APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mengubah Cinta Lampau Yang Menyakitkan

Mengubah Cinta Lampau Yang Menyakitkan

Mengubah Cinta Lampau Yang Menyakitkan mengisahkan kesempatan kedua seorang wanita untuk lolos dari takdir kelam. Di kehidupan lalu, ia menolong Luna, sahabat tunangannya, namun tindakan itu berujung pada kesalahpahaman, tragedi bunuh diri, hingga penyiksaan kejam oleh tunangannya sendiri saat ia hamil. Terbangun kembali di masa lalu tepat di depan bar tempat Luna tak sadarkan diri, kali ini ia memilih pergi demi menyelamatkan hidupnya sendiri dari kehancuran.
Bab
Bagikan

Bab 3

Melihatku, mereka berdua langsung melepaskan tangan. Luna buru-buru menjelaskan dengan suara manja,

“Kak Rani, jangan salah paham. Aku bukan sengaja pakai bajumu. Soalnya kemarin … semua bajuku sobek, jadi nggak ada yang bisa dipakai. Makanya Kak Calvin suruh aku ambil dari lemari bajumu.”

Setiap ada hari penting, Calvin selalu memberiku hadiah. Dia tahu aku tak suka barang kembaran dengan orang lain, jadi baju dan tas yang dia kasih semuanya edisi terbatas.

Namun sekarang, barang-barang yang dulu katanya khusus untukku, malah dipakai perempuan lain.

Melihat aku diam saja, Calvin langsung kelihatan kesal.

“Hanya pakai bajumu saja, kenapa harus pasang muka begitu? Bajumu ada begitu banyak, memangnya kenapa kalau dikasih ke Luna beberapa?”

Aku tetap tanpa ekspresi, mengangguk ringan dan menjawab datar,

“Iya, pakai saja.”

Namun, Calvin masih tak puas, kerutan alisnya semakin erat.

“Apa sih yang kamu pikirkan, Rani? Sengaja pura-pura cuek? Mau pakai cara ini untuk menarik perhatianku?”

Aku menatap matanya, lalu berkata pelan,

“Kamu pernah kepikiran, nggak? Kalau aku beneran nggak peduli lagi?”

Wajah Calvin langsung tambah muram, bibirnya menekan kencang, lalu menarik Luna masuk ke kamar.

Aku tahu dia marah, tapi benar-benar tak ada niat menenangkannya.

Lagipula, aku juga akan segera pergi dari sini.

Calvin marah lama sekali, mungkin berharap aku bakal seperti dulu, mengalah dan membujuknya.

Namun, kali ini aku sibuk mengurus persiapan ke luar negeri, jadi tidak peduli.

Setahun setelah lulus, sebenarnya profesor di luar negeri sempat menawarkanku untuk lanjut riset bersama mereka.

Namun, waktu itu aku dibutakan perasaan ke Calvin, tanpa pikir panjang langsung menolak.

Sekarang, kalau dipikir-pikir, rasanya bodoh sekali.

Sementara itu, Luna makin sering muncul di rumahku, seolah menganggap rumah ini hotel. Dia bahkan memakai semua barang-barangku seakan-akan dia nyonya di rumah ini.

Aku pura-pura tak melihatnya, fokus mengurus urusanku sendiri.

Yang aku heran, aku sudah tak ikut campur soal mereka, tapi kenapa Calvin tetap tak mau batalkan pertunangan ini?

Aku tak percaya, kalau dia benar-benar mencintaiku seperti yang dikatakannya.

Akhirnya, aku ikutin saran ibu, pura-pura lanjutkan persiapan pernikahan seperti sebelumnya.

Begitu tahu itu, Calvin malah kelihatan puas, bahkan mendekatiku sendiri.

“Kubilang apa, Rani. Kamu itu nggak mungkin meninggalkanku selamanya. Semua omongan batalkan pertunangan, itu hanya omong kosong, ‘kan?”

“Oh iya, Luna bilang dia mau merasakan rasanya jadi pendamping pengantin. Dia mau jadi pendampingmu, kamu nggak keberatan, ‘kan?”

Ujarnya dengan santai, bahkan tak melihatku sedikitpun.

Dulu, aku sangat serius soal pernikahanku sendiri. Tentu saja, pendampingku dipilih dari sahabat-sahabat lamaku, bukan orang seperti Luna yang punya hubungan gelap dengan tunanganku.

Namun, pernikahan kali ini hanya sandiwara.

Jadi, aku hanya mengangguk dan tidak peduli lagi.

“Boleh.”

Jawabanku membuatnya kaget. Dia menatapku lama, lalu mendengus marah,

“Kuperingatkan, ya. Jangan buli Luna atau buat keributan lain!”

Tentu saja aku tidak berniat begitu.

Beberapa hari kemudian, pihak perencana pernikahan memintaku datang untuk coba gaun pengantin. Aku juga tidak menolak.

Luna juga ikut pergi.

“Wah, Kak Rani! Gaun ini cantik sekali! Boleh nggak … aku coba pakai?”

Luna berdiri terpukau di depan gaun pengantin model duyung yang dipenuhi berlian di tengah ruangan toko.

Memang sangat cantik. Saat pertama kali melihatnya, aku juga langsung terpesona.

Itu adalah gaun yang sengaja dipesan Calvin dari desainer ternama di luar negeri untukku. Dia bahkan rela menghabiskan uang untuk membeli 99 butir berlian dan menyuruh orang menjahitkannya satu per satu di gaun itu. Sungguh luar biasa mewah.

Calvin bilang, hanya aku yang pantas mengenakan gaun ini.

Di kehidupan sebelumnya, aku pernah larut dalam kebahagiaan palsu ini, hingga akhirnya kehilangan nyawaku.

Tapi kini, aku bahkan tak mengernyit dan hanya mengangguk santai.

“Boleh, anggap saja sekalian mewujudkan impianmu jadi pengantin.”

Melihat reaksiku yang begitu tenang, Calvin justru mengernyit, lalu betanya,

“Rani, ini gaun yang kudesain khusus untukmu, satu-satunya di dunia. Kamu benaran rela orang lain memakainya?”

Aku mengangkat alis, lalu menimpali santai,

“Hanya coba saja, masa gara-gara Luna pakai gaun ini, dia langsung menggantikan aku jadi pengantinmu?”

Mendengar ucapanku, wajah mereka berdua langsung berubah drastis.

Terutama Calvin, wajahnya memerah karena marah dan bam! Dia membanting tangannya ke atas meja.

“Rani, apa yang kamu bicarakan?!”

Aku hanya mengangkat bahu sambil tersenyum kecil.

“Aku hanya asal bicara saja. Lagipula, kamu sendiri yang bilang kalau Luna itu sahabat masa kecilmu, masa aku harus sepelit itu?”

Mendengar itu, kerutan di kening Calvin semakin dalam dan tatapannya terus menempel padaku, seolah berusaha membaca pikiranku.

Akhirnya, dia mendengus dingin,

“Yasudah, terserah kamu.”

Pada akhirnya, Luna berhasil mengenakan gaun pengantin itu, bahkan dengan semangat menarik Calvin untuk foto bersama sebagai kenang-kenangan.

Namun, sepanjang sesi foto, pandangan mata Calvin sesekali melirik ke arahku, terlihat jelas pikirannya melayang entah ke mana.

Aku tahu apa yang dia pikirkan. Dia heran kenapa aku tidak lagi menempel padanya, tidak lagi mempedulikannya seperti dulu.

Aku yang sudah terlahir kembali, hanya ingin bertahap hidup di kehidupan baru ini.

Tak lama kemudian, hari pernikahan pun tiba. Karena acara penjemputan dibatalkan, Calvin pun berangkat sendiri ke lokasi pernikahan.

Di tengah sorak-sorai para tamu, Calvin pun merasa agak gugup.

Dia merapikan dasinya, menatap pintu besar di depannya.

MC mengumumkan, di balik pintu itu, pengantin perempuan telah menunggunya.

Namun, saat pintu terbuka, sosok pengantin yang seharusnya berdiri di sana … malah menghilang.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Panas Sang Mantan
8.4
Sakit hati akibat pengkhianatan suaminya, Gilang, mendorong Kayla yang kini berusia 37 tahun untuk membalas dendam. Ia memilih kembali ke pelukan Farel, mantan kekasihnya. Terpikat oleh pesona Kayla yang kian menawan, Farel menyambutnya hingga mereka terlibat perselingkuhan yang membara. Meski keduanya telah membina rumah tangga masing-masing, hubungan gelap yang intim ini terus berlanjut. Kini, rahasia besar tersebut mengancam pernikahan mereka. Akankah cinta terlarang ini membawa bahagia?
Sampul Novel Gairah sang gadis hiper
7.9
Kehidupan harmonis Revi hancur seketika akibat sebuah tragedi kelam. Peristiwa itu mengubah dirinya menjadi pribadi yang terobsesi pada kepuasan seksual hingga terjebak dalam lingkaran hitam yang tak berujung. Di tengah keterpurukan moral dan krisis harga diri, Revi terus didera keraguan mendalam. Ia mempertanyakan apakah sosok wanita dengan masa lalu sekelam dirinya masih pantas mendapatkan cinta yang tulus dari seorang pria baik-baik.
Sampul Novel Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku
9.2
Sebagai seniman forensik andal, ibu Janice mengabaikan telepon darurat putrinya saat diculik karena mengira itu hanya lelucon perusak ulang tahun sang adik. Janice pun tewas disiksa tanpa pertolongan. Begitu hasil tes DNA keluar, sang ibu yang syok bergegas ke TKP. Menggunakan sisa tulang yang ada, ia mencoba menggambar sketsa korban dengan tangan gemetar. Meski terus menyangkal, setiap goresan pensilnya selalu membentuk wajah Janice saat meregang nyawa, menyisakan tangis penyesalan yang terlambat.
Sampul Novel Masa Depan Kita
7.9
Dalam kisah romantis modern ini, seorang tokoh utama memilih memendam perasaan cintanya dalam-dalam. Ia memutuskan untuk terus menyembunyikan rasa itu dari siapa pun demi melindungi sosok yang sangat ia sayangi. Pengorbanan tulus ini ia lakukan dengan ikhlas demi menjaga kebahagiaan dan menghargai orang yang paling berharga dalam hidupnya, meskipun ia sendiri harus menapaki jalan yang sunyi.
Sampul Novel Para Pria yang Diculik ke Desa Wanita
9.2
Kisah dalam novel modern ini berpusat pada hubungan gelap yang penuh tipu daya. Sang protagonis menyadari bahwa pria yang dicintainya adalah penculik kejam yang memanfaatkan status pacaran demi menjual gadis-gadis ke sebuah desa terpencil. Namun, wanita ini pun menyimpan rahasia kelam yang tidak kalah mengerikan. Ternyata, dia juga bukan orang baik; dia menggunakan modus asmara yang sama untuk menjebak dan menggiring para pria masuk ke dalam perangkap di desanya sendiri.
Sampul Novel Menemukan Kebahagiaan Lagi: Ayahku Adalah Pria Paling Berkuasa?!
9.2
Malam pengantin Jasmine hancur karena pengkhianatan suaminya. Saat mabuk, ia keliru memasuki kamar paman sang suami dan berakhir di pelukannya. Mengetahui dirinya hamil, Jasmine mencoba kabur dari pria kejam itu, tetapi ia malah didekap dengan sangat protektif. Ketika sang mantan memohon untuk kembali, Jasmine membeberkan hubungan barunya. Pria berkuasa itu pun menegaskan bahwa kini Jasmine adalah istri sahnya.