APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menunggu Perceraian yang Dinantikan

Menunggu Perceraian yang Dinantikan

Keputusan berpisah diambil sang istri setelah Navish, suaminya, lebih memilih mengantar obat flu untuk sang asisten saat dirinya terjebak di lift dalam kondisi klaustrofobia. Menganggap istrinya hanya merajuk karena sebatang kara, Navish menandatangani berkas cerai dengan penuh percaya diri, yakin masa tunggu 30 hari akan membuatnya memohon kembali. Di tengah pamer kemesraan Navish dengan asistennya di media sosial, sang istri justru diam-diam mengemasi barang dan bersiap terbang ke New York.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ketika aku mengetahui bahwa Navish lebih memilih untuk mengantar obat flu untuk asistennya, sementara aku terjebak di lift dengan klaustrofobia, aku memutuskan untuk mengajukan cerai.

Navish dengan cepat menandatangani dokumen itu. Dia bahkan tertawa santai kepada temannya dan berkata, "Dia cuma ngambek. Lagian, orang tuanya sudah meninggal, dia nggak mungkin benar-benar menceraikan aku."

"Selain itu, bukankah ada masa tunggu 30 hari untuk perceraian? Kalau dia menyesal, aku bisa bermurah hati memaafkannya dan dia pasti akan kembali padaku," tambahnya sambil tersenyum percaya diri.

Keesokan harinya, dia memposting foto pasangan dengan asistennya di media sosial, lengkap dengan caption.

[ Merekam setiap momen malumu yang manis. ]

Aku menghitung hari-hari dengan tenang. Setelah memastikan semuanya sesuai rencana, aku mulai membereskan barang-barangku dan menelepon seseorang.

"Paman, tolong belikan aku tiket pesawat ke Nu York," kataku dengan suara tegas.

"Bagus sekali, Sasa. Bertahun-tahun kamu akhirnya mau kembali, Paman benar-benar senang," kata seorang pria paruh baya dengan nada riang di telepon.

Setelah aku menutup telepon, Navish membuka pintu kamar. Bersamaan dengan kehadirannya, tercium aroma parfum wanita yang asing.

"Kamu barusan telepon siapa?" tanyanya tanpa sedikit pun perhatian. Matanya tetap terpaku pada layar ponselnya, tidak melirikku sama sekali.

Aku baru hendak menjawab ketika ponselnya berdering. Dari sana, terdengar suara lembut seorang gadis, "Pak Navish, terima kasih banyak untuk obat flu yang kamu kirim beberapa hari lalu. Kalau bukan karena kamu, fluku pasti makin parah. Tanpa kamu, aku nggak tahu harus gimana!"

Navish tampaknya merasa kurang nyaman mendengarkan itu di depanku, jadi dia menurunkan volume teleponnya.

Aku diam saja, merasa percuma untuk berkata apa pun. Bukankah kami memang sudah berencana untuk bercerai? Aku menutup mulutku dan kembali mengemasi barang-barangku. Seperti biasa, aku membuatkan diriku segelas susu hangat.

Selesai berbicara di telepon, Navish duduk di sofa dengan santai sambil membaca koran keuangan seperti kebiasaannya setiap malam. Namun, dia tampak terganggu ketika tangannya tidak menemukan teh bunga yang biasa kubuatkan untuknya. Akhirnya, dia menatapku dan wajahnya menunjukkan ketidaksabaran.

"Cuma karena waktu itu aku nggak menyelamatkanmu saat lift rusak, kamu harus begini?" ucapnya dengan nada mengejek.

"Miya bilang, sepupunya seorang dokter, dan katanya klaustrofobia itu bukan masalah besar. Kamu jangan terlalu lebay."

"Lagi pula, kamu yang minta cerai, aku sudah setuju. Jadi, kenapa harus terus-terusan pasang wajah masam?"

Malam itu, aku pulang lembur sangat larut. Aku terjebak di lift yang mendadak mati listrik dengan ponsel yang hampir kehabisan daya. Klaustrofobiaku kambuh sehingga membuatku gemetar hebat. Dengan tangan gemetar, aku mencoba menelepon Navish untuk meminta bantuan.

Namun, dia hanya menjawab, "Kamu nggak bisa cari solusi sendiri? Aku lagi sibuk," sebelum menutup telepon.

Beberapa saat kemudian, ponselku mati dan aku kehilangan kesadaran.

Baru belakangan aku tahu bahwa asistennya, Miya, mendapat cuti selama beberapa hari. Rupanya, malam itu dia "sibuk" mengantar obat flu untuk Miya.

Itulah alasan aku memutuskan untuk mengajukan cerai.

"Nggak masalah. Setelah kita resmi bercerai, kamu nggak perlu lagi melihat wajah masamku," jawabku tanpa menghentikan pekerjaanku.

Aku pikir Navish akan senang mendengar itu, tetapi dia tiba-tiba menaikkan suaranya, "Jangan sampai kamu menyesal!"

Aku tetap fokus pada pekerjaanku, tidak peduli dengan emosinya. Navish akhirnya keluar rumah dengan membanting pintu.

Aku tidak ingin memikirkan suasana hatinya lebih jauh. Setelah menyelesaikan pekerjaanku, aku membuat segelas susu hangat, lalu mandi air panas sebelum bersiap tidur.

Namun, ponselku berbunyi. Pesan dari Navish masuk.

[ Aku mabuk. Datang jemput aku, sekalian bawa satu botol yogurt. ]

Aku tidak ingin pergi, tetapi pesan berikutnya langsung menyusul.

[ Kita belum resmi bercerai. Kamu masih punya kewajiban sebagai istriku. ]

Merasa lelah, aku akhirnya mempersiapkan diri dan berangkat. Ketika sampai di depan kelab tempat dia berada, suara tawa Navish dan Miya terdengar jelas dari dalam.

Pikiranku melayang ke malam saat aku pertama kali mengajukan cerai. Malam itu, Navish juga mabuk, dan salah seorang temannya bertanya, "Navish, kamu benar-benar tega menceraikan Sasa?"

Dengan nada meremehkan, dia menjawab, "Dia cuma ngambek. Orang tuanya sudah meninggal, mana mungkin dia benar-benar berani menceraikan aku?"

"Lagi pula, ada masa tunggu 30 hari untuk perceraian. Kalau Sasa menyesal, aku akan bermurah hati memaafkannya, dan dia pasti akan kembali padaku."

Dia pikir statusku sebagai yatim piatu membuatku tidak bisa meninggalkannya. Bukan karena cinta, dia hanya yakin aku tidak punya tempat untuk kembali.

Namun, dia salah besar. Aku sudah menghitung hari, dan masa penantianku hampir berakhir.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhirnya KAU Mencintaiku
8.0
Selama tiga belas tahun, termasuk dua tahun pernikahan paksa, Rea tulus mencintai Jeno. Namun, pengorbanannya sia-sia karena Jeno tetap memilih mantan kekasihnya dan memperlakukannya dengan kasar. Lelah karena cintanya tak dihargai, Rea akhirnya menyerah dan meminta cerai. Saat Rea berubah menjadi dingin dan bersiap pergi, Jeno justru mulai merasa kehilangan. Ia baru menyadari betapa berharganya sosok Rea di hidupnya justru di saat semuanya sudah terlambat.
Sampul Novel Buku Harian TKW
8.6
Impian pernikahan indah Rendra Pradhana dan Maya Septa dibayangi masa lalu kelam. Tragedi kematian Lastri yang melibatkan ayah Rendra memicu kebencian mendalam dari keluarga Maya. Walau berhasil bersatu, badai ekonomi dan konflik tiada henti menguji kesetiaan mereka, hingga memaksa Maya mengadu nasib sebagai TKW di Malaysia. Apakah kutukan leluhur Mbah Karso yang menentang hubungan mereka benar-benar nyata? Mampukah kekuatan cinta mereka bertahan melawan takdir yang begitu kejam?
Sampul Novel Dikhianati Saat Hati Masih Percaya
9.3
Nayara terpaksa menikah siri dengan Darryl Adraya demi melunasi utang. Kejadian ini membuat Arkan Ravendra kehilangan calon pengantinnya dan bersumpah untuk merebut Nayara kembali. Di sisi lain, Laras yang merupakan istri sah Darryl merasa dikhianati hingga terjerumus ke dalam perselingkuhan. Kini, Nayara terjebak di antara obsesi keluarga Arkan dan hinaan keluarga Darryl. Akankah ada cinta yang tumbuh di tengah paksaan, atau justru kehancuran yang tersisa akibat balas dendam?
Sampul Novel Nafsu Sesaat Dibayar Penyesalan
9.1
Ashley mengorbankan keselamatan dirinya demi menyelamatkan Noah tepat sebelum pernikahan mereka, yang mengakibatkan tubuhnya mengalami patah tulang parah dan wajahnya rusak akibat kecelakaan tragis. Noah tetap menikahi Ashley dan memperlakukannya dengan sangat penuh kasih sayang, membuat semua orang percaya cinta mereka tidak memandang fisik. Namun, keyakinan Ashley hancur seketika saat ia memergoki suaminya berselingkuh dengan pembantu rumah tangga mereka sendiri sejak setengah bulan yang lalu.
Sampul Novel Rahim Untuk Tn. Walikota (Menikah Karena Permintaan Istri Sah)
7.8
Kampanye calon walikota Liam Sandega mendadak kacau akibat kemunculan seorang wanita lusuh. Sambil membawa bayi laki-laki, perempuan itu mengaku sebagai istri sah Liam di hadapan publik. Kabar mengejutkan ini seketika mengguncang Dania Basman, istri Liam yang tengah hamil. Demi mengungkap kebenaran di balik klaim tersebut, Dania memilih menempuh jalur tes DNA. Mampukah pernikahan mereka bertahan di tengah badai skandal besar ini?
Sampul Novel SKANDAL PERNIKAHAN SANG CEO.
9.2
Alice Morgan, seorang yatim piatu, terjebak dalam pernikahan penuh nestapa dengan Daniel Myers. Ia hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk memberikan pewaris bagi sang CEO. Penderitaannya kian memuncak saat istri Daniel menjadikannya sasaran balas dendam yang mematikan. Nyawa Alice kini terancam oleh serbuan pembunuh bayaran yang terus mengintai. Akankah Alice mampu bertahan hidup dari segala serangan musuh dan berhasil melahirkan pewaris yang diinginkan Daniel?