APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikahi Bos Mafia yang Menghancurkanku!

Menikahi Bos Mafia yang Menghancurkanku!

Ellea harus mendekam di penjara selama dua tahun setelah membela diri dari pelecehan yang ternyata telah direncanakan. Setelah bebas, ia mendapati tunangannya telah menikahi sahabatnya, Ivana, yang juga merebut posisi dokternya. Di titik terendah, Edwin Guntoro, pemimpin mafia Nigari, hadir sebagai penyelamat dan menikahinya. Namun, empat tahun kemudian Ellea mengetahui kebenaran pahit bahwa Edwin adalah dalang di balik tragedi masa lalunya demi kebahagiaan Ivana. Didorong rasa dikhianati, Ellea memutuskan bersekutu dengan rival terbesar suaminya, Cavin Nugroho, untuk menghancurkan Edwin.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sudut Pandang Ellea.

Dia tersenyum dan menepuk kepalaku seolah aku adalah anak kecil. "Sayang, kamu harus pergi ke rumah sakit kalau nggak enak badan."

Lalu, dia berbalik ke arah salah satu pelayan, suaranya terdengar keras. "Tidak lihat kalau Nyonya Ellea sedang nggak enak badan? Cepat bawakan limun."

Pelayan itu mengangguk dan buru-buru meninggalkan kamar. Dia segera kembali dengan nampan dan mengulurkannya padaku.

Lalu, seketika Edwin mengeluarkan pistolnya dan menembak kepala pelayan itu.

Suara tembakan itu memekakkan telinga, diikuti dengan cipratan darah dan otak di depan wajahku. Tangan pelayan yang sudah tak bernyawa itu masih terulur padaku dengan limun bercampur darah yang sekarang mengotori kulitku.

Aku tidak bisa menahan rasa jijikku. Aku ingin muntah, lari dan berteriak.

Edwin tidak gentar. Dia menyeka bersih pistolnya dengan lengan bajunya dan menatapku seolah tidak terjadi apa-apa. "Dia gagal melakukan pekerjaannya, sayang. Dia seharusnya nggak menunggu perintah dariku untuk menyajikan limun untukmu."

Aku menelan ludah dengan sulit, rasa pahit seolah naik dari tenggorokanku tapi aku memaksakan diri untuk tetap diam.

Edwin benar-benar monster.

Dia menyeka darah di wajahku dengan sapu tangan. Sentuhannya lembut tapi entah mengapa terasa mengganggu. "Kamu sekarang adalah Nyonya Guntoro. Jangan pernah minum alkohol di siang hari lagi, ya? Gimana kalau ada yang melihatmu seperti ini, mereka akan mengira kalau kamu adalah pecandu alkohol. Dan, Nyonya Guntoro nggak boleh jadi pecandu alkohol."

Aku mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan tanganku yang gemetar. Seluruh tubuhku menggigil ketakutan dan muak.

"Aku mengerti," bisikku, kata-kata itu terucap begitu saja saat aku berusaha menahan badai di dalam diriku agar tidak mengacaukan segalanya.

"Apa kamu masih merasa nggak enak badan, sayang?" Suara Edwin lembut, terdengar agak khawatir saat mengamati wajahku. "Kamu terlihat seperti mau pingsan."

"Tidurku nggak nyenyak." Aku berbohong, suaraku nyaris tidak terdengar.

"Gimana kalau kamu berbaring dulu? Kita bisa pergi ke vila liburan favorit kita besok saja, hanya kita berdua." Suaranya sangat lembut, sangat menenangkan seolah tidak terjadi apa-apa.

Sekali waktu, dia adalah monster, di saat yang lain dia adalah pria yang sempurna. Bagaimana mungkin aku tidak menyadarinya selama ini?

"Oke," jawabku dengan memaksakan senyum yang bahkan tidak sampai mataku.

Begitu sampai di dalam kamar, aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Aku segera berlari ke kamar mandi dan muntah saat ingatan tentang otak pelayan yang meledak di depanku berkelebat di dalam benakku. Darahnya sekaligus tangannya yang masih terulur padaku ….

Aku tidak bisa menghilangkan pikiran mengerikan itu, bahwa suatu hari nanti, kalau aku sampai membuatnya marah, mungkin aku akan menjadi korban berikutnya.

Ketika rasa mual itu akhirnya mereda, aku kembali ke ranjang. Ponsel Edwin tergeletak di nakas. Dia pasti lupa membawanya.

Tanpa pikir panjang, aku meraih ponsel itu. Sekilas kulihat layarnya, itu adalah foto Ivana sedang tersenyum saat Edwin memutar wanita itu dalam pelukannya.

Dan kata sandinya … adalah tanggal ulang tahun Ivana.

Aku membuka pesan-pesan di dalamnya, jantungku berdegup kencang sampai rasanya mau pecah. Edwin jelas tak pernah mengira aku akan melihat isi ponselnya, jadi semua pesan antara dirinya dan Ivana masih tersimpan rapi.

Pesan terakhir dikirim hari ini [Gimana kalau makan malam bersama?]

Aku menggulir layar, satu per satu pesan itu terlihat seperti surat cinta dari Edwin.

Lalu aku tertegun, jariku berhenti pada satu pesan dari Ivana.

[Kukira kamu tertembak waktu pengiriman narkoba ke Urui. Gimana keadaanmu?]

Balasan Edwin membuatku menggigil: [Ellea menghadang peluru itu untukku.]

[Heroik sekali dia] tulis Ivana. [Kamu pasti sangat tersentuh dengan pengorbanannya.]

[Lebih ke terkejut. Dia benar-benar sebodoh itu] jawab Edwin.

Aku berkedip, setetes air mata jatuh mengenai layar ponselnya.

Waktu itu, saat pengiriman narkoba yang berbahaya ke Urui, aku memohon untuk ikut dengannya. Aku tak tahan berpisah jauh setelah dia bilang betapa berbahayanya kesepakatan itu.

Dia setuju dan perjalanan itu memang berubah menjadi mimpi buruk.

Aku tertembak dan Edwin terkena peluru di punggung.

Dia pulih dengan cepat, tapi aku tidak. Peluru yang mengenaiku merusak indung telurku, akibatnya kini aku tak akan pernah bisa punya anak.

Selama ini aku merasa malu karena tak bisa memberinya keturunan, karena merasa diriku sudah rusak.

Saat aku hendak mengembalikan ponsel itu, jariku tak sengaja menggulir lagi, membuka pesan berikutnya. Kata-kata Edwin membuatku terpaku seolah tersambar petir.

[Aku sudah mencintaimu sejak kamu menyelamatkanku di Makua. Tindakanmu sangat heroik saat menyelamatkanku setelah baku tembak. Kalau bukan karena kamu dan tindakan operasi daruratmu, aku pasti sudah mati.]

Menyelamatkannya? Ivana tidak pernah menyentuh pisau bedah seumur hidupnya.

Dia hanya perawat. Aku dokter.

Dan akulah yang menyelamatkan seorang pria dalam baku tembak brutal di Makua itu. Akulah yang melakukan operasi pengangkatan peluru itu bahkan saat moncong pistol diarahkan ke kepalaku.

Bukan Ivana.

Sebuah pikiran gila dan mengerikan muncul di benakku.

Apakah … akulah yang menyelamatkan Edwin hari itu?

Dan lebih menakutkan lagi, apa Ivana berbohong pada Edwin dan mengaku bahwa dialah yang menyelamatkannya?

Tanganku gemetar saat aku meletakkan ponsel itu kembali.

…

Setelah entah berapa lama, aku akhirnya mengumpulkan keberanian. Aku mengambil ponselku, menekan nomor yang sudah tersimpan di kontakku selama bertahun-tahun.

"Apa kamu masih ingin menyingkirkan Edwin dari Nigari?"

"Apa maksudmu?" Suara di ujung sana rendah, terdengar penasaran.

"Dalam dua hari, culik aku." Pandanganku beralih ke foto di nakas, foto pernikahan kami di mana aku mengenakan gaun putih dan Edwin berdiri di sampingku, terlihat seperti suami yang sempurna. "Dia akan menyerahkan segalanya padamu … dengan sukarela."

Aku menutup panggilan itu tepat saat Edwin masuk ke kamar. Dia tampak mabuk, langkahnya goyah seolah alkohol telah menguasainya. "Kamu telpon siapa?" Matanya menyipit, selalu waspada dan selalu curiga. "Jangan bilang itu pria."

Aku membantunya ke tempat tidur, seperti yang biasa aku lakukan. "Tentu saja bukan. Hanya orang salah sambung."

Dia menghela napas lega, bersandar di pelukanku seolah tak ada yang berubah. "Bagus. Jangan pernah bicara dengan pria lain selain aku."

Aku menyelimutinya, lalu berbaring di sampingnya.

Tapi, aku tidak mengantuk dan terjaga sepanjang malam, pikiranku berputar dengan segala hal yang baru saja kutemukan dan segala yang sedang aku rencanakan.

…

Keesokan harinya, Edwin dan aku berangkat menuju vila liburan yang dia katakan kemarin. Di tengah perjalanan, dia mendapat telepon dan langsung membatalkan perjalanan kami. Katanya, dia harus menangani masalah di kasino miliknya. Beberapa pria mabuk membuat keributan di sana.

"Maafkan aku, sayang. Aku akan menebusnya, aku janji. Ini, pakai kartu ini." Dia menyerahkan kartu hitam padaku, terasa halus sekaligus dingin di telapak tanganku. "Beli apa pun yang kamu mau, sayang."

Dan begitu saja, dia pergi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dokter Milik Tuan Muda
8.2
Dua dokter cantik, Kimmy Jordan dan Inggit, harus menghadapi rumitnya takdir asmara. Kimmy terjebak dilema besar setelah menerima perjodohan orang tuanya, sementara hatinya justru terpikat oleh pemilik kafe langganan. Di sisi lain, Dokter Inggit terpaksa menjalani pernikahan dengan pria kaku yang sedingin beruang kutub. Saksikan perjuangan keduanya dalam menavigasi komitmen, cinta tulus, dan dinginnya sikap pasangan mereka.
Sampul Novel Heartache
9.4
Sembilan tahun tanpa kepastian membuat Renjana lelah, terutama di usia 27 tahun saat tekanan sosial untuk menikah kian mendesak. Di tengah keputusasaan terhadap kekasihnya, pihak keluarga berinisiatif menjodohkannya dengan pria pilihan mereka. Kini, Renjana dihadapkan pada pilihan sulit: akankah ia membuka hati pada cinta baru yang hadir perlahan karena desakan keluarga, atau tetap bertahan menanti kepastian dari kekasih lamanya?
Sampul Novel Malam Panas Bersama Mafia Dingin
9.6
Akibat pilih kasih ibunya, Amora Nouline selalu tersisih dari kakaknya, Alana. Ketika sang ayah jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar, ibu dan Alana justru tega memaksa Amora menjual dirinya. Demi menyelamatkan sang ayah, ia terpaksa menerima keputusan pahit itu. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang bos mafia yang dingin dan berkuasa. Di balik ketampanan pria tersebut, aura kejamnya membuat Amora dilingkupi ketakutan luar biasa malam itu.
Sampul Novel Penantian
8.1
Dalam keadaan hamil, Winarsih harus menghadapi kenyataan pahit ketika suaminya, Robby, menghilang tanpa kabar setelah pamit bekerja ke luar kota. Kepergian sang suami yang misterius memaksa wanita sebatang kara ini menjalani penantian tanpa kepastian. Setelah semua upaya pencariannya gagal, Winarsih yang telah kehilangan orang tua kini tenggelam dalam keputusasaan. Hilangnya satu-satunya keluarga yang ia miliki menjadi misteri besar yang menguji ketegaran hidupnya.
Sampul Novel Suami yang Berjanji Setia, Malah Berpaling
8.8
Pernikahan putri mafia dengan miliarder Darius Fontana awalnya diragukan banyak orang. Meski Darius tampak berubah, ia meminta pernikahan terbuka sejak malam pertama. Masalah besar muncul ketika Shanti Rasyid, kekasih keseratus Darius, mengkhianati transaksi senjata keluarga hingga nyaris menewaskan ayah sang putri. Bukannya menghukum Shanti, Darius justru melindunginya. Terluka oleh pengkhianatan suaminya, sang putri mabuk dan tanpa sengaja terbangun di ranjang paman Darius.
Sampul Novel Terpaksa Menjadi Sugar Babby
8.0
Demi melunasi utang orang tuanya, Bella terpaksa bekerja di bar malam. Di sana, ia bertemu Felix Harisson, seorang pria beristri yang merasa hampa dan menawarinya menjadi sugar baby. Meski Bella bersikap dingin dan misterius, Felix justru kian terobsesi. Situasi rumit ini memuncak saat istri Felix, Salma, mulai mencium perselingkuhan mereka. Akankah Felix rela meninggalkan keluarganya demi Bella, ataukah hubungan gelap ini akan hancur berantakan?