APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikahi Ayah Sahabatku

Menikahi Ayah Sahabatku

Demi melunasi utang sang ayah, Almira Devara hampir dinikahkan dengan juragan desa. Tersentuh oleh nasib malang tersebut, Selina membujuk ayahnya sendiri, seorang duda kaya raya bernama Diran Mahendra, untuk menikahi sahabatnya itu. Diran akhirnya setuju menolong Almira meski sempat ragu. Kini, Almira harus mengarungi biduk rumah tangga bersama pria yang jauh lebih dewasa, sementara Diran masih menutup rapat hatinya akibat trauma masa lalu. Akankah pernikahan ini menumbuhkan benih cinta?
Bab
Bagikan

Bab 1

Almira Devara menggenggam erat lembaran kertas di tangannya. Matanya memburam saat membaca isi surat yang baru saja diberikan ibunya. Tubuhnya gemetar, bukan karena angin malam yang menusuk kulit, tetapi karena kenyataan pahit yang baru saja menghantamnya.

Ia mengangkat wajahnya, menatap ibunya yang berdiri dengan ekspresi penuh harap. "Bu... ini apa maksudnya?" Suaranya bergetar, hampir tidak terdengar.

Ibu Almira, Ratna, menggigit bibirnya. Wajahnya dipenuhi kecemasan. "Almira... Maafkan Ibu. Tapi Ayahmu sudah mengambil keputusan."

Almira menatap ayahnya yang duduk di kursi tua di sudut ruangan. Pria itu menghindari tatapannya, wajahnya keras, namun terlihat jelas jejak kelelahan dan keputusasaan di matanya.

"Jadi... Ayah menjualku?" suara Almira terdengar serak, penuh dengan luka yang dalam.

"Almira! Jangan bicara seperti itu!" Ibunya buru-buru menghampiri, meraih tangannya dengan erat. "Ini demi keluarga kita, Nak... Hutang kita menumpuk, rentenir sudah datang berkali-kali. Jika tidak segera dilunasi, mereka akan mengambil rumah ini... mengambil segalanya!"

Ayah Almira menghela napas berat. "Pak Darmawan sudah menawarkan solusi. Dia mau membayar semua hutang kita... dengan syarat kau menjadi istrinya."

Dunia Almira runtuh dalam sekejap. Pak Darmawan? Juragan kaya di kampungnya yang sudah berusia lebih dari lima puluh tahun dan memiliki dua istri?

Ia tertawa kecut, tetapi air mata mengalir deras di pipinya. "Jadi, aku hanya alat tukar bagi kalian?"

Ratna menangis, tetapi tetap menggenggam tangan putrinya erat. "Tidak, Nak. Kami hanya ingin kau hidup tanpa dikejar-kejar hutang. Pak Darmawan bisa menjamin hidupmu-"

"Tidak!" Almira menepis tangan ibunya dengan kasar. "Aku lebih baik mati daripada menikah dengan pria tua itu!"

Tanpa berpikir panjang, ia berlari keluar rumah, menembus dinginnya malam. Jantungnya berdetak kencang, pikirannya berantakan. Ia tidak tahu harus ke mana, yang ia tahu hanya satu: ia harus pergi dari tempat ini.

Langkah Almira terhenti di depan sebuah rumah besar yang megah. Rumah yang begitu berbeda dari rumahnya yang nyaris roboh. Ini rumah milik sahabatnya, Selina Mahendra.

Dengan napas tersengal, Almira mengetuk pintu berkali-kali. Tak butuh waktu lama, seorang pelayan membukakan pintu dengan ekspresi terkejut.

"Nona Almira?"

"Selina... Aku harus bertemu Selina..." suaranya hampir tak terdengar.

Tak lama, Selina muncul di tangga, mengenakan gaun tidur sutra berwarna merah anggur. Mata indahnya membulat saat melihat Almira dalam keadaan kacau. "Almira! Apa yang terjadi?"

Tanpa bisa menahan diri, Almira berlari dan memeluk sahabatnya erat. Tubuhnya bergetar, tangisnya pecah. Selina dengan cepat menuntunnya masuk ke ruang tamu, duduk bersamanya di sofa empuk yang jauh lebih nyaman dibanding tempat tidur Almira di rumahnya.

"Tenang dulu. Jelaskan semuanya padaku," ucap Selina dengan lembut, tetapi penuh ketegasan.

Dengan suara parau, Almira menceritakan segalanya. Tentang hutang keluarganya. Tentang pernikahan yang dipaksakan. Tentang pengkhianatan yang tak pernah ia sangka dari keluarganya sendiri.

Ekspresi Selina berubah drastis. Rahangnya mengeras, matanya menyala-nyala. "Mereka ingin menikahkanmu dengan pria setua itu?! Tidak! Aku tidak akan membiarkan ini terjadi!"

Almira menatapnya dengan mata basah. "Tapi apa yang bisa kita lakukan, Selina? Aku tidak punya pilihan..."

Selina menggigit bibirnya, berpikir keras. Lalu tiba-tiba, matanya berbinar seolah mendapat ide.

"Ayahku!"

Almira mengerutkan kening. "Maksudmu... Paman Diran?"

Selina mengangguk. "Ayahku duda. Dia mungkin sudah lama tidak tertarik dengan pernikahan, tapi dia pria yang baik dan bertanggung jawab. Jika dia menikahimu, kau tidak perlu menjadi istri pria tua itu!"

Mata Almira melebar. "Selina, kau gila! Ayahmu... dia terlalu tua untukku!"

Selina mendekat, menggenggam tangan Almira erat. "Dibandingkan dengan Pak Darmawan, ayahku masih jauh lebih baik, Almira! Dia kaya, berpengaruh, dan dia tidak akan menyakitimu. Ini satu-satunya cara!"

Almira menatap sahabatnya dengan kebingungan. Hatinya berkecamuk. Pernikahan paksa dengan pria tua menjijikkan... atau pernikahan dengan seorang duda terpandang yang lebih baik tapi masih tetap pernikahan yang tidak ia inginkan?

Di sudut hatinya, ia tahu satu hal: Ia harus memilih jalan yang paling sedikit menyakitinya.

Dan entah mengapa, ia merasa bahwa memilih Diran Mahendra jauh lebih baik daripada menjadi istri ketiga pria yang bahkan tak bisa ia hormati.

Namun, bisakah ia benar-benar hidup dengan keputusan ini?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Membara: Cinta Tak Pernah Mati
8.4
Kusuma Hadi menghina Dewi Nayaka tanpa tahu siapa dia sebenarnya, bahkan menyuruh orang membuangnya ke laut. Penyesalan mendalam menghampirinya saat sang sekretaris mengungkap bahwa wanita itu adalah istrinya sendiri. Kusuma pun berbalik melimpahinya dengan kasih sayang. Namun, di tengah kemesraan yang terlihat begitu harmonis, publik tiba-tiba dikejutkan oleh kabar perceraian tak terduga dari pasangan ini.
Sampul Novel Godaan yang Terlalu Memikat
7.8
Demi merebut kembali sang putra, seorang janda beranak dua rela melakukan apa saja, termasuk memanfaatkan ketulusan pria baik hati demi tujuannya. Meski sadar tindakan manipulatif ini sangat egois, baginya naluri seorang ibu jauh lebih utama dibanding moralitas diri. Ia pun mendesak pria itu untuk membenci dan melupakan dirinya. Baginya, mengakhiri hubungan rumit ini adalah satu-satunya jalan terbaik agar mereka berdua bisa bertahan hidup.
Sampul Novel Pembalasan Istri Kampungan
8.1
Ketulusan Nara hancur seketika saat sang suami mengkhianatinya dan mengirimkan surat cerai. Di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok Dimas hadir menawarkan aliansi untuk membalas rasa sakit hati Nara kepada orang-orang yang telah merusak hidupnya. Kini, Nara dihadapkan pada pilihan sulit: memperjuangkan keadilan atau justru terjebak dalam rencana berbahaya yang bisa memperkeruh situasi. Akankah pembalasan dendam ini sukses, atau malah berbalik menghancurkannya?
Sampul Novel Rahasia Suami yang Tidak Berharga
9.3
Selama dua tahun, ketulusan Ashton hanya dibalas sikap dingin oleh Emalee, yang akhirnya menuntut cerai karena Ashton dianggap miskin dan tak punya aset minimal dua miliar rupiah. Begitu resmi berpisah, Ashton berhenti menyembunyikan jati dirinya. Siapa sangka, ia adalah maestro musik, pakar medis, sekaligus master bela diri yang sangat dihormati di dunia. Emalee pun jatuh dalam penyesalan terdalam setelah menyadari betapa luar biasanya mantan suami yang telah ia buang.
Sampul Novel Ranjang Kakak Ipar.
8.1
Pernikahan menjadi mimpi buruk bagi Ayudia saat ia dipaksa bersanding dengan Aidan, kakak iparnya. Aidan yang didera duka mendalam atas kematian istrinya—kakak kandung Ayudia—meluapkan dendam dan rasa sakit itu melalui siksaan kejam kepada Ayudia. Terperangkap dalam rumah tangga yang menyerupai neraka, Ayudia harus menghadapi trauma psikologis yang sangat berat akibat kebrutalan suaminya. Sanggupkah ia bertahan melewati penderitaan ini, ataukah ada kebahagiaan tersisa untuknya?
Sampul Novel Si Beta Mencampakkanku, Lalu Aku Merebut Rajanya.
9.5
Bram, seorang Beta, tega mencampakkanku di altar demi serigala liar bernama Marina. Pengkhianatan setelah enam tahun bersama ini mempermalukanku di depan Raja Alfa dan seluruh benua. Di tengah keputusasaan di sebuah bar, aku menawarkan diri kepada sang Raja Alfa yang juga paman Bram. Siapa sangka, takdir mengungkap bahwa sang Raja adalah pasangan sejatiku. Kini, peluang emas terbuka lebar bagiku untuk membalas rasa sakit hati atas pengkhianatan Bram.