APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikahi Pria Lumpuh

Menikahi Pria Lumpuh

Kehidupan Gea Athena hancur setelah dikhianati suaminya sendiri. Tanpa ampun, ia dijual senilai tiga miliar rupiah kepada pria lumpuh yang asing baginya. Tragedi memilukan ini memaksa Gea masuk ke babak baru yang gelap. Kini, ia terjebak dalam kesepakatan bisnis kejam dan harus menghadapi takdir bersama pemilik barunya tersebut. Inilah kisah perjuangan dan romansa modern di tengah pahitnya pengkhianatan.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Antarkan nona ini pulang dulu," kata Ismail seraya menoleh ke arah salah satu pria tinggi besar yang sebelumnya menjemput Athena dan Bima.

"Baik, pak. Ayo nona ikuti aku," sahut pria asing itu lalu kemudian meraih bahu Athena dan menggiringnya pergi.

Namun Athena menepisnya. Ia menatap penuh protes ke arah Bima-

"Mas, ini ada apa sebenarnya? Kenapa tiba-tiba kayak gini?"

Helaan napas berat terdengar dari Bima. Ia kemudian tersenyum hangat dan menghampiri Athena, seraya mengulurkan tangannya untuk mengusap lembut puncak kepala Athena.

Ini pertama kalinya Bima bersikap selembut ini, dan hal ini membuat Athena sempat membeku dan tersihir untuk beberapa saat.

"Kamu pulang duluan aja, ya? Aku ada urusan pekerjaan yang harus dibicarain sama pak Mandor dulu," jawabnya berbohong.

"Pekerjaan apa?" tanya Athena bingung. Sebab, ia bahkan tak mengerti dengan sikap Bima.

Tadi dia menyeretnya kasar, lalu tiba-tiba jadi bersikap selembut ini. Bima bahkan mengubah panggilannya jadi 'Aku-kamu'... sangat aneh.

"Eng... ini rahasia, tapi nanti aku ceritain semuanya ke kamu, aku janji. Sekarang kamu pulang duluan aja, ya? Kamu kan katanya kurang sehat."

Bima merangkul pundak Athena lalu menuntun dan meyakinkannya untuk ikut pria asing itu dan segera pulang.

"Hati-hati di jalan... aku pulang setelah selesai," seru Bima melambaikan tangannya mengiringi Athena yang pergi di antarkan oleh mobil itu.

Di detik berikutnya, ekspresi wajah Bima berubah. Ia kembali memasang wajah datar, lalu kemudian bergegas masuk ke dalam rumah.

"Gimana, pak Mandor? Perempuan tadi itu namanya Athena... Athena Salindri. Dia cantik, kulitnya putih, badannya juga bagus. Kalo tuan Brian membelinya, tuan Brian bisa ngejual dia lagi ke tempat pelacuran. Dia pasti bakal laku dengan harga yang lebih mahal dan-"

Bima tak menyelesaikan kalimatnya, ketika Ismail meliriknya tajam.

"Tuan Brian akan membayar 3 Milyar, sesuai dengan jumlah total hutangmu."

"4... saya mau 4 Milyar, karena saya juga mau diuntungkan. Saya butuh uang untuk kebutuhan hidup dan lainnya," cetus Bima bernegosiasi.

"Kau ini diberi hati malah minta jantung," desis Ismail marah.

Ia mendelik tajam, lalu kemudian melirik kembali ke arah Brian untuk sekadar menemukan tuannya itu berbicara padanya menggunakan bahasa isyaratnya-

(Berikan saja uang sesuai harga yanng dia minta. Perempuam itu harus jadi miliku, Ismail.)

Mengerti semua kalimat itu, Ismail pun menganggukan kepalanya.

"Oke, Bima. Karena tuanku menyukai barang yang kau tawarkan, jadi tuanku akan membayar dengan harga yang sesuai dengan yang kau minta. Dalam waktu dekat aku akan menjemputnya, jadi kau pastikan barang yang kau jual itu dalam kondisi bagus, dan kau tidak boleh menyentuhnya ataupun menyetubuhinya. Kalau itu terjadi, kau harus membayar mahal."

"Iya, terserah. Pokoknya jadi 4 Milyar, kan? Deal?" Seru Bima dan dengan begitu bersemangat mengulurkan tangannya.

"Deal," sahut Ismail seraya menerima uluran tangan itu.

***

Suara derit pintu rumah yang reyot itu membuat Athena berjingkat bangun dari pembaringannya, dan dengan tertatih-tatih segera keluar dari kamarnya.

"Mas... kamu pulang?" suara Athena langsung menyapa begitu ia mendapati Bima baru saja selesai menutup pintu.

Athena melirik jam dinding yang menunjukan pukul 7 malam, membuatnya jadi semakin mengerutkan kening menatap penuh tanya ke arah Bima.

"Kamu lama banget di rumah orang kaya itu, sebenarnya ada apa? Pekerjaan apa yang kamu bilang itu? "

"Hei... tenang dulu. Ayo duduk dulu, biar aku jelasin."

Dengan lembut, Bima meraih tangan Athena dan mengajaknya untuk duduk di sebuah kursi bambu yang ada di salah satu sudut ruangan.

"Dengar, kamu tahu kan aku punya banyak hutang?"

Athena mengangguk.

"Nah, sebenarnya aku menemui tuan Brian dan pak Mandor itu buat bicara soal hutang. Tuan Brian mau aku kerja di rumahnya, makanya aku ajak kamu ke sana karena tuan Brian dan pak Mandor katanya harus tahu siapa aja anggota keluarga yang harus aku tanggung." Bima memaparkan panjang lebar.

Walaupun awalnya terlihat ragu, tetapi pada akhirnya Athena pun menghilangkan keraguannya.

"Hutangnya berapa? Apa uang yamg selalu kamu ambil dari aku itu masih gak cukup? Apa tetep gak cukup buat ngelunasin hutangnya?"

"Gaji kamu cuma 20 ribu sehari mana cukup? Buat judi aja aku harus pinjem duit ke si Brian itu, sampe akhirnya hutangnya membengkak. Mana mungkin bisa dilunasi kalo ngandelin uang kamu aja," pungkas Bima sedikit emosi.

Beberapa kali ia menghela napas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan untuk sekadar menekan emosinya agar tidak meledak-ledak. Sebab, Bima takut rencananya hancur jika ia hilang kendali.

Sudah sejauh ini, tidak mungkin ia mengacaukannya hanya karena emosi sesaat.

"Hutangnya berapa juta? Kalo kamu kerja sama tuan Brian, apa hutangnya bakal lunas? Atau-"

Cup

Athena menjeda kalimatnya saat tiba-tiba Bima mengecup bibirnya singkat.

"Jangan banyak tanya, ya? Aku pusing," ujar Bima tenang.

Kemudian ia meraih dagu Athena, dan kembali mengecup bibir itu. Hanya kecupan ringan, tapi lambat-laun, kecupan singkat itu mulai berubah jadi ciuman panas.

Bima menyapu lembut bibir Athena. Melumat dan memagut bibir itu dengan rakus, seperti orang yang begitu kehausan.

"M-Mas," cicit Athena di sela-sela ciuman Bima padanya.

Kemudian, Athena mengerang saat tangan Bima menyelusup masuk ke dalam dasternya dan perlahan meraba perutnya.

Tangan Bima terus meraba, dan mulai bergerak meraba ke atas, sampai-

"Mas!" Athena mengerang dan tersentak saat tangan Bima menangkup dadanya.

Seolah tak peduli, Bima tetap menggerayangi tubuh Athena. Ia terus melumat bibir Athena dengan penuh nafsu.

Tubuhnya membara.

"Kita pindah ke kamar," kata Bima setelah menyudahi ciuman panasnya.

Napas keduanya terengah-engah, sama-sama kehabisan napas.

Athena menarik napas dalam-dalam, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, lalu kemudian menghembuskan napasnya pelan.

"Aku gak bisa, mas. Aku gak bisa berhubungan sama kamu dulu," tolak Athena dengan takut-takut karena khawatir Bima akan kembali mengamuk dan menyiksanya lagi.

"Kenapa?" tanya Bima seraya menundukan kepalanya untuk beralih menelusuri leher jenjang Athena dan meninggalkan bekas merah di sana.

"Aku... baru keguguran...." Athena menjawab dengan tersenggal-senggal, disela-sela erangannya karena kegiatan Bima yang masih menciumi lehernya.

Mendengar itu, Bima pun seketika mematung di tempatnya untuk beberapa saat, sebelum akhirnya ia tersadar dan menjauhkan dirinya dari Athena.

"O-Oh, iya. Aku lupa, sori."

Bima tersenyum simpul, lalu bangkit berdiri dan melenggang pergi begitu saja meninggalkan Athena yang termangu di tempatnya.

Sepeninggalnya Bima, Athena menghembuskan napas kasar dan menyandarkan punggungnya pada dinding rumahnya yang berupa anyaman bambu itu untuk sekadar kembali meratapi nasibnya.

"Harusnya lima bulan kedepan aku bisa melahirkan, tapi Tuhan mala mengambil bayinya," gumam Athena nelangsa.

Dadanya kembali berdenyut, mengingatkan Athena kalau janin yang selama 4 bulan ini dikandungnya sudah tiada dan bahkan tak bisa ia makamkan dengan layak.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Secret
8.0
Liam Andreas Ville, miliarder berusia 30 tahun, terperangkap dalam pernikahan dingin bersama Rose yang materialistis. Di sisi lain, Emily Alexandra harus bekerja keras secara rahasia demi uang, kontras dengan sifat manja sang kakak. Suatu malam, rahasia pekerjaan yang Emily sembunyikan selama dua tahun akhirnya diketahui oleh Liam. Demi menjaga reputasi dari Rose dan keluarganya yang penuh tuntutan, Emily terpaksa menyetujui kesepakatan rahasia dengan kakak iparnya itu.
Sampul Novel BERONDONG PERKASA
9.8
Lewat teropongnya, Danny Sasmita kerap mengamati Camelia, sang tetangga baru. Saat Camelia histeris akibat kecoak, Danny datang menolong. Sialnya, aksi itu memicu salah paham warga hingga memaksa mereka menikah meski beda usia jauh. Di tengah tekanan itu, mantan tunangan Camelia mendadak muncul setelah dua tahun berpisah. Kini, Camelia pun bimbang memilih sang suami berondong atau pria dari masa lalunya.
Sampul Novel HASRAT PENUH LUKA
9.7
Di bawah guyuran hujan lebat, Dominic mengejar wanita yang sangat mirip dengan Stella. Sambil berlutut, ia bersujud memohon maaf atas kesalahan fatalnya di masa lalu. Namun, kepedihan yang dirasakan Stella sejak tiga tahun lalu telah mengubah hatinya menjadi beku dan kelam. Dengan penuh ketegasan dan sikap dingin, Stella menyatakan penyesalan Dominic sia-sia. Baginya, hanya kematian pria itulah satu-satunya penebus penderitaan panjang yang ia rasakan.
Sampul Novel Melangkah Keluar dari Masa Lalu
9.1
Setelah terlahir kembali, Vivi bertekad menjauhi Jacky Halim demi menghindari nasib tragis disiksa hingga tewas seperti di kehidupan lalu. Ia menuruti semua penolakan Jacky dengan pindah rumah, pergi ke Hawaii, hingga meninggalkan kota setelah lulus. Demi ketenangan hidup, Vivi bahkan mencari kekasih baru agar wanita idaman Jacky tidak salah paham. Namun, saat Vivi telah melangkah maju bersama pacar barunya, Jacky justru datang menghadang dan memintanya kembali.
Sampul Novel Rahasia Sang CEO
8.5
Trauma masa lalu membuat Chris tumbuh menjadi pria sinis. Ia menyaksikan bagaimana sang ayah, Howard, menolak bercerai dari ibunya, Jane, demi melampiaskan dendam akibat perselingkuhan. Di tengah kehancuran rumah tangga tersebut, Jane sangat berharap putra tunggalnya itu bisa segera menikah. Namun, Chris justru bersumpah hanya akan membina rumah tangga setelah ia berhasil menyakiti dan menghancurkan hati banyak wanita sebagai bentuk pelampiasan rasa sakitnya.
Sampul Novel RAHASIA TIGA HATI
9.4
Pernikahan Livia dan Bre diuji oleh penolakan kejam dari ibu mertuanya, yang melarang Livia hamil karena menganggap keluarganya memiliki riwayat gangguan jiwa. Rasa sakit hati Livia semakin mendalam saat menyadari mertuanya diam-diam menyiapkan wanita lain untuk menggantikan posisinya sebagai istri Bre. Kini, Livia dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan menghadapi kebencian keluarga suaminya atau pergi mencari kebahagiaan baru di luar pernikahan yang penuh tekanan ini.