APKDock Logo
Sampul Novel Merebut Jodoh

Merebut Jodoh

9.0 / 10.0
Demi ambisi egois orang tuanya, Vanya terpaksa menikahi Purnomo, pria yang jauh lebih tua. Pernikahan tanpa cinta ini pun langsung berada di ambang kehancuran. Di tengah keputusasaan, hadirlah Anthony, pria yang sejak lama memendam perasaan mendalam padanya. Berbekal tekad kuat, Anthony berjuang gigih untuk merebut kembali wanita pujaannya tersebut, sekaligus menyelamatkan Vanya dari belenggu takdir pernikahan yang kelam.

Merebut Jodoh Bab 1

Anthony Baragav adalah seorang lelaki yang sudah cukup matang untuk usia menikah, tahun ini dia berumur 30 tahun. Bulan ini adalah bulan paling berat baginya, awal bulan keluarganya tidak bisa membayar hutang yang membengkak sehingga semua aset yang mereka punya hanya untuk membayar hutang. Tidak ada sisa sepeserpun, untung cukup saja mereka sudah bersyukur.

Yang kedua, kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan tepat di pertengahan bulan. Disaat mereka mencoba merintis usaha baru untuk menyambung hidup itu hanya menjadi petaka keduanya. Luka Anthony yang belum sembuh harus dipukul kenyataan yang sangat menyakitkan.

Kini hanya dia sendiri hidup tanpa arah, tanpa rumah dan tujuan. Dia mempunyai teman baik bernama Sean, orang tuanya sangat kasihan melihat keadaan Anthony. Selama Anthony dalam masa pemulihan dia ditampung di rumah Sean.

“Anthony mana, Sean?” tanya mamanya.

“Dia dikamar Ma. Anthony masih sama tidak mau bicara maupun makan,” ucap Sean, walau dia juga sedih melihat keadaan temannya itu tidak mengurangi nafsu makannya.

“Malang sekali nasib anak itu, sejak datang 3 hari yang lalu sampai detik ini dia masih saja mengurung diri,” keluh mama.

“Sean!!! Awasi dia baik-baik!! Jangan sampai dia melakukan perbuatan yang terlalu ekstrem!” pinta papanya.

“Baik, Pa,” sahut Sean cepat.

Sarapan pagi itu selesai, keluarga Sean sudah sangat mengenal Anthony. Dia sudah menganggap sebagai anaknya sendiri. Papa Sean adalah seorang guru yang masih belum diangkat menjadi PNS. Sedangkan mamanya adalah ibu rumah tangga yang berbisnis menjual barang secara online.

Kehidupan sederhana sekali, keluarga mereka sudah bersyukur bisa hidup tanpa utang. Yah!! Walau kalau punya keinginan harus bersabar dan menahan dulu, agar uang mereka cukup sampai akhir bulan.

Sean pria berumur 25 tahun, dia bekerja sebagai penjaga toko. Separo uang gaji dia kumpulkan untuk biaya menikah, sisanya dia pakai untuk akomodasi dan sebagian kecil dia berikan kepada mamanya.

Sean masuk ke kamar untuk mengambil tas rangsel, dia hari ini bekerja shift pagi. Sean prihatin ketika melihat temannya yang meringkuk di pojok kasur itu.

“Ton!!! Aku berangkat kerja dulu, ini sarapannya jangan lupa di makan,” ucap Sean.

Anthony hanya diam dengan tatapan kosong, Sean menepuk pundak temanya dan mengulangi perkataan yang baru dia ucapkan. Namun, Anthony tetap tidak mengeluarkan sepatah kata pun, dia hanya mengangguk pelan.

Setelah Sean keluar kamar dan semua penghuni keluar rumah. Anthony mulai menangis, dia berteriak sekencang dia bisa.

“Arghhhhhhh!!!”

“Ambillah juga diriku Tuhan!!! Aku sudah nggak sanggup lagi!!!” teriaknya pilu.

Dia terus berteriak sampai suaranya tidak bisa keluar, dia memukul dadanya berharap rasa perih hatinya mereda. Jika bisa hancur, dia ingin menghancurkannya sekalian.

Tubuhnya yang sempurna menyusut, muka berseri bak artis ibu kota itu kini kusut bermata hitam bagai tengkorak tak bernyawa. Dia sudah tidak ada hasrat untuk hidup, tangisannya yang pilu itu membuatnya tak sadarkan diri dalam kepedihan.

Di tempat kerja Sean, dia sedang merapikan rak makanan ringan. Dia selalu menghela napas, karena kawan baiknya tak kunjung membaik. Sean selalu berpikir keras, bagaimana cara untuk menghiburnya. Mulai dari membawakan makanan kesukaannya, komentari foto cewek cantik atau melihat film yang baru tayang perdana dan masih banyak lagi. Namun, semua itu tidak membuahkan hasil.

“Sean, aku ke gudang dulu. Counter kasir kosong, kesana dulu ya!!” pinta rekan kerjanya.

“Oke,” jawab cepat Sean.

Sean pun menuju counter kasir, beberapa pengunjung masuk ke dalam minimarket itu. Salam sapa dari Sean menjadi hal wajib untuk diucapkan untuk seluruh karyawan.

“Selamat datang dan selamat berbelanja di Betamart!!” ucap Sean.

Pengunjung yang datang sudah biasa mendengarkan salam, mereka tidak memedulikannya dan berlalu begitu saja, karena suaranya tidak terlalu jelas seperti orang berkumur saking cepat perkataannya.

Matahari sudah meninggi, waktu berputar tanpa lelah meninggalkan orang yang kalah. Memberi kesempatan yang menggunakannya, mengobati luka yang semakin lama semakin terbiasa.

Sean sudah selesai bekerja, hari ini dia akan mencoba membelikan ramen instan pedas kesukaan Anthony, siapa tahu kali ini bisa membuatnya selera makan.

Dia pulang menggunakan bus angkutan kota yang bisa ditempuh selama 30 menit. Tiba juga dia di lingkungan rumahnya, mamanya terlihat menyapu bekas daun kering pohon trembesi. Sedangkan papanya juga sudah dalam perjalanan pulangnya.

“Assalamu’alaikum Ma, aku pulang,” sapa Sean.

“Walaikumsalam,” jawab mama Sean dengan tersenyum.

“Apa itu Sean?” Mama bertanya menunjuk plastik bag yang dipegang anaknya.

Sean mengangkat plastik bag itu dan menjawab, “Oh ini Ma, ramen instan kesukaan Tony.”

“Ohh!! Iya, semoga dia mau makan ya. Mama jadi khawatir dengannya,” ungkap mama Sean.

“Yaudah sana!!!” imbuh mamanya.

Sean berlari menuju kamar, dia sudah tidak sabar untuk melihat sahabatnya makan. Dia membuka pintu kamarnya mendapati Anthony berbaring miring di kasur.

“Apa dia sedang tidur? Aku mandi dulu sajalah, habis itu buat ramen,” gumam Sean.

Ramen sudah siap, bau semerbak dari rempah bumbu ramen itu menguar. Sean meletakkan 2 ramen diatas nampan, kemudian dia membawanya ke kamar. Sayangnya, Anthony masih terlelap dari tidurnya.

“Hemmm!!! Enak sekali ramen ini.. hu ha.. ha!!” Akting Sean sedang makan untuk menarik perhatian Anthony.

Sean melirik temannya, tapi tidak ada tanggapan sama sekali. Sean merasa aneh, karena Anthony tidak berubah dari tidurnya. Dia mendekati dan mengamatinya, lalu dia membangunkan Anthony dengan cara mengguncang pundaknya.

Namun, Anthony tidak bergeming. Sean memegang muka untuk diperiksanya, dia kaget sekali melihat wajah Anthony yang pucat.

“Ton!!! Tony!!! Sadar, Ton!!” teriak Sean.

Mama dan papa Sean yang lagi bersantai di ruang tamu itu mendengar teriakan Sean, seketika itu mereka berlari menuju kamar Sean.

“Kenapa Sean?” tanya mama panik.

“Tony Ma!!! Tony tidak sadarkan diri,” ucap Sean setengah berteriak.

Papa Sean mencari denyut nadi Anthony, papa terlihat mengerutkan dahi karena lemah sekali denyut nadinya.

“Ayo bawa dia ke rumah sakit,” usul papa Sean.

Mama segera turun mencari taksi, setelah mendapatkannya mama kembali ke kamar. Papa dan Sean mengangkat Anthony ke dalam Taksi. Mereka semua pergi ke rumah sakit, dengan perasan takut bercampur panik.

Akhirnya sudah saja mereka tiba di rumah sakit, taksi itu turun tepat di depan ruang IGD.

“Tolong Dok!! Cepat disini butuh bantuan!!!” seru mama.

Segera beberapa perawat keluar membawa ranjang pasien di dorong mendekati taksi. Anthony dengan cepat di pindah ke ranjang tersebut lalu kembali di dorong ke dalam ruangan untuk mendapatkan perawatan.

“Maaf Pak!! Sebelum pasien mendapatkan perawatan, tolong ke ruang administrasi dulu,” perintah seorang perawat itu.

Papa Mama saling menatap bergantian, mereka bingung karena tidak ada uang untuk mengurus biaya administrasi. Sean yang menangkap situasi disana, segera lari ke ruang administrasi.

“Sean!!!” panggil papanya.

Sean yang sudah jauh itu, langsung diikuti kedua orangtuanya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Merebut Jodoh

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Suka Kamu, Tapi ....
8.6
Sena memanfaatkan statusnya sebagai aktris terkenal demi menuntaskan dendam lama. Namun, ia justru kembali dipertemukan dengan pria masa lalu yang pernah mematahkan hatinya. Di tengah pergolakan batin, Sena terjebak di antara romansa yang kembali tumbuh dan trauma mendalam yang belum sirna. Kini, ia harus berjuang keras melindungi perasaannya agar tidak kembali hancur oleh sosok yang sama untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Drive Back To December
8.4
Tiga tahun bercerai, Gayatri Rumi Rahardjo tak menduga akan menikah lagi dengan William Alansyah. Demi rasa hormat pada mantan ibu mertuanya, ia bersedia membangun kembali rumah tangga bersama mantan suaminya tersebut. Namun, pernikahan kedua mereka langsung diuji oleh tuntutan memiliki anak. Di tengah situasi sulit ini, Gayatri mulai mengendus sebuah rahasia besar yang ditutupi oleh William. Akankah kebenaran pahit itu mendorong mereka ke jurang perceraian untuk kedua kalinya?
Sampul Novel Luka & Keegoisan
9.1
Sembilan tahun dihabiskan Lina Damaris Adelia untuk melupakan Elian Zayn Anderson. Sialnya, takdir mempertemukan mereka lagi dalam ikatan kerja. Kini, Lina terikat di perusahaan milik Elian, pria angkuh yang dulu menorehkan luka mendalam di hatinya. Diuji oleh keegoisan sang bos dan emosi yang terus terkuras, Lina harus bertahan. Akankah pertemuan ini menuntun mereka menyembuhkan masa lalu yang retak, atau justru membuka kembali luka lama yang menyiksa?
Sampul Novel Pembalasan Sang Feniks
8.8
Mahasiswi seni asal Salatiga ini sempat tertipu daya oleh Baskara Aditama, konglomerat yang memanfaatkan cintanya demi meruntuhkan bisnis sang kakak. Sadar bahwa foto intim serta perlindungan pria itu hanya rekayasa kejam, ia bangkit dari derita fisik dan mental. Kini, ia bukan lagi pion yang lemah. Sebagai api pembalasan, ia siap menghapus rahasia dan merancang kejatuhan Baskara. Saat Baskara memohon di altar pernikahannya, kehancuran pria itu menjadi kemenangan mutlaknya.
Sampul Novel Saya Adalah Bank Darah untuk Putri Angkat Orang Tua Saya
8.7
Pasca koma tiga tahun, Chloe Holt mendapati Maddie telah merebut posisinya di keluarga. Sang ibu kini sangat menyayangi anak angkat tersebut, bahkan Reece Hussain yang merupakan tunangan Chloe justru memilih menikahi Maddie. Di tengah kepedihan itu, Chloe membongkar konspirasi keji. Sang ayah rupanya sengaja memperalat dirinya sebagai pendonor darah pribadi bagi Maddie. Chloe sadar ia hanya dimanfaatkan bagai bank darah berjalan demi melahirkan pewaris baru yang lebih patuh.
Sampul Novel Ternyata Jatuh Keperangkap Pelatihku
9.2
Ketampanan sang pelatih di tepi kolam renang seketika mencuri perhatianku, memicu ketertarikan yang begitu mendalam. Aku sangat mendambakan momen kedekatan dan kontak fisik dengannya. Namun, begitu keinginan tersebut akhirnya menjadi kenyataan, sebuah realitas tak terduga mulai terungkap. Aku baru menyadari bahwa semua interaksi ini bukanlah kebetulan belaka, melainkan sebuah jebakan matang yang membuatku kini sepenuhnya jatuh dan terperangkap di dalam cengkeraman manis sang pelatih.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan