APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel MENIKAH DENGAN SULTAN

MENIKAH DENGAN SULTAN

Demi kesembuhan sang ibu, Rinai rela bekerja keras walau terus ditindas Natasya, kakak tirinya. Ketulusan Rinai menarik perhatian Wira, anak konglomerat yang menyamar dan memborong dagangannya. Konflik memuncak saat Natasya berniat menggusur rumah Rinai melalui pacarnya, tanpa tahu bahwa Wira adalah pemilik perusahaan tersebut. Begitu identitas asli Wira terbongkar, Rinai yang merasa rendah diri kabur ke kota. Namun, takdir membawanya bekerja sebagai ART di kediaman Wira.
Bab
Bagikan

Bab 1

PENJUAL REMPEYEK YANG DIHINAKAN SAUDARA TIRINYA ITU DINIKAHI SULTAN

#MENIKAH DENGAN SULTAN

“Nay! rempeyek kacang apaan kayak gini? Aku ‘kan bilang mau pakai kacang tanah, bukan kacang hijau!” pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natasya berniat membawanya ke rumah calon mertuanya dan mengatakan jika itu adalah rempeyek buatannya.

“Maaf, Sya! Bahan-bahannya habis kemarin. Aku uangnya kurang, Sya! Uang yang kamu kasih, sudah aku pakai buat berobat ibu. Ibu lagi sakit,” getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tirinya itu. Namun kaki Natasya membuat pergerakannya terhenti. Dia menginjak-injak plastik rempeyek itu hingga hancur.

“Ck! Wanita pelakor sudah pantas sakit-sakitan! Itu Karma, tahu?! Perempuan itu sudah menyakiti momyku!” Natasya mencebik sambil menatap wajah Rinai. Sementara itu, kakinya kembali menginjak plastik berisi rempeyek itu hingga remuk.

“Sudah cukup, Sya! Kamu bisa merendahkanku semuamu, tapi aku tak terima kalau kamu merendahkan ibuku!” Rinai menatap Tasya dengan mata menyala. Ada amarah dan kebencian terpancar di sana.

“Faktanya, wanita yang kau sebut itu memang pantas direndahkan! Mau-maunya menikahi pria beristri, pasti hanya mengincar kekayaan papiku saja ‘kan?” ucapnya sambil tersenyum miring. Dia menatap wajah Rinai yang tampak memerah menahan kekesalan.

Plak!

Satu tamparan mendarat pada pipi Tasya yang merah karena blush on. Rinai berdiri, giginya gemelutuk menahan kesal. Dia bisa jadi lembut dan penurut, akan tetapi ketika wanita yang dicintainya direndahkan! Dia akan menjadi singa yang siap menerkam.

“Kamu berani sama aku, Nay?” Gadis berusia 23 tahun yang baru saja menyelesaikan pendidikan S1nya itu menatap tak percaya! Setahunya anak dari istri kedua papanya itu selalu menurut dan tak pernah melawan! Namun apa, ini? Sebuah tamparan membekas panas pada pipinya.

“Aku tak pernah tahu tentang masa lalu orang tua kita yang rumit. Yang aku tahu sekarang, aku hanya memiliki Ibu, perempuan yang aku sangat cintai. Jika kamu merendahkan ibuku, maka aku tak segan-segan memangkas lidah tak bertulang itu!” pekik Rinai lantang.

Kedua bola mata Tasya mengerjap tak percaya. Gadis yang pernah tinggal di rumahnya dan sering sekali dijadikan kacungnya itu kini berani melawan. Bukan hanya itu, dia berani menampar wajah cantiknya yang sudah dipoles karena akan kencan dengan Rendi---lelaki yang sedang didekatinya habis-habisan.

Hari itu, dia meminta Rendi menjemput ke rumahnya. Karena hari itu, Rendi sudah setuju mendeklarasikan hubungan mereka berdua di depan orang tuanya. Karenya Tasya susah payah sedang memanipulasi keadaan. Membuat seolah dirinya itu sempurna dan tidak bisa diragukan.

“Berani juga ya, kamu?!” Tasya mengulangkan tangan hendak menampar wajah Rinai. Namun tiba-tiba tangan kekar menangkap pergelangan tangannya lalu menepisnya.Tampak satu orang lelaki dengan caping dari kain dan handuk melingkar pada lehernya menepis lengan itu. Dia berdiri tidak jauh dari tempat Rinai dan Tasya beradu mulut.

“Tolong, jangan berbuat kekerasan di sini! Mbak sebaiknya pulang sebelum saya mau membunuh orang!” suara baritonnya penuh penekanan.

“Lepas!” Tasya menepis lengan kekar yang tampak kumal itu dengan jijik. Dia menatap lelaki berpostur tubuh tinggi tegap itu dengan merendahkan.

“Memang kalian berdua itu cocok! Yang satu miskin, yang satu rendahan!” ucap Tasya dengan mulut nyinyirnya.

“Mbak, tolong tinggalkan tempat ini sebelum kesabaran saya habis!” suara bariton itu terdengar tajam. Wajah yang sebagian tertutup caping itu tidak begitu jelas, akan tetapi getaran suaranya begitu tegas.

“Awas saja kalian, ya! Saya adukan sama pacar saya Rendi! Biar bangunan kumuh tempat kalian tinggal ini dihancurkan! Asal kalian tahu, Rendi sedang menangani proses penggusuran area tanah ini! Akan dijadikan mall dan bangunan komersil lainnya! Jadi bersiaplah untuk menjadi gelandangan!” ujar Tasya dengan tersenyum penuh kemenangan.

Gadis dengan minidress itu berjalan tergesa. Dia lebih memilih menjauh area Rinai berjualan. Lalu duduk di seberang jalan dan menunggu Rendi---kekasih kaya rayanya menjemput ke sana.

Tak berapa lama sebuah Avanza velos menghampirinya. Tasya bergegas masuk setelah dua kali bunyi klakson itu menarik perhatiannya.

Lelaki dengan caping dari kain itu mendekat pada Rinai yang tampak tengah menarik napas sambil memunguti peyeknya yang sudah hancur.

“Berapa semuanya?” suara bariton itu bertanya. Sontak tangan gesit Rinai menghentikan kegiatannya. Dia menoleh pada lelaki itu.

“Abang mau beli?” Netra Rinai berbinar. Lelaki dengan pakaian lusuh itu mengangguk. Dia membuka caping kain yang tadi membuat sebagiannya menutup wajah. Tampak guratan ketampanan yang paripurna tercipta. Wajah itu sungguh tidak cocok jika hanya memiliki pekerjaan sebagai seorang pemulung. Jika sedikiti dibersihkan saja, auranya sudah terpancar begitu kuat.

Rinai memilah peyek yang masih bisa dijual, lalu memisahkan satu plastik penuh yang sudah rusak diinjak Tasya. Lalu dia menyodorkan sekitar sepuluh bungkus yang tersisa pada lelaki itu.

“Lima puluh ribu, Bang!” ucap Rinai sambil tersenyum.

“Aku mau beli semuanya!” ucap lelaki itu lagi.

“T—tapi, Bang … yang ini pada rusak!” ucap Rinai canggung.

“Meskipun bentuknya hancur, rasanya masih sama ‘kan? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kelebihan rizki,” ucap lelaki itu kembali meyakinkan.

Rinai berbinar, memang saat ini dia sedang benar-benar butuh uang. Kondisi ibunya sedang sakit dan memerlukan banyak biaya untuk berobat. Sedangkan pendidikannya yang rendah membuatnya hanya bisa berusaha alakadarnya. Salah satu yang dia bisa yaitu membuat rempeyek dan menjualnya.

“Makasih, Bang! Maaf aku terima! Soalnya aku lagi butuh banget uang buat biaya Ibu berobat!” ucap Rinai sambil memasukkan rempeyek hancur itu ke dalam plastik juga.

“Aku suka perempuan yang menyayangi ibunya! Anggap saja ini rejeki ibumu!” ucap lelaki itu yang bahkan Rinai sendiri belum mengetahui siapa namanya.

“Makasih, Bang! Semoga Allah membalas semua kebaikan Abang nanti!” Rinai menatap lembaran uang itu dengan netra berbinar. Lalu Rinai bergegas membereskan panci bekas jualannya dan melipat tikar tempatnya duduk. Lalu berpamitan dan berjalan riang menuju rumah kecilnya yang berada di pinggirin jalur kali malang.

Lelaki bercaping yang bernama Wira itu menatap Avanza velos yang masih terdiam di seberang jalan. Lelaki itu menoleh kanan kiri dan memastikan tidak ada orang, lalu mengeluarkan iphone berharga belasan juta dan mengarahkan pada nomor mobil yang terparkir di sana. Lalu dikirimnya sebuah pesan pada seseorang.

[Ibu Erni! Minta tolong untuk check plat nomor mobil ini! Apakah ini mobil inventaris perusahaan! Lalu minta check juga wajah ini, apakah ini salah satu karyawan di perusahaan?!] sederet kalimat itu dikirimkannya pada Bu Erni---bagian HRD&GA.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 30 Days With Mr. Vague
8.1
Rose tak menyangka bahwa penculiknya adalah Louton Vague, seorang pewaris takhta kaya raya yang terkenal berwibawa. Di balik ketampanannya, Louton menyimpan kekejaman dan misteri besar. Namun, kebersamaan mereka selama penyekapan justru mengungkap luka batin mendalam yang menyiksa pria itu. Rasa iba pun tumbuh di hati Rose, memicu hasrat untuk menyembuhkan sisi gelap sang miliarder. Kini, ia didera dilema hebat: melaporkan kejahatannya atau mengikuti kata hati untuk menolongnya.
Sampul Novel Aku Istri Rahasia Suamiku
8.0
Kehamilan akibat hubungan terlarang dengan Rudi memaksa Syifa mengisolasi diri demi menutupi aib masa mudanya. Alih-alih mendapatkan pernikahan impian yang harmonis, ia justru harus menerima kenyataan pahit. Rudi enggan mengakuinya di hadapan keluarga dan malah memilih menikahi kekasih lamanya, Anita. Setelah tujuh tahun bertahan dalam penderitaan sebagai istri rahasia yang penuh luka, kini Syifa dihadapkan pada dilema besar antara terus bertahan atau memilih pergi.
Sampul Novel Ketika Cinta Pertama Berujung Penderitaan
8.1
Masa depan Laila hancur setelah terjerumus pergaulan bebas. Gadis polos ini terpaksa melahirkan anaknya sendirian di sebuah gedung tua tak layak huni. Kini, penyesalan mendalam membayangi langkahnya saat berjuang menghadapi stigma negatif masyarakat. Sebagai ibu tunggal di usia muda, Laila berupaya keras melindungi sang buah hati sekaligus menyembuhkan trauma masa lalunya. Sanggupkah ia bangkit dari keterpurukan dan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya?
Sampul Novel Love with my penyiarku
8.7
Muhammad Ghifarial Siregar, pria populer yang flamboyan, melabuhkan hatinya kepada Ariana Martha. Walau langkahnya kerap diwarnai kepedihan serta jiwa yang rapuh, keyakinannya akan cinta sejati tak pernah goyah. Baginya, ketulusan rasa adalah takdir Tuhan yang mesti diterima dengan ikhlas, bagai suara indah yang mengangkasa. Ia bertekad menjaga rasa cinta di dalam dadanya agar selalu tumbuh subur, hingga kelak ajal menjemput dan memisahkan mereka berdua.
Sampul Novel Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya
8.6
Delis sangat mencintai Kelven dan berhasil menjadi istrinya. Namun, kebahagiaan saat ingin mengabarkan kehamilannya hancur ketika Kelven pulang membawa wanita lain yang merebut segalanya. Setelah berulang kali tersakiti, Delis memutuskan menyerahkan surat cerai lalu pergi jauh. Kelven yang tidak menyangka mantan istrinya akan menghilang tanpa jejak kini bagaikan orang gila yang menjelajahi seluruh dunia demi mencarinya kembali.
Sampul Novel Scarlet Regret
8.4
Kayshila Putri, mahasiswi beasiswa di Amerika, menjalin persahabatan erat dengan Kylie Abraham, adik dari pria kejam bernama Adrik. Nasib buruk menimpa Kayshila saat ia menemukan Kylie pingsan di sebuah gang. Alih-alih ditolong, ia justru dituduh polisi sebagai pelaku utama. Di tengah perjuangan membuktikan dirinya tak bersalah, Adrik yang menyimpan dendam mulai memburunya. Kini, Kayshila harus menghadapi ancaman Adrik dan mengungkap dalang asli di balik tragedi ini.