APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjadi Istri Kedua Kakak Ipar

Menjadi Istri Kedua Kakak Ipar

Demi ambisi Shara yang menginginkan anak, Slavia terpaksa menjadi istri kedua bagi Rio, kakak iparnya sendiri. Sebuah kesepakatan rahasia disepakati: Slavia wajib menyerahkan bayinya dan pergi setelah bersalin. Namun, kecemburuan membakar hati Shara saat melihat kebersamaan Rio dan adiknya. Shara pun merancang siasat licik untuk mendepak Slavia segera setelah melahirkan, demi melenyapkan seluruh jejak pengorbanan sang adik dari pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ketika ayah dan ibu akhirnya kembali, Rio memberanikan diri untuk menceritakan keinginan Shara dan juga perbuatannya yang nyaris menghilangkan nyawa dirinya sendiri.

“Apa, menikah?!”

Ibu memandang bingung Slavia saat Rio memberitahukan soal keinginan Shara yang harus mereka lakukan karena keinginannya menimang anak.

Saat itu hanya ada ayah dan ibu Slavia saja, sementara asisten rumah tangga sedang keluar rumah.

“Betul, Bu. Aku ... sebenarnya aku juga tidak setuju dengan ide Shara,” sahut Rio dengan berat hati.

“Tapi Rio, Via ini adalah adiknya Shara yang berarti dia adik ipar kamu.” Ibu mencoba mencari celah. “Bagaimana mungkin Shara memilih ide seperti itu ... Apa tidak ada cara lain yang bisa kalian lakukan selain menjadikan Via sebagai istri kedua?”

“Masalahnya Shara memaksa, Bu. Dia bahkan rela melukai pergelangan tangannya sendiri karena aku menolak untuk menikahi Via,” jelas Rio putus asa.

Slavia mulai merasa simpati dengan apa yang dialami Rio sebagai suami, dia tahu bahwa kakak iparnya itu adalah orang yang setia.

“Rio, saya ingin bertemu Shara. Siapa tahu saya bisa membujuk dia untuk program bayi tabung saja,” kata ayah.

“Ibu setuju, Shara mungkin sedang dalam keadaan tertekan.”

Rio mengangguk setuju. Bersama-sama mereka berempat pergi menuju rumah sakit tempat Shara dirawat karena perbuatannya melukai diri sendiri.

“Aku tetap mau Via yang hamil, Yah ...” Shara mengungkapkan keinginannya dengan terbata-bata. “Aku nggak mau bayi tabung, terlalu lama ... aku mau anak itu dilahirkan oleh seseorang yang aku kenal dekat, dia adalah Via ....”

Ayah dan ibu saling pandang.

“Shara, jangan seperti ini.” Rio menegur.

“Aku nggak mau bicara sama kamu,” sahut Shara murung. “Kamu nggak pernah tahu perasaan aku, Mas.”

“Shara,” tegur ibu. “Tidak akan ada pernikahan antara Rio dan Via, kami tidak pernah memaksa kamu untuk segera hamil. Jadi kamu jangan merasa tertekan seperti ini.”

Shara yang sejak awal mencetuskan ide ini, hanya melempar pandangan dinginnya kepada Slavia, tapi itu lebih dari cukup untuk membuat Slavia merasa sedang dihakimi.

“Aku nggak peduli, Bu ... Yang jelas aku mau cepat-cepat menggendong bayi!” seru Shara histeris. “Kenapa sih nggak ada yang mau mengerti aku?”

Slavia menarik napas.

“Apa nggak ada ide selain menikah?” katanya heran. “Masa aku harus jadi istri kedua kakak ipar? Kenapa kamu nggak adopsi anak saja, Kak?”

“Aku nggak minta pendapat kamu! Aku ingin dalam dua minggu ini mereka segera diresmikan.”

“Apa? Dua minggu?” seru Rio kaget. “Yang benar saja—Bu, Ayah, ini gimana?”

Astaga, batin Slavia sambil memegang keningnya.

“Makin cepat makin baik,” kata Shara dengan wajah puas. “Turuti permintaan aku atau aku tidak akan mau minum obat sama sekali, silakan kalian pilih.”

“Shara, jangan seperti ini. Keinginan kamu itu mustahil untuk dilakukan, Rio tidak mungkin menikahi Via.”

Shara menundukkan wajahnya.

“Maaf Bu, tapi itu artinya kalian tidak memberikan aku pilihan,” ujar Shara lirih. “Aku mau pulang saja, aku tidak perlu dirawat ...”

Dengan gerakan cepat, Shara melepas infusnya hingga darah memercik ke seprai.

“Shara! Apa yang kamu lakukan?” Ibu menggeleng-gelengkan kepala. “Kok bisa-bisanya kamu ... Ini bagaimana ... Rio, panggilkan suster!”

Rio mengangguk pasrah. Mau bagaimana lagi, Shara sudah sangat sulit untuk dikendalikan lagi.

“Aku nggak mau diperiksa! Biar aku kehilangan banyak darah!” Shara masih menjerit-jerit. “Aku cuma mau Mas Rio menikah sama Via! Setelah dia hamil, mereka boleh bercerai dan aku yang akan merawat anaknya!”

Karena Shara terus histeris dan sulit untuk dibujuk secara baik-baik, akhirnya Rio menyerah dan setuju untuk mengabulkan keinginannya.

“Oke, aku akan menikahi Via sesuai keinginan kamu.”

Slavia membelalakkan matanya. “Kakak serius?”

“Terpaksa, Vi!” tegas Rio. “Kamu lihat sendiri situasinya seperti apa.”

“Kamu serius, Mas?” tanya Shara dengan wajah memelas. “Kamu bersedia menikahi Via demi mewujudkan keinginan aku menggendong bayi?”

Mau tak mau, Rio mengangguk.

“Sekarang aku mohon sama kamu untuk nurut sama dokter,” ujar Rio lambat-lambat. “Aku mau kamu cepat sembuh ...”

“... tentu saja! Aku harus pulih untuk mempersiapkan acara pernikahan kamu!” Shara mendadak bersemangat. “Via akan jadi istri kamu untuk sementara. Jadi aku harus bantu dia mempersiapkan diri juga ... Acaranya sederhana saja dan sebaiknya dilakukan secara tertutup ...”

Ayah dan papa ibu saling pandang, begitu juga dengan Slavia dan juga Rio.

“Boleh kami rundingan dulu, Kak?” tanya Slavia keberatan.

“Silakan.” Shara mengangguk.

Kedua orang tua mereka mendekat ke arah Slavia, sementara Rio tetap di kursinya dengan pasrah.

“Vi, kamu harus nikah sama kakak ipar kamu. Mau, ya?” bisik ibu. “Rio juga setuju, kok. Paling tidak, Shara jadi mau dirawat sampai sembuh.”

“Bu, Kak Rio itu kakak ipar aku...” ujar Slavia berat hati. “Aku belum sanggup jadi istri orang, belum nanti kalau aku betulan hamil, aku takut melahirkan ....”

“Mikirmu kejauhan, Vi,” tukas ayah. “Yang penting masalah Shara selesai dulu. Soal pernikahan kamu dan Rio, ini cuma sementara. Setelah kamu hamil dan melahirkan, kalian bisa bercerai tanpa ada yang tahu.”

“Aku belum siap menikah, Yah ...”

“Cuma sementara saja, nantinya juga kamu akan bercerai dari Rio,” tukas ayah lagi. “Kamu nurut saja, ya? Nikah dulu sama Rio biar masalah kakak kamu cepat berlalu.”

Bener-bener bencana, batin Slavia nelangsa.

Dia harus bersusah-payah menahan tangis di samping Rio sementara ayah dan ibu merundingkan hari dan tanggal pernikahan mereka bersama Shara.

Rio tidak tahu harus menghibur dengan cara apa supaya bisa meredam air mata Slavia yang mulai membanjir. Otaknya terus berpikir bagaimana caranya dia bisa keluar dari situasi sulit seperti pernikahan kedua.

“Sudah, kamu tidak perlu menangis. Pernikahan kita cuma sementara waktu saja,” kata Rio akhirnya.

“Kakak kok tenang-tenang saja, sih?” sahut Slavia sambil mengusap matanya. “Kakak senang ya sama rencana pernikahan ini?”

Rio menarik napas.

“Apa kamu tidak bisa membedakan mana ekspresi senang sama sedih?” komentarnya. “Kalau aku senang, pasti sudah dari awal aku menyetujui ide kakak kamu.”

“Terus gimana, aku kan belum siap menikah ...”

“Sama, kamu pikir aku juga siap punya dua istri?” tukas Rio. “Kamu tidak perlu khawatir, sekali lagi ini cuma sementara saja—daripada Shara mencoba menyakiti dirinya lagi ....”

“Ya sudah, apa boleh buat.” Slavia mengusap matanya yang sembab.

Hari pernikahan tiba, hanya dalam hitungan menit saja Slavia akan mengukir sebuah sejarah baru dalam hidupnya. Sekaligus mengubah status dirinya yang semula masih lajang menjadi seorang pengantin atas dasar paksaan kakaknya sendiri.

Shara memasuki kamar Slavia untuk menjemputnya turun ke bawah.

“Vi, petugasnya sudah datang. Kamu sudah siap kan?” tanya Shara sambil mendekati adiknya yang sedang merapikan baju kebaya.

“Sudah, Kak. Tinggal mempersiapkan mental saja yang rasanya nggak pernah siap,” jawab Slavia mengandung sindiran.

“Kamu tenang saja, asal kamu cepat hamil maka kamu akan semakin cepat terbebas dari pernikahan ini.” Shara berkomentar santai.

Bersambung—

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menyelamatkan Pujaan Hati Suamiku
9.2
Sebuah kecelakaan pesawat tragis mengubah hidupku selamanya. Steve memberikan parasut terakhir padaku hingga aku selamat, sementara adik tiriku, Paula, tewas tanpa jasad. Meski tetap menikahi diriku, Steve menyimpan dendam mendalam selama enam tahun pernikahan karena mengira aku penyebab kematian Paula. Saat perceraian tiba, ia justru mengajakku mati bersama di lokasi kecelakaan. Namun, takdir membawaku kembali ke hari bencana itu. Kini, aku memilih menyerahkan parasut itu kepada Paula.
Sampul Novel Benih Lain di Kandungan Istriku
8.9
Kehidupan rumah tangga Kian mendadak terguncang setelah ia menemukan alat tes kehamilan positif di dekat ranjangnya. Penemuan ini langsung mengarahkan kecurigaannya kepada sang istri, Aurelie. Namun, rahasia kelam membayangi benak Kian; secara medis ia divonis mandul dan tidak mungkin memiliki anak. Kini, ia didera tanya besar tentang siapa pemilik sebenarnya dari benda itu. Benarkah Aurelie tega mengkhianatinya dan mengandung anak dari pria lain?
Sampul Novel CINTA DI ANTARA TASBIH DAN ROSARIO
8.5
Pertemuan dua insan ini harus berhadapan dengan takdir yang rumit. Hubungan cinta yang mendalam di antara mereka terhalang oleh jurang perbedaan keyakinan yang begitu kokoh. Meski sang pria terus mendekap erat dan meyakinkan kekasihnya bahwa cinta mereka tulus, benturan dogma agama tetap menjadi ujian yang sangat berat. Di tengah kepasrahan pada garis jodoh yang telah digariskan Tuhan, mampukah cinta mereka bertahan saat takdir justru perlahan memaksa keduanya untuk saling melepaskan?
Sampul Novel Dendam Cinta Sang Miliarder
9.4
Sagara Tyson Murphy dirundung duka mendalam setelah kematian tragis tunangannya, Janessa. Ia meluapkan kemarahannya pada Aluna Jaylee Morris, sosok yang dituding bertanggung jawab atas kecelakaan maut tersebut. Tak rela melihat Luna hidup bebas, Saga memaksanya menikah demi membalas dendam secara langsung. Demi melindungi orang-orang tercinta, Luna rela menanggung segala siksaan Saga. Namun, akankah kebencian Saga goyah saat tabir kebenaran perlahan mulai tersingkap?
Sampul Novel DINIKAHI KONGLOMERAT
9.3
Lamaran Ashraf, sang pewaris takhta kekayaan, membawa badai dalam hidup Sinta. Ia dituduh memakai guna-guna melalui teror gelap, sementara sepupunya terus menghina latar belakang sosialnya yang miskin. Di tengah tangis sang ibu yang meratapi nasib mereka, Sinta memilih tetap teguh berdiri. Berbekal keyakinan bahwa kehormatan sejati bersumber dari Tuhan, bukan materi, ia melangkah maju demi meraih restu tulus ibunya.
Sampul Novel RUSSIA WITH LOVE,
7.9
Kepercayaan Adiba hancur saat mengetahui Adit berkhianat di Indonesia. Padahal Adiba setia di Rusia, sementara Adit gemar bermain wanita dan berbohong. Adiba juga menolak nikah siri demi kehormatan orang tuanya di Pakistan. Di tengah luka, Syden datang membawa cinta lama dari masa kuliah untuk menghapus air matanya. Didampingi sahabatnya, Rowena dan Morgan, Adiba bangkit menata hidup dan menemukan ketulusan sejati yang tak pernah ia dapatkan dari Adit.