APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif

Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif

Amber, wanita yang kerap dicap sebagai anak haram dan diabaikan keluarganya, harus menghadapi takdir rumit saat dipaksa menjadi istri dadakan bagi Reyvan. Reyvan adalah seorang CEO dingin dan angkuh yang sejak awal memperingatkan Amber untuk menjaga jarak serta tidak jatuh cinta kepadanya. Pernikahan mereka bahkan dibatasi oleh tenggat waktu perceraian yang telah ditentukan. Namun, seiring berjalannya waktu, sang CEO justru menyadari bahwa ia tidak sanggup hidup tanpa kehadiran Amber di sisinya.
Bab
Bagikan

Bab 4

. Tugas Istri

Siska, pembantu itu tersenyum miring, samar. "Baru sehari sudah sok mau atur-atur rumah. Anda memang Nyonya. Tapi tidak diakui di keluarga ini. Urusan Tuan Rey, dari dulu saya yang tangani. Lebih baik jaga sikap. Jangan sampai bikin Tuan marah di awal."

Amber menatapnya lama. "Kalau kamu tidak mau kasih tahu, tidak masalah. Aku tinggal tanya langsung sama Reyvan atau Opa. Nanti biar mereka yang nilai, pembantu rumah ini melawan perintah istri sah Reyvan Kalingga. Dan asal kamu tahu, semua ini juga perintah dari mereka."

Siska menegang, matanya membelalak. Senyum kecut langsung terbit, menahan geram. "Ikut saya!"

Amber mengikuti Siska menuju meja kecil dekat dapur. Siska duduk lebih dulu, menyilangkan kaki, lalu mulai bicara dengan ritme cepat.

"Tuan Rey suka warna gelap seperti hitam, biru navy, abu-abu tua. Bajunya harus disetrika kering, kancing dicek satu-satu. Dasi harus cocok sama warna jam tangannya, bukan bajunya. Sepatu ganti setiap hari, sesuai kegiatan. Tapi jangan pernah coba bereskan ruang kerja atau kamarnya tanpa izin. Dia benci kalau barangnya berpindah dan disentuh sembarangan."

Amber hanya mengangguk kecil, menyerap semua dan mematri dalam ingatannya.

"Pagi-pagi, yang bangunkan Tuan ya saya. Sarapan ringan, roti gandum, salad kecil, kopi hitam. Makan malam, kalau dia minta. Biasanya grilled salmon, beef steak, atau ayam kukus dengan butter garlic. Sayur harus segar, buah dingin, dan dia nggak suka makanan manis. Nggak ada alergi, tapi tuan paling benci kalau makanan terlalu asin atau terlalu banyak rempah. Dia orangnya presisi."

Siska berhenti, menatap Amber dengan alis terangkat. "Paham?"

Amber tersenyum kecil. "Sangat."

Lalu Amber menatap lurus.

"Mulai hari ini, selama aku ada di rumah ini, aku sendiri yang akan urus semua keperluan tuan kalian. Tidak akan merepotkan kalian."

Wajah Siska langsung berubah. Perempuan 33 tahun itu berdiri mendadak.

"Ya terserah! Asal jangan sampai Anda mengacaukan selera dan mood Tuan aja. Sekali tuan marah, semua bisa kena," dengkusnya ketus.

Amber berdiri tenang. "Terima kasih sudah menjelaskan."

Siska mendesis pelan, lalu berbalik, berjalan kembali ke arah dapur.

Setelah itu, satu persatu apa yang jadi tugas Amber dilakukan. Hingga tiba saatnya dia harus membangunkan suaminya.

Ini pertama kalinya dia akan masuk kamar utama suaminya. Dia mengetuk pintu dulu, tanpa menunggu jawaban, dia langsung masuk.

Begitu masuk, dia menelan ludah saat melihat sosok suaminya.

"Mau apa kamu di kamarku?!" Reyvan terbelalak saat melihat Amber berdiri masuk kamarnya.

Amber langsung berbalik. Wajahnya memerah seketika. Saat masuk tanpa mengetuk, dia langsung disuguhi pemandangan tubuh kekar suaminya yang hanya dibalut handuk putih melilit pinggang. Otot perutnya terukir jelas, dada bidangnya tampak masih sedikit basah.

Reyvan mendesis. Tatapannya tajam bak belati, lalu dia kembali membentak.

"Kenapa belum pergi?!"

Amber menunduk, masih posisi menyamping. "A-aku mau membangunkanmu dan menyiapkan baju."

Reyvan terkekeh. "Mau membangunkanku? Tidak lihat ini jam berapa? Dan apa kamu nggak tahu, yang biasa menyiapkan baju itu pengurus rumah pria?"

Amber terdiam. Barulah dia sadar kalau Siska membohonginya. Tapi dia tidak boleh mundur sekarang. Terlanjur masuk ke kamar itu, harus ada yang bisa dibalikkan.

Perlahan Amber memutar tubuh, meski tatapannya tetap ke bawah. "Bukannya kamu bilang sendiri kalau aku juga harus mengurus keseharianmu? Dan bukannya menyiapkan baju termasuk urusan keseharianmu?"

Reyvan mengatup matanya sebentar. Ya, dia memang mengatakan soal itu.

Amber menarik napas dalam. "Mulai sekarang, aku yang akan mengatur semua soal kebutuhanmu di rumah ini. Termasuk membangunkanmu setiap pagi dan menyiapkan baju kerjamu."

Reyvan tersenyum tipis. Tatapannya tajam, menyiratkan banyak hal yang tak bisa ditebak. Sungguh, dia makin penasaran dengan wanita yang menjadi istrinya itu.

Beberapa saat kemudian, Reyvan berbalik, melangkah menuju walk-in closet. "Ikuti aku kalau kamu memang mau menyiapkan bajuku."

Jantung Amber berdetak tak karuan. Dia sedikit gemetar. Jujur saja, selama pacaran dengan Dion dulu, dia bahkan belum pernah melihat Dion bertelanjang dada.

Sampai di walk-in closet, Amber tertegun.

Ruangannya tidak sempit. Rak-rak tinggi memenuhi sisi dinding, berisi jas-jas mahal dari desainer ternama, kemeja-kemeja limited edition, tak sedikit dasi dari luar negeri, dan deretan parfum pria high class. Di pojok ruangan, ada lemari kaca berisi koleksi jam tangan eksklusif dan rak sepatu formal dari kulit asli, mengkilap sempurna.

"Kenapa masih diam? Suara Reyvan membuyarkan lamunan Amber. "Aku ada meeting pagi ini, dan kamu cepat ambilkan setelan jasku."

"O-oh, iya!" Amber lekas bergerak. Matanya menyapu jajaran kemeja dan jas. Setelah berpikir sejenak, dia mengambil setelan jas berwarna midnight blue dengan potongan slim fit. Dia padukan dengan dasi sutra hitam bermotif garis tipis silver, dan jam tangan hitam berlapis platinum dengan desain elegan.

Reyvan hanya melipat tangan, memperhatikannya dari balik cermin panjang di sisi kanan. Sudut bibirnya sedikit terangkat.

Amber meletakkan jas dan kemeja pada stand hanger berdiri di sudut ruangan, sekat cermin panjang. Dasi dan jam tangan dia letakkan rapi di atas meja kaca bundar.

"Kemarin kita baru menikah. Sekarang kamu sudah masuk kerja? Nggak takut jadi omongan publik?" tanya Amber lirih.

"Aku tidak peduli dengan opini publik. Kamu juga bisa mulai kerja lagi besok. Jangan hari ini," balas Reyvan datar

Amber mengangguk. "Baik. Kalau begitu aku akan keluar dulu."

"Tunggu!"

Langkah Amber terhenti. Tubuhnya mematung. Ingin menghindari tatapan Reyvan, tapi matanya masih sempat mencuri pandang.

Pantas Reyvan dikagumi para wanita. Wajahnya tampan dengan garis tegas, karismanya mendominasi, tubuhnya tinggi atletis, dan suara beratnya mampu membuat detak jantung tak karuan. Belum lagi statusnya sebagai CEO muda dengan kekayaan luar biasa.

Reyvan mengambil kemeja dari gantungan, lalu mulai memakainya di depan cermin. Dan detik itu juga, dia menyadari kalau tatapan Amber belum beranjak dari dirinya.

Tanpa menoleh, Reyvan tersenyum tipis. "Kemari!"

Amber melangkah pelan ragu. "Ada apa?"

Reyvan berbalik, tubuhnya kini tepat menghadap Amber. "Kancingkan!" ucapnya pelan tapi tegas.

Amber membeliak. "Apa?"

"Kamu bilang mau mengurus semua keperluanku. Kenapa masih tanya? Jangan bilang mau keluar sebelum selesai melakukan tugas." Reyvan menyeringai tipis.

Mata Amber masih membelalak. Jarak mereka begitu dekat. Dada bidang Reyvan dan otot perutnya yang nyaris sempurna membuat napasnya tercekat.

"Mengurus bukan berarti sampai mengancingkan kemeja. Tadi aku sudah menyiapkan baju dan lainnya. Kalau ada perlu lain, silakan katakan. Tapi yang ini, tidak," gumamnya gugup. Wajah Amber kian memerah. Jantungnya juga berdetak makin kencang.

Reyvan menatapnya lekat senyumnya tipis. "Kalau bukan istriku yang mengancingkan kemeja, apa aku harus panggil pembantu?"

Amber menatap tajam kesal. Setelah mengancingkan baju, apalagi yang mau Reyvan lakukan?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alpha Selingkuh dengan Penyelamatku
8.0
Demi menyelamatkan kekasihnya yang berdarah langka pascakecelakaan mobil fatal, Alpha Lucian Stone rela melakukan apa saja. Ia pun memaksa Rosalie Hayes menjadi pendonor tetap demi menjamin ketersediaan stok darah darurat bagi pasangannya tersebut. Rosalie dipaksa menyumbangkan 400cc darahnya setiap hari. Meski prosedur medis kejam ini sangat menyiksa dan membebani fisik Rosalie, Lucian tidak peduli demi keselamatan belahan jiwanya.
Sampul Novel Balas Dendam : Kembalinya Sang Miliarder
8.0
Di rumah sakit mewah Chicago, kebahagiaan Florence melahirkan putra kandungnya hancur seketika. Nelson Gonzales, sang presiden sekaligus ayah dari bayi itu, justru menunjukkan kebencian mendalam. Nelson menolak mengakui darah dagingnya sendiri dan tega menghina Florence. Konflik memuncak saat Nelson mengancam akan membuang bayi malang tersebut. Saat Florence berusaha menenangkan bayinya dengan menyusui, Nelson malah menuduhnya melakukan tindakan keji itu demi merayunya.
Sampul Novel Dokter, Aku Cinta Kamu
8.0
Kehidupan Raka, dokter spesialis penyakit dalam, berubah sejak mengoperasi usus buntu Dea. Gadis itu terobsesi mendekatinya, bahkan nekat mengaku sebagai pacarnya di depan orang tua Raka. Awalnya Raka merasa risi, namun semua berubah ketika Dea bertunangan dengan pria bernama Rafa. Kehilangan Dea membuat Raka menyadari perasaan cintanya. Begitu mengetahui pertunangan Dea telah batal, kini giliran Raka yang berjuang mengejar kembali hati gadis itu.
Sampul Novel I Love You Pak Tua
8.7
Viona jatuh cinta pada bosnya, Raka, pria berumur 47 tahun. Benih asmara itu tumbuh saat ia menyamar sebagai kekasih sewaan demi membahagiakan ayah Raka yang sedang sakit. Walau cintanya tak berbalas, ia tidak menyerah. Kendala besar muncul saat orang tua Viona menolak keras hubungan beda usia ini karena cemas akan masa depannya. Mereka lalu menjodohkannya dengan Revan, sahabat dekatnya. Kini, Viona harus memilih: terus mengejar Raka atau pasrah pada perjodohan.
Sampul Novel Kecurangan Maduku
9.5
Demi masa depan anak-anak dan ekonomi keluarga, Andin Rosemala rela bekerja keras di perantauan. Ia sangat memegang teguh kesucian pernikahan bersama Rendy Prawira. Sialnya, di saat Andin berjuang di kota lain, Rendy malah tega berkhianat dan diam-diam menikahi Ayu. Menghadapi kepedihan atas kecurangan sang suami, sanggupkah Andin bertahan? Akankah Rendy meninggalkan istri mudanya, atau justru Ayu yang akan merebut kendali atas segalanya?
Sampul Novel Pembalasan Atas Kekejaman Suamiku
8.7
Perubahan drastis sikap suami sejak masa kehamilan memasuki usia tujuh bulan menyisakan tanda tanya besar. Saat malam tiba, ia mendadak menjadi sosok yang sangat bergairah dan menuntut keintiman dalam kegelapan total. Meski membingungkan, perubahan tekniknya yang luar biasa justru membangkitkan hasrat sang istri hingga desahan mereka menggema di seluruh penjuru rumah setiap larut malam. Keanehan memuncak di siang hari, ketika sang suami kembali menjadi pria yang sangat sopan dan bahkan tidak berani menyentuhnya sama sekali.