APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikahlah Denganku, Pak!

Menikahlah Denganku, Pak!

Dua kali gagal menembus ujian masuk perguruan tinggi membuat Hanifa, seorang gadis dari keluarga terpandang, merasa sangat putus asa. Di tengah situasi sulit ini, ia mengambil langkah nekat dengan mengajak guru les privatnya menikah. Walau lamaran tak biasa itu langsung ditolak dan dianggap sebagai lelucon belaka, Hanifa tetap teguh pada pendiriannya. Akankah keputusan impulsif ini berujung manis, atau justru menjadi babak kegagalan baru dalam hidup Hanifa?
Bab
Bagikan

Bab 2

Hening. Selama beberapa detik setelah Hanifa melontarkan sebuah kalimat yang tidak pernah Saka duga sebelumnya. Dua ekor burung gagak yang melintasi langit oranye di luar pun mengeluarkan suara kikuknya menambah kesan canggung di antara mereka.

“Apa?” , tanya Saka tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

Siaran ulang. Sejak kecil Hanifa tidak pernah menyukai siaran ulang. Baik itu acara di televisi ataupun saat ia sedang mengatakan sesuatu. Ia benci ketika harus mengulangi perkataan yang baru saja ia katakan, terlebih lagi pembicaraan yang mempertaruhkan harga dirinya ini.

Hanifa mengulum bibirnya dan memejamkan matanya sejenak untuk meredakan rasa kesalnya selama beberapa detik sebelum kembali menunjukan senyum ramah yang ia paksakan.

“Menikahlah denganku. Aku meminta bapak untuk menikah denganku. Aku berjanji tidak akan menjadi istri yang merepotkan. Bagaimana?”

“Kau bercanda?”

“Apa wajahku terlihat seperti seseorang yang sedang melucu?”

“Iya.”

Sial. Gerutu Hanifa dalam hati. Sepintas, terlihat jelas kilatan listrik kekesalan pada wajahnya.

“Aku serius, Pak. Menikahlah denganku. Aku membutuhkanmu!” 

“Hmm, bagaimana aku harus mengatakannya padamu, ya..” , balas Saka berpura-pura mempertimbangkan kembali tawaran dari Hanifa. 

“Kenapa? Apa aku kurang cantik? Apa aku bukan tipe idealmu?” 

Saka menepuk kedua pahanya kompak dengan kedua tangannya dan beranjak berdiri dari kursinya, “Yah, itu salah satunya. Tetapi hal lainnya,” 

Gerak mata dan wajah Hanifa pun bergerak perlahan, tidak ingin melepaskan pandangannya dari wajah Saka, menanti jawaban dengan gugup. 

Hanifa tidak memperhatikan gerak tangan kanan Saka yang mengusap-usap jari tangan kirinya.

Selanjutnya, Saka pun mengangkat tangan kirinya menampilkan dengan jelas sebuah cincin mengkilap sudah melingkar di jari manisnya, “Aku sudah bertunangan.” 

Tiba-tiba saja terdengar petir di luar padahal langit berwarna oranye cerah. Saka sampai bergidik mendengarnya, sementara Hanifa masih mematung di tempatnya, tidak goyah sedikitpun seakan petir itu adalah ulahnya.

“Aku sudah bertunangan.” 

Ada hal yang lebih memukul diri Hanifa dibandingkan suara petir dadakan tadi, yaitu penolakan yang baru saja ia terima. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya, Hanifa mengajak seseorang untuk menikah dengannya. Meskipun sudah terpikirkan sebelumnya bahwa ada banyak sekali kemungkinan dirinya akan ditolak dibandingkan kemungkinan dirinya akan diterima, Hanifa yang memang memiliki sifat ambisius sejak dulu, lebih memfokuskan dirinya pada harapan besar yang ia miliki dibandingkan fakta yang ada. 

“Maaf ya, aku menolak lamaranmu. Tetapi mau bagaimana lagi. Ah, mungkin jika lamaranmu datang tiga tahun lebih awal, bapak akan mempertimbangkan kembali tawaranmu.” , ujar Saka dengan senyum tanpa dosa, meskipun niat dalam hatinya jelas sekali ingin mengolok-olok Hanifa yang sudah lancang sekali berbicara seperti itu pada gurunya sendiri. 

Hanifa mempoutkan bibirnya sebal, “Kalau begitu apa bapak bisa berpura-pura menikah denganku? Aku hanya butuh status menikah dengan bapak, itu saja.” , rengek Hanifa dengan tatapan meminta belas kasihan. 

Saka menepuk dahinya begitu mendengar kekonyolan lainnya yang keluar dari mulut Hanifa, “Berapa sih umurmu tahun ini? Bagaimana mungkin menikah hanya untuk mendapatkan status saja, kau ini. Berhentilah berangan-angan, lebih baik belajar dengan giat dan dapatkan nilai sempurna. Apa kau tahu, latihan tadi kau menjawab sepuluh soal saja butuh waktu satu jam lamanya?” , katanya sambil membereskan barang-barangnya, bersiap untuk pulang. 

“Apa jika aku belajar dengan giat dan mendapat nilai sempurna, bapak akan mau menikah denganku?” , tanya Hanifa tidak ingin menyerah sampai ia mendapatkan kesepakatan yang diinginkan. 

Ini adalah pertama kalinya bagi Saka mempunyai murid yang begitu keras kepala dan berani seperti Hanifa. Tidak dapat terbayangkan olehnya jika ia memiliki lima murid seperti Hanifa, mungkin sudah lama ia pensiun dari profesinya sekarang ini dan mencari pekerjaan lain atau mungkin melanjutkan kembali program studinya ke jenjang yang lebih tinggi. 

“Tidak. Itu tidak akan mengubah jawabanku, Hanifa.” , kata Saka menekankan kata-katanya di akhir kalimat, “Aku tetap tidak akan menikah denganmu bahkan jika kau mendapatkan penghargaan Nobel. Karena apa? Karena aku sudah bertunangan. Kau mengerti arti kata bertunangan, kan?” 

Hanifa menurunkan bahunya lesu dan tidak menjawab Saka lagi. Ia sadar ini adalah waktu untuknya berhenti memohon. 

“Sudah, lupakan pikiran untuk menikah denganku. Lebih baik sekarang kau fokus dengan pelajaranmu. Ingat, waktumu hanya tersisa enam bulan lagi.” , ancam Saka dengan senyum yang dipaksakan. 

“Aku pergi dulu. Pastikan kau sudah menguasai materi hari ini. Aku akan datang lagi besok siang.” , katanya lagi sebelum berbalik pergi. 

“Tsk, tapi aku harus menikah denganmu.” , keluh Hanifa pelan sambil menatap sebal punggung Saka yang bergerak menjauh darinya. 

Tanpa Hanifa ketahui, kalimatnya masih mengiang-ngiang dalam kepala Saka dan membuatnya menggeleng-geleng dengan senyum geli di wajahnya. Hari ini benar-benar berbeda dengan hari-harinya yang lalu sejak pagi tadi di mana ia kejatuhan mangga saat sedang melihat perkembangan tanaman hias yang ia tanam di pekarangan sekolah. Dan siapa yang menyangka, pada sore harinya ia akan mendapatkan lamaran dari salah satu muridnya. 

“Kalau begitu bisakah bapak putus dengan tunangan bapak dan menikah denganku saja?!” , ujar Hanifa dengan suara lantang mengejutkan Saka yang baru saja membuka pintu kamar. 

Saka menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Hanifa dengan wajah serius, tanda perkataan Hanifa barusan sudah kelewatan. 

Hanifa tentu bisa melihat peringatan yang Saka berikan dari kilatan mata yang tengah menatapnya tajam itu. Buru-buru Hanifa bangun dari kursinya, bergegas mendorong Saka keluar dari kamarnya, dan tak lupa memberikan bungkukan hormat sebelum menutup pintu kamarnya. 

“Dia ini benar-benar..” , gumam Saka tidak habis pikir dengan anak muridnya yang satu itu. 

“Cih, sombong sekali dia ini.” , gerutu Hanifa, “Jika bukan karena keadaan, tidak sudi sekali aku memohon-mohon agar dia mau menikah denganku.” 

“Yah benar, aku terlalu sempurna untuk dimiliki siapapun.” , komentarnya lagi. Kepercayaan dirinya sudah kembali.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Accidentally Fall For You
9.6
Arsenio Orlando Lazcano, CEO Lazcano's Corps yang bergelimang harta dan karisma, menyimpan rahasia kelam sebagai sosok yang tak ragu menghabisi nyawa. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang gadis lugu nan berhati mulia dalam sebuah insiden tak terduga. Kontrasnya sifat mereka justru memicu rasa penasaran Arsenio. Perlahan, ketertarikan itu berubah menjadi obsesi mendalam terhadap kepolosan sang gadis yang kini mulai menjungkirbalikkan sisi gelap hidupnya.
Sampul Novel CEO Bucin
9.2
Amanda, gadis sederhana dari panti asuhan, harus menjalani pernikahan tanpa cinta bersama Antonio, seorang CEO tampan yang dingin. Sikap suaminya yang acuh tak acuh membuat Amanda sangat menderita hingga hampir menyerah pada rumah tangga mereka. Namun, di tengah keputusasaan Amanda, Antonio perlahan menyadari bahwa sang istri telah mengubah dirinya menjadi sosok yang lebih baik. Ia pun mulai berbalik mengejar cinta Amanda. Bisakah Amanda membuka hatinya kembali?
Sampul Novel Cinta tak terduga dari pembantu menjadi menantu
8.7
Sari telah lama mendedikasikan dirinya sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga Hartanto. Kehidupan tenangnya mulai berubah saat putra sulung keluarga itu, Rendra, kembali dari luar negeri. Ketulusan yang dimiliki Sari perlahan memikat hati Rendra hingga ia menyadari betapa istimewanya sosok wanita tersebut. Benih-benih cinta yang tidak pernah diduga sebelumnya pun mulai tumbuh mekar di antara mereka berdua.
Sampul Novel Cintanya, Penjaranya, Putra Mereka
7.9
Brama Wijaya memenjarakanku lima tahun akibat fitnah membunuh Kania. Pasca bebas, siksaan kejam di kandang anjing dan paksaan obat mandul harus kutanggung. Saat Kania terbukti hidup, Brama membiarkan adikku tewas di tangannya. Aku memilih mati demi balas dendam. Kini, aku terbangun di hari kebebasanku dahulu. Lewat kesempatan kedua ini, aku bersumpah menyeret Brama dan Kania ke neraka atas semua penderitaan yang mereka perbuat.
Sampul Novel DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA
8.4
Elsa, gadis desa yang polos, harus menjalani pernikahan dingin dengan Landon, sang pewaris Parker Group. Demi memenuhi wasiat sang kakek, Landon justru tega menyiksa Elsa hingga terpuruk. Di tengah penderitaan tersebut, sang ayah mertua, Alex Parker, datang mengulurkan tangan demi tanggung jawabnya. Namun, interaksi yang intens memicu ketertarikan terlarang bagi sang miliarder. Mampukah Alex meredam gairahnya pada Elsa, atau ia justru akan menyerah pada godaan tersebut?
Sampul Novel Tujuh Tahun Kebohongan, Aku Kembali dengan Dendam
9.3
Demi mengobati putranya, Alya Diani rela menderita sebagai pembersih TKP selama tujuh tahun. Tragisnya, pengorbanan itu hanyalah eksperimen sosial kejam dari kekasihnya, Bima. Setelah dihina dan ditolak anaknya sendiri demi wanita lain, mereka mengira Alya hanyalah rakyat miskin biasa. Padahal, ia adalah putri kandung dari keluarga kaya Darmawan. Begitu kebenaran terungkap, Alya pun pulang ke keluarganya untuk menuntut balas atas segala rasa sakitnya.