seorang putri dari keluarga ningrat sedang duduk santai menikmati teh di sore hari. Pekarangan yang luas itu ditanami berbagai pohon, tanahnya berubah menjadi hijau yang ditumbuhi rumput menambah asri bagi siapa yang memandang.

“Vanya!!! Kenapa kamu masih diluar??? Ayo cepat masuk!!! Hari sudah mulai gelap tu,” kata mami Vanya.

Gadis penurut itu hanya mengikuti perintah mami masuk rumah keluarganya yang megah nan indah, gaya bangunan Eropa yang mempunyai balkon maupun teras luas dengan jendela kaca menghiasi di setiap sisinya.

Vanya bagaikan manusia peliharaan yang harus mematuhi perintah orang tuanya, terutama maminya. Gadis cantik dengan tinggi rata-rata berkulit kuning langsat itu bak boneka hidup.

Mami duduk di ruang tamu membawa daftar kegiatan yang akan dilakukan Vanya besok. Vanya sudah duduk di dekat maminya untuk mendengarkan agendanya.

Mami Vanya sudah mulai membacanya, salah satu kegiatan yang harus dia ikuti adalah menengok pekerja yang kemarin kecelakaan dalam bekerja. Keluarga Vanya sangat suka sekali dengan pencitraan sejak papinya ingin mencalonkan diri menjadi pejabat.

“Vanya, waktu di rumah sakit besok ingat!! Jangan lupa beri motivasi pada pekerja itu, agar dia merasa dihargai dan yang paling penting bersikaplah ramah agar menarik perhatian masa bahwa papimu bisa terpilih dalam pemilu nanti. Paham!!!” terang maminya.

“Paham, Mi,” jawab Vanya cepat.

“Ya sudah. Habis ini langsung mandi, pakai baju yang sudah mami siapkan ya. Acara terakhir malam ini adalah ikut perjamuan makan malam dengan pak Purnomo,” beber mami.

“Baik, Mi,” kata Vanya, dia tidak bisa menentang apa yang sudah ditetapkan untuknya.

Jika dia menolak akan mendapatkan siksaan dari mami, seluruh pembantu di rumahnya mengetahui semua kelakuan busuk keluarganya. Mereka yang bekerja di dalam rumah akan mendapatkan gaji yang besar, tapi mereka semua harus menandatangani sebuah perjanjian yang salah satu isinya tidak boleh menyebarkan apapun yang mereka lihat ataupun dengar ketika bekerja di rumah keluarga Kencana.

Waktu berjalan terlalu cepat, jam pertemuan makan malam semakin dekat. Mami Vanya sudah siap, dia sedang menunggu Vanya turun dari kamarnya lantai 2.

“Non, cepat dipakai bajunya!! Nanti nyonya besar marah,” kata peringatan dari pembantu yang paling dekat dengan Vanya, namanya Bik Neni.

“Vany tidak mau, Bik. Lihat saja baju jelek itu,” protes Vanya.

“Harus dipakai, Non. Ini pilihan nyonya besar,” kata bik Neni.

Bik Neni pun sebenarnya juga setuju dengan Vanya, pakaian yang dipilihkan untuknya terlalu terbuka. Tapi mereka tidak ada pilihan lain, jika tidak ingin kena murka nyonya besar. Bik Neni tahu betul perasaan Vanya, karena dialah orang yang merawat dari kecil. Dia sangat kasihan sekali dengan hidup yang dijalani nona mudanya.

“Vanya!!! Vanya, cepat turun!!!” teriak maminya.

“Apa yang Bibik bilang, Non. Ayo cepat dipakai!!,” seru bik Neni setengah takut.

Dengan cepat Vanya memakai baju itu dibantu oleh bik Neni, sebenarnya Vanya sudah siap tinggal memakai baju saja yang membuatnya sangat lambat.

Vanya sudah turun dari kamar sesekali dia membetulkan baju yang dipakai melorot hampir memperlihatkan aset berharganya, baju berjenis dress selutut dengan bagian bahu dan punggungnya terbuka, bisa disebut ‘Off Shoulder Dress’.

Mereka sudah saja sampai di tempat pak Purnomo, perjamuan itu hanya dihadiri oleh papi, mami, Vanya dan pak Purnomo. Aneh, kenapa pak Purnomo tidak mengajak istri beserta anaknya? Ini sebenarnya acara apa?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Kedai
9.6
Tatiana Vladislava kehilangan kedua orang tuanya pada usia tiga belas tahun. Sejak itu, ia tinggal bersama neneknya, Vasilisa, yang mengelola kedai makanan Rusia di Moscow. Dua sahabat masa kecilnya, Sevastyan Dvoryanstvo, pewaris bangsawan, dan Matteo, pemuda dari keluarga berantakan dengan masa lalu kelam, selalu mewarnai hari-harinya. Namun, ketiganya tiba-tiba dikaitkan dengan kasus pembunuhan misterius saat jari menunjuk ke arah mereka. Mereka berkeras bukan pembunuh, tetapi siapa yang sebenarnya menjadi korban? Dan siapa di antara mereka menyimpan dendam yang tak terungkap? Di ambang kehancuran, Tatiana harus memilih mempercayai hati atau mengikuti naluri.
Sampul Novel LILYA - Gadis yang Digadaikan Keluarga
8.2
Lilya terpaksa menggantikan Kenanga, kakaknya, untuk menikahi pria dari keluarga Gunawan demi menyelamatkan bisnis keluarganya yang di ambang kehancuran. Meski rumor menyebut calon suaminya adalah pak tua mesum, sosok Evan yang muncul di pernikahan justru pria muda yang tampan. Evan pun menepis semua tuduhan miring tersebut. Kini, di tengah bayang-bayang obsesi Kenanga yang mengancam, akankah pernikahan Lilya dan Evan berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel Melepas dengan Ikhlas
8.0
Fitnah keji dan hinaan dari mantan ibu mertua yang serakah telah menghancurkan hidup Mutia. Kepedihannya kian mendalam karena sang suami justru enggan membelanya. Enggan terus menderita akibat ketidakadilan ini, Mutia memilih pergi membawa luka batin. Ia bertekad bulat tidak akan pernah kembali lagi. Mampukah Mutia meraih kebahagiaan baru setelah melangkah pergi? Ikuti perjuangan emosionalnya menghadapi pengkhianatan ini.
Sampul Novel Merengkuh Cinta Ilahi
8.0
Pasca kecelakaan maut yang merenggut nyawa suaminya, Prajana, akibat benturan kasta, Siti Halimah terpaksa menikahi Lukman, sang penabrak. Pernikahan tanpa landasan cinta ini justru menyingkap tabir kelam. Laura, mantan kakak ipar Siti, rupanya istri pertama Lukman yang kehilangan rahimnya. Teka-teki medis ini kian rumit karena ibu tiri Lukman mengalami kondisi serupa. Mampukah para wanita ini mengungkap misteri dan menemukan kebahagiaan sejati mereka?
Sampul Novel PANTHER & DEA
9.0
Sejak kecil menjadi pembunuh bayaran yang menghabisi orang tuanya sendiri, Panther jenuh dan ingin pensiun. Namun, hartanya dikuras habis oleh mafia Edward Elmund. Demi bertahan, ia menculik Natalia, putri Edward, tapi sang ayah enggan membayar tebusan. Di tengah pelarian, Sophie yang dicintainya malah berkhianat demi harta. Saat terpojok, Dea, informan lamanya, datang membantu meraih kebebasan. Layakkah Panther hidup normal setelah masa lalunya?
Sampul Novel Sahabat Istriku, Untukku
7.9
Dalam novel modern Sahabat Istriku, Untukku, dinamika rumah tangga seorang pria berubah drastis setelah ia menjadi miliarder. Dulu, ia selalu dihina dan dianggap tidak berguna oleh istrinya. Namun kini, kekayaan melimpah membuatnya berbalik memegang kendali. Demi menjaga hatinya agar tidak berpaling, sang istri bahkan nekat mengirimkan sahabat karibnya yang berparas cantik ke kamarnya. Terjebak di antara dua wanita menawan, sang suami kini harus menghadapi godaan yang menguras seluruh tenaganya.